Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengembangan Objek Wisata International Sport Club di Kota Semarang Resta Giri Putranto; Fafurida Fafurida
Journal of Economics and Business Vol 1, No 1 (2019): May
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47729/indicators.v1i1.52

Abstract

International Sport Club (ISC) merupakan objek wisata yang kurang berkembang di kota Semarang karena mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan tiga tahun berturut-turut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal objek wisata ISC dan menyusun strategi yang dapat dikembangkan oleh pihak pengelola untuk memikat pengunjung dan menambah pendapatan objek wisata ISC. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung objek wisata ISC. Hasil analisis SWOT menyimpulkan bahwa ISC berada pada kuadran II, dimana situasi tersebut yaitu dapat memanfaatkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang melalui cara diversifikasi. Saran dari penelitian ini adalah perlu adanya pengkajian harga kembali tiket masuk, memanfaatkan promosi melalui media online atau media sosial, diversivikasi fasilitas olahraga dan kerja sama dengan investor untuk pengembangan objek wisata ISC.
Dampak Pengembangan Desa Wisata Lerep terhadap Perekonomian Pelaku Usaha Pariwisata Ahmad Syaiful; Fafurida Fafurida
Journal of Economics and Business Vol 1, No 2 (2019): November
Publisher : Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.841 KB) | DOI: 10.47729/indicators.v1i2.41

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, pertama adalah mengidentifikasi kondisi Desa Wisata Lerep sebelum dan sesudah pengembangan desa wisata. Kedua, untuk mengidentifikasi dampak pengembangan Desa Wisata Lerep terhadap perekonomian pelaku usaha pariwisata. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah 98 responden yang memiliki usaha atau jasa di sektor pariwisata. Metode analisis data adalah analisis deskriptif statistik. Hasil penelitian tentang kondisi Desa Wisata Lerep sebelum dan sesudah pengembangan desa wisata, diketahui memberikan dampak peningkatan kondisi atraksi, aksesibilitas, amenitas, ancillary, dan sosial budaya masyarakat. Pengembangan Desa Wisata Lerep juga memberikan dampak pada perekonomian pelaku usaha pariwisata di Desa Lerep. Dengan pengembangan desa wisata, dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan jasa pariwisata hingga Rp 450.000 per bulan. Pendapatan pelaku usaha dan jasa pariwisata bisa meningkat sampai tiga kali lipat pada saat ramai kunjungan wisatawan. Keberadaan Desa Wisata Lerep membuka peluang kerja baru bagi masyarakat seperti menjual cinderamata, aksesoris, usaha penginapan, dan pekerja seni pertunjukan.
Strategi Pengembangan Daerah Growth Pole melalui Pemanfaatan Potensi Lokal Rusdarti Rusdarti; Fafurida Fafurida
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 19 No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.909 KB) | DOI: 10.24914/jeb.v19i3.467

Abstract

This research aims to determine the leading sectors that could be developed in each district in Cilacap Regency as a growth pole area. We use location quotient, shift share, and klassen typology as analysis methods. The research results show that not all of the district at Cilacap regency have a leading sector. Further, districts that have leading sectors are as follows. Wanareja only has a leading sector, i.e. agriculture. Secondly, Kawunganten has two leading sectors, agriculture and finance, rent, and company services. Thirdly, Agriculture becomes the only leading sector of Kampung Laut District. Fourthly, Mining and extraction are the leading sectors of Kesugihan District. Fifthly, Sampang District has buildings and finance sectors as the leading sectors. Sixthly, Kroya District leads in trade, hotel, and restaurant sectors. Seventhly, South Cilacap District leads in mining and extraction sectors. Eighthly, Central Cilacap District has manufacturing, electricity, gas and clean water, building and services as leading sectors. Lastly, North Cilacap District has electricity, gas and clean water, manufacturing, building and services as leading sectors.Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sektor unggulan yang dapat dikembangkan di tiap kecamatan di Kabupaten Cilacap sebagai salah satu daerah growth pole. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu location quotient, shift share dan klassen typologi. Hasil penelitian menunjukkan tidak semua kecamatan di kabupaten Cilacap memiliki sektor unggulan. Beberapa daerah yang memiliki sektor unggulan diantaranya adalah  Kecamatan Wanareja hanya memiliki satu sektor unggulan yaitu pertanian. Kedua adalah Kecamatan Kawunganten memiliki dua sektor unggulan yaitu sektor pertanian dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Kecamatan Kampung Laut, dimana sektor pertanian pada kecamatan ini sangatlah unggul. Kecamatan kesugihan juga memiliki satu sektor unggulan yaitu sektor pertambangan dan penggalian. Kecamatan yang kelima yaitu Kecamatan Sampang, unggul dalam sektor bangunan dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Keenam adalah Kecamatan Kroya unggul dalam sektor perdagangan, hotel dan restoran. Ketujuh yaitu Kecamatan Cilacap Selatan, sektor pertambangan dan penggalian di wilayah ini termasuk unggul. Cilacap tengah memiliki banyak sektor unggulan, diantaranya adalah sektor Industri pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan serta sektor jasa-jasa. Dan Kecamatan Cilacap Utara, sektor yang tergolong unggul dalam kecamatan ini adalah sektor listrik, gas dan air bersih, sektor industri pengolahan, sektor bangunan dan sektor jasa-jasa.
Empowerment Strategy Through Salak Fruit Prajanti, Sucihatiningsih Dian Wisika; Fafurida, Fafurida; Setiawan, Avi Budi; Sutanto, Himawan Arif
Komunitas Vol 7, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v7i1.3622

Abstract

This articles aims to understand the practice of empowerment through assistance to salak farmers. The study includes 60 salak fruit farmers which are taken as the samples. Descriptive analysis is used to analyze the obtained data from the study. The research result shows that most respondents have the relative low level of empowerment. The empowerment level from business aspect explain that most of the respondent (73%) are never and could not got the financial assistant to develop their business. Likewise, it could be happen in the technological access, most of the respondent (56,7%) explain that in the production process the technology that used is base on traditional and hereditary. So, it is depend on labour relieves when the production and harvest process. Furthermore, the research shows that a low level of a capability to access the market information. It could be seen that most of the farmers (38,3%) directly selling their product to the consumers and 33,3% sell their product to the broker. The empowerment from non economic aspect could be seen from the low ability of lobbying aspect, like the asking for a relieves from their colleagues at the local government officer (10%), financial institution like cooperation, bank and etc (25%), society figures (32,1%), employees (32,1%), non government institution/ academision (10%) and a families (93,3%). To empower the farmers in order to make them sustainable, it is necessary to built a partnership by empowerment strategy. The empowerment strategy that involves industry as the farmers’ partner is carried out to improve the empowerment of the farmers of salak fruits.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi praktek pemberdayaan melalui pendampingan petani buah salak. Sebanyak 60 orang petani salak diambil sebagai sampel. Analisis deskriptif telah digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di daerah penelitian mengaku pada saat panen melimpah harga jual buah salak sangat rendah. Tingkat keberdayaan dari Aspek Usaha menunjukkan bahwa dalam mengakses kredit sebagian besar responden (73%) menyatakan tidak pernah atau tidak mampu mendapatkan kredit untuk pengembangan usahanya. Demikian juga dalam megakses teknologi sebagian besar responden (56,7%) menyatakan bahwa dalam melakukan proses produksi berdasarkan turun-temurun dimana teknologi dalam melakukan produksi bersifat tradisonal dan menggunakan insting, sehingga masih tergantung adanya bantuan dari orang lain pada saat terjadi masalah baik dalam proses produksi maupun pada saat panen. Selajutnya kemampuan dalam mengakses informasi pasar menunjukkan rendah yang dapat dilihat dari pemasaran hasil panen sebagian besar (38,3%) dijual langsung ke konsumen dan kepada tengkulak (33,3%). Tingkat keberdayaan dari aspek non-ekonmi yang dilihat dari kemampuan lobbying menunjukkan masih relative rendah, seperti keberhasilan dalam meminta bantuan kenalannya di Pemda sebsar 10%, lembaga keuangan seperti koperasi, bank, dan lain sebagainya sebesar 25%, tokoh masyarakat sebesar 32,1%, pengusaha sebesar 32,1%, akademisi/LSM sebesar 10% dan saudara 93,3%.  Untuk meningkatkan keberdayaan petani agar mampu menjalankan usahataninya secara berkelanjutan serta meningkatkan nilai tambah, diperlukan adanya kemitraan yang dapat dilakukan melalui Strategi Pemberdayaan.  
KAJIAN KOTA SEMARANG MENUJU KOTA RAMAH LANSIA Evi Widowati; Fafurida Fafurida; Galuh Nita Prameswari
Jurnal Riptek Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.987 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v12i2.3

Abstract

This research aims to describe the peoples opinion especially elderly towards WHO indicator for an elderly friendly city. The other purposes is giving a recommendation for local government to achieve a goal “elderly friendly city in 2030”. Therefore, the government could arrange a policy and programs to achieve that purpose. The recommendation obtained from KRL indicator description who never been seen before by the government. The research methods is quantitative descriptive with primary data base and purpossive sampling method. The research result show the first indicator of open space and building belongs to the category "very convenience and convenience" with the percentage is 27% which means included in the range of 25% -49% that is "orange". The second indicator is transportation of 22% which means below the range value <25%, it is belongs to "red". Third indicator is Housing, which is the percentage value is 30%. It is belongs to 25% -49%. that is "orange". Fourth indicator is Social Participation at 10% which means below 25% that is "red". Fifth indicator is reverence and inclusion / social involvement. Which the percentage is 11% and below the <25% is "red". Sixth indicator is civil participation and employment of 25%, which means it falls within the 25% -49% range of "orange". Seventh indicator is communication and information equal to 15% which means to enter in range value <25% that is "red". Eighth indicator is "community support and health services" of 18% which means it is included in the <25% value range that is "red". The description of Semarang City assessment of 8 indicators of elderly friendly city in accordance with WHO standards are 8 indicators / dimensions containing 95 variables are 5 indicators, namely the indicator 2,4,5,7 and 8 entered in "red" category that is 62,5% and entered in the category of "orange" ie indicators 1, 3 and 6 that is 37. 5%. 
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Maksimisasi Pemanfaatan Potensi Desa Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Dusun Kopeng Kecamatan Getasan Grace Natalia Marpaung; P. Eko Prasetyo; Fafurida Fafurida; Yozi Aulia Rahman; Audina Soma Dwi Witari
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.481

Abstract

Desa Kopeng, Kecamatan Getasan memiliki potensi yang sangat berpeluang besar dalam pembangunan ekonomi desa. Kondisi alam desa yang sangat mendukung, memberikan kesempatan kepada setiap masyarakat desa terhadap pengembangan desa. Akan tetapi masih banyak kendala yang dihadapi oleh masyarakat, sehingga melalui program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk memberdayakan masyarakat melalui potensi-potensi yang dimiliki desa Kopeng. Dalam mengatasi penurunan ekonomi masyarakat yang terjadi, tim pengabdian memberikan penyuluhan pemberdayaan masyarakat dalam maksimisasi pemanfaatan potensi desa sebagai upaya peningkatan ekonomi yang ada di desa Kopeng dan juga melakukan pemetaan potensi wisata yang ada di Dusun Kopeng. Secara garis besar pelaksanaan pengabdian ini melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kata Kunci: Desa Kopeng, Potensi Desa, Pemberdayaan Masyarakat
Pengaruh Sustainable Development Goals Terhadap Indeks Kebahagiaan di Asia Tiyas Saris Wanti; Fafurida Fafurida
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol 5 No 2 (2023): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks kebahagiaan menjadi salah satu ukuran kebahagiaan di suatu negara yang menggambarkan kesejahteraan subjektif. Rata-rata indeks kebahagiaan di Asia berada di bawah rata-rata kebahagiaan dunia dan setiap tahunnya angkanya berfluktuasi. Oleh karena itu, faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan dan penurunan indeks kebahagiaan setiap tahunnya menarik untuk diteliti. Sustainable Development Goals (SDGs) berkaitan erat dan dapat mempengaruhi kebahagiaan. Agenda 2030 SDGs menetapkan lima pilar penting yang dikenal dengan 5P sehingga penelitian ini menggunakan lima variabel dimana setiap pilarnya diwaliki satu variabel untuk dilihat pengaruhnya terhadap indeks kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sustainable Development Goals terhadap indeks kebahagiaan di Asia. Alat analisis menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model sebagai model terbaik. Berdasarkan hasil penelitian Indeks Pembangunan Manusia (pilar people), indeks persepsi korupsi (pilar peace), dan penetrasi internet (pilar partnership) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebahagiaan. Sedangkan GDP per kapita (pilar prosperity) dan emisi karbondioksida (pilar planet) tidak berpengaruh signifikan terhadap kebahagiaan.
Improving Regional Fiscal Capacity in Central Java Province Indonesia Shanty Oktavilia; Fafurida Fafurida; Yozi Aulia Rahman; Ririn Bella Silvia
Economics Development Analysis Journal Vol 9 No 2 (2020): Economics Development Analysis Journal
Publisher : Economics Development Department, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edaj.v9i2.35094

Abstract

This study discusses the development of fiscal capacity in Central Java, Indonesia. The purpose of this study is to analyze internal and external factors that increase regional fiscal capacity, and formulate strategies by analyzing internal and external elements to obtain four alternative strategies namely 'strength - opportunity' strategy, 'strength - threat' strategy, 'weakness - opportunity' strategy and Strategy for 'weaknesses - threats'. This study uses secondary data to analyze indicators of regional fiscal capacity and primary data collected through focused discussions, to analyze strategies. The results of the analysis indicate that there are several main strategies to increase regional fiscal in Central Java Province, namely the program of intensification and extensification of regional taxes; improving the quality of human resources with special competencies in the field of taxation; synergy and internal coordination between regional government institutions; improvement of the supervision system for taxpayers; realizing clear and legal regional regulations, simplifying the mechanism for managing investment licenses in Central Java and optimizing regional revenues through modernizing the collection of taxes and levies by utilizing technology. Modernization of increasing regional fiscal capacity will encourage the achievement of equitable regional revenue, increase public participation, administrative efficiency, consistent law enforcement, and improve the level of public confidence in the implementation of good governance.
VIRTUAL REALITY E-TOURISM SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PROMOSI DESA WISATA BEJALEN DI MASA PANDEMI COVID-19 Nurjannah Rahayu Kistanti; Shanty Oktavilia; Fafurida Fafurida; Yozi Aulia Rahman
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i1.11076

Abstract

Pada saat pandemi covid-19, adanya larangan berpergian yang menyebabkan berkurangnya pengunjung dan pada akhirnya menyebabkan pendapatan pelaku wisata ini turun tajam. Salah satu desa yang bergantung pada wisata yaitu Desa Wisata Bejalen Kabupaten Semarang. Salah satu upaya bertahan di era pandemi dengan tetap mengeksiskan destinasi wisata yang memanfaatkan teknologi informasi e-tourism berbasis virtual tour video 360o. Tujuan dari pengabdian ini yaitu pelatihan dan pendampingan pembuatan virtual tour berbasis virtual reality video 360o. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan pendekatan aksi yang terbagi dalam tiga jenis kegiatan yaitu pemberian pelatihan pembuatan virtual reality video 360o, pendampingan dalam membuat virtual tour menggunakan sosial media dan selanjutnya kegiatan supervisi. Hasil kegiatan pengabdian pada tahap pelatihan dan pendampingan pembuatan virtual tour terbagi dalam 3 fase yaitu fase pertama memetakan potensi objek destinasi wisata Desa Bejalen yang menjadi fokus utama yang akan ditampilkan pada situs e-Tourism seperti atribut wisata, lingkungan alam. Fase kedua terdiri atas proses video capture dan proses video editing. Fase ketiga dari pengembangan e-Tourism adalah pembuatan web site. Setelah tahap pelatihan dan pendampingan dilakukan kegiatan supervisi. Hasil kegiatan supervisi bahwa pengabdian berjalan dengan lancar dan hasil virtual tour sesuai yang diharapkan karena adanya dukungan oleh pemerintah desa dan masyarakat Desa Bejalen.
Pengaruh Sustainable Development Goals Terhadap Indeks Kebahagiaan di Asia Tiyas Saris Wanti; Fafurida Fafurida
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol 5 No 2 (2023): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v5i2.3490

Abstract

Indeks kebahagiaan menjadi salah satu ukuran kebahagiaan di suatu negara yang menggambarkan kesejahteraan subjektif. Rata-rata indeks kebahagiaan di Asia berada di bawah rata-rata kebahagiaan dunia dan setiap tahunnya angkanya berfluktuasi. Oleh karena itu, faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan dan penurunan indeks kebahagiaan setiap tahunnya menarik untuk diteliti. Sustainable Development Goals (SDGs) berkaitan erat dan dapat mempengaruhi kebahagiaan. Agenda 2030 SDGs menetapkan lima pilar penting yang dikenal dengan 5P sehingga penelitian ini menggunakan lima variabel dimana setiap pilarnya diwaliki satu variabel untuk dilihat pengaruhnya terhadap indeks kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sustainable Development Goals terhadap indeks kebahagiaan di Asia. Alat analisis menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model sebagai model terbaik. Berdasarkan hasil penelitian Indeks Pembangunan Manusia (pilar people), indeks persepsi korupsi (pilar peace), dan penetrasi internet (pilar partnership) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebahagiaan. Sedangkan GDP per kapita (pilar prosperity) dan emisi karbondioksida (pilar planet) tidak berpengaruh signifikan terhadap kebahagiaan.