Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu
Program Magister Teknik Geomatika, ITS

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Jurnal Geodesi Undip

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TAMBAK TERHADAP PRODUKTIVITAS BUDIDAYA UDANG MENGGUNAKAN SIG (STUDI KASUS : KABUPATEN KENDAL) Setiaji, Krisna; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.951 KB)

Abstract

Budidaya udang merupakan salah satu faktor terpenting dalam usaha peningkatan produktivitas dari perikanan tambak di daerah pesisir Kabupaten Kendal, hal ini karena daerah tersebut memiliki potensi yang baik dari segi kualitas airnya dan kondisi geogafis di sekitarnya. Untuk mempertahankan tingkat produksi dan memastikan pengembangan usaha budidaya tambak yang lebih baik, maka data informasi tentang kesesuaian lahan tambak sangatlah diperlukan. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat digunakan untuk memetakan zona kesesuaian lahan tambak dan menganalisis tingkat produktivitas udang dari beberapa parameter spasial yang dikaji dalam penelitian ini. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi parameter non fisik dan fisik. Parameter non fisik menggunakan metode survei secara langsung untuk mendapatkan data kualitas air, seperti suhu, salinitas, keasaman/pH. Parameter fisik berupa data geografis, seperti jarak ke pantai,  jarak ke sungai, kelerengan, dan jenis tanah tidak dilakukan survei secara langsung dalam pengambilan data. Metode pembobotan yang digunakan berdasarkan analisis kesesuaian lahan, masing-masing parameter diberikan bobot dan skor yang nantinya dibagi menjadi beberapa kelas, hal ini agar lahan tambak yang akan dibangun sesuai dengan kriteria yang ditentukan sehingga dapat meningkatkan produktivitas budidaya udang. Hasil peta kesesuaian lahan tambak udang di Kabupaten Kendal didominasi dengan kategori cukup sesuai (S2) yang memiliki luas sebesar 108,622 ha atau 93,48% dari keseluruhan tambak udang yang ada. Tambak udang yang berada pada kategori sesuai bersyarat (S3) memiliki luas sebesar 7,573  ha atau 6,52%. Sedangkan untuk kategori sangat sesuai (S1) dan tidak sesuai (N) tidak ada. Berdasarkan survei kuisioner tingkat produktivitas udang hasil budidaya lahan tambak di Kabupaten Kendal dalam waktu 3 tahun, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesesuaian lahan tambak udang terhadap produktivitas di Kabupaten Kendal 71,43% berada pada kategori sesuai dan 28,57% berada pada kategori tidak sesuai. Wilayah yang sesuai yaitu pada Kecamatan Rowosari, Kecamatan Cepiring, Kecamatan Patebon, Kecamatan Brangsong dan Kecamatan Kaliwungu. Wilayah yang tidak sesuai yaitu Kecamatan Kangkung dan Kecamatan Kendal.
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT KEBERADAAN LOKASI WISATA TAHUN 2016-2019 DI KECAMATAN PEKALONGAN UTARA KOTA PEKALONGAN (STUDI KASUS : KECAMATAN PEKALONGAN UTARA) Muhammad, Rido; Suprayogi, Andri; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.688 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Pekalongan merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai beberapa objek wisata yang beragam mulai dari objek wisata alam hingga objek wisata buatan. Salah satu objek wisatanya adalah Pantai Slamaran yang berada di Kecamatan Pekalongan Utara. Potensi wisata yang ada di Kecamatan Pekalongan Utara berpengaruh terhadap jumlah kebutuhan lahan untuk sarana penunjang objek wisata atau sarana jual beli untuk kebutuhan ekonomi di sekitar objek wisata. Hal itu membuat terjadinya pembangunan sarana penunjang objek wisata atau pembangunan sarana jual beli semakin pesat sehingga mengakibatkan kebutuhan lahan akan semakin meningkatDalam penelitian ini dibentuk peta ZNT berdasarkan nilai tanah dengan penilaian masal. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan zona untuk menentukan titik sampel yang akan dicari. Kemudian membuat peta zona nilai tanah berdasarkan metode  pendekatan yang digunakan pendekatan perbandingan penjualan  Kecamatan Pekalongan Utara. Perhitungan penilaian menggunakan Microsoft Excel 2016. Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah menggunakan ArcGIS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai zona tanah pada tahun 2019 dan analisa perubahan nilai zona tanah dari tahun 2016 hingga 2019 di Kecamatan Pekalongan Utara. Hasil penelitian mendapatkan 56 zona dengan 476 sampel pada zona nilai tanah 2019 serta penelitian ini juga menghasilkan dampak yang diberikan oleh wisata pada tahun 2019 dari hasil regresi menunjukkan nilai R²  sebesar 0,1722 yang menunjukkan bahwa model regresi ini antara variabel memiliki kecocokkan yang lemah karena mendekati nilai 0. Hasil tersebut akan menunjukkan analisa pada tahun 2020 pengunjung turun harga dan tanah akan tetap naik sebagaimana pada tahun 2019Kata kunci : Kota Pekalongan, Potensi Wisata, Zona Nilai Tanah (ZNT)ABSTRACTPekalongan city is one of the cities in Central Java Province which has several diverse tourist object ranging from natural attractions to artificial attractions. One ot the tourist object is Slamaran Beach , located in North Pekalongan District. The tourism potential in North Pekalongan District has an influence of the amount of land need for supporting tourism object or facilities for economic needs around tourist attraction. That makes the construction of support facilities or the development of the facilities increasingly rapid, resulting the need for land will increase.In this research a ZNT map was formed based on land values with mass assesments. This research was conducted by make a zone to determine the sample point to be searched. Then make a map of the land value zone based on the methed of approach usend in sale comparison approach of North Pekalongan District. Calculation using Microsoft Excel 2016 and making the map of  land value zone using ArcGIS.This study aims to determine the value of land zones in 2019 and analysis of changes in land zone values from 2016 to 2019 in the District of North Pekalongan. The results found 56 zones with 476 samples in the 2019 land value zone and regression results showing an R² value of 0.1722 which indicates that this regression model between variables has a weak match because it approaches the value of 0. These results will show an analysis in 2020 visitors go down in price and land will continue to rise as in 2019Keywords : Pekalongan City , Tourist Attraction Potential , Land Value Zone 
ANALISIS FAKTOR AKSESIBILITAS JALAN, FASUM DAN FASOS TERHADAP HARGA TANAH MENGGUNAKAN RADIAL BASIS FUNCTION (STUDI KASUS: KELURAHAN UTAN KAYU SELATAN, JAKARTA TIMUR) Utama Giardi, Nahar Dito; Subiyanto, Sawitri; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMatraman merupakan salah satu kecamatan di Jakarta Timur yang memiliki posisi cukup strategis dimana paling dekat dengan Central Business District (CBD) Jakarta. Kedekatan posisi tersebut memiliki keuntungan tersendiri bagi Kecamatan Matraman salah satunya aksesibilitas terhadap CBD Jakarta. Kelurahan Utan Kayu Selatan merupakan salah satu contoh yang mengalami perkembangan pesat. Perkembangan sektor perekonomian terjadi salah satunya di Jalan Utan Kayu Raya sehingga berpotensi meningkatkan harga tanah di wilayah sekelilingnya. Potensi bisnis properti di Kelurahan Utan Kayu Selatan menjadi daya tarik tersendiri. Ketertarikan bisnis tersebut tidak terlepas dari faktor aksesibilitas, fasilitas umum dan fasilitas sosial. Model matematis dapat digunakan untuk pemetaan, pemantauan dan menjelaskan keterkaitan faktor-faktor tersebut terhadap harga tanah. Oleh sebab itu, model matematika dapat digunakan untuk membantu pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis properti. Metode yang digunakan dalam mengestimasi harga tanah di kelurahan tersebut yaitu Radial Basis Function (RBF), dengan melihat hubungan jarak bidang tanah terhadap jalan, fasilitas umum dan fasilitas sosial. Pemodelan dilakukan berdasarkan sampel yang ditentukan pada harga tanah ZNT dan NJOP. Selanjutnya, perhitungan jarak dilakukan dengan network analysis. Hasilnya, faktor aksesibilitas, fasilitas umum dan fasilitas sosial pada model RBF harga ZNT mempengaruhi 61,82% sedangkan pada model RBF harga NJOP mempengaruhi 34,91%. Pengaruh setiap faktor dapat dilihat pada nilai statistik t dan untuk melihat besar kecilnya pengaruh dapat dilihat pada koefisien model dimana faktor aksesibilitas yang paling berpengaruh pada model harga ZNT adalah Jalan Utan Kayu Raya sedangkan pada model harga NJOP adalah Jalan Jenderal Ahmad Yani. Sedangkan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang paling berpengaruh pada model harga ZNT dan NJOP yaitu Universitas Negeri Jakarta dan Green Pramuka Square. Kata Kunci: Bisnis Properti, Harga Tanah, NJOP, RBF, Utan Kayu Selatan ABSTRACTMatraman is one of the sub-districts in East Jakarta which has a strategic position which is closest to the Central Business District (CBD) of Jakarta. Strategic position is an opportunity for Matraman District, one of which is accessibility to the Jakarta CBD. Utan Kayu Selatan is one example that is experiencing rapid development. One of the developments in the economic sector is Utan Kayu Raya Road, which has increased the land price in the surrounding area. The potential of the property business in Utan Kayu Selatan is an attraction. Business interest cannot be seperated from the  factors of accessibility, public and social facilities. Mathematical models can be used for mapping, explaining the relationship of these factors to land prices. Therefore, a mathematical model can be used to help the parties involved in the property business. In estimating the land price in the village, Radial Basis Function (RBF) method is used by looking at the relationship between the distance of land parcels to roads, public facilities and social facilities. Modeling is carried out based on a sample determined on the zone price and NJOP. Furthermore, the calculation of the distance is done by network analysis. As a result, the factor of accessibility, public facilities and social facilities in RBF model of zone price affecting 61.82% while in RBF model of NJOP price affects 34.91%. The effect of each factor can be seen in the statistical value and to see the size of the influence can be seen in the coefficient of the model where the most influential accessibility factor on the zone price model is Utan Kayu Raya Road while the NJOP price model is Jenderal Ahmad Yani Road. Meanwhile, public facilities and social facilities that have the most influence on the zone price and NJOP price model are Jakarta State University and Green Pramuka Square.
PENGEMBANGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PERSEBARAN KASUS COVID-19 DI KABUPATEN SUKOHARJO Mustaqim, Alfiyan; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCOVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang baru diketahui saat terjadinya wabah di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019. Indonesia mengumumkan adanya pasien terkonfirmasi pertama pada tanggal 2 Maret 2020 di Depok, Jawa Barat dan meluas hingga ke daerah-daerah lain. Kabupaten Sukoharjo menetapkan status KLB setelah ditetapkannya satu pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 pada tanggal 23 Maret 2020. Penyebaran kasus semakin meluas, hingga pada 01 Juli 2020 mengalami peningkatan menjadi 93 kasus. Informasi persebaran kasus COVID-19 sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan diri dan lingkungan. Sebagai upaya penyebarluasan informasi kasus COVID-19, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan aplikasi sistem informasi persebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Sukoharjo. Persebaran kasus COVID-19 ditampilkan hingga tingkat desa/kelurahan dalam peta interaktif. Analisis persebaran kasus menunjukkan Kecamatan Grogol mempunyai kepadatan kasus tertinggi selama bulan Juli hingga September. Pengembangan aplikasi sistem informasi dengan menggunakan ArcGIS Dashboard dan ArcGIS WebApp Builder menghasilkan aplikasi yang menyediakan dua 2 (dua) halaman, yaitu dasbor kasus yang diperbarui setiap hari, dan webGIS yang menampilkan peta analisis persebaran kasus COVID-19 dengan fitur yang cukup lengkap. Uji usability yang telah dilakukan kepada pengguna menghasilkan penilaian yang sangat baik dengan nilai 4,19 dari 5,00. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi ini cukup efisien, efektif dan memuaskan dalam menyampaikan informasi terkait kasus COVID-19 di Kabupaten Sukoharjo.
Analisis Hubungan Aksesibilitas, Fasilitas Umum, Fasilitas Sosial, dan Variabel Fisik Tanah Terhadap Harga Bidang Tanah di Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan Bagas S, Naldius; Sudarsono, Bambang; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKelurahan Harjosari I merupakan salah satu dari 7 kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Amplas yang mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Pertumbuhan yang pesat di Kelurahan Hajosari I ini ditandai dengan banyaknya pembangunan perumahan baik didalam ataupun di sekitar Kelurahan Harjosari I yang juga mempengaruhi faktor ekonomi di daerah tersebut. Pesatnya pertumbuhan di Kelurahan Harjosari I mengakibatkan ketersedian lahan semakin terbatas yang berdampak terhadap meningkatnya harga tanah di daerah tersebut. Fakor sarana prasarana, faktor aksesibilitas, serta kondisi fisik tanah merupakan beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan harga suatu tanah. Namun belum diketahui apakah pernyataan ini secara akurat benar dan faktor apa yang paling berpengaruh terhadap harga tanah di kelurahan ini. Hal ini dapat diselesaikan dengan menggunakanpersamaan regresi linier berganda dengan memperhitungkan jarak dengan menggunakan data harga tanah pasar wajar, data NJOP sampel, dan data NJOP pembanding. Jarak yang digunakan adalah jarak bidang tanah terhadap fasilitas berdasarkan jaringan jalan. Melalui proses yang cukup panjang didapatkan hasil sebagai berikut faktor aksesibilitas, fasilitas umum dan sosial mempengaruhi harga tanah pasar wajar sebesar 22,8%, pada harga NJOP Sampel sebesar 61,8%, dan pada harga NJOP Pembanding sebesar 25,9%. Variabel yang paling mempengaruhi adalah Jalan Sisingamangaraja, Pasar Simpang Limun dan Madrasah Al-Washliyah pada harga tanah pasar wajar, Pasar Simpang Limun dan Kantor Kelurahan pada harga NJOP sampel, dan RSU Mitra Medika pada harga NJOP pembanding. Berdasarkan hasil yang didapatkan, fasilitas sosial, fasilitas umum dan aksesibilitas tidak selalu mempengaruhi harga tanah secara signifikan.
ANALISIS TINGKAT PERMUKIMAN KUMUH MENGGUNAKAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION SEMIPARAMETRIC (GWRS) (Studi Kasus: Kota Bogor, Jawa Barat) Prajamandana, Andyan Putra; Sukmono, Abdi; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu kota perifer di kawasan metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) yang dijadikan tujuan migrasi oleh pendatang. Salah satu akibat dari adanya migrasi adalah meningkatnya kepadatan penduduk dan permukiman padat di Kota Bogor. Wawancara dengan Tim KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) menyatakan bahwa munculnya permukiman tidak layak huni dan padatnya permukiman di pinggiran sungai menjadi penyebab munculnya permukiman kumuh di Kota Bogor. Terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor No. 4 Tahun 2017 Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh menunjukkan bahwa permukiman kumuh telah menjadi masalah yang serius untuk diatasi oleh pemerintah Kota Bogor. Penelitian yang dilakukan menggunakan 20 parameter permukiman kumuh sesuai Perda sebagai variabel bebas terhadap variabel terikatnya, yaitu skor permukiman kumuh. Klasifikasi permukiman kumuh menggunakan metode skoring terhadap 19 parameter permukiman kumuh sesuai Perda dan satu parameter lainnya digunakan hanya untuk metode GWR (Geographically Weighted Regression) dan GWRS (Geographically Weighted Regression Semiparametric). Metode GWR dan GWRS keduanya digunakan untuk menganalisis heterogenitas spasial menggunakan seluruh parameter permukiman kumuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GWRS memiliki dua klasifikasi tingkat permukiman kumuh, yaitu Tidak Kumuh dan Kumuh Ringan. Model GWRS menunjukkan bahwa terdapat tiga kelurahan yang masuk klasifikasi Tidak Kumuh, yaitu Kelurahan Kedunghalang, Kelurahan Tanah Sareal, dan Kelurahan Kebonpedes. Kelurahan dengan skor permukiman kumuh tertinggi adalah Kelurahan Bubulak dengan skor 42,21449 dan termasuk dalam klasifikasi Kumuh Ringan. Model GWRS memiliki enam parameter yang berpengaruh Signifikan, yaitu Cakupan pelayanan jalan lingkungan (X4), Prasarana dan sarana persampahan tidak sesuai dengan persyaratan teknis (X15), Sistem pengelolaan persampahan yang tidak sesuai standar teknis (X16), Tidak terpeliharanya sarana dan prasarana pengelolaan persampahan (X17), Ketidaktersediaan sarana proteksi kebakaran (X19), dan Kependudukan (X20). Parameter Prasarana dan sarana persampahan tidak sesuai dengan persyaratan teknis (X15) dan Ketidaktersediaan sarana proteksi kebakaran (X19) bahkan berpengaruh Signifikan di seluruh kelurahan Kota Bogor. Hasil validasi pada model menunjukkan persentase kebenaran klasifikasi permukiman kumuh adalah 92,857%.
Analisis Zona Nilai Ekonomi Kawasan Hutan Wisata TInjomoyo Berdasarkan Nilai Total Ekonomi Dengan Pendekatan Travel Cost Method Dan Contingent Valuation Method Bassam, Ahmad; Firdaus, Hana Sugiastu; Yusuf, Muhammad Adnan
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38523

Abstract

Kota Semarang merupakan kota di Jawa Tengah yang memiliki banyak potensi dan daya tarik wisata yang bisa lebih dikembangkan. Kota Semarang memiliki beragam destinasi wisata dengan berbagai daya tarik, seperti Hutan Wisata Tinjomoyo. Hutan Wisata Tinjomoyo merupakan salah satu kawasan wisata di Kota Semarang yang memiliki daya tarik wisata alam. Kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo memberikan pengaruh terhadap ekonomi disekitarnya karena terdapat masyarakat yang mengambil manfaat dari adanya kawasan wisata tersebut. Berdasarkan hal tersebut untuk mengetahui perkembangan yang terjadi pada kawasan wisata setelah di re-lokasi diperlukan analisis zona nilai ekonomi kawasan dengan menggunakan metode Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengetahui nilai total ekonomi kawasan wisata. Selain itu, untuk mengetahui potensi wisata dilihat dari nilai kesukaan pengunjung di kawasan tersebut digunakan Hedonic Pricing Method (HPM). Gravity Model juga digunakan untuk mengetahui  daya tarik dari kawasan wisata. Sampel yang digunakan pada Hutan Wisata Tinjomoyo, digunakan sampel sebanyak 112 untuk TCM, 109 untuk CVM, serta 112 untuk HPM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Hutan Wisata Tinjomoyo memiliki nilai total ekonomi Rp 115.208.813.523 dan nilai hedonik tertinggi 3,024. Berdasarkan pehirtungan nilai hedonik yang diperoleh potensi dari Hutan Wisata Tinjomoyo memiliki nilai kesukaan 3 (normal). Berdasarkan perhitungan interaksi spasial, menunjukkan bahwa daya tarik terbesar terhadap Hutan Wisata Tinjomoyo adalah Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.
Analisis Zona Nilai Tanah Tahun 2022 di Kecamatan Genuk, Kota Semarang Zakiyatin, Irna; Firdaus, Hana Sugiastu; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39494

Abstract

Kota Semarang memiliki permasalahan yaitu banjir dan banjir rob yang memberikan dampak kerusakan lingkungan, terhambatnya mobilitas masyarakat dan turunnya harga lahan di wilayah terdampak rob pada tahun 2000-an. Penanggulangan banjir dan rob dilakukan dengan membangun pompa air Kali Sringin dan Kali Tenggang tahun 2018. Harga lahan dipengaruhi juga oleh kondisi fisik dan lingkungannya sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Zona Nilai Tanah (ZNT) di Kecamatan Genuk. Metode yang digunakan adalah analisis ZNT berdasarkan harga pasar wajar dengan pengambilan sampel melalui survei di lapangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ZNT 2019, peta batas administasi Kecmatan genuk, peta jaringan jalan dan data survei harga tanah pasar wajar. Pada penelitian yang dilakukan Zona Nilai Tanah (ZNT) tahun 2022 terdiri dari 189 zona tetapi hanya 183 zona yang dilakukan pengambilan titik sampel sedangkan 6 zona lainnya tidak dapat diambil titik sampel karena wilayah zona tersebut merupakan kawasan perairan. Rata – rata zona nilai tanah tahun 2022 senilai Rp1.559.317. Nilai Indeks Rata – Rata (NIR) tertinggi berada di zona 78 senilai Rp6.321.200 dan nilai terendah di zona 171 senilai Rp521.900.
Analisis Kesesuaian Lahan Peruntukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Di Kota Pekalongan Berbasis Sistem Informasi Geografis Maharani, Raden Roro Kingkin; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.41959

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat berdampak terhadap tingkat konsumsi dan membawa permasalahan baru berupa meningkatnya volume sampah. Menurut Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, produksi sampah di Kota Pekalongan mencapai 140 ton per harinya. TPA Degayu merupakan satu-satunya tempat pembuangan akhir yang ada di Kota Pekalongan. Saat ini kapasitas dari TPA Degayu dengan luas 5,8 hektar telah melebihi standar yang ditetapkan. Selain itu, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup TPA Degayu dinilai sudah tidak memenuhi standar SNI 03-3241-1994 karena berada cukup dekat dengan permukiman yaitu < 500 meter dan badan air sejauh < 100 meter. Berdasarkan permasalah tersebut, perlu dilakukan kajian mengenai kesesuaian lahan peruntukkan TPA. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian lahan peruntukan TPA di Kota Pekalongan sehingga pemanfaatan lahan dapat lebih optimal. Terdapat 6 kriteria utama yang digunakan adalah fisik, penggunaan lahan, hidrogeologi, lingkungan, ekonomi dan sosial. diperoleh  Kriteria tersebut dibobotkan menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process) dan dianalisis menggunakan weighted overlay. Berdasarkan hasil judgement AHP, kriteria lingkungan dinilai memiliki prioritas utama dalam pemetaan kesesuaian lahan dengan nilai sebesar 36,79%. Hasil pengolahan AHP diperoleh 3 klasifikasi yaitu tidak sesuai seluas 1.967,267 hektar, kurang sesuai seluas 1.875,749 hektar dan sesuai memiliki luas 805,558 hektar.
Analisis Harga Tanah Pasar Wajar Terhadap Keberadaan Pusat Perdagangan Dan Jasa (Studi Kasus: Kelurahan Kauman Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang) Setiyanto, Nesta Untari; Firdaus, Hana Sugiastu; Qoyimah, Shofiyatul
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42713

Abstract

Menurut Peraturan Daerah Kota Semarang No. 5 Tahun 2021 Tentang RTRW Kota Semarang Tahun 2011-2031, Kecamatan Semarang Tengah masuk dalam BWK I. BWK I memiliki 3 pengembangan fungsi utama yaitu perdagangan dan jasa berskala internasional, pusat pemerintahan Provinsi, dan pusat pemerintahan Kota. Kawasan Masjid Agung Semarang yang sebagian berada di Kelurahan Kauman disebutkan sebagai salah satu kawasan strategis kota sosial dan budaya. Pasar Johar disebutkan sebagai salah satu pengembangan destinasi pariwisata. Perkembangan wilayah di pusat kota cenderung pesat dan cepat, hal ini menjadikan kebutuhan akan tanah dan ruang di Kota Semarang semakin meningkat setiap tahunnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui harga tanah pasar wajar dan menganalisis keberadaan pusat perdagangan dan jasa dalam mempengaruhi harga tanah yang berada di Kelurahan Kauman. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan melihat fakta yang ada dilapangan dan data survei harga tanah yang disajikan dalam bentuk tabel dan digambarkan dalam bentuk peta, serta pendekatan analisis kernel density untuk melihat kepadatan pusat perdagangan dan jasa dalam mempengaruhi harga tanah pasar wajar di Kelurahan Kauman. Kelurahan Kauman terdapat 10 pusat perdagangan dan jasa. Berdasarkan survei harga tanah pasar wajar 2023 diperoleh NIR 2023 tertinggi terdapat pada zona 252 yaitu Rp 36.870.000, hal ini karena zona 252 terletak sangat strategis yaitu di Jl. Pemuda dan Jl. KH. Agus Salim yang dekat dengan kawasan Kota Lama Semarang. Sedangkan yang memiliki NIR 2023 paling rendah pasa zona 161 yaitu Rp 6.831.564, hal ini karena zona 161 merupakan area permukiman yang berada di pinggiran Kelurahan Kauman yang tidak terdapat pusat perdagangan dan jasa. Perubahan ZNT tahun 2018-2023 menunjukkan bahwa semua zona setiap tahun selalu mengalami kenaikan. Perubahan ZNT pada tahun 2018-2020 tertinggi terdapat pada zona 496 yaitu sebesar Rp13.946.000,00 sedangkan perubahan ZNT terendah pada zona 268 yaitu sebesar Rp1.993.000,00. Perubahan ZNT tahun 2020-2023 tertinggi terdapat pada zona 252 yaitu sebesar Rp 6.742.000, sedangkan perubahan terendah pada zona 266 yaitu sebesar Rp133.600,00.