Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Strategi Promosi dalam Pengembangan Pariwisata Lokal di Desa Wisata Jelekong Setiawan, Nisa Amalina; Hamid U., Farid
Jurnal Trikonomika Vol 13, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Trikonomika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi promosi desa wisata Jelekong, Kabupaten Bandung yang dijalankan oleh Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Giriharja. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, Kompepar Giriharja menjalankan promotion mix yang meliputi word of mouth, public relations, personal selling, event, eksibisi, merchandise, publikasi, dan website internet. Dari keseluruhan bentuk promosi, prioritas utama promosi dilakukan melalui event dan public relations. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Kompepar Giriharja belum merumuskan strategi promosi secara komprehensif dan terintegrasi.
Kepemimpinan efektif melalui kompetensi komunikasi di Media Nusantara Citra Group Ahmad Mulyana; Farid Hamid; Suraya Mansur; Susilawati Susilawati
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.291 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.23853

Abstract

Keberhasilan komunikasi dalam organisasi sangat bergantung pada kemampuan komunikasi pemimpinnya. Terkait dengan hal itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh core communication skills, managerial communication skills, dan corporate communication skills yang dilakukan oleh Hary Tanoesoedibjo di Media Nusantara Citra Group (MNC Group) terhadap komunikasi kepemimpinan. Dasar pemikiran penelitian ini adalah perspektif struktural fungsional. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan populasinya adalah karyawan tetap MNC Group mulai manajer ke atas, berjumlah 1088 orang. Jumlah sampel dihitung dengan rumus Taro Yamane didapat hasil sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis data dengan product moment Pearson dan melakukan analisis uji hipotesis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan ketiga variabel independen yaitu core communication skills, managerial communication skills, dan corporate communication skills secara parsial maupun simultan memengaruhi effective leadership communication, karena indikator-indikator dalam ketiga variabel independen dapat mendukung terjadinya komunikasi internal perusahaan secara efektif. Simpulannya, tanpa memenuhi indikator-indikator dalam communication skills, maka seorang pemimpin akan cenderung gagal dalam melakukan komunikasi secara internal dalam perusahaan, baik dengan jajaran direksi atau komisaris maupun para pegawai secara keseluruhan. Kesemua indikator dalam penelitian ini, setelah disesuaikan dengan visi, misi, program dan kondisi perusahaan, disarankan untuk dijadikan sebagai standar keterampilan yang harus dimiliki oleh Chairman MNC terutama di masa depan.
Representasi Ideologi Supremasi Kulit Putih dalam Iklan Televisi Farid Hamid Umarela; Nindyta Aisyah Dwityas; Devi Rosfina Zahra
ProTVF Vol 4, No 1 (2020): March 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i1.25172

Abstract

Penelitian ini dimulai dari penemuan karakter blackface di iklan Bukalapak Pengakuan: Pengakuan: Awalnya Coba-Coba, Jadi Untung Terus. Iklan ini ditayangkan pada tahun 2018 dan dianggap rasis dan menyerang komunitas kulit hitam karena menggunakan wajah hitam dalam ceritanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana blackface terwakili dalam iklan serta untuk membongkar ideologi yang terdapat dibalik mitos-mitos mengenai ras kulit hitam. Konsep ideologi dalam iklan mengacu pada konsep yang diajukan oleh Storey, bahwa ideologi merupakan suatu bentuk gambaran ideal yang bertujuan untuk menarik perhatian melalui cara-cara seperti digunakan dalam teks termasuk iklan televisi sebagai produk media massa untuk mempresentasikan citra tertentu tentang dunia. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks kualitatif dengan metode Semiotika. Iklan dianalisis melalui analisis semiotik Roland Barthes, yang dikenal melalui denotatif, konotatif, dan mitosnya. Tanda-tanda dalam iklan dikaji secara bertahap untuk mendapatkan makna pesan dan juga membongkar mitos yang bersembunyi di balik ideologi yang terkandung dalam iklan. Hasil analisis semiotik menemukan bahwa iklan Bukalapak menunjukkan unsur rasisme yang terlihat dari penggunaan blackface sebagai wahana untuk menyampaikan komedi. Lelucon yang menjadikan ras hitam sebagai objek telah menjadi mitos. Praktek merendahkan ras kulit hitam menjadi hal yang biasa karena kepercayaan pada ideologi supremasi kulit putih yang tanpa disadari dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Di mana gagasan bahwa kulit putih lebih unggul daripada kulit hitam adalah keyakinan yang tidak berdasar untuk merendahkan ras kulit berwarna.
PERAN RADIO KOMUNITAS PEKKA JAYA DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI SUBANG JAWA BARAT Farid Hamid; Ahmad Mulyana; Emilia Bassar
Jurnal Visi Komunikasi Vol 15, No 1 (2016): May 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.682 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v15i1.1685

Abstract

Community radio is an alternative media channel for a community that does not get voice in the mainstream media. The purpose of this research is to know the role of Pekka Jaya community radio in Subang West Java in empowering women. The results showed that the presence of Pekka Jaya Subang Community Radio represented women's struggle against gender injustice. This radio plays a role in women's empowerment. Radio management is given entirely to women. This makes women learn independently in making decisions. At the same time also increase the capacity of women themselves. Pekka Jaya community radio in all the contents of the program is always oriented in the empowerment of women. By presenting specific topics about women, providing information and enriching women's insights.Community radio is an alternative media channel for a community that does not get voice in the mainstream media. The purpose of this research is to know the role of Pekka Jaya community radio in Subang West Java in empowering women. The results showed that the presence of Pekka Jaya Subang Community Radio represented women's struggle against gender injustice. This radio plays a role in women's empowerment. Radio management is given entirely to women. This makes women learn independently in making decisions. At the same time also increase the capacity of women themselves. Pekka Jaya community radio in all the contents of the program is always oriented in the empowerment of women. By presenting specific topics about women, providing information and enriching women's insights.Community radio is an alternative media channel for a community that does not get voice in the mainstream media. The purpose of this research is to know the role of Pekka Jaya community radio in Subang West Java in empowering women. The results showed that the presence of Pekka Jaya Subang Community Radio represented women's struggle against gender injustice. This radio plays a role in women's empowerment. Radio management is given entirely to women. This makes women learn independently in making decisions. At the same time also increase the capacity of women themselves. Pekka Jaya community radio in all the contents of the program is always oriented in the empowerment of women. By presenting specific topics about women, providing information and enriching women's insights. Radio komunitas merupakan saluran media alternatif bagi suatu komunitas yang tidak mendapatkan suara di media arus utama. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetaahui peran radio komunitas Pekka Jaya di Subang Jawa Barat dalam memberdayakan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Radio Komunitas Pekka Jaya Subang merepresentasikan perjuangan perempuan dalam melawan ketidakadilan gender. Radio ini berperan dalam pemberdayaan perempuan. Pengelolaan radio diberikan sepenuhnya kepada perempuan. Hal ini menjadikan perempuan belajar mandiri dalam mengambil keputusan. Sekaligus juga meningkatkan kapasitas perempuan itu sendiri. Radio komunitas Pekka Jaya dalam seluruh isi programnya selalu berorientasi dalam pemberdayaan perempuan. Dengan menyajikan topik‐topik yang spesifik tentang perempuan, memberikan informasi dan memperkaya wawasan kaum perempuan.
MITOLOGI VAKSINASI PRESIDEN JOKOWI DALAM TEKS FOTO INFOGRAFIS DI DUA SITUS BERITA ONLINE Ari Cahyo Nugroho; Ahmad Mulyana; Farid Hamid Umarella
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v5i1.123

Abstract

Seiring laju penyebaran pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia mulai menggunakan jenis vaksin Sinovac per Januari 2021 untuk digunakan dalam program vaksninasi nasional. Akibat kontroversi penggunaan vaksin Sinovac, Presiden Jokowi bersedia tampil sebagai orang pertama yang menerima penyuntikan vaksin Sinovac. Kajian ini bertujuan menyibak makna denotatif, konotatif, dan mitos seperti apa yang sesungguhnya terkandung dalam teks foto infografis presiden dalam proses vaksinasi tahap 1 dan tahap 2 di Istana Negara. Studi ini menggunakan paradigma kritis, jenis penelitian kualitatif, metode analisis semiotik, objek kajian dua situs media online dan subjek kajian teks foto Infografis vaksinasi presiden. Studi ini menyimpulkan terdapat tanda-tanda semiotik pada teks foto infografis vaksinasi presiden: mitos ‘citra positif’ (merakyat, sederhana, informal, santai, penuh perhatian, melayani, inklusif, humble, toleran, dan akomodatif) sekaligus penonjolan posisi presiden sebagai aktor utama yang melatari seluruh narasi teks foto infografis.
SELF MARKETING : SENI MEMASARKAN DIRI BAGI KALANGAN REMAJA MELALUI MEDIA SOSIAL Yoyoh - Hereyah; Farid Hamid Umarella; Engga Probi Endri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1764

Abstract

Media sosial merupakan bentuk interaksi masa kini yang dapat menghubungkan semua orang melalui internet. Ada banyak fasilitas yang diberikan oleh media sosial untuk membantu kita menyalurkan segala apapun yang ingin kita lakukan dan butuhkan. Kita harus dapat mengelola penggunaan media sosial secara produktif agar dapat bermanfaat untuk diri kita. Kemajuan ini harus dimanfaatkan untuk membentuk, salah satunya adalah kegiatan self marketing. Kalangan remaja terutama pelajar SMPN 20 Kota Tangerang Selatan adalah salah satu pengguna media social yang biasanya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-temannya. Semakin aktif seorang remaja atau pelajar SMPN 20 Kota Tangerang Selatan di media sosial maka mereka semakin terasah kemampuannya untuk menggunakan media social tersebut bagi pengembangan kemampuan dirinya. Termasuk di dalamnya adalah wujud eksistensi sebagai media aktualisasi diri. Eksistensi diri merupakan segala kemungkinan yang apabila direalisasikan dapat mengarahkan individu pada keberadaan autentik, yaitu manusia menjadi dirinya sendiri, mengambil tanggung jawab untuk menjadi dirinya sendiri. Atas alasan itulah memahami konsep self marketing, self promotion dan personal branding menjadi hal penting sebagai cara untuk meningkatkan ‘nilai jual’ seseorang. Melalui self marketing, self promotion, dan personal branding, dapat disatukan hal-hal utama pada individu yang melibatkan skill, kepribadian, dan karakter yang dibungkus sebagai identitas yang kuat dibanding identitas diri orang lainnya. Mengingat setiap individu memiliki aspek yang unggul dalam dirinya ataupun kelemahan terkait dengan penguasaan dalam bidang pekerjaannya, maka melakukan usaha peningkatan kompetensi melalui kegiatan self marketing di media social adalah salah satu langkah yang harus dilakukan
Strategi Promosi dalam Pengembangan Pariwisata Lokal di Desa Wisata Jelekong Nisa Amalina Setiawan; Farid Hamid U.
TRIKONOMIKA Vol 13 No 2 (2014): December Edition
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.152 KB) | DOI: 10.23969/trikonomika.v13i2.613

Abstract

The approach of this research is qualitative, using case study method. The data was obtained through in-depth interview, observation, literature study, and documentation. The data analysis steps used were data reduction, data display, and verification. The purpose of the research is to investigate the promotion strategy of the tourism village of Jelekong, Bandung Regency performed by Kompepar Giriharja. The result of the research shows that Kompepar Giriharja performs promotion mix, i.e., word of mouth, public relations, personal selling, event, exhibition, merchandise, publication, and website. From overall promotion strategy applied by Kompepar Giriharja, the main priority was through event and public relations. The conclusion of this research is Kompepar Giriharja has not formulated comprehensive and integrated promotion strategy.
Strategi Komunikasi Dirjen APTIKA Dalam Melakukan Literasi Digital Melalui Media Sosial Harlan Selo; Farid Hamid Umarella
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 12, No 2 (2022): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi tak dapat dinafikan lagi telah membuat perubahan zaman menjadi secepat dan secanggih sekarang ini. Internet adalah salah satu hasil dari kemajuan yang luar biasa dari teknologi informasi dan komunikasi. Melalui Internet semua orang kini dapat mengakses informasi dimana saja, dan kapan saja. Pada periode Januari 2021, lebih dari separuh penduduk di Indonesia ternyata aktif dalam menggunakan media sosial. Namun kemudian ada fakta menarik yang menyebutkan bahwa didalam penggunaan media sosialnya ternyata Netizen Indonesia cenderung bersikap negatif , kasar dan tidak sopan, kerap menyerang atau melayangkan hinaan terhadap pengguna media sosial lainnya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian memfokuskan Penelitian pada “Bagaimana Strategi Komunikasi Dirjen APTIKA Kominfo dalam melakukan Literasi Digital melalui media social kepada masyarakat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Strategi Komunikasi Ditjen APTIKA Kominfo dalam melakukan Literasi Digital melalui media sosial.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus sedangkan metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara induktif. Perencanaan dan Strategi komunikasi diperlukan agar suatu program yang direncanakan dengan baik akan bisa mengurangi terjadinya kesalahan. Menurut Prof. Hafied Cangara P.Hd dalam bukunya berjudul Perencanaan dan Strategi Komunikasi secara umum terdapat tahapan Strategi Komunikasi yaitu: Kebijaksanaan Komunikasi, Perencanaan Komunikasi dan Aksi Komunikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa secara umum Dirjen APTIKA Kominfo telah cukup berhasil melakukan perencanaan dan pelaksanaan suatu program Gerakan Nasional Literasi Digital SiBrekreasi menjadi program berskala nasional dan berjalan dengan cukup baik meskipun sempat mengalami tantangan saat pandemic Covid-19
MANIPULASI IDENTITAS DIRI DI MEDIA SOSIAL (Analisis Isi Kualitatif Pada Film “The Tinder Swindler”) Vianty, Marda; Umarella, Farid Hamid
Jurnal Visi Komunikasi Vol 23, No 01 (2024): MEI 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v23i01.23877

Abstract

Social media exists as a means to communicate with other people. Socializing, working, dating, and sharing life stories on social media are daily activities carried out by people from all over the world. As a result of freedom of communication, various crimes arise on social media.This research focuses on the elaboration of the act of identity manipulation, which describes the acts of self-identity manipulation on social media contained in the documentary film “The Tinder Swindler” so that it can be seen how this phenomenon occurs in real life.The research method used is a qualitative research method with a content analysis approach which aims to analyze the manipulation actions used, so that it can be known how fraud perpetrators manipulate other people.The results obtained from this study are 45 scenes that are in accordance with the categorization in the analysis. Identity manipulation was found related to name, job, appearance, social environment, and photos & videos on social media. With the elaboration of self-identity manipulation in this research, it is hoped that the public will be more aware of other people they meet on social media in order to avoid similar scams, as happened in The Tinder Swindler film.
EMOSITIONAL BRANDING PARFUME HMNS TERHADAP BRAND LOYALTY PELANGGAN Listiani, Endri; Robiah, Siti; Umarella, Farid Hamid
Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bussman Journal | Mei - Agustus 2024
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/buss.v4i2.232

Abstract

The perfume business trend has been increasing in recent years. Establishing the existence of our products with brands that are known in the community is something important. By utilizing emotional branding is a phenomenon that is taken to build a strong relationship between brands and consumers as with HMNS perfume. Through strong and consistent marketing communications, the HMNS perfume brand conducts a dialogue with their consumers. By utilizing emotional branding, HMNS perfume competes with many local perfume companies competitively to gain brand loyalty from customers. In this study, the researcher tested the influence of emotional branding on customer brand loyalty. This study aims to determine how much influence emotional branding has on customer brand loyalty. This study uses a quantitative method, with a survey of customers and distributing questionnaires to answer research questions. The number of samples in this study was 82 people. The data collection techniques used were questionnaires and interviews. The results of the study showed that: 1. emotional branding variables have a positive effect on customer brand loyalty. 2. Simultaneously, emotional branding (relationships, sensory experiences, imagination and vision) have an effect on customer brand loyalty