Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

PENYEDIAAN PAKAN TERNAK KAMBING BERKUALITAS MELALUI TEKNOLOGI FERMENTASI DAN DIVERSIFIKASI HIJAUAN Tri Widayatno; Hamid Hamid; Agung Sugiharto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.701 KB)

Abstract

Animal welfare untuk ternak hewan sudah menjadi tuntutan bagi peternak di era modern saat ini. Peternak kambing tradisional dan konvensional kebanyakan belum memperhatikan hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Disamping itu, peternak masih menghadapi permasalahan yang menjadi kendala besar dalam pengembangan usaha peternakan mereka termasuk diantaranya adalah penyediaan pakan ternak yang berkulaitas. Pemanfaatan teknologi untuk penyediaan pakan berkualitas dan diversifikasi hijauan akan membantu para peternak mengurai masalah tersebut. Pengembangan kemampuan penyediaan dan pengelolaan pakan ternak kambing ini dilakukan di desa Demangan, kec. Sambi kab. Boyolali. Solusi yang ditawarkan untuk membantu permasalahan mitra adalah mengupayakan pemenuhan asupan pakan yang berkualitas dan terjamin ketersediaannya sepanjang tahun baik musim penghujan maupun kemarau dengan teknologi fermentasi dan budidaya tanaman indigofera sebagai diversifikasi hijauan.Peternak telah berhasil membudidayakan tanaman indigofera untuk diversifikasi penyediaan pakan hijauan dan mengaplikasikan teknologi fermentasi sehingga ketersediaan pakan usaha ternak kambing dapat ditingkatkan dan proses budidaya ternak kambing di desa Demangan kecamatan Sambi kabupaten Boyolali dapat dilakukan lebih optimal.
Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Dan Kuat Arus Terhadap Penurunan Kadar COD,TSS dan BOD Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Elektrokoagulasi Secara Kontinyu Leni Yuliyani; Tri Widayatno
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.182 KB)

Abstract

Elektrokoagulasi merupakan salah satu metode pengolahan limbah yang mudah dilakukan dan cukup efisien. Elektrokoagulasi merupakan suatu proses pengendapan partikel-partikel halus yang ada didalam air limbah dengan memanfaatkan energi listrik. Elektrokoagulasi terdiri dari tiga tahap yaitu ekualisasi, elektrokimia, dan pengendapan. Faktor yang mempengaruhi proses elektrokoagulasi adalah jenis elektroda, luas permukaan elektroda, kuat arus, jarak antar elektroda, konduktivitas larutan, konsentrasi awal larutan, dan pH awal larutan. Pada penelitian ini menggunakan limbah cair industri tahu dimana memiliki karakteristik keruh berwarna kuning muda keabu-abuan yang apabila dibiarkan akan berubah menjadi hitam dan berbau busuk. Karakteristik awal limbah cair industri tahu yaitu untuk kadar TSS sebesar 301 mg/L, kadar COD sebesar 551,67 mg/L, dan kadar BOD sebesar 271 mg/L. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair industri tahu dengan menggunakan metode elektrokoagulasi secara kontinyu menggunakan elektroda alumunium. Waktu proses elektrokoagulasi secara kontinyu selama 3 jam, dengan menggunakan volume bak penampungan sampel sebesar 50 liter. Variasi yang digunakan pada penelitian yaitu variasi waktu tinggal (25, 37.5, 75 menit) dan besar kuat arus (10, 20, 30 ampere). Waktu tinggal didapat dari variasi kecepatan aliran (40, 80, 120 ml/detik). Hasil penelitian pada kondisi optimum yaitu pada waktu tinggal yang semakin lama (75 menit) dan kuat arus yang semakin besar (30 ampere) sehingga dapat menurunkan kadar COD, TSS dan BOD secara berturut-turut yaitu 110,00; 278,00; 154.00 mg/L. Hasil penurunan kadar COD, TSS dan BOD berdasarkan baku mutu Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012.
Penurunan Kadar COD, BOD dan TSS Limbah Cair Industri Tahu dengan Metode Elektrokoagulasi Secara Kontinyu Menggunakan Elektroda Aluminium (Al) Naila Rahima Fawrin; Tri Widayatno
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.411 KB)

Abstract

Minat konsumsi tahu di Indonesia sangat tinggi melebihi daging ayam dan daging sapi, hal ini menyebabkan semakin banyaknya produsen tahu di Indonesia. Namun, sebagian produsen belum menerapkan pengolahan limbah pada proses pembuatan tahu, sehingga limbah cair industri tahu saat ini sering mencemari lingkungan sekitar terutama sungai dan lingkungan sekitar industri tahu. Kasus tersebut menimbulkan banyaknya penelitian-penelitian yang berkaitan dengan pengolahan limbah industri tahu. Pada penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir pencemaran limbah cair industri tahu dan menciptakan alat pengolahan limbah untuk membantu produsen tahu dalam pengolahan limbah produknya. Metode yang digunakan adalah Elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan air secara elektrokimia dimana pada anoda terjadi pelepasan koagulan aktif berupa ion logam dalam larutan, sedangkan pada katoda terjadi reaksi elektrolisis berupa pelepasan gas hidrogen. Pada penelitian ini mengkaji metode elektrokoagulasi untuk pengolahan limbah cair industri tahu agar dapat menurunkan kadar COD, BOD dan TSS pada limbah cair tersebut. Proses elektrokoagulasi pada penelitian ini menggunakan elektroda aluminium (Al) dengan variasi luas permukaan sebesar 250 cm2, 280 cm2, 310 cm2 dan variasi tegangan sebesar 10 volt, 20 volt, 30 volt.
Penurunan Kadar Cod Bod dan TSS Limbah Cair Pabrik Tahu Dengan Metode Elektrokoagulasi Secara Kontinyu Menggunakan Elektroda Besi Elia Giska Gustiana; Tri Widayatno
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.201 KB)

Abstract

Elektrokoagulasi salah satu metode pengolahan limbah yang mudah dilakukan dan cukup efisien. Elektrokoagulasi merupakan proses pengendepan partikel – pertikel halus yang ada didalam air limbah dengan memanfaatkan energi listrik. Elektrokoagulasi terdiri dari tiga tahap yaitu ekualisasi, elektrokimia, dan pengendapan. Faktor yang mempengaruhi proses elektrokoagulasi adalah jenis elektroda, luas permukaan elektroda, kuat arus, jarak antar elektroda, konduktivitas larutan, konsentrasi awal larutan, dan pH awal larutan. Pada penelitian ini digunakan limbah cair tahu dimana memiliki karakteristik keruh berwarna kuning muda keabu-abuan yang apabila dibiarkan akan berubah menjadi hitam dan berbau busuk. Karakteristik awal limbah cair tahu yaitu kadar TSS nya sebesar 301 mg/L kadar COD sebesar 551,67 mg/L dan kadar BOD sebesar 271 mg/L. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair tahu dengan metode elektrokoagulasi dengan menggunakan elektroda besi. Percobaan dilakukan dengan variasi luas permukaan elektroda 250,280, dan 310 cm2 serta variasi besar tegangan listrik 10,20, dan 30 volt. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi optimum yaitu pada tebal elektroda 310 cm2 dan besar tegangan listrik 30 volt. Didapat kadar TSS, COD, dan BOD pada kondisi optimum yaitu 155,00; 281,12; 159,00 mg/L.
Degradasi Zat WarnaMethylene BlueDengan Metode Oksidasi Menggunakan Kalium Ferrat Nur Annisa; Fajar Budi Guntoro; Lola Charolita; Tri Widayatno
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.472 KB)

Abstract

Saat ini industri tekstil terus berkembang, baik industri dengan skala rumahan maupun dengan skala besar. Akibatnya, limbah cair yang dihasilkan pada lingkungan sekitar semakin banyak dan dampak yang ditimbulkan jika limbah tersebut mencemari badan air bagi kesehatan adalah bersifat racun.Untuk itu, diperlukan sebuah treatment yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair tersebut. Pada penelitian ini, dilakukan degradasi menggunakan kalium ferrat karena senyawa ini merupakan oksidator yang memiliki potensial reduksi yang tinggi, ramah lingkungan, serta menghasilkan produk treatment dengan kualitas lebih baik dan biaya operasional yang rendah. Kalium ferrat disintesa menggunakan wet methode dan dikarakterisasi sebelum dilakukan treatment dengan methylene blue. Pengujian kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 440nm-490nm, pH dengan rentang 9-10, dan rasio molar pada 1:1-5:1. Hasil penelitian dapat menunjukan bahwa kalium ferrat dapat bekerja secara optimum pada pH 9,6 dengan persentase sebesar 82,8% dan rasio molar optimum pada 5:1 dengan persentase sebesar 87,7% setelah 30 menit di degradasi dengan perbandingan kaliumferrat : methylene blue.
Optimasi Induser dan Sumber Nutrisi Anorganik untuk Meningkatkan Aktivitas Enzim Lipase dari Strain Aspergillus niger pada Substrat Ampas Kelapa Muhammad Rasyid Al Hakim; Muhammad Faridi Dahlan; Citra Kusuma Wardani; Tri Widayatno
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.196 KB)

Abstract

Enzim lipase adalah salah satu enzim yang bekerja dengan caramengkatalisasi hidrolisis ikatan ester triasilgliserol pada antarmukaminyak/air. Enzim lipase biasa digunakan sebagai katalisator padaindustri farmasi, minuman ataupun kosmetik. Permintaan kebutuhanenzim di Indonesia saat ini mencapai 2500 ton dan mengalamikenaikan setiap tahunnya . Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenentukan jenis induser dan nutrisi optimum pada prosesfermentasi padat menggunakan substrat ampas kelapa dan jamurAspergillus niger. Variasi penelitian yang digunakan adalah induserserta sumber mineral anorganik yang divariasikan untukmemperoleh hasil aktivitas enzim lipase tertinggi. Pada penelitian inidilakukan pada kondisi pH 7 dan proses inkubasi selama 5 hari padasuhu 35 oC. Hasil penelitian menunjukkan variasi induser minyakkelapa sawit terbaik 6 mL dengan aktivitas enzim lipase 1 U/mLsedangkan variasi induser minyak zaitun terbaik 8 mL denganaktivitas enzim lipase 1 U/mL dan untuk variasi induser virgincoconut oil terbaik 8 mL dengan aktivitas enzim lipase 1,133 U/mL.Sumber mineral anorganik terbaik adalah ZnSO4 2 mmol yangmemiliki aktivitas enzim lipase sebesar 1,87 U/ml. sedangkan MnSO42 mmol menghasilkan aktivitas enzim lipase sebesar 0,867 U/ml, danuntuk CaCl2 2 mL mempunyai aktivitas enzim lipase sebesar 1,4U/ml.
PENYEDIAAN PAKAN TERNAK KAMBING BERKUALITAS MELALUI TEKNOLOGI FERMENTASI DAN DIVERSIFIKASI HIJAUAN Widayatno, Tri; Hamid, Hamid; Sugiharto, Agung
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Animal welfare untuk ternak hewan sudah menjadi tuntutan bagi peternak di era modern saat ini. Peternak kambing tradisional dan konvensional kebanyakan belum memperhatikan hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Disamping itu, peternak masih menghadapi permasalahan yang menjadi kendala besar dalam pengembangan usaha peternakan mereka termasuk diantaranya adalah penyediaan pakan ternak yang berkulaitas. Pemanfaatan teknologi untuk penyediaan pakan berkualitas dan diversifikasi hijauan akan membantu para peternak mengurai masalah tersebut. Pengembangan kemampuan penyediaan dan pengelolaan pakan ternak kambing ini dilakukan di desa Demangan, kec. Sambi kab. Boyolali. Solusi yang ditawarkan untuk membantu permasalahan mitra adalah mengupayakan pemenuhan asupan pakan yang berkualitas dan terjamin ketersediaannya sepanjang tahun baik musim penghujan maupun kemarau dengan teknologi fermentasi dan budidaya tanaman indigofera sebagai diversifikasi hijauan.Peternak telah berhasil membudidayakan tanaman indigofera untuk diversifikasi penyediaan pakan hijauan dan mengaplikasikan teknologi fermentasi sehingga ketersediaan pakan usaha ternak kambing dapat ditingkatkan dan proses budidaya ternak kambing di desa Demangan kecamatan Sambi kabupaten Boyolali dapat dilakukan lebih optimal.
Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Dan Kuat Arus Terhadap Penurunan Kadar COD,TSS dan BOD Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Elektrokoagulasi Secara Kontinyu Yuliyani, Leni; Widayatno, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektrokoagulasi merupakan salah satu metode pengolahan limbah yang mudah dilakukan dan cukup efisien. Elektrokoagulasi merupakan suatu proses pengendapan partikel-partikel halus yang ada didalam air limbah dengan memanfaatkan energi listrik. Elektrokoagulasi terdiri dari tiga tahap yaitu ekualisasi, elektrokimia, dan pengendapan. Faktor yang mempengaruhi proses elektrokoagulasi adalah jenis elektroda, luas permukaan elektroda, kuat arus, jarak antar elektroda, konduktivitas larutan, konsentrasi awal larutan, dan pH awal larutan. Pada penelitian ini menggunakan limbah cair industri tahu dimana memiliki karakteristik keruh berwarna kuning muda keabu-abuan yang apabila dibiarkan akan berubah menjadi hitam dan berbau busuk. Karakteristik awal limbah cair industri tahu yaitu untuk kadar TSS sebesar 301 mg/L, kadar COD sebesar 551,67 mg/L, dan kadar BOD sebesar 271 mg/L. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair industri tahu dengan menggunakan metode elektrokoagulasi secara kontinyu menggunakan elektroda alumunium. Waktu proses elektrokoagulasi secara kontinyu selama 3 jam, dengan menggunakan volume bak penampungan sampel sebesar 50 liter. Variasi yang digunakan pada penelitian yaitu variasi waktu tinggal (25, 37.5, 75 menit) dan besar kuat arus (10, 20, 30 ampere). Waktu tinggal didapat dari variasi kecepatan aliran (40, 80, 120 ml/detik). Hasil penelitian pada kondisi optimum yaitu pada waktu tinggal yang semakin lama (75 menit) dan kuat arus yang semakin besar (30 ampere) sehingga dapat menurunkan kadar COD, TSS dan BOD secara berturut-turut yaitu 110,00; 278,00; 154.00 mg/L. Hasil penurunan kadar COD, TSS dan BOD berdasarkan baku mutu Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2012.
Penurunan Kadar COD, BOD dan TSS Limbah Cair Industri Tahu dengan Metode Elektrokoagulasi Secara Kontinyu Menggunakan Elektroda Aluminium (Al) Fawrin, Naila Rahima; Widayatno, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat konsumsi tahu di Indonesia sangat tinggi melebihi daging ayam dan daging sapi, hal ini menyebabkan semakin banyaknya produsen tahu di Indonesia. Namun, sebagian produsen belum menerapkan pengolahan limbah pada proses pembuatan tahu, sehingga limbah cair industri tahu saat ini sering mencemari lingkungan sekitar terutama sungai dan lingkungan sekitar industri tahu. Kasus tersebut menimbulkan banyaknya penelitian-penelitian yang berkaitan dengan pengolahan limbah industri tahu. Pada penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir pencemaran limbah cair industri tahu dan menciptakan alat pengolahan limbah untuk membantu produsen tahu dalam pengolahan limbah produknya. Metode yang digunakan adalah Elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan metode pengolahan air secara elektrokimia dimana pada anoda terjadi pelepasan koagulan aktif berupa ion logam dalam larutan, sedangkan pada katoda terjadi reaksi elektrolisis berupa pelepasan gas hidrogen. Pada penelitian ini mengkaji metode elektrokoagulasi untuk pengolahan limbah cair industri tahu agar dapat menurunkan kadar COD, BOD dan TSS pada limbah cair tersebut. Proses elektrokoagulasi pada penelitian ini menggunakan elektroda aluminium (Al) dengan variasi luas permukaan sebesar 250 cm2, 280 cm2, 310 cm2 dan variasi tegangan sebesar 10 volt, 20 volt, 30 volt.
Penurunan Kadar Cod Bod dan TSS Limbah Cair Pabrik Tahu Dengan Metode Elektrokoagulasi Secara Kontinyu Menggunakan Elektroda Besi Gustiana, Elia Giska; Widayatno, Tri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektrokoagulasi salah satu metode pengolahan limbah yang mudah dilakukan dan cukup efisien. Elektrokoagulasi merupakan proses pengendepan partikel – pertikel halus yang ada didalam air limbah dengan memanfaatkan energi listrik. Elektrokoagulasi terdiri dari tiga tahap yaitu ekualisasi, elektrokimia, dan pengendapan. Faktor yang mempengaruhi proses elektrokoagulasi adalah jenis elektroda, luas permukaan elektroda, kuat arus, jarak antar elektroda, konduktivitas larutan, konsentrasi awal larutan, dan pH awal larutan. Pada penelitian ini digunakan limbah cair tahu dimana memiliki karakteristik keruh berwarna kuning muda keabu-abuan yang apabila dibiarkan akan berubah menjadi hitam dan berbau busuk. Karakteristik awal limbah cair tahu yaitu kadar TSS nya sebesar 301 mg/L kadar COD sebesar 551,67 mg/L dan kadar BOD sebesar 271 mg/L. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair tahu dengan metode elektrokoagulasi dengan menggunakan elektroda besi. Percobaan dilakukan dengan variasi luas permukaan elektroda 250,280, dan 310 cm2 serta variasi besar tegangan listrik 10,20, dan 30 volt. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi optimum yaitu pada tebal elektroda 310 cm2 dan besar tegangan listrik 30 volt. Didapat kadar TSS, COD, dan BOD pada kondisi optimum yaitu 155,00; 281,12; 159,00 mg/L.