Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

S.K. TRIMURTI: PEJUANG PEREMPUAN INDONESIA Ipong Jazimah
Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.709 KB)

Abstract

Persepsi Mahasiswa FKIP Tentang Meme Pemilu (Pemilihan Umum) Presiden Tahun 2019 di Media Sosial Fajar Eko Wahyudi; Asep Daud Kosasih; Ipong Jazimah
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v13i.877

Abstract

Meme atau yang biasa disebut dengan mim merupakan sebuah fenomena yang sering muncul atau marak di media sosial seperti Facebook, Instragram. Twitter, dan beragam sosial media yang lainnya. Meme yang berkaitan dengan pemilu atau pemilihan umum presiden menjadi salah satu bahan atau fenomena yang memicu munculnya meme tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis meme yang beredar pada saat pemilu presiden tahun 2019, untuk mengetahui persepsi mahasiswa Pendidikan FKIP UMP terkait fenomena meme pemilu presiden tahun 2019 di media sosial. Penelitian yang dilakukan dengan deskriptif kualitatif menggunakan data berupa kata- kata dan menghasilkan deskripsi berupa kata-kata. Data primer didapatkan dengan menyebar angket pada Mahasiswa FKIP UMP serta wawancara dengan 25 Mahasiwa FKIP UMP, data sekunder diambil dari penelitian- penelitian sebelumnya. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa meme muncul serta beredar pada saat pemilu presiden tahun 2019 dapat dikategorikan sebagai meme yang bertujuan untuk menyindir kehidupan pribadi, memiliki sebuah tujuan politik, dan meme yang hanya dibuat untuk hiburan semata. Ditemukan bahwa hasil persepsi Mahasiswa FKIP UMP terbagi menjadi tiga bagian yaitu sangat bagus, bagus dan tidak bagus dalam memaknai meme pemilu presiden tahun 2019. Jawaban lainnya menunjukan hal positif atau mendukung bahwa meme tersebut bisa membawa sebuah tujuan serta perubahan atau persepsi negatif atau tidak mendukung bahwa meme tersebut hanya ditujukan untuk hiburan.
Sejarah Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia (2007-2023) Ahmad Hukam Mujtaba; Asep Daud Kosasih; Ipong Jazimah
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 18 (2024): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2024
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v18i.1218

Abstract

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Kuala Lumpur berdiri sesuai dengan tanggal pelantikannya, yaitu 31 Agustus 2007. Pada saat itu, Pimpinan PCIM periode perintis dilantik langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA. Penelitian ini tujuan untuk menjawab dan menjelaskan tiga pokok permasalahan. Pertama, Sejarah terbentuknya PCIM Malaysia, Kedua tantangan pendirian PCIM Malaysia dan Ketiga Amal Usaha Muhammadiyah dalam menjaga nilai-nilai dakwah. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dan studi lapangan, analisis menggunakan metode (1) heuristik, pengumpulan sumber dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi (2) kritik ektern (mengkaji keotentikan sumber) dan kritik intern (memeriksa kredibilitas sumber, (3) interpretasi terhadap data dan (4) historiografi atau penulisan sejarah. Penelitian ini menghasilkan, (1) PCIM Malaysia berdiri sesuai tanggal pelantikan 31 Agustus 2007, berawal dari Prof. Dr. Siti Chamamah Suratno menginginkan bertemu dengan kader dan warga persyarikatan di Rumah Makan Padang Bukit Bintang, (2) Tantangan untuk mendirikan organisasi yaitu masa lalu konflik Buya Hamka dengan mufti kerajaan Johor Baru dan legal formal pada pendaftaran di Kementerian Dalam Negeri di Malaysia cukup menguras tenaga, harta dan waktu sehingga hasil pendirian tidak main-main memperkenalkan sampai ke Malaysia.(3) Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dan ekonomi yaitu Sanggar Bimbingan Kampung Baru dan Warung Soto Lamongan yang ditekuni oleh PCIM supaya menyongsong keberlangsungan pergerakan dakwah PCIM Malaysia.
Pengetahuan Sejarah Peradaban Dunia pada Game Genshin Impact Daffa Kurniansyah; Arifin Suryo Nugroho; Ipong Jazimah
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 18 (2024): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2024
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v18i.1232

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengetahuan Sejarah Peradaban Dunia Pada Game Genshin Impact” memiliki tujuan untuk : (1) Mendeskripsikan Profil Game Genshin Impact, (2) Mengetahui Setting Sejarah Peradaban Dunia yang terdapat pada Game Genshin Impact, (3) Mengetahui Wawasan Historis dan Ahistoris yang terdapat pada Game Genshin Impact, (4) Mendeskripsikan Peran Game Genshin Impact dalam penguatan wawasan kesejarahan pada pemainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi dokumen, teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Serta Teknik Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik Analisis Data Model Interaktif dari Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau hasil. Simpulan dari penelitian Pengetahuan Sejarah Peradaban Dunia pada Game Genshin Impact adalah : (1) Genshin Impact adalah game online dengan role RPG (Role Playing Game) dengan konsep Open World yang dikembangkan oleh Hoyoverse atau Mihoyo dari China yang dirilis pada tanggal 28 September 2020, dengan pengemasan grafik pemandangan dan penyajian dengan mengambil referensi kultur budaya peradaban dunia, (2) Setting Sejarah Peradaban Dunia yang direpresentasikan kedalam Game Genshin Impact pada regionnya mengambil peradaban Asia, Eropa, Afrika, dan Mesoamerika, (3) Wawasan Historis dan Ahistoris yang kental dan banyak mengambil dari Sejarah Peradaban Dunia yang kemudian direpresentasikan dalam region game Genshin Impact namun dimodifikasi dengan tampilan berbeda supaya variatif, (4) Game Genshin Impact memiliki peran dalam memberikan penguatan wawasan kesejarahan pada pemainnya baik peneliti maupun para informan dan tergantung dari niat, motivasi, dan keinginan dari pemainnya itu sendiri.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Agung, Rendi Marta; Septianingsih, Sumiyatun; Jazimah, Ipong
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p229-238

Abstract

Abstract: The development of the 21st century presents challenges for the education sector to produce globally competitive human resources. One crucial demand in 21st-century learning is the cultivation of character. Character is a key aspect in education, and one of them is the character of love for one's homeland. National education in Indonesia faces complexity in addressing students' character issues, including the lack of love for the homeland character among students. This research aims to find appropriate solutions, identify root problems, and discover ways to strengthen the character of love for the homeland among students. The method used is qualitative research with a phenomenological approach, aiming to understand and study human life experiences and seek the essence of those experiences. The research findings show that character encompasses values that govern all aspects of life. The formation of the character of love for the homeland is vital for nation-building. Nationalism and love for one's homeland reflect loyalty, concern, and appreciation for the country and its culture. History education is considered a means to instill nationalism and love for the homeland values in students. Proper history learning can develop a sense of nationalism and love for one's homeland. Teachers play a crucial role in the success of history learning and the formation of the character of love for the homeland in students. By integrating effective history learning and the cultivation of the character of love for the homeland, it is hoped that students will become citizens with a nationalist spirit, caring for their nation and ready to face future challenges. Abstrak: Perkembangan abad ke-21 menghadirkan tantangan bagi dunia pendidikan untuk menghasilkan SDM yang kompetitif secara global. Salah satu tuntutan penting dalam pembelajaran abad ke-21 adalah pembentukan karakter. Karakter menjadi aspek kunci dalam pendidikan, dan salah satunya adalah karakter cinta tanah air. Pendidikan nasional di Indonesia menghadapi kompleksitas dalam mengatasi masalah karakter siswa, termasuk rendahnya karakter cinta tanah air pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi yang sesuai, mengidentifikasi akar masalah, dan menemukan solusi untuk menguatkan karakter cinta tanah air pada siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yang bertujuan untuk memahami dan mempelajari pengalaman hidup manusia serta mencari hakikat pengalaman tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang meliputi segala aspek kehidupan. Pembentukan karakter cinta tanah air sangat penting dalam pembangunan bangsa. Nasionalisme dan cinta tanah air mencerminkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan terhadap negara dan budaya bangsa. Pendidikan sejarah dianggap sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air pada siswa. Pembelajaran sejarah yang tepat dapat mengembangkan semangat nasionalisme dan cinta pada tanah air. Guru memiliki peran krusial dalam keberhasilan pembelajaran sejarah dan pembentukan karakter cinta tanah air pada siswa. Dengan mengintegrasikan pembelajaran sejarah yang efektif dan pembentukan karakter cinta tanah air, diharapkan siswa akan menjadi warga negara yang berjiwa nasionalis, peduli terhadap bangsa dan negaranya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Evaluasi Pembelajaran Model CIPP (Context, Input, Process, And Product) Pada Materi Sejarah Asia Selatan Ipong Jazimah; Septianingsih, Sumiyatun
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i3.69851

Abstract

The ability to carry out evaluations is a basic ability that must be possessed by all educators and prospective educators. In line with the curriculum change to an independent curriculum, the evaluation model must be more active and creative by involving all students' thinking skills, namely cognitive, affective, and psychomotor. This research was conducted to reveal 1) How the CIPP model learning evaluation is used on South Asian history material. 2) What are the results of the CIPP model learning evaluation on South Asian history material? This research was conducted on students of the History Education Study Program, FKIP UMP who were taking the South Asian History course in the even semester 2022/2023 using qualitative research methods. Data sources consist of informants, observation notes, and documents. Data collection was carried out through interviews, observation, and document analysis. Data validity is carried out by data triangulation. Data analysis uses interactive analysis with three stages of analysis, namely data reduction, data presentation, and conclusion. This research resulted in the conclusion that 1) The CIPP model evaluation can be used to evaluate learning of South Asian history material. 2) The products resulting from the CIPP model evaluation of South Asian history material are concept maps and map images of the South Asian region. Keywords: Learning evaluation, CIPP model evaluation, South Asian material
Asesmen Pembelajaran pada Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Mata Pelajaran Sejarah Kurikulum Merdeka Jazimah, Ipong; Septianingsih, Sumiyatun
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i1.6437

Abstract

Learning assessments are carried out to interpret various kinds of information about student learning processes and outcomes. It is important to carry out assessments to see the extent of the success of learning. This research aims to reveal 1) How learning is assessed in the Teacher's Guidebook and Student's Book for history subjects in the Merdeka Curriculum. 2) What are the advantages and disadvantages of learning assessment in the Teacher's Handbook and Student's Book for history subjects in the Merdeka Curriculum. This research uses descriptive qualitative research methods with document study. Data validity is carried out by data triangulation. Data analysis uses interactive analysis with three stages of analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results showed that the assessment used consisted of 2 forms, namely diagnostic assessment and formative assessment. Formative assessment consists of self-assessment and summative assessment. When analyzed, the assessment carried out uses operational keywords in the cognitive, affective and psychomotor domains. The advantage of the assessment used is that it is varied and explores many students' abilities to support the development of students' creativity and independence. The disadvantage of assessment is that it requires quite a lot of time to complete all the assessments carried out, so the teacher's workload also increases. Key words: learning assessment, history books, independent curriculum
PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN OBAT BUNGA TELANG SEBAGAI SUMBER IMUNITAS TUBUH MASA PANDEMI COVID 19 DI PAGUYUBAN IBU-IBU CLUSTER CIBEREM INDAH SUMBANG BANYUMAS Jazimah, Ipong; Septianingsih, Sumiyatun
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v6i2.415

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah masih rendahnya pengetahuan ibu-ibu di Cluster Ciberem Indah tentang tanaman obat bunga telang dan pemanfaatannya sebagai sumber imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19, serta rendahnya budidaya tanaman obat bunga telang di Cluster Ciberem Indah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan budidaya tanaman obat bunga telang sebagai sumber imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Kelompok sasaran yang mengikuti pengabdian yaitu Paguyuban Ibu-Ibu Cluster Ciberem Indah Sumbang Banyumas. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta tentang budidaya tanaman obat bunga telang.
Sejarah dan Arsitektur Tradisional Jawa Pendopo Dipokusmo: Identitas Budaya Kabupaten Purbalingga Kusuma, Karina Fadiya; Priyadi, Sugeng; Jazimah, Ipong
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1566

Abstract

Purbalingga sering dibaca sama dengan Probolinggo yang berada di Jawa Timur, sehingga kabupaten ini diganti menjadi Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji Pendopo Dipokusumo sebagai representasi identitas budaya Masyarakat Purbalingga melalui pendekatan Sejarah dan arsitektur tradisional Jawa. Fokus utama penelitian ini yang pertama, menganalisis Sejarah perkembangan Pendopo Dipokusmo; Kedua, mengkaji bangunan arsitektur Jawa; Ketiga, menjelaskan fungsi Pendopo Dipokusumo identitas budaya lokal. Sedangkan metode yang digunakan metode Sejarah, melalui tahapan heuristic, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pendopo Dipokusumo tidak hanya merupakan bangunan fisik warisan masa lalu, tetapi juga penanda identitas budaya, politik, dan sosial masyarakat Purbalingga. Struktur bangunan Pendopo Dipokusumo memiliki 2 bagian, diantaranya Bangunan Utama dan bangunan tambahan Pendopo Dipokusumo dan masyarakat Purbalingga saling terhubung, berfungsi sebagai ruang budaya dan pusat aktifitas sosial.
Ragam Apersepsi dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Ajibarang Hartanti, Riva; Nugroho, Arifin Suryo; Jazimah, Ipong
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1619

Abstract

Dalam proses pembelajaran seorang guru yang profesional dan terdidik penting untuk melakukan apersepsi pada awal pembelajaran sebelum melanjutkan ke materi yang baru. Tahap tersebut memiliki kemiripan dengan kegiatan pemanasan dalam olahraga. Hal tersebut penting diterapkan pada pembelajaran sejarah untuk meningkatkan minat belajar peserta didik, karena kebanyakan peserta didik kurang tertarik dengan mata pelajaran sejarah yang dianggap membosankan dan terlalu banyak hafalan. Dari adanya hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja ragam apersepsi dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Ajibarang, dan bagaimana implementasi ragam apersepsi di kelas, serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Ajibarang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini terdapat berbagai ragam apersepsi dalam pembelajaran sejarah seperti: (1) zona alfa yang meliputi; fun story, bernyanyi bersama, ice breaking, (2) warmer meliputi; games pertanyaan, diskusi ringan, (3) scene setting meliputi; penayangan gambar, penayangan video pendek, pertanyaan pemantik, (4) pre teach meliputi; penjelasan alur diskusi, dan penjelasan awal materi. Dari berbagai ragam apersepsi yang digunakan oleh guru sejarah di implementasikan dengan berbagai cara sesuai dengan kondisi kelas dan cara guru mengajar. Kelemahan penggunaan apersepsi dalam pembelajaran sejarah yaitu dapat memakan waktu pembelajaran jika tidak direncanakan dengan baik, sedangkan kelebihan yaitu dapat mengembalikan fokus peserta didik, dapat memacu ingatan peserta didik mengenai materi yang dipelajari sebelumnya, serta dapat membangkitkan semangat peserta didik dalam belajar.