Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Chemical Characterization and Antibacterial Activities of Bio-oil from Durian Shell Pyrolysis Mashuni, Mashuni; Kadidae, La Ode; Jahiding, M; Hamid, Fitri Handayani; Kadir, Waris Abdul; Khaeri, Andi Muhammad Naufal
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 1, May 2024
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v10i1.37674

Abstract

Foodborne bacteria cause food spoilage, usually Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Thus, synthetic preservatives are employed in food preservation to prevent food spoilage caused by microorganisms. Excessive use of synthetic preservatives can cause disease. Bio-oil has become a natural preservative because of its high phenolic content. However, bio-oil still requires purification because the initial bio-oil (grade 3) still contains carcinogenic compounds that are dangerous for consumption. Therefore, this study aims to determine the components of the bio-oil compound after purification and its effectiveness as an antibacterial. Durian shell (DS) is pyrolyzed in a heating reactor without oxygen at a temperature of 330–600ºC (flow rate 6ºC/minute) with a 2-3 cm material size. Furthermore, bio-oil purification includes stages of filtration using activated zeolite, fractional distillation at 70–200ºC (grade 2), and filtration using activated charcoal (grade 1). Bio-oil purification includes stages of filtration using active zeolite and activated charcoal (grade 2), and fractional distillation at a temperature of 150–200ºC (grade 1). Based on Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) analysis, grade 2 and grade 1 contain the major compounds 1,4-dimethyl-1h-imidazole and acetic acid. The research showed that bio-oil grades 1 and 2, when used at a 30% concentration, exhibit antibacterial strong effects against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. These findings suggest that bio-oil grades 1 and 2 could be valuable natural preservatives.
PKM PENERAPAN TEKNOLOGI PIROLISIS UNTUK PRODUKSI BIOPESTISIDA DARI LIMBAH KULIT KAKAO Mashuni, Mashuni; Jahiding, M; Kadidae, La Ode; Handayani Hamid, Fitri
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitech.v1i2.33

Abstract

Penerapan teknologi produksi biopestisida dari limbah kulit buah kakao (KBK) menggunakan metode pirolisis merupakan solusi inovatif dalam mengelola limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah limbah KBK menjadi biopestisida melalui proses pirolisis. Tahapan pengabdian ini meluputi, sosialisasi, strategi pemecahan masalah, pengenalan prototipe pengolahan KBK, dan pelatihan. Partisipasi mitra yaitu kelompok tani dan PT. Hasfarm Niaga Nusantara yang dilaksanakan di Desa Ponanggo Jaya Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil produksi biopestisida KBK menunjukkan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan jamur pada benih tanaman kakao serta selama masa penyimpanan 6 hari benih kakao memiliki daya tumbuh sebesar 60%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengembangan teknologi pirolisis untuk produksi biopestisida dari limbah KBK memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang signifikan bagi pertanian dan lingkungan. Diperlukan penelitian lebih lanjut dan kerjasama antara pemerintah, industri, dan petani untuk mengembangkan teknologi ini secara lebih luas dan efektif.
INISIASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA WAUKUNI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH PERTANIAN Usman, Ida; Sudiana, I Nyoman; Kadidae, La Ode; Mukhsar, Mukhsar; Budiman, Herdi Budiman
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.5887

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi KKN-Tematik Tahun 2024 di Desa Wakuni. Wilayah Desa Waukuni termasuk daerah yang cukup subur, sehingga sebahagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Hasil survei menunjukkan bahwa petani di Desa Waukuni hanya mengandalkan kesuburan tanah atau berbantuan pupuk sintetis. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada masyarakat bagaimana memanfaatkan limbah-limbah pertanian menjadi pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk sintetis dan membantu mengembalikan tingkat kesuburan tanah. Program ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk membentuk kelompok-kelompok usaha pembuatan pupuk organik, yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Adapun kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi survei lapangan untuk mendata potensi Desa Waukuni, pengumpulan bahan-bahan yang diperlukan, pelatihan pembuatan pupuk organik, dan diseminasi potensi kegiatan pemberdayaan. Dari hasil pelatihan pembuatan pupuk organik dan diseminasi potensi pemberdayaan masyarakat, peserta dari masyarakat memperlihatkan antusiasme yang tinggi dan keinginan yang besar untuk menindaklanjuti kegiatan pengabdian ini.
Pendampingan Program Pengembangan Edu-Ekowisata Mangrove Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Jamili Jamili; Ida Usman; La Ode Kadidae; Suriana Suriana; La Ode Adi Parman Rudia; Nur Arfa Yanti
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i2.6553

Abstract

The service activity aims to provide an understanding to the youth organization regarding the potential of mangrove ecosystems to be developed as Edu-Ecotourism in Tanjung Tiram Village, North Moramo District, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi. The method of implementing this service was carried out education, practice, and mentoring. A questionnaire and data analysis were carried out descriptively to evaluate the increase in understanding of youth organization. The results of this community service activity showed that the understanding of youth organizations in Tanjung Tiram village increased regarding the conservation of the mangrove ecosystem and its potential to be developed as an edu-ecotourism village and in practice-assistance activities, 11 types of mangrove ecosystem constituents were identified in Tanjung Tiram Village. With a good understanding of the community and the high diversity of mangroves, Tanjung Tiram Village could be developed into a mangrove Edu-Ecotourism Village.
INISIASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA WAUKUNI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH PERTANIAN Usman, Ida; Sudiana, I Nyoman; Kadidae, La Ode; Mukhsar, Mukhsar; Budiman, Herdi Budiman
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.5887

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi KKN-Tematik Tahun 2024 di Desa Wakuni. Wilayah Desa Waukuni termasuk daerah yang cukup subur, sehingga sebahagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Hasil survei menunjukkan bahwa petani di Desa Waukuni hanya mengandalkan kesuburan tanah atau berbantuan pupuk sintetis. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada masyarakat bagaimana memanfaatkan limbah-limbah pertanian menjadi pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk sintetis dan membantu mengembalikan tingkat kesuburan tanah. Program ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk membentuk kelompok-kelompok usaha pembuatan pupuk organik, yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Adapun kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi survei lapangan untuk mendata potensi Desa Waukuni, pengumpulan bahan-bahan yang diperlukan, pelatihan pembuatan pupuk organik, dan diseminasi potensi kegiatan pemberdayaan. Dari hasil pelatihan pembuatan pupuk organik dan diseminasi potensi pemberdayaan masyarakat, peserta dari masyarakat memperlihatkan antusiasme yang tinggi dan keinginan yang besar untuk menindaklanjuti kegiatan pengabdian ini.
Chemical Characterization and Antibacterial Activities of Bio-oil from Durian Shell Pyrolysis Mashuni, Mashuni; Kadidae, La Ode; Jahiding, M; Hamid, Fitri Handayani; Kadir, Waris Abdul; Khaeri, Andi Muhammad Naufal
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 1, May 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Syarif Hidayatullah Jakarta State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v10i1.37674

Abstract

Foodborne bacteria cause food spoilage, usually Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Thus, synthetic preservatives are employed in food preservation to prevent food spoilage caused by microorganisms. Excessive use of synthetic preservatives can cause disease. Bio-oil has become a natural preservative because of its high phenolic content. However, bio-oil still requires purification because the initial bio-oil (grade 3) still contains carcinogenic compounds that are dangerous for consumption. Therefore, this study aims to determine the components of the bio-oil compound after purification and its effectiveness as an antibacterial. Durian shell (DS) is pyrolyzed in a heating reactor without oxygen at a temperature of 330–600ºC (flow rate 6ºC/minute) with a 2-3 cm material size. Furthermore, bio-oil purification includes stages of filtration using activated zeolite, fractional distillation at 70–200ºC (grade 2), and filtration using activated charcoal (grade 1). Bio-oil purification includes stages of filtration using active zeolite and activated charcoal (grade 2), and fractional distillation at a temperature of 150–200ºC (grade 1). Based on Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) analysis, grade 2 and grade 1 contain the major compounds 1,4-dimethyl-1h-imidazole and acetic acid. The research showed that bio-oil grades 1 and 2, when used at a 30% concentration, exhibit antibacterial strong effects against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. These findings suggest that bio-oil grades 1 and 2 could be valuable natural preservatives.
PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA DI LAHAN PEKARANGAN DESA ABENGGI KECAMATAN LANDONO KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Jamili, Jamili; Usman, Ida; Yanti, Nur Arfa; Kadidae, La Ode; Muksar, Muksar; Budiman, Herdi; Rudia, La Ode Adi Parman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19643

Abstract

ABSTRAKDesa Abenggi merupakan salah satu desa di kecamatan Landono kabupaten Konawe Selatan yang dahulunya dikenal sebagai sentra pertanian, namun saat ini para petani di desa tersebut beralih menjadi pengrajin batu merah. Perkembangan usaha pembuatan batu merah di desa Abenggi menyebabkan luas lahan pertanian semakin sempit sehingga produktivitas dari sektor pertanian semakin menurun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN-Tematik bertujuan untuk introduksi teknologi budidaya tanaman hortikultura dan memberdayakan masyarakat khususnya pemuda karang taruna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dan memanfaatkan lahan pekarangan menjadi lahan produktif melalui budidaya pepaya California. Metode yang digunakan adalah partisipasi aktif semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini melalui pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai teknik budidaya Pepaya Clifornia dan sharing pengalaman dengan kelompok petani lokal serta pelatihan penyiapan bibit unggul dan teknik penanaman pepaya California pada lahan pekarangan. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa KKN di desa Abenggi yang dilaksanakan selama satu bulan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terpakai untuk budidaya pepaya California.    Kata kunci: budidaya; pepaya california; lahan pekarangan; desa Abenggi ABSTRACTAbenggi Village is one of the villages in Landono subdistrict, South Konawe district, which was previously known as an agricultural center, but now the farmers in the village have turned into red stone craftsmen. The development of the red stone manufacturing business in Abenggi village has caused the area of agricultural land to become increasingly narrow so that the productivity of the agricultural sector continues to decline. The integrated KKN-Thematic community service activity aims to introduce horticultural plant cultivation technology and empower the community, especially youth organizations, to increase their knowledge and skills in managing and utilizing home garden land into productive land through cultivating California papaya. The method used is the active participation of all parties involved in this activity through training and assistance to the community. The activity began with counseling regarding California papaya cultivation techniques and sharing experiences with local farmer groups as well as training in preparing superior seeds and techniques for planting California papaya in home gardens. Service activities carried out in the form of collaboration between lecturers and KKN students in Abenggi village which were carried out for one month showed an increase in community knowledge and ability in utilizing unused home garden land for cultivating Californian papaya. Keywords: abenggi village; californian papaya; cultivating;  home garden
Penentuan Kandungan Fenolik Total Liquid Volatile Matter dari Pirolisis Kulit Buah Kakao dan Uji Aktivitas Antifungi terhadap Fusarium oxysporum Mashuni Pallawagau; Nur Arfa Yanti; M. Jahiding; La Ode Kadidae; Wahyu Ahwarul Asis; Fitri Handayani Hamid
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 15, No 1 (2019): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.36 KB) | DOI: 10.20961/alchemy.15.1.24678.165-176

Abstract

Kulit buah kakao (KBK) adalah limbah organik dari hasil olahan buah kakao yang dapat digunakan sebagai sumber senyawa aktif. Kulit kakao mengandung senyawa selulosa, hemiselulosa dan lignin yang dapat terdekomposisi menghasilkan senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan fenolik total atau Total Phenolic Content (TPC) dari liquid volatile matter (LVM) hasil pirolisis KBK dan uji aktivitas antifungi terhadap Fusarium oxysporum. Produksi LVM dihasilkan dari metode pirolisis KBK pada suhu 500 °C. Penentuan TPC dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan pereaksi Folin- Ciocalteu (FC) pada panjang gelombang maksimum 765 nm dengan larutan standar asam galat dan diukur setelah dibiarkan selama 60 menit pada suhu kamar. Uji aktivitas antifungi terhadap F. oxysporum dilakukan dengan metode dilusi. LVM dari hasil pirolisis KBK adalah 25,80% (b/b) dengan TPC 100% sebesar 2,28 g/L. Pirolisis KBK menghasilkan LVM yang memperlihatkan aktivitas antifungi dengan konsentrasi hambat minimal (KHM) 1% (v/v) dan konsentrasi bunuh minimal (KBM) 9% (v/v). Oleh karena itu, LVM KBK memiliki potensi untuk diaplikasikan sebagai fungisida alami.Determination of The Total Phenolic Content of Liquid Volatile Matter from Cocoa Pod Husk Pyrolysis and Antifungal Activity Test Against Fusarium oxysporum. The cocoa pod husk (CPH) is an organic waste from the processed cocoa potentially used as source of active compounds. The CPH contains cellulose, hemicelluloses, and lignin compounds that can be decomposed into phenolic compounds. The present study investigated the determination of total phenolic content (TPC) of liquid volatile matter (LVM) of CPH followed by the antifungal activity test against Fusarium oxysporum. The LVM production was performed by the pyrolysis method at temperature of 500 °C. The determination of TPC was evaluated by the UV-Vis spectrophotometric method using the Folin-Ciocalteu (FC) reagent at maximum wavelength of 765 nm with the standart solution of gallic acid measured after 60 min reaction at room temperature. The antifungal activity test against F. oxysporum was carried out by dilution method. The pyrolysis of CPH produces LVM of 25.80% (b/b) contained TPC 100% of 2.28 g/L. The LVM produced in this study shows antifungal activity with a minimal inhibitory concentration (MIC) 1% (v/v) and minimum fungicidal concentration (MFC) 9% (v/v). Therefore, the LVM CPH produced can be applied as a natural fungicide.