Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Elementary School Teachers’ Insight to Rotation Models of Blended Learning Anjarani, Devie Reztia; Yuliarsih, Yuliarsih; Tafrilyanto, Chairul Fajar; Harsono, Harsono
Jetlal Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jetlal.v8i1.6486

Abstract

Blended learning, which is mostly used in higher education, is introduced to Elementary Schools teachers through teaching and learning English. This study aimed at exploring the teachers’ responses on their attitudes towards the implementation of blended learning as an interactional teaching and learning tool in English course. Observation, questionnaire, and interview were given to 24 elementary school teachers who are also students of English in Open University. The result showed around 45.8% of them have already had PC or laptop and only 8.2% really have problem in internet connection. Further, 50% of teachers stated that rotation blended learning is ease their teaching and learning.
MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS GURU DI SMK AL HUSEN PADEMAWU MELALUI PELATIHAN FLIPPED CLASSROOM Zuhri, Muhammad Darrin; Anjarani, Devie Reztia; Syaiful, Syaiful; Yuliarsih, Yuliarsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22732

Abstract

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menilai seberapa baik metode flipped classroom telah meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para guru di SMK Al Husen Pademawu. Lingkungan pendidikan di sekolah ini menyulitkan untuk mencapai kemahiran berbahasa Inggris, terutama ketika menggunakan beberapa metode tradisional yang tersedia. Pelatihan ini mencoba untuk mengatasi keterbatasan ini dengan menggunakan pelatihan flipped classroom. Latar belakang pelatihan ini adalah lingkungan pendidikan SMK Al Husen Pademawu, di mana ditemukan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para guru agar mereka dapat lebih berhasil dalam mengajar para siswa. Ditekankan bahwa penguasaan bahasa Inggris yang baik sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan komunikasi di dalam kelas. Kesulitan dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris guru dan kekurangan pendekatan pelatihan tradisional diidentifikasi sebagai masalah. Oleh karena itu, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para pengajar dan memperkenalkan model flipped classroom sebagai pengganti teknik pelatihan tradisional. Hal ini dilaksanakan melalui strategi yang mencakup perancangan eksperimen, pemilihan sampel, dan pemberian pelatihan flipped classroom dengan menggunakan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan para guru. Hasilnya akan dievaluasi dengan melacak perkembangan kemampuan bahasa Inggris para guru dan bagaimana tanggapan mereka terhadap pelatihan tersebut. Hasilnya menunjukkan adanya respon positif terhadap metodologi flipped classroom dan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan bahasa Inggris para guru. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mengukur dampaknya terhadap pengajaran dan pembelajaran di SMK Al Husen Pademawu. Implikasi dari pelatihan ini meliputi penggunaan pendekatan flipped classroom dalam lingkungan pendidikan, identifikasi peluang untuk pengembangan lebih lanjut, dan saran untuk perbaikan berkelanjutan. Hasil pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan baik secara lokal maupun nasional.
Internalisasi Nilai-nilai Kegamaan pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Madura dalam Beropini di Media Sosial Amalia, Laili; Yuliarsih, Yuliarsih; Indahwati, Rohmah; Rudiyanto, Mohammad
KOLONI Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i1.123

Abstract

Technological advances have had a significant impact on society. Internet is one type of technology used to communicate. The fact that social media is used on the Internet is one of its benefits. The use of social media is growing rapidly nowadays. Social media can be utilized to increase knowledge if handled properly and effectively. Students are given the option to choose the information that best suits their needs. Also, it might help to become more proficient at making comments and sharing ideas on social media. This study uses a qualitative methodology by using sentences from the results of the Student Questionnaire of the Indonesian Language Education Study Program, FKIP Madura University as data and sources of research data. Techniques for collecting data through surveys and analyzing them qualitatively. When students share views on social media while maintaining their belief in Religious values. Aspects of faith, morals, and worship are one of the teachings of religion that must be instilled in humans. Through the educational process and teaching materials, students of the Indonesian Language Education Study Program, FKIP Madura University, are able to bring up aqidah and ethics. Religious principles are formally communicated through the integration and educational process. Views and behavior of other individuals that have been used in the use of social media by students. FKIP Madura University seeks to help students internalize religious values. So that the value of religious life can be expressed in the attitudes and behavior of students Keywords: religious values ​​and social media
DEVELOPING CRITICAL READING THROUGH TEXTUAL ANALYSIS TO PROMOTE DEMOCRATIC DISCOURSE: A STUDY ON ENGLISH EDUCATION STUDENTS Yuliarsih, Yuliarsih
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6422

Abstract

ABSTRACT This study explores the development of critical reading skills through textual analysis to promote democratic discourse among English Education students at FKIP Universitas Madura. In the context of the post-truth era, where misinformation challenges rational communication, critical literacy is essential for nurturing democratic competencies. This qualitative descriptive research involved 25 fifth-semester students and employed classroom observations, written responses, and semi-structured interviews to collect the data. The analysis focused on students’ abilities to interpret texts, evaluate arguments, and reflect ideologically. The findings reveal a significant improvement in students’ critical reading competencies, as they increasingly identify central themes, authorial intentions, and social contexts within texts. Moreover, the students demonstrated heightened awareness of bias, intertextuality, and hegemonic values embedded in media narratives. These competencies were manifested in both written assignments and class discussions, where the students engaged in deliberative dialogues marked by tolerance, respect, and rational argumentation. The study confirms that textual analysis is an effective pedagogical approach for integrating language skills with civic literacy, fostering not only the cognitive but also the affective and ethical dimensions of reading. The implications include the necessity for teacher training in critical literacy and the incorporation of democratic education principles into the English curriculum. Future research could explore long-term interventions and the integration of digital literacy to further enhance students’ critical engagement with texts across various media. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi pengembangan keterampilan membaca kritis melalui analisis tekstual untuk mempromosikan wacana demokrasi di kalangan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di FKIP Universitas Madura. Dalam konteks era pasca-kebenaran, di mana informasi yang salah menantang komunikasi rasional, literasi kritis sangat penting untuk memelihara kompetensi demokrasi. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan 25 mahasiswa semester lima dan menggunakan observasi kelas, tanggapan tertulis, dan wawancara semi-terstruktur untuk mengumpulkan data. Analisis berfokus pada kemampuan siswa untuk menafsirkan teks, mengevaluasi argumen, dan merefleksikan secara ideologis. Temuan ini mengungkapkan peningkatan yang signifikan dalam kompetensi membaca kritis siswa, karena mereka semakin mengidentifikasi tema sentral, niat penulis, dan konteks sosial dalam teks. Selain itu, para siswa menunjukkan kesadaran yang tinggi akan bias, intertekstualitas, dan nilai-nilai hegemonik yang tertanam dalam narasi media. Kompetensi ini diwujudkan baik dalam tugas tertulis maupun diskusi kelas, di mana siswa terlibat dalam dialog deliberatif yang ditandai dengan toleransi, rasa hormat, dan argumentasi rasional. Studi ini menegaskan bahwa analisis tekstual adalah pendekatan pedagogis yang efektif untuk mengintegrasikan keterampilan bahasa dengan literasi sipil, menumbuhkan tidak hanya dimensi kognitif tetapi juga dimensi afektif dan etis membaca. Implikasinya termasuk perlunya pelatihan guru dalam literasi kritis dan penggabungan prinsip-prinsip pendidikan demokratis ke dalam kurikulum bahasa Inggris. Penelitian di masa depan dapat mengeksplorasi intervensi jangka panjang dan integrasi literasi digital untuk lebih meningkatkan keterlibatan kritis siswa dengan teks di berbagai media.
Pendampingan Guru SDN Jungcangcang 1 Melalui Etnolite Digital Untuk Meningkatkan Pendidikan Literasi Yang Mendukung Deep Learning Tafrilyanto, Chairul Fajar; Amalia, Laili; Yuliarsih, Yuliarsih; Zayyadi, Moh; Maulidia, Siti Nur; Akbar, Rifal; Imam, Khana Zulfana
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v9i2.2592

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah pendampingan guru SDN Jungcangcang 1 melalui platform EtnoLite Digital untuk meningkatkan pendidikan literasi yang mendukung penerapan deep learning. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari, pada hari pertama, peserta diberikan materi pendidikan literasi dalam deep learning dan pengenalan aplikasi etnolite digital (fitur dan penggunaannya). Pada hari kedua, peserta diberikan materi instalasi aplikasi etnolite digital dan implementasi aplikasi etnolite digital. Metode pelaksanaan oleh tim pengabdian adalah 1) Identifikasi Awal (Analisis Permasalahan dan Kebutuhan), 2) Identifikasi Budaya dan Literasi yang Digunakan, 3) Rancangan EtnoLite Digital (Berbasis Budaya & Literasi), 4) Pelatihan dan Pendampingan, 5) Implementasi IPTEKS (EtnoLite Digital), 6) Penilaian dan Evaluasi, dan 7) Keberlanjutan Program. Penggunaan EtnoLite Digital dalam pembelajaran terbukti membantu siswa mengenal dan memahami budaya lokal, sekaligus memudahkan guru dalam menyusun materi ajar berbasis budaya secara lebih efisien dan menarik.
AKTA NOTARIS DALAM BENTUK CYBER NOTARY SEBAGAI ALAT BUKTI DI PENGADILAN Yuliarsih, Yuliarsih
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 8, No 2 (2025): 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v8i2.294-301

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis akta cyber notary di Indonesia jika dilihat dari konsep akta autentik menurut KUHPerdata dan kedudukan akta cyber notary sebagai alat bukti di pengadilan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dan tipe penelitian yang digunakan adalah Reform Oriented. Hasil penelitian: Pertama, Akta cyber notary di Indonesia jika dilihat dari konsep akta autentik menurut KUHPerdata maka tidak memenuhi salah satu unsur akta otentik pada Pasal 1868 KUHPerdata, yaitu unsur “berhadapan”. Hal ini dikarenakan unsur berhadapan di dalam pasal tersebut masih diartikan secara konvensional. Kedua, Kedudukan akta cyber notary jika ditarik ke pengadilan maka kekuatan pembuktiannya sama dengan akta di bawah tangan. Hal tersebut telah diatur dalam Pasal 1869 KUHPerdata dan Pasal 16 ayat (9) UUJN-P. Selain itu, akta cyber notary juga bukan merupakan bagian dari alat bukti elektronik sebagaimana diatur Pasal 5 ayat (4) perubahan kedua UU ITE. Kata kunci: Notaris, Cyber Notary, Alat Bukti, Pengadilan.
APPLICATION OF DEBATE METHOD TO IMPROVE SPEAKING ABILITY OF STUDENTS OF SMAN 1 GALIS PAMEKASAN Yuliarsih, Yuliarsih; Zuhri, Muhammad Darrin; Wahyuli, Sabrina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42205

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the debate method in improving the speaking skills of grade XI students at SMAN 1 Galis Pamekasan. Speaking skills are one of the important competencies in education, but they are often overlooked in conventional learning. This study uses a Classroom Action Research (PTK) design which is carried out in two cycles. Each cycle involves the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 30 grade XI students, with data obtained through observation sheets, speaking skills assessment rubrics, and documentation. Data analysis was carried out using qualitative and quantitative descriptive methods. The results showed that the debate method significantly improved students' speaking skills. The average speaking skill score increased from 65 in the initial condition to 82 after two cycles. This improvement can be seen in the aspects of fluency, clarity, and proper use of vocabulary. Observations also showed that students became more confident and active in participating. The debate method is not only effective in improving speaking skills, but it also encourages students to think critically and work collaboratively. This study concludes that the debate method is an effective learning strategy and can be widely implemented in secondary schools. Teachers are advised to make debate a part of their learning routine, with relevant topics and clear guidance. Further research is recommended to explore the application of debate methods at different levels of education and their impact on long-term communication skills.
TEACHING READING COMPREHENSION USING A COMMUNICATIVE APPROACH TO CLASS VII STUDENTS AT MTS DARUSSALAMAH BARUH SAMPANG Rohmah, Miftahur; Yuliarsih, Yuliarsih
The Ellite of Unira Vol 9, No 1 (2026): THE ELLITE OF UNIRA
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/ellite.v9i1.2936

Abstract

This research aims to find out how to overcome students' reading comprehension using a communicative approach to class VII students at MTs Darussalamah and to find out student responses in teaching reading comprehension using a communicative approach to class VII students at MTs Darussalamah. This research is a qualitative research. Data collection was obtained through classroom observations, interviews, documentation. The research results show that teachers use this communicative approach in students' reading comprehension with descriptive text material. Student responses in teaching reading comprehension to seventh grade students at MTS Darussalamah were that students showed high interest in learning English using a communicative approach. They feel enthusiastic and active in learning English. Students also feel attracted to the communicative approach, they find this media fun and easy to understand. Apart from that, the teacher succeeded in showing positive performance during learning by using a communicative approach.