Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Exploring the Impact of Discovery Learning and Self-Efficacy on Students' Critical Thinking Skills Abdul Hamid Bachtiar; Nukhan Wicaksana Pribadi; Fitria Khasanah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7134

Abstract

Critical thinking is a crucial skill for academic and lifelong success, requiring educational strategies that actively engage students. The Discovery Learning model, rooted in constructivist theory, has been widely recognized for promoting higher-order thinking. This study investigates the effects of the Discovery Learning model and students’ self-efficacy on critical thinking skills, including the interaction between these variables. A quasi-experimental design was employed involving 60 first-semester students from the Indonesian Language Department. Participants were assigned to either an experimental group (Discovery Learning) or a control group (Problem-Based Learning). Self-efficacy levels were measured using a validated questionnaire, while critical thinking was assessed through a standardized test. Data were analyzed using two-way Analysis of Variance (ANOVA). The results showed that the Discovery Learning model significantly improved students’ critical thinking skills (F = 27.409, p 0.001). Self-efficacy also had a significant main effect on critical thinking performance (F = 46.780, p = 0.010). Additionally, a significant interaction was found between the instructional model and self-efficacy (F = 5.187, p = 0.027), indicating that the impact of Discovery Learning was stronger among students with higher self-efficacy. These findings highlight the combined importance of instructional strategies and learner beliefs. Discovery Learning not only enhances critical thinking but also synergizes with self-efficacy to optimize student performance. Educators are encouraged to implement learner-centered approaches that foster both cognitive skills and student confidence.
INISIASI PAKET TEKNOLOGI SEBACEM UNTUK PERAWATAN LINGKUNGAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH LINGKUNGAN DI PERKUMPULAN PEMUDA CAHAYA BHAKTI KOTA MALANG Kirnoprasetyo, Istiyono; Nukhan W P; Agoes Hariyanto; Mariana F R; Juli Rahaju; Umi Afdah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17886

Abstract

Perkumpulan Cahaya Bhakti merupakan merupakan perwujudan dari Karang Taruna yang dalam kegiatan keseharian bernaung dibawah RW 08 Kel. Cemorokandang Kec. Kedung Kandang Kota Malang. Kelompok dosen universitas wisnuwardhana melakukan pembinaan terhadap kelompok Cahaya Bhakti berdasarkan peluang yang tersedia di lingkungan wilayah tersebut, sekaligus menginisiasi paket teknologi SEBACEM. Perkumpulan Cahaya Bhakti juga sedang mengembangkan Pertanian Kota, sehingga paket teknologi SEBACEM bisa langsung diterapkan pada program Pertanian Kota tersebut. Secara keseluruhan perkumpulan Cahaya Bhakti dapat dikatakann memiliki permasalahan dalam memanfaatkan limbah lingkungan yang berupa dedaunan serta meningkatkan efektifitas kegiatan Pertanian Kota yang sedang mereka lakukan. Media tanam hasil paket teknologi SEBACEM mempunyai kandungan Nitrogen dan unsur Mikro sedang sampai tinggi, kandungan tersebut sesuai untuk pertumbuhan tanaman hortikultura terutama sayuran daun. Langkah penting untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi yaitu melakukan survey dan wawancara dengan anggota Cahaya Bhakti. Dalam kegiatan penyuluhan ini, peserta akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang pembuatan Media sebacem, mulai dari proses pengolahan yang efektif, hingga teknik aplikasi yang benar pada tanaman sayuran. Tidak lupa juga mengadakan praktek langsung terhadap beberapa anggota Cahaya Bhakti tentang cara membuat Media organik dari limbah organic Rumah Tangga dan dedaunan di sekitar lingkungan. Selama kelgiatan juga dilakukan monitoring secara berkala terhadap perkembangan hasil pemupukan terhadap sayuran pada media tanam Sebacem, mengumpulkan feedback dari anggota Cahaya Bhakti dan mengadakan evaluasi untuk perbaikan di program kedepannya. Solusi yang diterapkan dalam kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan anggota Cahaya Bhakti melalui program penyuluhan dan pendampingan intensif dalam proses pembuatan Media sebacem.
PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SEKOLAH BERBASIS PESANTREN (STUDI KASUS DI SMP ASSAIDIYYAH KEPANJEN) Leony Ayu Puteri Umbara; Eko Pujiati; Nukhan Wicaksono Pribadi; Khoirotul Bariyah
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.21

Abstract

Penerapan Profil Pelajar Pancasila menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk memperkuat karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Profil Pelajar Pancasila pada sekolah berbasis pesantren di SMP Assaidiyyah Kepanjen, meliputi bentuk implementasi, faktor pendukung, dan faktor penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan enam informan utama, yaitu satu wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru pelaksana Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan tiga peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket kepada 120 siswa sebagai data pendukung untuk memperkuat temuan kualitatif. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Profil Pelajar Pancasila terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang diselaraskan dengan budaya pesantren. Sebanyak 56,7% siswa menyatakan pembelajaran Kurikulum Merdeka lebih sesuai dengan kebutuhan belajar mereka, 65,8% siswa menilai Profil Pelajar Pancasila penting diterapkan di sekolah, dan 64,2% siswa menyatakan kegiatan P5 memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Dimensi yang paling menonjol adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, gotong royong, dan bernalar kritis. Faktor pendukung implementasi meliputi dukungan stakeholder sekolah dan pendanaan BOS, sedangkan faktor penghambat berupa padatnya kegiatan kepesantrenan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model implementasi Profil Pelajar Pancasila yang terintegrasi dengan budaya pesantren sebagai alternatif penguatan pendidikan karakter pada sekolah berbasis pesantren.