Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Kepadatan Lalu Lintas Terhadap Kebisingan di Jalan Piere Tendean Kota Manado Manongko, Davin D; Mangangka, Isri R.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab kebisingan yang terjadi terkhusus pada ruas Jalan Piere Tendean Kota Manado sumbernya sangat beragam, salah satunya yaitu aktivitas lalu lintas di ruas jalan tersebut. Aktivitas pada jalan tersebut ditambah dengan pengendalian kebisingan yang masih kurang memadai membuat hasil kebisingan yang ditimbulkan cukup tinggi. Hal tersebut dapat memengaruhi penduduk sekitar di daerah tersebut. Terbukti bahwa aktivitas lalu lintas pada Jalan Piere Tendean Kota Manado seperti volume, kecepatan, dan terutama kepadatan kendaraan berpengaruh terhadap kebisingan dimana pada saat kepadatan menurun kurang dari 60 smp/km kebisingan justru naik dan pada saat kepadatan naik lebih dari 80 smp/km kebisingan juga turut naik. Aktivitas lalu lintas tersebut menghasilkan rata-rata 70-80 dB. Hasil tersebut diperoleh pada pagi hari, siang hari dan sore hari pada jam-jam sibuk dan menghasilkan kebisingan yang relatif sama walaupun intensitas volume, kecepatan, dan kepadatannya berbeda-beda. Rentang rata-rata kebisingan tersebut telah melebihi baku mutu menurut Kepmen LH No 48. Tahun 1996 dan sudah melewati batas. Kata kunci – Kebisingan, Kepadatan Kendaraan, Lalu Lintas
ANALISIS KERUNTUHAN WADUK KUWIL – KAWANGKOAN DENGAN MENGGUNAKAN BANTUAN PROGRAM HEC- RAS Palar, Ronaldo Toar; Mangangka, Isri R.; Supit, Cindy J.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi utama Waduk Kuwil Kawangkoan adalah sebagai pengendalian banjir, penyimpanan dan pengaturan pasokan air guna kebutuhan domestik dan industri. Disamping memiliki manfaat yang besar, juga memiliki ancaman bencana apabila terjadi keruntuhan baik secara overtopping maupun piping. Analisis untuk memperoleh informasi mengenai daerah genangan dari simulasi keruntuhan Waduk Kuwil menggunakan program HEC-RAS. Hasil analisis Daerah genangan air untuk Kecamatan Paldua dengan luas genangan 8,27 km2 tinggi air 0,003-83,038 m, Kecamatan Tikala luas daerah tergenang 3,15 km2 tinggi muka air 0,003 – 83,038 m, Desa Kuwil luas daerah genangan 2,21 km2 tinggi muka air 0,67 – 29,02 m, Kecamatan Wenang 2,06 km2 tinggi muka air 0,003 – 83,038 m, Kecamatan Singkil dengan daerah yang tergenang 1,79 km2 ketinggian muka air 0,003 – 83,038 m, Kecamatan Tuminting daerah yang tergenang 0,73 km2 tinggi muka air 0,003 – 83,038 m, Kecamatan Sario daerah yang tergenang 0,44 km2 tinggi muka air 0,003 -83,038 m dan Kecamatan Wanea dengan daerah genangan 0,26 km2 tinggi muka air 0,157 – 9,83 m. Kata kunci : genangan, keruntuhan waduk, HEC-RAS, overtopping, pipping
STUDI PENYEBAB BANJIR SUNGAI TONDANO DIANALISIS DARI JENIS HUJAN SIKLONIK, KONVEKTIF DAN HUJAN OROGRAFIK Bertan, Marlyn M. J.; Supit, Cindy J.; Mangangka, Isri R.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 2 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir dan masalah genangan air di muara Sungai Tondano yang terletak di Wilayah Kota Manado, yaitu di Wilayah Kecamatan Tikala dan Kecamatan Bunaken, merupakan masalah berulang kali terjadi dan waktu kejadianya pada musim penghujan. Akibat banjir dan genangan air menyebabkan rusaknya bangunan milik masyarakat, bangunan infra struktur milik Pemerintah dan milik Swasta bahkan menyebabkan korban jiwa.Banjir dan genangan air di Kota Manado yang paling parah adalah banjir dan genangan air yang terjadi pada tanggal 15 Januari Tahun 2014. Banyak penelitian telah dilakukan oleh berbagai pihak tentang banjir di Kota Manado, dari hasil penelitian yang telah dipublikasi pada umumnya menyatakan bahwa penyebab banjir di Kota Manado, antara lain perubahan tata guna lahan daerah aliran sungai (DAS) Tondano telah berubah fungsi, terjadi erosi tebing sungai, degradasi dan agradasi dasar Sungai Tondano, permukiman di bantaran sungai, pembuangan sampah di alur sungai dan fungsi drainase perkotaan tidak optimal.Studi yang dilakukan pada tesis ini untuk meneliti penyebab banjir di Kota Manado dianalisis dari jenis hujan siklonik, konvektif dan jenis hujan orografik yang didasarkan dari data klimatologi dan data curah hujan yang bersumber dari BMKG Kota Manado dan bursumber dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Manado.  Analisis hujan rancangan dari hujan siklonik, konvektif dan hujan orografik dari stasiun pencatat curah hujan yang terdapat di DAS Tondano akan dapat mengidentifikasi penyebab banjir yang selalu terjadi selama ini di Kota Manado. Kata Kunci: Hujan Siklonik, Konvektif, Orografik, banjir dan genangan air
Perancangan Instalasi Pengolahan Lindi Dengan Proses Kombinasi Kolam Anaerobik, Fakultatif, dan Maturasi di TPA Sumompo Haumahu, Syahrul Al-Qadar; Riogilang, Herawaty; Mangangka, Isri R.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air lindi merupakan cairan yang timbul melalui tumpukan sampah yang mengandung material terlarut maupun tersuspensi. Pengolahan lindi di TPA Sumompo tidak mengolah lindi yang dihasilkan secara maksimal yang disebabkan dari timbunan sampah yang telah memenuhi instalasi pengolahan lindi hingga pipa yang mengalirkan lindi telah tertimbun sampah. Dampak dari hal tersebut membuat instalasi pengolahan lindi tidak lagi berfungsi secara maksimal. Sistem TPA open dumping memerlukan unit pengolahan lindi terbaru untuk menampung dan mengolah lindi yang dihasilkan TPA Sumompo agar memiliki baku mutu dibawah standar untuk dilepas ke badan air.Debit lindi dihitung menggunakan metode neraca air Thornthwaite-Matter. Unit-unit proses yang digunakan dipilih berdasarkan kualitas lindi yang ada di Indonesia. Instalasi pengolahan yang dipilih untuk pengolahan lindi adalah kolam anaerobik, fakultatif, dan maturasi. Dasar perhitungan dimensi dan efektivitas tiap unit pengolahan lindi menggunakan nilai parameter BOD pada kolam inlet TPA Sumompo. Lokasi pengambilan sampel lindi dilakukan pada inlet dan outlet kolam IPL dengan metode grab sampling untuk diperiksa nilai parameter BOD, COD, dan pH. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 59 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha dan atau Kegiatan TPA Sampah, dengan hasil pengolahan lindi dari instalasi yang dipilih adalah BOD = 65 mg/L dan COD = 143,5 mg/L berada dibawah standar baku muku untuk dilepas ke badan air, dengan perhitungan dimensi dari kolam anaerobik, fakultatif dan maturasi didapatkan 4 (empat) kolam anaerobik dengan dimensi 5 m  4 m  2 m, 2 (dua) kolam fakultatif dengan dimensi 8 m  8 m  2 m dan 2 (dua) kolam maturasi dengan dimensi 9 m  9 m  2 m. Kata kunci – TPA, Lindi, BOD, COD, Thorwaite-Matter
Analysis of Green Building Implementation in the Southeast Minahasa Regent's Office Building Based on the Greenship Existing Building Rating Tool Deisi Grasye Porajow, Regina; Sumajouw, M. D. J.; Mangangka, Isri R.
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum1946

Abstract

Southeast Minahasa Regency increase the construction of infrastructure and buildings in every year. This development certainly resulted in major changes in the surrounding environment. This is the basis for this study to evaluate the Southeast Minahasa Regent's Office building based on the Greenship Existing Building. This research aims to evaluate the implementation of green buildings in the Southeast Minahasa Regent's Office building, then provide recommendations for improvements in aspects that have yet to be achieved without changing the structural and architectural aspects of the building. Based on the evaluation results of six aspects in the Greenship Existing Building version 1.1 criteria, Southeast Minahasa Regent’s Office building received a total score of 18 points or 15.38% of a maximum of 117 points. Thus, the Southeast Minahasa Regent's Office building does not meet the criteria as a green building concept, and it is necessary to provide recommendations in order to meet the green building criteria.
Pengaruh Kebisingan Terhadap Status Pendengaran Pekerja Di PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. Area Lahendong Purukan, Yesika; Mangangka, Isri R.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60998

Abstract

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Lahendong terletak di Jl. Raya Tomohon, Kolongan Satu. Kec Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Salah satu potensi bahaya dari faktor fisik di lingkungan kerja kemungkinan terjadi akibat adanya proses produksi dan alat kerja pada industri adalah Kebisingan. Kebisingan merupakan semua bunyi yang tidak dikehendaki bersumber dari alat proses produksi dan/atau alat kerja pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran (PERMENAKER No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja cenderung mengalami gangguan pendengaran, terutama yang terpapar di area kebisingan dalam jangka waktu yang lama dan dengan intensitas melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang direkomendasikan. Kata kunci: kebisingan, gangguan pendengaran, PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Lahendong
Studi Penanganan Tailing Pada Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara Tumanan, Cethlin G. S.; Riogilang, Hendra; Mangangka, Isri R.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengelolaan timbunan tailing aktif (TTA) dan timbunan tailing tidak aktif (TTTA) pada pertambangan emas skala kecil di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur; menganalisis dampak pencemaran yang ditimbulkan; serta merumuskan rekomendasi pengelolaan tailing yang efisien. Penelitian dilaksanakan melalui survei lapangan, observasi, pengambilan sampel sedimen tailing dan air sungai pada lokasi TTA dan TTTA, serta analisis laboratorium menggunakan prosedur TCLP dan metode yang relevan untuk parameter merkuri (Hg), arsen (As) dan sianida (CN). Sampel dianalisis di laboratorium yang berwenang sesuai metode referensi yang digunakan dalam penelitian. Berdasarkan temuan tersebut direkomendasikan penerapan langkah teknis dan pengelolaan antara lain: desain bak/kolam penampungan tailing dengan lapisan kedap, penerapan teknik stabilisasi/solidifikasi atau pra-pengolahan bila akan menggunakan tailing sebagai material penimbun, penerapan metode fitoremediasi/bioremediasi pada area terkontaminasi, reklamasi dengan revegetasi, serta peningkatan pengawasan dan sosialisasi kepada pelaku tambang. Implementasi kombinasi teknis dan pengelolaan administratif diharapkan dapat mengurangi potensi pencemaran jangka panjang dan meningkatkan perlindungan lingkungan di wilayah studi. Kata kunci: tailing, merkuri, Arsen, fitoremediasi, pertambangan, Kotabunan
Analisis Sistem Pengangkutan Dan Pewadahan Sampah Di Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara Karauwan, Jasmine H.; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Herawaty
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66185

Abstract

Penelitian ini menganalisis sistem pengangkutan dan pewadahan sampah di Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengangkutan dan pewadahan sampah di Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara yang mengoptimalkan kinerja teknik operasional persampahan di wilayah tersebut. Latar belakang penelitian ini didasari oleh peningkatan volume timbulan sampah seiring dengan pertumbuhan demografi dan ekonomi Kecamatan Airmadidi sebagai Ibu Kota Kabupaten, di mana penanganan sampah eksisting masih menghadapi tantangan efisiensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting sistem pengumpulan sampah di Kecamatan Airmadidi umumnya menggunakan pola individual langsung, di mana petugas mengambil sampah langsung dari sumbernya di depan rumah warga. Namun, sistem ini belum berjalan optimal akibat beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana pengangkutan, variasi jenis pewadahan yang menghambat efisiensi waktu petugas, serta belum tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai. Berdasarkan analisis data, total daya angkut sarana yang tersedia mencapai 63,6 M3/hari atau setara 15,9 Ton/hari, dengan tingkat pengurangan sampah melalui Bank Sampah yang masih rendah yakni hanya sebesar 1,88% hingga 1,93%. Sebagai rekomendasi teknis, penelitian ini mengusulkan optimalisasi melalui penambahan sarana pengangkutan yang sesuai dengan proyeksi timbulan sampah sepuluh tahun ke depan, standarisasi wadah sampah komunal, serta perencanaan pembangunan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lokasi-lokasi strategis tiap kelurahan/desa untuk meningkatkan efektivitas pengolahan sampah dari sumbernya. Kata kunci: pengangkutan dan pewadahan sampah, volume sampah, komposisi sampah
Perencanaan Sanitary Landfill Pada Tempat Pemrosesan Akhir Di Aertembaga Kota Bitung Palit, Grisella; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Hendra
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66239

Abstract

Abstrak Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aertembaga Kota Bitung saat ini masih menghadapi kendala penumpukan akibat metode pembuangan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem sanitary landfill yang berwawasan lingkungan untuk masa layanan 10 tahun (2025-2034). Metode penelitian mencakup survei lapangan, analisis proyeksi penduduk menggunakan metode aritmatika, serta perhitungan timbulan sampah berdasarkan standar SNI 3964:2025. Hasil analisis menunjukkan proyeksi penduduk pada tahun 2034 sebesar 193.256 jiwa dengan volume sampah harian mencapai 483,14 m³/hari. Total volume landfill yang dibutuhkan selama 10 tahun adalah 743.140 m³ dengan kebutuhan luas lahan penimbun efektif sebesar 3,72 hektar. Perencanaan teknis ini meliputi desain lapisan kedap (liner system), jaringan drainase lindi, dan sistem ventilasi gas metana untuk meminimalkan risiko pencemaran lingkungan. Kata kunci: TPA Aertembaga, sanitary landfill, pengelolaan sampah, perencanaan teknis
Analisis Potensi Panas Bumi Dengan Metode Deteksi Gas CO₂ Dalam Tanah Di Area Panas Bumi Tompaso Selang, Theresa P. G.; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Hendra
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66366

Abstract

Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, salah satunya berada di Lapangan Panas Bumi Tompaso, Sulawesi Utara. Pengembangan panas bumi memerlukan tahapan eksplorasi yang akurat untuk mendelineasi zona aliran fluida panas bumi bawah permukaan, terutama dalam penentuan lokasi pengeboran sumur produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi panas bumi di area Tompaso dengan menggunakan metode deteksi gas karbon dioksida (CO₂) dalam tanah sebagai indikator aktivitas hidrotermal. Penelitian dilakukan di Desa Sendangan dengan pendekatan integratif yang mengombinasikan data geologi, struktur, geofisika, dan geokimia. Pengukuran konsentrasi CO₂ dilakukan menggunakan gas detector tube Komyo–Kitagawa pada kedalaman sekitar 60 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi gas CO₂ membentuk pola anomali yang terkontrol oleh struktur patahan berarah NW–SE. Zona dengan konsentrasi CO₂ tinggi diinterpretasikan sebagai area upflow fluida panas bumi dan direkomendasikan sebagai lokasi prospek pengeboran. Metode deteksi gas CO₂ terbukti efektif sebagai pendekatan eksplorasi awal yang efisien dan berbiaya relatif rendah. Kata kunci: panas bumi, gas CO₂ tanah, Tompaso, eksplorasi panas bumi, zona upflow