Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Senam Kaki Diabetes untuk Memperbaiki Keluaran Polineuropati pada Penderita Diabetes Astiarani, Yunisa; Margareta, Revi; Mutiara Putri, Marcelvina; Shalsamir Cotto, Nadjoua; Kurniawan, Felicia; Santi, Bryany Titi; Hadiyanto; Kristian, Kevin; Satya, Regina
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i1.5028

Abstract

Prevalensi ulkus kaki diabetik (Diabetic Foot Ulcer/DFU) di seluruh dunia mencapai 19-34%, dengan dampak serius termasuk risiko amputasi dan kematian. Senam kaki diabetes menjadi salah satu upaya untuk mengatasi prevalensi tersebut. Kegiatan ini mengevaluasi efektivitas senam kaki diabetes dalam memperbaiki rasa kebas, kesemutan dan nyeri serta menilai efek perubahan HbA1c pada responden. Partisipan melibatkan individu dengan DM tipe 2 yang telah mengalami polineuropati atau ulkus kaki. Senam kaki diabetes dilakukan selama 10 menit setiap hari selama 12 minggu, dengan tujuan mengevaluasi efektivitasnya terhadap keluaran kaki diabetes, seperti skor Visual Analogue Scale (VAS), intensitas serta frekuensi nyeri, kesemutan, dan kebas. Kadar HbA1c juga dibandingkan sebelum dan sesudah perlakuan. Sebanyak 27 penderita polineuropati dan DFU datang dalam kegiatan demonstrasi senam kaki. Penurunan signifikan pada skor VAS, intensitas dan frekuensi nyeri, kesemutan, dan kebas setelah senam kaki diabetes diamati. Tidak terdapat perubahan kadar HbA1c yang signifikan, mengindikasikan senam kaki diabetes independen terhadap monitoring glukosa pada pasien DM tipe 2 dengan polineuropati. Senam kaki diabetes dengan 9 gerakan yang direkomendasikan mampu memberikan dampak positif pada keluaran kaki diabetes, menunjukkan penurunan nyeri, kesemutan, dan kebas.  
Medical personnels’ well-being and policy adaptations in hospitals during COVID-19 pandemic Kristian, Kevin; Santi, Bryany Titi; Astiarani, Yunisa; Kurniawan, Felicia; Salama, Ngabila
BKM Public Health and Community Medicine Vol 38 No 08 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v38i8.4996

Abstract

Purpose: To explore many forms of adaptations and alterations that occur in the COVID-19 referral hospitals in Jakarta during the COVID-19 pandemic as a preparation to deal with another pandemic in the future. Method: A qualitative study through focus group discussions (FGD) of seven hospitals in Jakarta, including five public and two private hospitals, with the participation of each structural and medical personnel separately. The discussion identifies four main topics that cover the aim of the study: (a) Medical personnel workload; (b) Occupational health and comfort; (c) Relationships; (d) Hospital policy during the COVID-19 pandemic. Results: This study was participated by 40 informants from the medical personnel group and 37 responders from the structural group from various positions in the hospital. Researchers estimated several factors to contribute to medical personnel’s well-being in providing health services during the pandemic of COVID-19. Rising workloads, an increased number of patients and types of procedures, and the unavailability and discomforts from suitable PPE with a lack of IPC socialization influence a decline in their well-being and increase the risk of counterproductive work behavior. Moreover, conflicts among personnel and poor communication also deteriorate well-being. Nevertheless, several hospital policy adaptations, namely incentives provision, regular mental-health check-ups, no salary reduction for COVID-19-positive workers, and supportive attitudes towards each other in the workplace, may enhance their well-being. Conclusion: Increased workloads, problems in PPE availability, and conflict among personnel are the main contributing factors that need to be addressed to increase the medical personnel's well-being during the pandemic, while several hospital policy adaptations support their well-being.
Hubungan Konsumsi Buah dan Sayur Terhadap Infeksi Saluran Kemih Selima, Ivan Citra; Kurniawan, Felicia; Vetinly; Djaya, Prisillia Nanny; Bororing, Sheella Rima
Bahasa Indonesia Vol 22 No 1 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i1.3104

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan penyakit yang menyerang sistem kemih, baik organ maupun salurannya. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi dengan angka tersering kedua pada anak, setelah penyakit infeksi saluran pernafasan dan dapat menimbulkan beban ekonomi negara sehingga harus segera diatasi. Sekitar 56,6% anak usia sekolah tidak mengonsumsi buah dan sayur yang cukup. Hal ini dapat menjadi faktor pendukung tingginya angka kasus ISK di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecukupan makan buah dan sayur dengan kejadian suspek ISK pada anak. Metode: Desain penelitian ini adalah studi observasional potong lintang yang menggunakan analisis data sekunder (ADS). Jumlah sampel sebanyak 331 murid kelas 4-6 dari dua Sekolah Dasar di Jakarta Utara. Data kecukupan konsumsi buah dan sayur didapatkan melalui pengisian kuesioner, sedangkan dugaan ISK diperoleh dari pemeriksaan urinalisis (makroskopik, kimiawi, dan mikroskopik).  Hasil: Terdapat 154 murid kurang mengonsumsi buah dan sayur, serta 9 murid diduga ISK. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara kecukupan konsumsi buah dan sayur dengan kejadian ISK (p=0,378), namun pada responden yang mengonsumsi cukup buah dan sayur memiliki persentase suspek ISK yang lebih kecil dibandingkan dengan responden yang kurang mengonsumsi buah dan sayur. Simpulan: Konsumsi buah dan sayur tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan suspek ISK pada anak. tetapi berdasarkan persentase suspek ISK, anak yang cukup mengonsumsi buah dan sayur memiliki persentase suspek ISK yang lebih rendah. Kata Kunci: urinalisis, pola kebiasaan makan buah dan sayur, infeksi saluran kemih.
Menstrual Cycle Length and Dysmenorrhea in Female Adolescents Aged 9-18 Years Monica, Agnes; Lilis; Kurniawan, Felicia; Padang, Astrid Fransisca
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 11 No. 1 January 2023
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32771/inajog.v11i1.1674

Abstract

Abstract Objective: To determine the relationship between menstrual cycle length and dysmenorrhea in female adolescents aged 9-18 years in Sang Timur Tomang School West Jakarta. Methods: This study used a cross-sectional study approach to conduct observational analytic research. The study samples were female students aged 9-18 years in Sang Timur Tomang School. Study data were obtained through the Verbal Multidimensional Scoring System (VMSS) questionnaire in Indonesian. The Chi-square test of independence was used to determine the relationship between menstrual cycle length and dysmenorrhea. Results: From a total of 137 respondents, 38% have abnormal menstrual cycle length. Eighty-two-point-seven percent of respondents who have abnormal menstrual cycle length experienced dysmenorrhea, and 17,3% of participants who have abnormal menstrual cycle length did not experience dysmenorrhea. Chi-square test results showed a significant relationship between menstrual cycle length and dysmenorrhea in female adolescents aged 9-18 years in Sang Timur Tomang School West Jakarta (p = 0,005). Conclusion: There is a significant relationship between menstrual cycle length and dysmenorrhea in female adolescents aged 9-18 years in Sang Timur Tomang School West Jakarta. Keywords: female adolescents, dysmenorrhea, menstrual cycle, menstrual cycle length