Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Sabun Antiseptik Cair untuk Meminimalisasi Penularan Covid Melalui Gerakan Cuci Tangan Kadidae, La Ode; Kadir, Laode Abdul; Nugrawaty, Andi Laila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.79 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v3i1.15195

Abstract

Sambuli village lies along Nambo beach of Nambo district, City of Kendari Southeast Sulawesi province. This village is mainly occupied by fishermen and farmers. Nowadays, It is every citizen’s responsibility to remind each other about the danger of Covid-19 and the importance of how to limit the spread of the disease. Considering this issue, Institute of Research and Community Service Halu Oleo University arranged a team consisting of 3 academic-staff; two of them from Chemistry study program and one from Biotechnology study program, and 3 students. All the three students were from Chemistry Department.  The aims of the team sent to the village were first to educate people of Sambuli about how to minimize the spread of Covid-19 disease and second is to train people of Sambuli to make liquid antiseptic soap. The soap would be used as an economical and practical substance for hand washing. The method used in this community service included public talking (mini seminar) and demonstration. During this community service, villagers got involved actively in discussion and participating actively during demonstration. They and their leaders were equally very enthusiastic and supportive. And in turn, the villagers with the assistance of students and academic staff of Halu Oleo University eventually managed to make liquid antiseptic soap by them shelves.  
EVALUASI PENERAPAN GOOD HYGIENE PRACTICES (GHyP) PADA TEMPAT PEMOTONGAN AYAM DI PASAR TRADISIONAL KOTA KENDARI Yaddi, Yamin; Libriani, Restu; Fitrianingsih, Fitrianingsih; Sahaba, La Ode; Pancar, Fadli Ma’mun; Dewi, Fitria; Nugrawati, Andi Laila; Rejeki, Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.044 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v8i2.38042

Abstract

ABSTRACT Quality assurance and food safety have an important role in the supply of food. Chicken meat is one of the foodstuffs of animal origin that continues to experience an increase in demand every year. The provision of chicken meat in Kendari City still depends on traditional markets through poultry slaughterhouses. This study aimed to evaluate the implementation of Good Hygiene Practices at poultry slaughterhouses located in traditional markets in Kendari City. The research was focused on worker competence, chicken meat products, and the production environment. Data collection was carried out through observation and interviews with 39 merchants from seven traditional markets in Kendari City. The results of this study indicated that 69.23% (27/39) of the respondents were in the productive age group, namely 21-40 years, while 48.72% (19/39) of the respondents' educational level were high school equivalents. In the whole production process, the poultry slaughterhouse did not separate clean and dirty rooms in handling carcasses. Meanwhile, on the environmental aspect, there were still poultry slaughterhouses without waste treatment and supervision. The results of this study concluded that the poultry slaughterhouses in traditional markets in Kendari City had not implemented Good Hygiene Practices thoroughly. Keyword: Good hygiene practices, poultry slaughterhouse, traditional market ABSTRAK Penjaminan kualitias dan keamanan pangan memiliki peranan penting dalam penyediaan bahan pangan. Daging ayam merupakan salah satu bahan pangan asal hewan yang terus mengalami peningkatan permintaan setiap tahunnya. Penyediaan daging ayam yang di Kota Kendari masih bergantung pada pasar tradisional melalui tempat pemotongan ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Good Hygiene Practices yang dilaksanakan pada tempat pemotongan ayam yang terletak di pasar tradisional Kota Kendari. Penitian difokuskan pada kompetensi pekerja, produk daging ayam serta lingkungan produksi. Pengumpulan data dilakukan melaui observasi dan wawancara pada 39 pelaku usaha dari 7 pasar tradisional yang terdapat di Kota Kendari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 69,23% (27/39) responden berada pada rentan usia produktif yaitu 21-40 tahun, 48,72% (19/39) tingkat pendidikan responden adalah SLTA sederajat. Pada proses produksi keseluruhan tempat pemotongan ayam tidak memisahkan antara ruang bersih dan ruang kotor dalam penanganan karkas. Sedangkan pada aspek lingkungan, masih ditemukan TPA yang berprodusi tanpa pengolahan limbah serta tanpa pengawasan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tatalaksana pemotonan ayam di pasar tradisonal Kota Kendari belum menerapkan prosedur Good Hygiene Practices secara menyeluruh. Kata kunci: Good Hygiene Practices, tempat pemotongan ayam, pasar tradisional
TOTAL FENOLIK EKSTRAK KASAR KULIT NANAS HASIL FERMENTASI SEBAGAI KANDIDAT ANTIOKSIDAN Ida Ayu Preharsini Kusuma; Mustarim, Andi Laila Nugrawati; Usman, Reni; Daruki, Retno
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.222

Abstract

Tanaman nanas memiliki berbagai kandungan kimia, salah satunya adalah senyawa fenolik. Senyawa fenolik pada tanaman memiliki fungsi sebagai antioksidan. Antioksidan adalah molekul yang menjaga sel dari efek radikal bebas sehingga dapat menyeimbangkan stress oksidatif. Fermentasi adalah salah satu penerapan bioteknologi dengan memanfaatkan mikroorganisme dalam menghasilkan enzim maupun metabolit yang digunakan untuk membentuk produk baru dengan sifat biokimiawi yang termodifikasi. Pada penelitian ini dilakukan fermentasi menggunakan S.cerevisiae dengan proses fermentasi anaerob pada suhu ruang. Variasi waktu fermentasi yaitu 24, 48, dan 72 jam. Pengukuran total fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan pengukuran menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 750 nm. Adapun nilai total fenolik yang diperoleh pada kelompok tanpa fermentasi/Kontrol (K) Fermentasi hari ke-1 (F1), Fermentasi hari ke-2 (F2), dan Fermentasi hari ke-3 (F3) secara berturut-turut adalah sebagai berikut: 37,31 mgGAE/g; 37,00 mgGAE/g ; 53,96 mgGAE/g ; 80,38 mgGAE/g. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan total fenolik tertinggi dari ekstrak kulit nanas hasil fermentasi terdapat pada fermentasi hari ke-3.
OPTIMASI PRODUKSI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) MELALUI FERMENTASI Rhizopus Oligosporus DENGAN KATALIS ENZIM PAPAIN: STUDI EFISIENSI DAN KUALITAS PRODUK Baihaqi, Baihaqi; Fatahu, Fatahu; Nugrawati Mustarim, Andi Laila; Nafilawati, Wa Ode
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v6i2.10864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) melalui kombinasi fermentasi menggunakan Rhizopus oligosporus dan katalis enzim papain. Kombinasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi dan kualitas produk, termasuk hasil, kadar air, kadar asam lemak bebas, dan bilangan iodin. Proses fermentasi dilakukan pada krim santan kelapa dengan variasi konsentrasi ragi tempe dan ekstrak pepaya pada pH 3, 4, dan 5, diikuti dengan analisis kualitas VCO yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kombinasi ini mampu meningkatkan hasil secara signifikan dibandingkan dengan metode konvensional. Kondisi optimal tercapai dengan penambahan 0,5 gram ragi tempe dan 10 mL ekstrak pepaya pada pH 4, menghasilkan rendemen sebesar 30,45%. Pada kondisi ini, kadar air, kadar asam lemak bebas, dan bilangan iodin masing-masing tercatat sebesar 0,27%, 0,144%, dan 7,12 gram iodin/100 gram minyak, memenuhi standar kualitas VCO. Penambahan konsentrasi ekstrak pepaya yang lebih tinggi cenderung meningkatkan kadar asam lemak bebas, tetapi mengurangi bilangan iodin. Kombinasi metode fermentasi dan enzimatis ini membuktikan keunggulannya dalam menghasilkan VCO berkualitas tinggi dengan waktu produksi yang lebih efisien. Temuan ini menawarkan solusi inovatif untuk pengembangan teknologi produksi VCO dalam industri pangan, kesehatan, dan kosmetik.
THE INFLUENCE OF SOCIAL AND ECONOMIC ASPECTS ON FISH CONSUMPTION TRENDS AMONG GENERATION Z INKENDARI CITY: PENGARUH ASPEK SOSIAL EKONOMI TERHADAP TRENKONSUMSI IKAN PADA GENERASI Z DI KOTA KENDARI Baihaqi; Ika Rezvani Aprita; Sri Agustina; Windayani; Harmiaty Bahar; Fatahu; Andi Laila Nugrawati M
ROCE : Jurnal Pertanian Terapan Vol. 2 No. 2 (2025): JPT ROCE 4, 2025
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/roce.v2i2.131

Abstract

This study aims to analyze fish consumption trends among Generation Z in Kendari, focusing on the social and economic factors that influence these trends. Generation Z, born between 1997 and 2012, shows diverse consumption preferences. Factors affecting fish consumption patterns in this group include frequency, motivation, preference for fish types, knowledge of fish benefits, as well as social, cultural, and economic influences such as fish prices. The study found that most respondents consume fish at least once a week, with a preference for marine fish over freshwater fish. Health benefits are the primary motivation for fish consumption, although knowledge about the health benefits of fish remains limited. The influence of family, peers, and social media plays a dominant role in shaping fish-eating habits. Additionally, the price of fish is a significant barrier in consumption decisionsamong Gen Z. These findings are expected to contribute to policies aimed at increasing the consumption of nutritious fish among the younger generation.