Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN MINAT BACA DAN KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI CERPEN SISWA KELAS IV SD NEGERI SAMBIREMBE 2 SRAGEN Hidayah, Dliyaan Nur; Asfuri, Ninda Beny; Ambarsari, Rika Yuni
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jmsg.v11i2.4874

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui hubungan antara minat baca dengan kemampuan mengidentifikasi cerpen siswa kelas IV SD Negeri Sambirembe 2 Sragen tahun pelajaran 2022/2023. (2) Untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca dengan kemampuan mengidentifikasi cerpen. (3) Untuk mengetahui hubungan antara minat baca dan kebiasaan membaca dengan kemampuan Mengidentifikasi cerpen siswa kelas IV SD Negeri Sambirembe 2 Sragen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dan ex-post facto. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 9 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik korelasi product moment dan analisis korelasi ganda dengan menggunakan variabel minat baca (X1), Kebiasaan Membaca (X2) sebagai predictor dan variabel terikat adalah Kemampuan Mengidentifikasi cerpen (Y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan yang positif dan tidak signifikan antara minat baca dengan kemampuan mengidentifikasi cerpen, dimana rhitung sebesar 0,377, sedangkan rtabel dengan N=9 pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,666, jadi rhitung lebih kecil dari rtabel (0,377 < 0,666). (2) Terdapat hubungan yang positif dan tidak signifikan antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca, dimana rhitung sebesar 0,168, sedangkan rtabel dengan N=9 pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,666, jadi rhitung lebih kecil dari rtabel (0,168 < 0,666). (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat baca dan kebiasaan membaca dengan kemampuan mengidentifikasi cerpen, dimana Fhitung sebesar 0,510, sedangkan Ftabel dengan N=9 pada taraf signifikansi 5% sebesar 4,26, jadi Fhitung lebih besar dari Ftabel (0,510 > 4,26).
HUBUNGAN MINAT BACA DAN KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI CERPEN SISWA KELAS IV SD NEGERI SAMBIREMBE 2 SRAGEN Hidayah, Dliyaan Nur; Asfuri, Ninda Beny; Ambarsari, Rika Yuni
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jmsg.v11i2.4874

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui hubungan antara minat baca dengan kemampuan mengidentifikasi cerpen siswa kelas IV SD Negeri Sambirembe 2 Sragen tahun pelajaran 2022/2023. (2) Untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca dengan kemampuan mengidentifikasi cerpen. (3) Untuk mengetahui hubungan antara minat baca dan kebiasaan membaca dengan kemampuan Mengidentifikasi cerpen siswa kelas IV SD Negeri Sambirembe 2 Sragen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dan ex-post facto. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 9 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik korelasi product moment dan analisis korelasi ganda dengan menggunakan variabel minat baca (X1), Kebiasaan Membaca (X2) sebagai predictor dan variabel terikat adalah Kemampuan Mengidentifikasi cerpen (Y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan yang positif dan tidak signifikan antara minat baca dengan kemampuan mengidentifikasi cerpen, dimana rhitung sebesar 0,377, sedangkan rtabel dengan N=9 pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,666, jadi rhitung lebih kecil dari rtabel (0,377 < 0,666). (2) Terdapat hubungan yang positif dan tidak signifikan antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca, dimana rhitung sebesar 0,168, sedangkan rtabel dengan N=9 pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,666, jadi rhitung lebih kecil dari rtabel (0,168 < 0,666). (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat baca dan kebiasaan membaca dengan kemampuan mengidentifikasi cerpen, dimana Fhitung sebesar 0,510, sedangkan Ftabel dengan N=9 pada taraf signifikansi 5% sebesar 4,26, jadi Fhitung lebih besar dari Ftabel (0,510 > 4,26).
PERAN GURU UNTUK MENGHABITUASI SIKAP SOPAN SANTUN SISWA KELAS VI SDN BOROREJO SURAKARTA TAHUN 2024/2025: PERAN GURU UNTUK MENGHABITUASI SIKAP SOPAN SANTUN SISWA KELAS VI SDN BOROREJO SURAKARTA TAHUN 2024/2025 Huda Tri Kurniawan; Rika Yuni Ambarsari; Mohammad Ali Yafi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34488

Abstract

Sopan santun merupakan salah satu nilai moral atau suatu tingkah laku baik yang harus dimiliki oleh setiap manusia untuk menghormati orang lain. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui 1) untuk menjelaskan kendala yang dialami guru untuk Menghabituasi sikap sopan santun siswa kelas VI di SDN Bororejo Surakarta; 2) untuk mendeskripsikan peran yang dilakukan guru untuk menghabituasi sikap sopan santun siswa kelas VI di SDN Bororejo Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian tiga responden, yaitu: kepala sekolah, wali kelas VI, dan siswa kelas VI. Tenik pengumpulan data menggunakan Teknik sampling (cuplikan), instrumen pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya kendala yang dialami guru dalam Menghabituasikan sikap sopan santun siswa yaitu, perbedaan karakter, minat rendah terhadap nilai kesopanan, serta kemampuan berperilaku siswa bervariasi. (2) Diperlukan peran guru yang berwibawa, adil, dan mampu merangkul siswa dalam membentuk karakter melalui pembiaasaan yang konsisten dan teladan nyata, terutama dalam menanamkan sikap sopan santun.
PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA KELAS V PADA SUB TEMA MANUSIA DAN LINGKUNGAN SDN 01 KEMIRI Ambarsari, Rika Yuni; Alfianto, Zul
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 11 No 1 (2024): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa yang meliputi sikap, keterampilan, dan hasil belajar pada sub tema manusia dan lingkungan siswa kelas V SD Negeri 01 Kemiri tahun pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitiannya siswa kelas V SD Negeri 01 Kemiri yang terdiri dari 11 siswa lakilaki dan 9 siswa perempuan. Penelitian dilakukan dua siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, tes, observasi, dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan teknis analasis model deskriptif interaktif yang terdiri dari empat komponen analisis, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menunjukkan nilai rata-rata kinerja guru sebesar 50% pada pra siklus meningkat menjadi 63,88% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 83,33% pada siklus II. Nilai rata-rata kompetensi sikap siswa sebesar 1,91 pada pra siklus meningkat menjadi 2,32 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 2,81 pada siklus II. Nilai rata-rata kompetensi keterampilan siswa sebesar 1,85 pada pra siklus meningkat menjadi 2,28 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 2,71 pada siklus II. Pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, nilai rata-rata kinerja guru sebesar 55,5% pada pra siklus meningkat menjadi 69,44% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 91,66% pada siklus II. Nilai rata kompetensi sikap siswa sebesar 1,97 pada pra siklus meningkat menjadi 2,42 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 3,02 pada siklus II. Nilai rata-rata kompetensi keterampilan siswa sebesar 1,95 pada pra siklus meningkat menjadi 2,43 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 2,97 pada siklus II. Meningkatnya kompetensi sikap dan keterampilan siswa maka berdampak pada hasil belajar siswa yang ditunjukkan pada pra siklus nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 59,5 meningkat menjadi 70,5 pada siklus I dan meningkat menjadi 84 pada siklus II. Pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam nilai rata-rata siswa sebesar 51,5 pada pra siklus meningkat menjadi 72 pada siklus I, dan meningkat menjadi 88 pada siklus II. Berdasarkan hasil nilai kinerja guru, dan kompetensi siswa, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan konstruktivisme merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi siswa kelas V SD Negeri 01 Kemiri pada sub tema manusia dan lingkungan.
Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Belajar Dan Pembelajaran Berbasis Tri Ciri Tentara Pelajar (Patriotisme, Kepeloporan Dan Kemandirian) Pada Mahasiswa UTP Surakarta Beny Asfuri, Ninda; Ambarsari, Rika Yuni
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v7i1.16101

Abstract

Teaching materials are one of the important factors in the effectiveness of learning, especially at the Higher Education level. Lack of teaching materials can certainly affect the quality of learning or lectures. The purpose of developing this module is 1) to increase students' understanding of the three characteristics of student soldiers which will be developed in learning courses so that students really animate, interpret and can implement them in everyday life on campus and outside campus, ) to determine the feasibility level of the developed teaching materials. This type of research is research and development research. Development refers to the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation and evaluation). Based on the overall product assessment by material and learning experts, a score of X = 265 was obtained, which was included in the "Very Good" score criteria. While the overall product assessment by media experts obtained a score of X = 167, which is included in the "Very Good" score criteria. Keywords: Development of Teaching Materials; Study and Learning; Three Characteristics of TP
PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA DINI MELALUI EDUKASI GIZI DAN PENDAMPINGAN ORANG TUA Teguh Santosa; Rendra Agung Prabowo; Wisnu Mahardika; Rika Yuni Ambarsari; Sasmito, Luncana Faridhoh; Nico Ponco
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5844

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi anak usia dini di Indonesia, termasuk di daerah pedesaan di mana kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan. Pendekatan Zielzielorientierte Projektplanung (ZOPP) digunakan, yang melibatkan guru PAUD/TK Islam NURUL IMAN, kader posyandu KARANGAYAR, dan orang tua secara aktif dalam menemukan masalah, merencanakan, melaksanakan, berpikir, dan menilai. Untuk mencapai tujuan ini, pre-test dan post-test pengetahuan gizi dilakukan, berat badan dan tinggi badan anak dipantau, dan praktik pemberian makan langsung di rumah diamati. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman orang tua, yaitu dari 58% menjadi 89%, dan perubahan perilaku oleh 79% orang tua dalam menerapkan menu seimbang setiap hari. Selain itu, 40% anak mengalami peningkatan berat badan dan 63% anak mengalami peningkatan tinggi badan selama periode pendampingan. Selain itu, program ini mendorong kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan kader kesehatan dalam melacak perkembangan anak. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan literasi orang tua tentang gizi makanan dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak usia dini sebagai cara pencegahan untuk mengurangi risiko stunting. Dengan menyesuaikannya dengan kebutuhan lokal dan dukungan lintas sektor, program ini harus direplikasi di wilayah lain.
Speak with Impact: A Training on English for Presentation Nur Hidayati, Diyah; Mohammad Ali Yafi; Ninda Beny; Rika Yuni Ambarsari; Aan Budi Santoso; Luncana Faridhoh Sasmito; Rima Febrianti; Harbono
Jurnal Pengabdian Melek Literasi Vol. 3 No. 02 (2025): Vol. 3 No. 02 (2025): JPML : Jurnal Pengabdian Masyarakat melek Literasi
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/xdq54j32

Abstract

Artikel ini melaporkan implementasi dan hasil pelatihan English for Presentation yang dilakukan untuk mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan presentasi mahasiswa dalam bahasa Inggris dan membangun kepercayaan diri mereka dalam berbicara di depan umum melalui kegiatan interaktif dan paparan terhadap pelatih penutur asli bahasa Inggris. Pelatihan ini menerapkan metode berbasis lokakarya yang terdiri dari ceramah, demonstrasi, praktik terbimbing, dan latihan membangun kepercayaan diri. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam menyusun struktur presentasi, menggunakan bahasa penanda yang tepat, dan menerapkan teknik penyampaian yang efektif, termasuk pengucapan, intonasi, dan bahasa tubuh. Peserta juga melaporkan penurunan kecemasan dan peningkatan kemauan untuk berbicara dalam bahasa Inggris selama tugas presentasi. Diskusi menyoroti nilai masukan otentik, lingkungan belajar yang mendukung, dan praktik pengalaman dalam mengembangkan kompetensi komunikatif mahasiswa. Secara keseluruhan, program ini secara efektif memperkuat kesiapan mahasiswa untuk presentasi dalam konteks akademik, menunjukkan pentingnya mempertahankan inisiatif pelatihan serupa untuk mendukung pengembangan keterampilan yang berkelanjutan.