Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : TEKNO

Tinjauan Terhadap Perancangan Sistem Plambing Air Bersih Dan Air Buangan Pada Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado Matero, Rivo; Legrans, Roski R. I.; Mangangka, Isri R.
TEKNO Vol 18, No 75 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena kebutuhan air bersih dalam suatu bangunan sangatlah penting khususnya Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dengan desain bangunan bertingkat 3 (tiga) lantai yang berlokasi di Jln. Jl. Kampus UNSRAT Kelurahan Bahu, Manado, Indonesia, dan saat ini telah dilengkapi dengan sitem plambing air bersih dan air buangan. Dari kondisi sistem plambing Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado masih banyak yang mengalami kekurangan kebutuhan air bersih bahkan ada beberapa alat plambing yang tidak terlayani di duga kurangnya tekanan air, maka perlu ditinjau kesesuaian sistem plambing yang ada dengan berdasarkan SNI 8153:2015 tentang sistem plambing pada bangunan yang telah menjadi acuan normatif di Indonesia. Juga untuk sistem plambing pada air buangan harus ditinjau kesesuaiannya berdasarkan SNI 8153:2015 sehingga dapat mengontrol air buangan dan dapat menciptakan lingkungan yang sehat. dalam analisa dibuat per unit yaitu unit A, B, C dan Unit Toilet. Hasil perhitungan untuk Unit A : i) pemakaian air rata-rata per hari, (Qd) = 14.61654495 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak (Qh-max) = 3.197369208 m3/jam, iii) pemakaian air pada menit puncak (Qm-max) = 0.106578974 m3/menit, iv) kapasitas tangki atas (VR) = 2.66447434 m3, dan v) kapasitas tangki bawah (VE) = 4.872182 m3. Untuk Unit B, diperoleh hasil : i) pemakaian air rata-rata per hari (Qd) = 8.981223552 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak (Qh-max) = 1.96464265 m3/jam, iii) pemakaian air pada menit puncak (Qm-max) = 0.065488088 m3/menit, iv) kapasitas tangki atas (VR) = 1.63 m3, dan v) kapasitas tangki bawah (VE) = 2.9937 m3. Untuk Unit C, diperoleh hasil : i) pemakaian air rata-rata per hari (Qd) = 6.63607657 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak (Qh-max) = 1.451641749 m3/jam, iii) pemakaian air pada menit puncak (Qm-max) = 0.048388058 m3/menit, iv) kapasitas tangki atas (VR) = 1.209701 m3, dan v) kapasitas tangki bawah (VE) = 2.212026 m3. Untuk Unit Toilet, diperoleh hasil : i) pemakaian air rata-rata per hari (Qd) = 30.24 m3/hari, ii) pemakaian air pada jam puncak (Qh-max) = 6.62 m3/jam, iii) pemakaian air pada menit puncak (Qm-max) = 0.22 m3/menit, iv) kapasitas tangki atas (VR) = 12.94275 m3, dan v) kapasitas tangki bawah (VE) = 10.08 m3. Hasil analisa sistem plambing air bersih yakni untuk unit A : pipa shaf berukuran 1 inci, pipa cabang berukuran 1 inci, dan pipa alat plambing berukuran ½ inci, untuk unit B : pipa shaf berukuran 1¼ inci, pipa cabang berukuran 1 inci, dan pipa alat plambing berukuran ½ inci, untuk unit C : pipa shaf berukuran 1 inci, pipa cabang berukuran 1 inci, dan pipa alat plambing berukuran ½ inci dan untuk unit toilet : pipa shaf berukuran 1½ inci, pipa cabang berukuran 1¼ inci, dan pipa alat plambing berukuran ½. Hasil-hasil tersebut masih sama dengan perencanaan oleh pihak pengembang, dimana untuk keseluruhan pipa air bersih menggunakan pipa berukuran ½ inci. Hasil analisa terhadap sistem plambing air buangan grey water adalah menggunakan pipa shaf berukuran 3 inci, pipa cabang dan pipa perangkap yang masing-masing berukuran 3 inci. Hasil analisa terhadap sistem plambing air buangan black water seluruhnya menggunakan pipa berukurun 4 inci. Sistem plambing air buangan yang dimiliki gedung laboratorium FATEK UNSRAT saat ini sesuai dengan hasil analisa, dimana keseluruhannya memenuhi ketentuan dalam SNI 8153:2015.Kata kunci - laboratorium fakultas Teknik UNSRAT, sistem plambing air bersih, sistem plambing air buangan, SNI 8153:2015
Studi Penurunan Kualitas Udara Ambien Akibat Debu Dari Kendaraan Bermotor (Studi Kasus: Jl. R. W. Monginsidi Depan Kawasan Bahu Mall Manado) Uniplaita, Jeverson; Mangangka, Isri R.; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 18, No 76 (2020)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jl. R. W. Monginsidi depan kawasan Bahu Mall Manado merupakan jalan utama yang memiliki akses ke kawasan Bahu Mall Manado. Segmen jalan ini banyak dilalui kendaraan bermotor dan merupakan salah satu titik kemacetan kendaraan bermotor yang ada di kota Manado. Kendaraan bermotor dapat memproduksi partikulat diantaranya (PM10) yang apabila kosentrasinya tinggi maka dapat menurunkan kualitas udara ambien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara volume kendaraan bermotor berdasarkan jenis kendaraan dengan konsentrasi partikulat (PM10), dan mengetahui status kualitas udara akibat konsentrasi partikulat (PM10) berdasarkan baku mutu dan indeks standar pencemaran udara (ISPU). Penelitian ini mengukur kosentrasi partikulat (PM10) dengan EPAM 5000 HAZ DUST Particle Air Monitor dan mengukur volume kendaraan bermotor dengan Multi Counter, di Jl. R. W. Monginsidi depan kawasan Bahu Mall Manado. Analisis data dalam penelitian dilakukan untuk mengetahui korelasi antara volume kendraan bermotor dan kosentrasi partikulat (PM10) dengan menggunakan metode korelasi, menganalisa status kualitas udara ambien menggunakan indeks standar pencemaran udara (ISPU) dan baku mutu udara. Hasil (I) analisis kualitas udara ambien dengan metode baku mutu menunjukan rata-rata kosentrasi partikulat (PM10) bulan Juli 2020 selama 6 hari sebesar 10.34 (ug/m3) dan pada bulan November 2020 selama 2 hari sebesar 15.90 (ug/m3), sedangkan pada analisis metode Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukan rata-rata nilai ISPU bulan Juli 2020 selama 6 hari sebesar 10.34 dan pada bulan November 2020 selama 2 hari sebesar 15.90. Hal ini menjelaskan bahwa kosentrasi tersebut masih berada di bawah baku mutu yang artinya kosentrasinya tidak mencemari lingkungan dan tidak ada efek negatif yang ditimbulkan bagi kesehatan manusia atau makhluk hiduplainnya., (II) analisis metode korelasi menunjukan hubungan kendaraan ringan (KR) terhadap kosentrasi partikulat (PM10) linier dan positif sangat kuat sebesar 0.834, kendaraan berat (KB) terhadap kosentrasi partikulat (PM10) linier dan negatif lemah sebesar -0.332, dan sepeda motor (SM) terhadap kosentrasi partikulat (PM10) linier dan positif kuat sebesar 0.630. Hal ini menjelaskan bahwa adanya konstribusi kendaraan bermotor dalam peningkatan kosentrasi partikulat (PM10). Kata kunci – partikulat (PM10), kendaraan bermotor
Tinjauan Terhadap Kapasitas Produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Paca Di Kecamatan Tobelo Selatan Leasiwal, Christella Medeline; Mangangka, Isri R.; Legrans, Roski R.I.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM Kabupaten Halmahera Utara memiliki IPAM yang berlokasi di Desa Paca, Kecamatan Tobelo Selatan. Pelanggan IPAM Paca terus mengalami peningkatan sehingga kebutuhan air bersih juga meningkat. Di sisi lain, kecenderungan global menunjukan terjadinya penurunan debit air baku dimana-mana. Berdasarkan hal ini, IPAM Paca perlu mengkaji kembali neraca airnya. Pengkajian neraca air dilakukan dengan membandingkan hasil analisis kebutuhan air dan ketersediaan air hingga tahun 2035. Analisis kebutuhan air dilakukan berdasarkan proyeksi jumlah penduduk menggunakan metode aritmatik untuk menentukan kebutuhan air domestik dan proyeksi fasilitas umum untuk menentukan kebutuhan air non domestik. Analisis ketersediaan air dilakukan berdasarkan debit sumber air, yakni Danau Paca tahun 2017 dan tahun 2020 yang diproyeksikan menggunakan metode regresi linier.Hasil analisis neraca air menunjukan debit sumber air tahun 2035 sebesar 8121600 liter/hari dapat mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Tobelo Selatan hingga tahun 2035 dengan total kebutuhan air bersih sebesar 2743038 liter/hari dan dapat mencapai 4663163.75 liter/hari pada saat jam puncak. Hal ini berarti, dengan ketersediaan sumber air saat ini, IPAM Paca mampu mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Tobelo Selatan hingga tahun 2035. Kata kunci – IPAM Paca, Kecamatan Tobelo Selatan, kebutuhan air, ketersediaan air, neraca air
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Goni, Preisi; Mangangka, Isri R.; Sompie, O. B. A.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui hasil observasi dilapangan diketahui RSUP Prof Dr.R. D. Kandou Manado telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), meskipun demikian limbah yang dihasilkan dikhawatirkan masih mengandung bahan berbahaya yang memiliki potensi yang berdampak penting terhadap penurunan kualitas lingkungan dan secara langsung memiliki potensi bahaya kesehatan bagi penduduk sekitar rumah sakit. Hal ini terlihat dari adanya septic tank pada setiap bangunan unit-unit kesehatan dan perawatan pasien yang dilengkapi dengan bak control untuk mengolah air limbah terutama dari toilet sehingga proses anaerobic dapat terjadi untuk meminimalisasi parameter pencemar terutama COD dan BOD sebelum diolah di IPAL. Untuk limbah non WC seperti air cucian dari watafel atau keran-keran pada setiap unit kesehatan langsung dialirkan ke IPAL. Analisis data sekunder meliputi parameter yaitu pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak. rincian analisis data sekunder dapat dilihat dari analisi inlet dan outlet IPAL. Dari hasil (I) penelitian dapat dilihat bahwa IPAL yang dimiliki RSUP Prof.Dr.R.D Kandou Manado termasuk dalam kategori cukup efisien. Cukup efisien kinerja IPAL tersebut dapat dilihat dari penurunan kandungan BOD dari 76 mg/l menjadi 16 mg/l, kandungan COD dari 79 mg/l menjadi 35 mg/l, kandungan TSSdari 28 mg/l menjadi 2 mg/l, kandungan Minyak dan Lemak dari 1,4 mg/l menajdi 1,3 mg/l, dan Amoniak dari 72 mg/l menjadi 32 mg/l. Kiranya penelitian ini bisa Memberikan kontribusi ilmiah terhadap peningkatan kinerja sistem IPAL rumah sakit umum pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado agar efluen yang dihasilkan sesuai dengan baku mutu.  Kata kunci – Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak
Optimalisasi Sistem Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Mapanget Kota Manado Adam, Andrew Isac; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Herawaty
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mapanget merupakan salah satu kecamatan di Kota Manado yang padat akan penduduk dan memiliki wilayah. Sistem pengangkutan di kecamatan mapanget masih belum optimal, dilihat dari kondisi hanya ada 1 bangunan TPS , banyaknya TPS ilegal yang ada,  proses pengangkutan yang lebih melibatkan motor sampah dari pada truk dan mobil. Hal ini berdampak pada kondisi pengangkutan baik dari segi jam kerja dan jarak yang ada, Penelitian dilakukan untuk mengoptimalkan sistem pengangkutan yang ada, dengan dilakukan observasi langsung dilapangan meliputi kondisi eksisting, selama 6 hari kepada 6 kendaraan pengangkut yang ada dengan menggunakan metode perhitungan Stasionary Container Sistem (SCS), dalam perencanaan yang akan dibuat, akan di hitung proyeksi penduduk dan timbulan sampah di tahun 2031 sehingga di ketahui kebutuhan pengangkutan di tahun 2031, dalam kondisi eksisting diketahui bahwa waktu off route yang ada begitu besar berkisar  0.16-1.40 jam/hari nilai ini telah melewati batas yang di tetapkan ≤ 0.15 (Tchobanoglous et al., 1993), setelah di optimalkan waktu off route hanya mencapai 0.08 jam sehingga tidak melewati batas yang ditetapkan, dalam pengoptimalan pengangkutan di buat skenario penanggulangan dengan ritasi mencapai 3-4 rit/hari dan jam kerja mencapai 5-8 jam/hari untuk setiap kendaraan dengan presentase pengangkutan mencapai  100%,. Ditahun 2031 membutuhkan 9 kendaraan pengangkut agar tercukupi kebutuhan pengangkutan. Penelitian selanjudnya dapat meneliti kebutuhan bangunan TPS di tiap kelurahan. Kata kunci – pengangkutan, TPS, optimal, truk, Mapanget
Tinjauan Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Metode Biofilter Di Kelurahan Malendeng Kecamatan Paal 2 Kota Manado Turangan, Kerkly A.; Mangangka, Isri R.; Legrans, Roski R.I.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Biofilter di kelurahan Malendeng yang telah beroperasi selama 7 tahun merupakan instalasi yang menggunakan pemanfaatan media bantuan atau penyangga bagi mikroorganisme untuk melekat dan berkembang biak, yang berfungsi sebagai media pengurai zar pencemar pada air limbah. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode sampling parameter, wawancara, dan pengamatan langsung pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Penelitian ini juga menganalisis kinerja instalasi pengolahan air limbah (IPAL) lewat pengujian parameter TDS, TSS, COD, BOD, dan T.Coliform menggunakan standar Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian Umum, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.Secara keseluruhan, kinerja IPAL dapat dikatakan terhambat, dikarenakan ditemukannya penumpukan lumpur tinja pada 6 dari 8 bak pengolahan yang ada. Berdasarkan pengujian laboratorium dan penghitungan STORET, TDS dan TSS dinyatakan memenuhi standar baku mutu, sedangkan COD, BOD, dan T.Coliform tidak memenuhi standar baku mutu yang telah ditentukan. Oleh karna itu, diberikan rekomendasi teknis berupa memaksimalkan fungsi dari mikroorganisme dengan penambahan bak biofilter, dalam hal penguraian zat pencemar. Perubahan arah IPAL yang bertujuan untuk memaksimalkan fungsi gravitasi pada pengaliran air limbah.Kata kunci – IPAL Biofilter, kelurahan Malendeng
Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R Di Kecamatan Mapanget Kota Manado Lawa, Jonatan I. J.; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Herawaty
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh setiap daerah di Indonesia, di kota Manado sendiri, permasalahan persampahan adalah masalah yang memerlukan perhatian, produksi sampah yang dihasilkan di tiap – tiap daerah di kota manado hampir seluruhnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo tanpa melewati pengolahan terlebih dahulu. Tempat Pengolahan Sementara berbasis reduce, reuse, recycle (TPS 3R) adalah salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA setiap harinya, TPS 3R adalah tempat pengolahan yang berbasis reduce, reuse dan recycle, sehingga bukan saja mengurangi jumlah sampah yang dibawa ke TPA tetapi juga memberikan keuntungan lainnya. Kecamatan Mapanget adalah salah satu Kecamatan yang memiliki luas wilayah yang besar di kota Manado, melalui metode observasi dan wawancara diketahui bahwa kecamatan Mapanget menghasilkan sampah sebanyak 48.400 liter/hari. Dengan adanya TPS 3R di kecamatan Mapanget, seluruh sampah yang dihasilkan dalam sehari tidak sepenuhnya akan dibuang ke TPA dengan menggunakan pengolahan 3R, sesuai dengan buku Petunjuk Teknis TPS 3R tahun 2017, sebuah TPS 3R dapat mengolah hingga 6 m3 sampah per harinya. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan dan refrensi bagi instasi terkait dalam menghadapi dan mengelola masalah persampahan. Kata kunci – TPS 3R, pengolahan, sampah, TPA
Pengaruh Kepadatan Lalu Lintas Terhadap Kebisingan di Jalan Piere Tendean Kota Manado Manongko, Davin D; Mangangka, Isri R.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab kebisingan yang terjadi terkhusus pada ruas Jalan Piere Tendean Kota Manado sumbernya sangat beragam, salah satunya yaitu aktivitas lalu lintas di ruas jalan tersebut. Aktivitas pada jalan tersebut ditambah dengan pengendalian kebisingan yang masih kurang memadai membuat hasil kebisingan yang ditimbulkan cukup tinggi. Hal tersebut dapat memengaruhi penduduk sekitar di daerah tersebut. Terbukti bahwa aktivitas lalu lintas pada Jalan Piere Tendean Kota Manado seperti volume, kecepatan, dan terutama kepadatan kendaraan berpengaruh terhadap kebisingan dimana pada saat kepadatan menurun kurang dari 60 smp/km kebisingan justru naik dan pada saat kepadatan naik lebih dari 80 smp/km kebisingan juga turut naik. Aktivitas lalu lintas tersebut menghasilkan rata-rata 70-80 dB. Hasil tersebut diperoleh pada pagi hari, siang hari dan sore hari pada jam-jam sibuk dan menghasilkan kebisingan yang relatif sama walaupun intensitas volume, kecepatan, dan kepadatannya berbeda-beda. Rentang rata-rata kebisingan tersebut telah melebihi baku mutu menurut Kepmen LH No 48. Tahun 1996 dan sudah melewati batas. Kata kunci – Kebisingan, Kepadatan Kendaraan, Lalu Lintas
Perancangan Instalasi Pengolahan Lindi Dengan Proses Kombinasi Kolam Anaerobik, Fakultatif, dan Maturasi di TPA Sumompo Haumahu, Syahrul Al-Qadar; Riogilang, Herawaty; Mangangka, Isri R.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air lindi merupakan cairan yang timbul melalui tumpukan sampah yang mengandung material terlarut maupun tersuspensi. Pengolahan lindi di TPA Sumompo tidak mengolah lindi yang dihasilkan secara maksimal yang disebabkan dari timbunan sampah yang telah memenuhi instalasi pengolahan lindi hingga pipa yang mengalirkan lindi telah tertimbun sampah. Dampak dari hal tersebut membuat instalasi pengolahan lindi tidak lagi berfungsi secara maksimal. Sistem TPA open dumping memerlukan unit pengolahan lindi terbaru untuk menampung dan mengolah lindi yang dihasilkan TPA Sumompo agar memiliki baku mutu dibawah standar untuk dilepas ke badan air.Debit lindi dihitung menggunakan metode neraca air Thornthwaite-Matter. Unit-unit proses yang digunakan dipilih berdasarkan kualitas lindi yang ada di Indonesia. Instalasi pengolahan yang dipilih untuk pengolahan lindi adalah kolam anaerobik, fakultatif, dan maturasi. Dasar perhitungan dimensi dan efektivitas tiap unit pengolahan lindi menggunakan nilai parameter BOD pada kolam inlet TPA Sumompo. Lokasi pengambilan sampel lindi dilakukan pada inlet dan outlet kolam IPL dengan metode grab sampling untuk diperiksa nilai parameter BOD, COD, dan pH. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 59 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha dan atau Kegiatan TPA Sampah, dengan hasil pengolahan lindi dari instalasi yang dipilih adalah BOD = 65 mg/L dan COD = 143,5 mg/L berada dibawah standar baku muku untuk dilepas ke badan air, dengan perhitungan dimensi dari kolam anaerobik, fakultatif dan maturasi didapatkan 4 (empat) kolam anaerobik dengan dimensi 5 m  4 m  2 m, 2 (dua) kolam fakultatif dengan dimensi 8 m  8 m  2 m dan 2 (dua) kolam maturasi dengan dimensi 9 m  9 m  2 m. Kata kunci – TPA, Lindi, BOD, COD, Thorwaite-Matter
Pengaruh Kebisingan Terhadap Status Pendengaran Pekerja Di PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. Area Lahendong Purukan, Yesika; Mangangka, Isri R.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60998

Abstract

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Lahendong terletak di Jl. Raya Tomohon, Kolongan Satu. Kec Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Salah satu potensi bahaya dari faktor fisik di lingkungan kerja kemungkinan terjadi akibat adanya proses produksi dan alat kerja pada industri adalah Kebisingan. Kebisingan merupakan semua bunyi yang tidak dikehendaki bersumber dari alat proses produksi dan/atau alat kerja pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (PERMENAKER No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja cenderung mengalami gangguan pendengaran, terutama yang terpapar di area kebisingan dalam jangka waktu yang lama dan dengan intensitas melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang direkomendasikan. Kata kunci: kebisingan, gangguan pendengaran, PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Lahendong