I Wayan Gustawan
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Medicina

NUTRISI PARENTERAL TOTAL PADA BAYI KURANG BULAN Gustawan, I W; Kardana, M; Retayasa, W; Suandi, IKG; Sidiartha, IGL
Medicina Vol 39 No 1 (2008): Januari 2008
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian nutrisi pada penatalaksanaan bayi kurang bulan (BKB) merupakan hal yang sangat penting untuk tercapainya pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal dengan pemberian semua komponen nutrisi secara adekuat. Dewasa ini nutrisi parenteral telah menjadi sarana penunjang utama perawatan bayi sakit berat maupun berat lahir sangat rendah (BBLSR) di Unit Perawatan Intensif Neonatus. Tujuan nutrisi parenteral adalah menyediakan energi dan nitrogen yang cukup untuk mencegah katabolisme dan mencapai keseimbangan nitrogen positif, mencegah defisiensi asam lemak esensial dan menyediakan komposisi nutrisi yang tepat untuk mencapai pertumbuhan normal seperti saat di dalam kandungan. Nutrisi parenteral total menyediakan semua nutrien untuk metabolisme basal dan pertumbuhan, mengandung cairan, energi, makronutrien dan mikronutrien.
Karakteristik pasien anak dengan infeksi dengue di RSUP Sanglah tahun 2013-2014 Artawan, Artawan; Utama, I Made Dwi Lingga; Gustawan, I Wayan; Suarta, I Ketut
Medicina Vol 47 No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.856 KB)

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah dan perhatian di dunia internasional. Mengetahui tentang karakteristik anak dengan infeksi dengue merupakan hal penting sebagai data dasar untuk penelitian selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik anak dengan infeksi dengue di RSUP Sanglah periode 2013-2014. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif di RSUP Sanglah, subjek penelitian merupakan penderita demam berdarah dengue dan demam dengue (DD) yang didiagnosis dan dirawat selama bulan Januari 2013-Desember 2014. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Penelitian ini melibatkan 134 subjek. Sampel perempuan dan lelaki didapat hampir sama jumlahnya (54,5% dan 45,5%), sebanyak 52,2% berusia 5-10 tahun, status gizi baik sebesar 66,4%, perdarahan spontan 24,6%, hepatomegali 27,6%, trombosit 51-100 x 109/L 65,7%, leukosit <4 x 109/L 45,5%, hemokonsentrasi 59,0%, infeksi sekunder dengue 67,2%, diagnosis DD 41,0%, DBD 59,0%, dan DSS sebesar 31,3%. Disimpulkan bahwa rasio jenis kelamin pada pasien infeksi dengue hampir sama, terbanyak pada usia 5-10 tahun, status gizi baik, dan tanpa hepatomegali. Kebanyakan pemeriksaan laboratorium menunjukan leukopenia, hemokonsentrasi, dan trombositopenia. Diagnosis DBD merupakan diagnosis terbanyak. Dengue hemorrhagic fever (DHF) still become the major problem among the international medical society. Knowing the characteristic of pediatric patients with DHF is an important aspect as it will provide the basic information for the next research. The aim of this study was to determine the characteristics of pediatric patients with dengue infection at Sanglah hospital within period of 2013-2014. This study was a descriptive retrospective study performed at Sanglah hospital. Subjects were pediatric patients with dengue hemorrhagic fever, dengue fever (DF), and dengue shock syndrome (DSS) that diagnosed and treated from January 2013 until Desember 2014. Data analysis was performed using the descriptive statistic method. This study involved 134 subjects. Female and male subjects almost equivalent (54.5% vs 45.5%), most subjects(52.2%) were belong to 5-10 years old, good nutritional status was 66.4%, spontaneous bleeding 24.6%, hepatomegaly 27.6%, thrombocyte count 51-100 x 109/L 65.7%, leucocyte count <4 x 109/L 45.5%, hemoconcentration 59.0%, secondary dengue infection 67.2%, DF cases 41.0%, DHF cases 59.0%, and DSS cases 31.3%. The conclusion of this study were the sex ratio of dengue infection patient almost equal, mostly 5-10 years old, had good nutritional status, and without hepatomegaly. Most of laboratory results showed leucopenia, hemoconcentration, and thrombocytopenia. Diagnosis of DHF is the most common diagnosis.
POLA KUMAN DAN SENSITIFITAS ANTIBIOTIK KASUS DEMAM BERKEPANJANGAN PADA PASIEN ANAK YANG DIRAWAT DI BAGIAN ANAK RSUP SANGLAH DENPASAR Gustawan, I Wayan; Tarini, Ade
Medicina Vol 45 No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Medicina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.1 KB)

Abstract

Demam berkepanjangan (prolong fever) merupakan salah satu kasus yang sering dijumpai dalam perawatan pasien anak sehari-hari. Penyebabnya telah banyak dilaporkan, namun penelitian di RSUPSanglah belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kuman penyebab dan sensitifitasnya terhadap antibiotik pada kasus demam berkepanjangan yang dirawat di bagiananak RSUP Sanglah selama tahun 2011-2012 dengan desain penelitian deskriptif retrospektif. Hasil penelitian didapatkan 146 pasien demam berkepanjangan selama kurun waktu 2 tahun (2011-2012),namun hanya 75 pasien yang mempunyai data lengkap. Distribusi terbanyak pada umur 12-60 bulan (30,7%) dan 62,7% merupakan pasien laki-laki. Penyebab terbanyak adalah infeksi (84,2%). Limapenyebab infeksi terbanyak adalah pneumonia berat, sepsis, demam tifoid, HIV/AIDS, dan meningitis bakteri. Tiga bakteri penyebab terbanyak adalah Pseudomonas aeruginosa, disusul Staphylococcusepidermidis dan Klebsiella pneumoniae. Pseudomonas aeruginosa sebagian besar masih sensitif terhadap gentamisin  dan hanya sebagian sensitif terhadap meropenem, amikasin, dan sefepim, namun sudahresisten terhadap ampisilin dan fosfomisin. Staphylococcus epidermidis resisten terhadap ampisilin, seftazidim, sefepim, ertapenem, ampisilin sulbaktam, dan fosfomisin, namun masih sensitif terhadapamikasin. Klebsiella pneumoniae resisten terhadap ampisilin, ampisilin sulbaktam, dan seftazidim,namun masih sensitif terhadap meropenem.[MEDICINA 2014;45:25-30]