Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN JELAJAH SAWAH PERTANIAN BOWONGAN (JSPB) DESA WISATA SONGGO LANGIT, MANGUNAN Tanto Lailam; Awang Daru Murti; Ani Yunita
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1253.492 KB)

Abstract

Tujuan program pengembangan desa mitra: (1) memetakkan potensi wisata yang dimiliki DesaWisata Songgo Langit; (2) Memetakan strategi yang dilakukan untuk mewujudkan Desa Wisataberbasis alam, budaya dan pertanian; (3) Melakukan implementasi pengembangan desa wisata.Tujuan ini dilatarbelakangi adanya persoalan yang muncul dalam pengelolaan desa wisata adalahlemahnya pengembangan destinasi yang berkelanjutan, (struktur dan sumber daya manusia) yangkurang memiliki pemahaman yang baik dalam manajemen tata kelola desa wisata, manajemen dankomunikasi pemasaran yang tidak terencana dengan baik dan bersifat konvensional. Metodepelaksanaan dalam program pemberdayaan (partisipasi aktif) ini adalah metode survei danwawancara, pelatihan, pendampingan, focus group discussion, studi banding ke desa wisatapercontohan nasional.Hasil pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Jelajah Sawah Pertanian Bowongan(Jspb) Desa Wisata Songgo Langit, Mangunan, yaitu munculnya: pemetaan potensi-potensi unggulan,berupa: (1) Jelajah Wisata Persawahan Bowongan Songgo Langit, disertai wisata alam watu pipisan,wisata alam watu pipisan memiliki destinasi yang menarik, berupa watu pipisan dan gunung trasi; (2)Sanggar Ngesti Budoyo Songgo Langit yang didalamnya terdapat Kesenian Wayang Wong, Rasulan,Wiwitan, Sholawat Maulid Nabi, dan lainnya; (3) Wisata edukasi (pendidikan) berupa edukasipertanian tradisional, edukasi wayang wong, termasuk didalamnya outbound untuk mengenalkan alamkepada para wisatawan.Strategi pengembangan dengan: (1) Gotong Royong dan Musyawarah Pembangunan DesaWisata, (2) Pelatihan, meliputi: Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata, Pengelolaan Desa Wisata yangBerkelanjutan, Komunikasi Pariwisata (model komunikasi pariwisata, komunikasi Pemasaran DesaWisata, Branding Desa Wisata, Pelatihan Pengelolaan Website dan Media Sosial untuk mendukungPromosi Desa Wisata), Pengelolaan Keuangan Desa Wisata dan Badan Usaha Milik Desa Wisata, danPelatihan Wayang Wong. Selain itu dilakukan FGD Pengembangan Desa Wisata untuk menemukansolusi terhadap persoalan-persoalan berkaitan dengan pengembangan desa wisata, baik manajemenpengelola, persoalan regulasi, sumber daya manusia, dan keuangan. Strategi lainnya adalah Studibanding dilakukan untuk memahami pengalaman terbaik (best practice) manajemen pengelolaan DesaWisata yang memiliki potensi dan keunggulan yang sama dengan Desa Wisata Songgo Langit. Studibanding dilakukan di Desa Wisata Nglanggeran dan Desa Wisata Sri Gethuk, Gunungkidul. Selainitu, untuk memperkuat potensi dibuatlan profil potensi desa wisata dan website desa wisata denganalam www.persawahanbowongan.com.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN JELAJAH SAWAH PERTANIAN BOWONGAN (JSPB) DESA WISATA SONGGO LANGIT, MANGUNAN Lailam, Tanto; Murti, Awang Daru; Yunita, Ani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan program pengembangan desa mitra: (1) memetakkan potensi wisata yang dimiliki DesaWisata Songgo Langit; (2) Memetakan strategi yang dilakukan untuk mewujudkan Desa Wisataberbasis alam, budaya dan pertanian; (3) Melakukan implementasi pengembangan desa wisata.Tujuan ini dilatarbelakangi adanya persoalan yang muncul dalam pengelolaan desa wisata adalahlemahnya pengembangan destinasi yang berkelanjutan, (struktur dan sumber daya manusia) yangkurang memiliki pemahaman yang baik dalam manajemen tata kelola desa wisata, manajemen dankomunikasi pemasaran yang tidak terencana dengan baik dan bersifat konvensional. Metodepelaksanaan dalam program pemberdayaan (partisipasi aktif) ini adalah metode survei danwawancara, pelatihan, pendampingan, focus group discussion, studi banding ke desa wisatapercontohan nasional.Hasil pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Jelajah Sawah Pertanian Bowongan(Jspb) Desa Wisata Songgo Langit, Mangunan, yaitu munculnya: pemetaan potensi-potensi unggulan,berupa: (1) Jelajah Wisata Persawahan Bowongan Songgo Langit, disertai wisata alam watu pipisan,wisata alam watu pipisan memiliki destinasi yang menarik, berupa watu pipisan dan gunung trasi; (2)Sanggar Ngesti Budoyo Songgo Langit yang didalamnya terdapat Kesenian Wayang Wong, Rasulan,Wiwitan, Sholawat Maulid Nabi, dan lainnya; (3) Wisata edukasi (pendidikan) berupa edukasipertanian tradisional, edukasi wayang wong, termasuk didalamnya outbound untuk mengenalkan alamkepada para wisatawan.Strategi pengembangan dengan: (1) Gotong Royong dan Musyawarah Pembangunan DesaWisata, (2) Pelatihan, meliputi: Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata, Pengelolaan Desa Wisata yangBerkelanjutan, Komunikasi Pariwisata (model komunikasi pariwisata, komunikasi Pemasaran DesaWisata, Branding Desa Wisata, Pelatihan Pengelolaan Website dan Media Sosial untuk mendukungPromosi Desa Wisata), Pengelolaan Keuangan Desa Wisata dan Badan Usaha Milik Desa Wisata, danPelatihan Wayang Wong. Selain itu dilakukan FGD Pengembangan Desa Wisata untuk menemukansolusi terhadap persoalan-persoalan berkaitan dengan pengembangan desa wisata, baik manajemenpengelola, persoalan regulasi, sumber daya manusia, dan keuangan. Strategi lainnya adalah Studibanding dilakukan untuk memahami pengalaman terbaik (best practice) manajemen pengelolaan DesaWisata yang memiliki potensi dan keunggulan yang sama dengan Desa Wisata Songgo Langit. Studibanding dilakukan di Desa Wisata Nglanggeran dan Desa Wisata Sri Gethuk, Gunungkidul. Selainitu, untuk memperkuat potensi dibuatlan profil potensi desa wisata dan website desa wisata denganalam www.persawahanbowongan.com.