Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

REHABILITASI BERKEBUN BAGI PENYANDANG DISABILITAS MENTAL Wardaningsih, Shanti; Dewi, Sukuriyati Susilo; Puspitosari, Warih Andan
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.49 KB) | DOI: 10.30997/qh.v7i2.3362

Abstract

Penyandang Disabilitas Mental (PDM) adalah seseorang yang mengalami gangguan mental yang berdampak pada fungsi personal, sosial dan pekerjaan. Rehabilitasi sangat dibutuhkan PDM untuk mencapai pemulihan. Bercocok tanam merupakan salah satu kegiatan rehabilitasi pada PDM di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD). PDM memiliki motivasi yang rendah dan kemampuan motorik yang terbatas, sehingga membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan motorik agar konsisten dalam rehabilitasi berkebun. Tujuan program adalah meningkatkan motivasi dan kemampuan motorik PDM dalam kegiatan rehabilitasi berkebun di BRTPD. Program dilaksanakan selama 3 bulan. Pelaksana adalah tim pengabdian yang memiliki keahlian di bidang kesehatan jiwa dan pertanian bersama tim pendamping di BRTPD. Peserta adalah 20 PDM di BRTPD, berusia 18-50 tahun, kondisi klinis stabil, bersedia mengikuti program. Peserta mengikuti kegiatan motivasi, senam stimulasi otak sebanyak 4 kali untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan motorik PDM. Motivasi dan kemampuan motorik PDM diukur di awal dan akhir program. Terjadi peningkatan motivasi dan kemampuan motorik PDM. Kegiatan senam bersama dan merawat kebun tetap rutin dilaksanakan oleh PDM secara berkesinambungan oleh pendamping yang telah dilatih oleh tim Pengabdian. Luaran lain adalah tersusunnya modul rehabilitasi berkebun bagi PDM yang menjadi acuan bagi pendamping di BRTPD
THE INFLUENCE OF PSYCHOLOGICAL ASPECTS ON STUDENT SUCCESS IN THE INDONESIAN MEDICAL DOCTOR NATIONAL COMPETENCY EXAMINATION (UKMPPD) AT A MEDICAL FACULTY Meida, Nur Shani; Puspitosari, Warih Andan; Majdawati, Ana; Rizqi, Muhammad Arif
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 12, No 2 (2023): Juni
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.75863

Abstract

Background: The success of medical professional education can be measured by The Indonesian Medical Profession Program Student Competency Test (in Indonesia known as UKMPPD). UKMPPD can also be used as an indicator of clinical year students’ success in achieving competence based on the Indonesian Doctor Competency Standards (known as SKDI). The UKMPPD exam involve the cognitive domain, measured by the computer-Based Academic Test (CBT) and the psychomotor domain, measure by the Objective Structured Clinical Examination (OSCE). There are several factors that can affect students’ success in UKMPPD, one of which is psychological factors namely optimism, motivation, anxiety, depression and fighting spirit.Aims: This study aimed to measure the influence of psychological aspects on students’ success in UKMPPD at the Doctor Professional Education Program (PSPD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).Case Discussion: This was an analytic observational with a cross-sectional design. It was conducted at PSPD UMY in 2018. There were 192 students of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) who underwent the UKMPPD exam in the August 2018 period, became the samples, aged 20-26 years. Students filled out standardized instruments (assessed optimism, motivation, depression, anxiety, fighting spirit).Conclusion: It can be concluded that there is an influence of psychological aspects (optimism, motivation, depression, and anxiety scores) on UKMPPD pass.
EFEKTIVITAS REMEDIASI KOGNITIF MENGGUNAKAN APLIKASI GAME TERHADAP FUNGSI KOGNITIF ORANG DENGAN SKIZOFRENIA Puspitosari, Warih Andan; Zahra, Zeny
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.04.5

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang melibatkan serangkaian gangguan pemikiran, persepsi, dan perilaku yang kompleks. Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu dampak skizofrenia yang berpengaruh pada kualitas hidup. Remediasi kognitif adalah upaya untuk memperbaiki kembali fungsi kognitif orang dengan skizofrenia (ODS). Berbagai teknik remediasi kognitif dapat digunakan, salah satunya adalah dengan game yang dapat dibuat dalam aplikasi smartphone sehingga dapat dilakukan oleh ODS secara mandiri tanpa harus didampingi oleh tenaga kesehatan atau caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas remediasi kognitif menggunakan game pada smartphone terhadap fungsi kognitif ODS. Desain penelitian adalah kuasi eksperimental dengan rancangan pre-test dan post-test single group design. Jumlah subjek adalah 17 orang dengan kriteria inklusi adalah ODS di wilayah Yogyakarta yang dalam kondisi stabil, dapat membaca dan menulis, memiliki smartphone, bersedia ikut dalam penelitian. Game dibuat dalam aplikasi smartphone berupa game berhitung, menemukan alat dan menemukan angka, yang dimainkan setiap hari selama 30 hari berturut-turut. Fungsi kognitif diukur sebelum dan setelah intervensi dengan menggunakan instrumen SCoRS. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dengan hasil p < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang bermakna antara fungsi kognitif subjek sebelum dan setelah intervensi. Uji N-gain digunakan untuk menentukan tingkat efektivitas intervensi dengan hasil nilai g sebesar adalah 0,5341 yang artinya efektivitas intervensi berada pada tingkat sedang. Simpulan dari penelitian ini adalah remediasi kognitif menggunakan aplikasi game pada smartphone efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif subjek. Terjadi peningkatan fungsi kognitif pada subjek setelah dilakukan intervensi dengan tingkat efektivitas yang sedang.
Initiation of Increasing Tuberculosis Medication Supervisors Roles: An Action Research Approach Arini, Merita; Puspitosari, Warih Andan; Ferawati, Bangkit Ina
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v18i2.2200

Abstract

Indonesia is ranked second in the number of Tuberculosis (TB) cases worldwide. TB patients and their families experience a complex burden. Hence, support and strengthening TB medication supervisors (Pengawas Minum Obat/ PMO) role is needed.  The aim of this study was to enhance the Community Health Center (CHC)-based PMOs’ role by improving their knowledge and strengthening peer group support. The method used was an action research cycle with four stages. The diagnosis stage was carried out by consensus decision making group with CHC to determine priority problems, namely the need to increase basic knowledge of TB and its treatment. Optimizing peer group was also necessary, as the Self Reporting Questionnaire-20 showed that more PMOs from patient families have psychological problems than cadres.  The planning stage was conducted by preparing educational sessions and creating educational media. The action stage was a quasi-experimental (without control, non-randomization)—an educational talk show provided by the TB program manager, pulmonologist, and psychiatrist. Peer groups are also activated by triggering shared media education and discussion. At the evaluation stage, knowledge was measured by giving pre and post-tests (n= 21, total sampling). The results of the analysis using the Wilcoxon's Signed Ranks Test showed that participants' knowledge had increased significantly (p=0.000; r=0.59). In conclusion, education can increase PMO knowledge as an initial step to strengthen their role in supporting the success of TB treatment. Innovation, cross-sector assistance, and support are needed to enable the PMO to succeed in the TB program.
Parental Perception of Preschool Children's Mental Health and Synchronous Online Education Effectiveness in Knowledge Enhancement Arini, Merita; Puspitosari, Warih Andan; Primastuti, Harumi Iring; Mamat, Wan Hasliza Wan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 4: APRIL 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i4.7003

Abstract

Introduction: Mental health in children is crucial for their growth, development, and academic achievement. The high prevalence of mental health disorders in children necessitates efforts to enhance parental knowledge via more accessible channels. This study aims to evaluate parental perceptions of children's mental health and assess the impact of online mental health education on parental knowledge. Methods: A quasi-experimental design using a single-group pre-test and post-test method was conducted with 52 participants. The intervention consisted of synchronouz mental health education delivered via an online meeting platform, with data collected through pre- and post-test evaluations using Google Forms. Results: 53.8% of parents were concerned about their child's mental health, yet 40.4% were unsure about their capacity to recognize symptoms, and 78.8% had never conducted early screening. The Wilcoxon Signed-Rank Test indicated no statistically significant difference in knowledge scores before and after the intervention (p=0.177). However, the mean score increased slightly from 6.71 (SD=1.05) in the pre-test to 6.98 (SD=1.29) in the post-test. The effect size (r = -0.64, 95% CI = [-0.91, -0.37]) shows an impact classified as moderate to large. Conclusion: While many parents are concerned for their children's mental health, many cannot recognize symptoms and have not undertaken early screening. Although statistical significance was not achieved, the observed effect size and knowledge improvement in specific individuals highlights online education's potential to enhance parental understanding of children's mental health. It is imperative to advance the exploration of interactive and adaptable learning strategies to maximize the effectiveness of educational interventions.
Expressive writing and relaxation: Psychological interventions for anxiety in individuals with substance use disorder (SUD) Puspitosari, Warih Andan; Paramita, Cintya Al Zahra Wahyu; Wahyudi, Wahyudi
Science Midwifery Vol 13 No 1 (2025): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i1.1905

Abstract

Substance use disorder (SUD) is a global issue, with a high prevalence among laborers in Yogyakarta, Indonesia. Internal and environmental factors contribute to anxiety and disorientation, affecting mental health. This study aimed to evaluate the effectiveness of expressive writing therapy in reducing anxiety among laborers undergoing SUD rehabilitation. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was used, involving 36 outpatients at Dr. S. Hardjolukito Hospital, Yogyakarta, from June to November 2023. Participants were selected through purposive sampling based on specific criteria. The intervention group engaged in expressive writing and relaxation techniques, while the control group received standard treatment. Anxiety levels were measured using the HRS-A questionnaire before and after the three-month intervention. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant reduction in anxiety in the intervention group (p = 0.000), while no significant change was observed in the control group (p = 0.513). These findings suggest that expressive writing therapy effectively reduces anxiety in laborers recovering from psychoactive substance use.
Tantangan Mewujudkan Kampus Inklusi di Pendidikan Tinggi dalam Telaah Literatur Puspitosari, Warih Andan; Satria, Faudyan Eka; Surwati, Arni; Iswanto
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 7 No 1 (2022): Volume 7, Nomor 1 - Juni 2022
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang disabilitas adalah bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang wajib dihormati, dilindungi dan dipenuhi, termasuk hak mendapatkan pendidikan. Kampus inklusi berupaya mewujudkan pemenuhan pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan situasi kontemporer penyandang disabilitas di lingkup perguruan tinggi Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan telaah literatur, yang bekerja dengan memilih artikel melalui proses penyaringan pada tahun 2020-2021. Proses telaah dilakukan pada database online yaitu Proquest. Ada sepuluh artikel yang ditelaah yang sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan analisis dari artikel tersebut ada beberapa komponen tantangan dalam mewujudkan kampus inklusi. Pertama, pandangan masyarakat dan diskriminasi yang menilai bahwa prasyarat mutlak untuk mewujudkan visi hidup secara optimal adalah dengan memiliki kesempurnaan tubuh. Kedua, perlunya dorongan bagi pemangku kebijakan untuk memenuhi sarana, prasarana serta sumber daya manusia serta kebijakan dalam menyelenggarakan kampus inklusi. Ketiga, manajemen pembelajaran dan sumber daya manusia. Keempat, aksesibilitas layanan kampus yang ditujukan untuk melampaui prasyarat formal sebuah perguruan tinggi dalam menerapkan konsep kampus inklusi.
Program Day Care di Kelompok Gelimas Jiwo untuk Meningkatkan Produktifitas Kerja dan Kemampuan Sosial Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Wardaningsih, Shanti; Puspitosari, Warih Andan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa menjadi beban produktivitas paling besar diantara penyakit-penyakit lain di dunia. Gejala-gejala yang dialami oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lamanya ODGJ sakit dan tidak adekuatnya pengobatan, menyebabkan ODGJ mengalami penurunan baik fungsi personal, fungsi sosial dan produktivitas. ODGJ memiliki kemampuan rawat diri yang buruk, interaksi sosial yang kurang dan kemampuan bekerja yang buruk sehingga tidak produktif. Saat ini, penanganan ODGJ tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan gejalanya saja, namun juga bertujuan meningkatkan fungsi dan produktivitasnya. Untuk itu diperlukan upaya rehabilitasi, yang terbukti efektif meningkatkan fungsi personal, sosial dan produktivitas ODGJ. Paguyuban “Gelimas Jiwa (Gerakan Peduli Masyarakat Sehat Jiwa)” merupakan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan jiwa. “Gelimas Jiwa” beranggotakan kader kesehatan, ODGJ dan keluarganya serta tokoh masyarakat setempat. “Gelimas Jiwa” memiliki program pemberdayaan bagi ODGJ dan keluarga, namun belum optimal. “Gelimas Jiwa” memerlukan pendampingan dan pembinaan agar program pemberdayaan ODGJ lebih terstruktur dan terukur efektivitasnya, sehingga ODGJ tidak hanya pulih dari gejalanya namun juga kembali produktif di masyarakat. Program “Daycare” merupakan program rehabilitasi komprehensif bagi ODGJ yang dilaksanakan di masyarakat. Tujuan program ini adalah meningkatkan keterampilan personal, sosial, keterampilan bekerja bagi ODGJ dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas. Peserta adalah 10 ODGJ anggota “Gelimas Jiwa”, berusia 18-50 tahun, fase stabil terkait gangguan jiwanya, minum obat secara rutin, memiliki keluarga sebagai caregiver dan bersedia mengikuti program. Peserta datang setiap dua hari sekali dengan mengikuti kegiatan pembuatan telur asin, latihan membawakan cara dan latihan hadroh, selama 3 bulan. Fungsi personal, sosial dan produktivitas ODGJ diukur di awal program dan setelah program selesai. Luaran dari pengabdian ini adalah adanya kemampuan ODGJ untuk memproduksi telur asin serta memasarkan, mampu membawakan acara dan terbentuk kelompok Hadroh serta peningkatan kapasitas “pengurus Gelimas Jiwa” dalam pendampingan ODGJ. Luaran lain adalah tersusunnya modul program “Daycare”, sebagai acuan bagi paguyuban kesehatan jiwa di masyarakat.
KETAHANAN KELUARGA SEBAGAI INTERVENSI SOSIAL DALAM KRISIS KESEHATAN MENTAL ANAK MUDA Permatasari, Ane; Puspitosari, Warih Andan; Savitri, Galuh Shafira
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 2 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i2.1008

Abstract

Krisis kesehatan mental di kalangan anak muda menjadi isu serius yang terus meningkat, terutama pasca pandemi COVID-19. Ketahanan keluarga (family resilience) berperan penting sebagai faktor protektif dalam merespons tekanan psikososial yang dialami remaja. Artikel ini memaparkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga melalui edukasi dan sosialisasi kepada kader Aisyiyah di Kapanewon Sewon, Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan melibatkan berbagai stakeholder, seperti lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta organisasi perempuan. Program ini meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi medis, penyuluhan, serta pemberian hibah alat kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya ketahanan keluarga dalam menjaga kesehatan mental generasi muda. Kolaborasi lintas sektor serta pelibatan komunitas menjadi kunci keberhasilan program intervensi sosial ini.
Mental Health Training Module: Education Strategy for Health Cadres in the Community Puspitosari, Warih Andan; Rofida, Mutia; Putri, Shobiqo Ramdani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20403

Abstract

ABSTRACT Mental health problems in Indonesia continue to increase, but many people still do not understand the symptoms and treatment pathways. Health cadres as an extension of health services in the community have an important role in education, early detection, and referral of mental illness cases. Cadres need a mental health module to support their tasks in the community.. This study aims to evaluate the effect of mental health training modules on improving the knowledge of health cadres in the community. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach without a control group. The subjects were 37 health cadres in the working areas of Sewon 2 and Sedayu 1 Health Center, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region. Inclusion criteria included active cadres and willing to participate in the training. Exclusion criteria were not attending the full training and incomplete questionnaire filling. The intervention was a one-day training consisting of 3 sessions using a mental health module for cadres developed by the researcher.  Data were analyzed using Wilcoxon Signed Rank Test. Most of the subjects were over 40 years old and all were female. The results of the analysis showed a significant increase in the subject's knowledge score after the intervention with a p value (p=0.000), with an effect size value of 0.613. Further analysis showed that the age factor and the length of time as a cadre had a p>0.05 value. Training using the Mental Health Module for Cadres is an effective strategy to increase the capacity of health cadres in the community. Contextualized materials and interactive training approaches are key factors in the success of the intervention. Replication and development of the module is needed for a wider and more diverse area. Keywords: Health Cadres, Mental Health, Mental Health Module, Community.