Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Reduction of Chemical Oxygen Demand (COD) and Total Suspended Solids (TSS) from Wastewater of Tapioca Plant Using Aluminium Sulfate and Poly Aluminium Chloride (PAC) as a Coagulant neni damajanti
Research in Chemical Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.717 KB) | DOI: 10.30595/rice.v1i1.5

Abstract

Water is the source of life on the surface of the earth. But often the water used for life contains many organic compounds that are harmful to life. This is due to contamination of water sources by compounds from many places, one of which is waste from the tapioca industry. One method that can be used to reduce water pollution is the coagulation process using certain coagulants. The ability of Poly Aluminium Chloride (PAC) and aluminum sulfate as coagulant is utilized in the processing of tapioca wastewater to reduce COD and TSS levels. This study aims to determine the effect of coagulant dose and flocculation time on decreasing COD and TSS levels in tapioca wastewater from Purbalingga Aci Factory. The method used is coagulation using PAC and aluminum sulfate as a coagulant with a variation of the coagulant dose of 2000; 4000; 6000; 8000 and 10,000 mg/L as well as variations in flocculation time 25; 30; 35; 40 and 45 minutes. The results showed that the coagulant dose and flocculation time had an effect on decreasing COD and TSS in tapioca wastewater. The best use of PAC coagulant at a dose of 6000 mg/L with a flocculation time of 45 minutes, namely the COD value of 375.2 mg/L and TSS 110 mg/L. While the best use of aluminum sulfate coagulant at a dose of 8000 mg/L with a flocculation time of 45 minutes, namely the COD value of 203.2 mg/L and TSS 590 mg/L
Peningkatan Jiwa Wirausaha Ibu-Ibu PKK Desa Kalitapen Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Anwar Ma'ruf; Neni Damajanti; Endar Puspawiningtiyas; Dini Nur Afifah
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 1 MARET 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i1.16938

Abstract

Desa kalitapen adalah desa yang masyarakatnya mengandalkan ekonomi dari sistem pertanian, perdagangan dan penderes gula kelapa. Salah satu pusat perdagangan di desa Kalitapen adalah Pasar Desa Kalitapen. Keberadaan pasar di desa Kalitapen salah satu sisi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, akan tetapi pada sisi lain menghasilkan limbah berupa sampah. Sampah yang dihasilkan dari pasar sebagian besar merupakan limbah organik dari sisa sayuran dan buah-buahan. Sampah organik dari pasar ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair (POC). Berdasarkan pertimbangan inilah, perlu dilakukan pelatihan bagi ibu-ibu PKK di desa Kalitapen tentang pembuatan POC dari limbah organik pasar. Pelatihan ini dilakukan dalam dua tahapan, yaitu pemberiaan materi pembuatan POC dan praktek pembuatan POC. Hasil pelatihan pembuatan POC dari sampah organik bagi Ibu-ibu PKK desa Kalitapen menunjukkan bahwa peserta dapat memahami proses pembuatan POC dengan tingkat pemahaman 95% dan 100% peserta dapat melakukan praktek pembuatan POC dari sampah organik. Pelatihan ini dapat dijadikan peluang usaha bagi masyarakat Kalitapen dalam memanfaatkan sampah organik dan meningkatkan perekomomian masyarakat.
Delignification of Cassava Peel by Using Alkaline Hydrogen Peroxide Method: Study of Peroxide Concentration, Solid/Liquid Ratio, and pH Dini Nur Afifah; Neni Damajanti; Maulani Mustholidah; Hariyanti
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.553 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v6i2.334

Abstract

Cassava peel is a natural material with cellulose content reaching 33.33%. In order to utilize cassava peel as a biodegradable polymer and renewable energy alternative, a delignification process is essential to separate cellulose from hemicellulose and lignin, which prevents the penetration of cellulose hydrolyzer. The delignification method chosen in this study was alkaline hydrogen peroxide (AHP). The AHP is based on the autoxidation of lignin using hydrogen peroxide (H2O2) in an alkaline environment. This method was chosen because it can damage the lignocellulosic structure with relatively low energy and is more selective for lignin. However, under certain conditions, AHP can trigger carbohydrate depolymerization, which decreases yield. Therefore, it is necessary to study the effect of H2O2 concentration, Solid/Liquid ratio (S/L) (w/v), and pH to evaluate the effectiveness of lignin removal in cassava peel. The concentration of H2O2 was varied into 1.5%, 3%, 4.5%, 6%, and 7.5%. The S/L ratio is varied to 1:3, 1:5, 1:7, 1:9,1:12. The pH of the solution was varied to 8, 9, 10, 11, and 12. The reaction temperature was maintained at 70-90 °C for 3 hours. The results showed that lignin could be reduced to 84.05% for 3 hours by using 6% H2O2, an S/L ratio of 1:5, and a pH of 11. The reaction carried out under these conditions can also increase the amount of cellulose from 33.33% to 49.00%.
Reduction of Heavy Metal Levels (Pb and Fe) in Chemical Laboratory Wastewater by the Coagulation Method using Moringa Seeds Bio-coagulants (Moringa oleifera) Elia Trisnawati; Neni Damajanti
Research in Chemical Engineering Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/rice.v2i2.90

Abstract

Chemical laboratory wastewater treatment is important because contains hazardous wastewater substance that pollute the environment if not treated properly. Instead of to Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), and Biological Oxygen Demand (BOD) content, chemical laboratory wastewater also contains several types of heavy metals, such as Pb and Fe, which are infectious, pathological, and cytotoxic. One of the effective methods to treat the chemical laboratory wastewater is the coagulation-flocculation method with the addition of moringa seed powder bio-coagulant. The aim of this study was to determine the effect of coagulant dose and and precipitation time in reducing Pb and Fe metal levels in chemical laboratory wastewater. This study used variations in coagulant dose (1500, 2000, 2500, 3000, and 3500 mg/L) and precipitation time (20, 30, 40, 50, and 60 min). The result showed that the initial level of Pb and Fe in wastewater were 0.519 and 7.849 mg/L, respectively. The dose of 3000 mg/L of Moringa seed bio-coagulants showed the best concentration to reduce Pb level to 0.084 mg/L. On the other hand, at 3500 mg/L for reduction of Fe into 5.555 mg/L. The precipitation at 30 min showed the best time for reducing level both of Pb and Fe into 0.065 mg/L and 4.569 mg/L, respectively. However, the final level of Pb and Fe of wastewater after coagulation resulting in the below quality standard under The Minister of Environment Regulation Number 5 of 2014.
Pelatihan Ekstraksi Zat Warna Alami dan Pengolahan Limbah Zat Warna Tekstil Bagi Pengrajin Batik di Banyumas Anwar Maruf; Regawa Bayu Pamungkas; Neni Damajanti; Abdul Haris Mulyadi; Dini Nur Afifah
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol 3, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jpts.v3i02.17055

Abstract

Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah sebagai sentra pengrajin batik dalam bentuk usaha kecil dan menengah (UMKM). Proses pewarnaan batik tradisional di Kabupaten Banyumas pada umumnya menggunakan pewarna sintetis. Keunggulan pewarna batik sintetis adalah warnanya yang cerah dan tahan lama. Akan tetapi pewarna batik sintetis memiliki kelemahan, yaitu limbahnya dapat mencemari lingkungan karena tidak bisa terdegradasi.  Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberi pengetahan dan praktek teknik-teknik ekstraksi zat warna alami dan pengoalahn limbah zat warna kain batik. Peserta pelatihan adalah para pengrajin batik di kabupaten Banyumas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 95% peserta memiliki skore diatas 80, hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan telah meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dalam ekstraksi zat warna alami dan pengolahan limbah.
Sosialisasi Titik Kritis Halal Pangan Cepat Saji Bagi Kader IMM Kabupaten Banyumas Dini Nur Afifah; Regawa Bayu Pamungkas; Neni Damajanti; Arif Prashadi Santosa
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jpts.v2i02.13974

Abstract

Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsinya. Berkaitan dengan makanan, dikenal istilah halal dan tayib. Halal tersebut berarti segala sesuatu yang diperbolehkan untuk dimakan menurut hukum Islam, sedangkan tayib berarti segala sesuatu yang aman untuk dikonsumsi, bersih, menyehatkan dan bermutu. Jaminan produk halal di Indonesia diatur dalam undang undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Melalui undang-undang tersebut maka dapat diketahui bahwa produk pangan yang bersertifikasi halal memiliki pasar yang lebih luas dibanding produk yang belum bersertifiaksi halal. Penerbitan sertifikat halal didahului dengan adanya audit. Namun sayangnya tahapannya memerlukan proses yang cukup rumit dan memerlukan ketelitian, sehingga masih banyak produk pangan yang belum bersertifikasi halal. Langkah antisipasi konsumsi makanan non halal oleh kelompok mitra yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan sosialisasi mengenai titik kritis bahan pangan. Transfer pengetahuan dilakukan dengan sosialisasi daring dan pembuatan poster mengenai tema terkait. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mengenai titik kritis pada produk pangan cepat saji meningkatkan pemahamaman kelompok mitra terhadap halal dan haram dari produk makanan. Berdasarkan hasil analisis nilai pre test dan post test diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahamaan kelompok mitra terhadap isi materi menajdi 81,33% (baseline nilai ≥60). Hal ini meningkat cukup pesat dibandingkan sebelum dilakukan penyuluhan yang hanya berkisar 32,06%.
Penyisihan COD dan TSS pada Limbah Cair Industri Tahu dengan Kombinasi Metode Elektrokoagulasi dan Filtrasi Menggunakan Media Biji Asam Jawa (Tamarindus indica L) Damajanti, Neni; Ubaidillah, Saad
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Teknik (SENATEK) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v6i.854

Abstract

This study aimed to treat tofu wastewater using electrocoagulation and filtration methods with tamarind seed media. This study was conducted on a lab scale with a capacity of 2 liters, using Al-Al electrodes with a voltage of 13 volts. The variables studied were EC time (20, 30, 40, 50, and 60 minutes) and electrode plate area (90 cm2 and 99 cm2) with a thickness of 1 mm. The parameters measured were COD and TSS of tofu wastewater before and after treatment. The results showed that the electrocoagulation and filtration methods with tamarind seed media could reduce the COD and TSS levels of tofu wastewater significantly. The optimal condition was achieved at EC time of 50 minutes and plate area of 99 cm2, with COD removal of 78.7% and TSS removal of 88%. This was due to the production of metal ions (Al3+) as destabilizing agents at the anode, the formation of flocs by protein and tannin in tamarind seeds, and the pH reduction by ascorbic acid and citric acid in tamarind seeds. This method had the advantage of not using synthetic chemicals and producing a more environmentally friendly final product.
Pengembangan Desa Wisata Kesehatan Berbasis Masjid sebagai Pusat Literasi Kesehatan Kusumawinakhyu, Titik; Darodjat, Darodjat; Damajanti, Neni; Farisi, Muhammad Faqih Al
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1941

Abstract

Desa merupakan komponen negara yang mempunyai potensi sangat tinggi, dengan sumber daya alam yang masih dapat digali potensinya sebagai desa wisata. Desa wisata sedang ramai di bentuk dengan sentuhan pemberdayagunaan perilaku hidup bersih dan sehat. Sehat dalam arti ini juga sehat jiwa dan raga. Tujuan dalam kegiatan ini adalah fokus pengembangan wisata berbasis masjid adalah Masjid Abu Bakar Sidik Dusun Kesemek Desa Pekuncen, di mana sudah terbentuk TPA, Majels Taklim Ibu-Ibu, dan adanya ruangan yang dipergunakan untuk unit kesehatan masjid berupa posyandu lansia dan posyandu remaja. Metode yang digunakan berupa sosialisasi ke Permerintah Desa Cibangkong beserta seluruh Ta’mir Masjid di Desa Cibangkong, Pelatihan Ketrampilan dan sekolah kader. Lama pengabdian yang dilaksanakan adalah 8 bulan. Hasil kegiatan yang dilakukan adalah terwujudnya pengembangan desa wisata kesehatan,berbasis masjid, melatih kader posyandu agar dapat mandiri melakukan kegiatan pendataan kesehatan terutaman Penyakit Tidak Menular (PTM), Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), pencegahan penyakit tropis, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di rumah dan di jalan raya, pengembangan potensi alam berupa jalur susur alam jalan kaki dan sepeda, pemanfaatan tanaman herbal sebagai etalase tanaman obat keluarga (TOGA), pengembangan usaha masjid sesuai dengan kaidah Maqosyidah Syariah. Luaran berupa Unit Kesehatan Masjid (UKMD) berupa posyandu lansia dan remaja, telah mendapat ijin dari Pusat Kesehatan Masyarakat Pekuncen I, dan terbentuk struktur organisasi kader sebagai penggerak dan keberlangsungan UKMD. Melihat hasil yang ada maka dapat disimpulkan kegiatan berjalan dengan sesuai tujuan dan memberikan manfaat untuk masayarakat.
Increasing the Added Value of Coconut Shell Waste into Briquettes amir -; Erny Rachmawaty; Neni Damajanti
Journal of Society, Community and Business Development Vol. 1 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/scbd.v1i2.95

Abstract

This activity aims to increase the entrepreneurial spirit of PD NA and Nasyiatul Aisyiyah members, and increase the added value of coconut shell waste into briquettes. This activity was carried out by PD and members of Nasyiatul Aisyiyah. The activity method uses an approach; 1) Entrepreneurship training with Achievement Motivation Training material, basics of entrepreneurship, business communication and marketing, 2) practice of making briquettes, 3) marketing assistance. The conclusion from this activity is that AMT training materials need to be developed further, because changing a person's mentality (mindset) to become an entrepreneur requires a process. Shell charcoal has the potential to be developed and the raw material for briquettes can be organic material, such as organic waste. Keywords: PD NA, coconut shell briquettes