Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Midwifery Journal

Peranan Faktor-Faktor Kepatuhan Protokol Kesehatan Pada Masa Tatanan Baru Prihantoro, Prihantoro; Usman, Sarip; Helmy, Helina; Sutopo, Agus
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i2.10365

Abstract

Background: The concept of the Health Belief Model can provide an assessment of healthy actions to prevent Covid-19 at the individual level. So that a trust factor will be obtained which will be the background for carrying out the health protocol for preventing Covid-19 during the New Order Period for the Community of Sukarame District, Bandar Lampung City in 2020.Purpose: The purpose of this study is to find out what factors influence adherence to health protocols during the new order period in Sukarame District, Bandar Lampung City in 2021.Methods: This type of research is quantitative, with a cross sectional design. The research was conducted in Sukarame District, Bandar Lampung City.  The number of population and sample was determined based on accidental sampling so that the sample obtained in this study amounted to 97 respondents. The data analysis   techniques   used   were   univariate, bivariate (chi - square), and multivariate (multiple logistic egression). Results: The results showed that there was an effect of perceived vulnerability pv=0.001), perceived severity (pv=0.022), perceived barriers (pv=0.034), and perceived benefits (pv=0.018) on adherence to health protocols during the New Order in the District. Sukarame City of Bandar Lampung.Conclusion: This study suggests optimizing the program and minimizing misinformation about covid -19 at the local, cluster level by using pamphlets, banners, posters, or direct outreach media. Provide proper education about Covid-19 and equip officers with basic communication skills.Sugestion: Propose to the Bandar Lampung City Government through the Bandar Lampung City Health Office and government officials at the district, sub-district and urban village levels to make several efforts, such as optimizing the Health Promotion program to increase knowledge and minimize incorrect information about Covid-19 at the local, cluster level or community in the form of media pamphlets, banners, posters or direct counseling, as well as educating the public with correct and appropriate information about Covid-19, understanding community characteristics, mastering material and information from trusted sources, having basic communication skills so that information can be received and understood by society. Keywords: Covid-19, severity perception, vulnerability, benefits, and barriers ABSTRAK Latar Belakang: Konsep Health Belief Model dapat memberikan penilaian pada tindakan sehat untuk mencegah Covid-19 pada tingkat individu. Sehingga akan diperoleh faktor kepercayaan yang menjadi latar belakang melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada Masa Tatanan Baru Masyarakat Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung Tahun 2020.Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya faktor faktor apakah yang mempengaruhi kepatuhan protokol kesehatan pada masa tatanan baru di Kecamatan Sukarame  Kota Bandar Lampung tahun 2021.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain crossectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung. Waktu penelitian dilakukan dari bulan Januari– Oktober 2021 dengan jumlah populasi sebnyak 17.013 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 97 responden. Penentuan populasi dan sampel dilakukan dengan teknik cluster di setiap kelurahan kemudian dilakukan analisi MultifariatHasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh adanya hubungan persepsi kerentanan dengan nilai (pv=0,001), persepsi keparahan (pv=0,022), Persepsi Hambatan (pv=0,034) dan Persepsi manfaat (pv=0,018) terhadap protokol kesehatan di kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung.Kesimpulan: Penelitian ini menyarankan agar dilakukan perbaikan diantaranya mengoptimalkan program Promosi Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan meminimalisisr informasi tidak benar tentang covid-19 di tingkat lokal, cluster atau komunitas dalam bentuk media pamflet, spanduk, poster atau penyuluhan langsung. Selain itu mengedukasi masyarakat dengan informasi yang benar dan tepat seputar Covid-19, memahami karakteristik masyarakat, menguasai materi dan informasi dari sumber terpercaya, memiliki keterampilan dasar komunikasi sehingga informasi bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat.Saran: Mengusulkan kepada Pemerintah Kota Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dan perangkat pemerintah di tingkat kabupaten, kecamatan dan kelurahan supaya melakukan beberapa upaya, seperti mengoptimalkan program Promosi Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan meminimalisisr informasi tidak benar tentang covid-19 di tingkat lokal, cluster atau komunitas dalam bentuk media pamflet, spanduk, poster atau penyuluhan langsung, serta mengedukasi masyarakat dengan informasi yang benar dan tepat seputar Covid-19, memahami karakteristik masyarakat, menguasai materi dan informasi dari sumber terpercaya, memiliki keterampilan dasar komunikasi sehingga informasi bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat. KataKunci: Covid-19, persepsi keparahan, persepsi kerentanan, persepsi manfaat dan persepsi hambatan 
Sanitasi Rumah Penderita Tubercullosis Paru Kadarusman, Haris; Sutopo, Agus; Hasan, Amrul
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 4 (2024): Volume 4, Nomor 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i4.18439

Abstract

Background : Pulmonary Tuberculosis is still become issue problem health in Indonesia and Indonesia is the second country the biggest after India in matter amount pulmonary tuberculosis sufferer  as well as spread in a way wide throughout Indonesia. One of the factors related to close with occurrence and spread Pulmonary TB disease is a Home Sanitation Factor .Objective : It is known condition sanitation House sufferer Pulmonary Tuberculosis in the work area Health Center Hajimena Year 2024.Method : Study done with do observation and measurement condition sanitation House sufferer as well as do interview to sufferer Tuberculosis . Types of research descriptive with respondents 16 people with pulmonary tuberculosis in the Health Center area Hajimena . Analysis of the data used is Uni Variat, for variable Lighting, Temperature, Humidity and area room Sleep use Minister of Health Regulation Number 2 of 2024, concerning Regulation Implementation Regulation Government Number 66 of 2014 concerning Environmental Health, whereas For variable ventilation, enclosure and housing room based on literature .Results : For variable Lighting, Temperature, Bedroom Size  part big Not yet No fulfil Conditions and ventilation, Cage distance, Number of residence room Still Not yet good for humidity room part big Already fulfil terms and conditions big own ceiling .Conclusion : Sanitation House sufferer Tuberculosis in the Health Center Area Hajime No Good Keywords : Home Sanitation, Tuberculosis, Condition  
Kajian Kelelahan Kerja Dan Lingkungan Fisik Pada Home Industri Tahu Fajri, Rahmad; Helmy, Helina; Usman, Sarip; Sutopo, Agus; Kadarusman, Haris
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i2.15483

Abstract

Backgorund: Work fatigue is a feeling of tiredness and decreased alertness. From a neurophysiological point of view, it is revealed that fatigue is seen as a systematic state of the central nervous system resulting from prolonged activity and is fundamentally controlled by opposing activity between the activity system and the inhibition system in the brain stem. purpose: From this research to determine the temperature, lighting and humidity in the Tahu Home Industry, Gunung Sulah Village, Bandar Lampung City. Methods: This research is descriptive, namely direct observation in the field. The objects of this research are 7 tofu home industries located on Mount Sulah, data obtained through temperature and humidity measuring devices (Thermohygrometer), lighting (Lux meter), as well as checklists and questionnaires for work fatigue.Results: Obtained from seven tofu industries that have not fully met the requirements or 100% none of them have met the requirements as decided by Minister of Health Regulation No. 70 of 2016. The measuring instruments used are temperature, humidity (Thermohygrometer), Lighting (Lux meter) and of the thirty-five respondents, twenty-five workers are affected by health problems, namely Heat strain, Heat Exhaustion and Heat Stroke, while work fatigue is excessive, namely never 0%, Rarely 2.85%, Sometimes 11.42%, Often 85.71%, Very often 0%.Conclusion: The author hereby suggests that every home industry owner should control environmental factors in accordance with the need for a comfortable and safe workplace for workers.Suggestion: It would be best for every home industry owner to know to add ventilation or fans to minimize high temperatures in the workplace to create good air circulation, add lighting in the form of lamps or natural lighting, and prepare drinks for workers so that lost body fluids can be replaced with drink lots of water Keywords: Temperature, Lighting, Humidity and Work Climate ABSTRAK Latar belakang: Kelelahan kerja adalah rasa penat serta berkurangnya kewaspadaan. Berdasarkan perspektif neurofisiologi, kelelahan dianggap sebagai kondisi sistem saraf pusat yang disebabkan oleh kegiatan tanpa henti, yang secara mendasar dikendalikan oleh interaksi kontradiktif antara koordinasi aktifitas dan sistem supresi di batang otak.Tujuan: Dari penelitian ini untuk mengetahui Suhu, Pencahayaan, Kelembaban dan kelelahan kerja pada Home Industri Tahu Kelurahan Gunung Sulah Kota Bandar Lampung.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu observasi langsung ke lapangan. Objek pada penelitian ini adalah tujuh home industri tahu yang berada di Gunung Sulah, data yang diperoleh melalui alat pengukur suhu dan kelembaban (Thermohygrometer), pencahayaan (Lux meter), serta cheklist dan kuisioner untuk kelelahan kerja.Hasil: Diperoleh dari tujuh industri tahu belum memenuhi syarat sepenuhnya atau 100% tidak ada yang memenuhi syarat sesuai yang diputuskan oleh Permenkes No. 70 Tahun 2016. Alat ukur yang di gunakan yakni suhu, kelembaban (Thermohygrometer), Pencahayaan (Lux meter) dan dari tiga puluh lima responden dua puluh lima pekerja terkena gangguan kesehatan yakni Heat strain, Heat Exhaustion, dan Heat Stroke sedangkan untuk kelelahan kerja secara berlebih yakni tidak pernah0%, Jarang 2,85%, kadang-kadang 11,42%, Sering 85,71%, Sangat sering 0%.Kesimpulan: Dengan ini penulis menyarankan untuk tiap pemilik home industri agar dilakukannya pengendalian faktor lingkungan sesuai dengan kebutuhan tempat bekerja yang tentram dan terjaga bagi pekerja.Saran: sebaiknya untuk tiap pemilik home industri tahu menambahkan ventilasi atau kipas angin untuk meminimalisir suhu yang tinggi di tempat kerja agar terciptanya sirkulasi udara yang baik, menambahkan penerangan berupa lampu ataupun berupa pencahayaan alami, dan menyiapkan minum untuk para pekerja agar cairan tubuh yang hilang bisa digantikan dengan minum air putih yang banyak. Kata Kunci: Suhu, Pencahayaan, Kelembaban Dan Iklim Kerja 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pedagang Dalam Pembuangan Sampah Raflesia, Salsabila Putri; Sutopo, Agus; Prianto, Nawan
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24163

Abstract

ABSTRACT: Factors Associated with Traders’ Behavior in Waste Disposal Background: Waste management issues in traditional markets are an important concern in maintaining environmental health. Waste is commonly found in public places and poses an urgent public health problem; therefore, public facilities must meet health requirements to protect, maintain, and improve community health status (Martiyani et al., 2023).Objective: This study aimed to determine the factors associated with traders’ waste disposal behavior at Tamin Market, Bandar Lampung City, in 2025.Methods: This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The population and sample consisted of 99 traders selected using total sampling. Data were collected through questionnaires and observations and analyzed using the chi-square test.Results: The results showed that 36.4% of traders had a low level of knowledge, 69.7% had negative attitudes, and 19.2% had inadequate waste disposal facilities. Meanwhile, 21.2% of traders exhibited poor waste disposal behavior. Bivariate analysis indicated significant associations between knowledge (p = 0.006), attitude (p = 0.020), and availability of facilities (p = 0.000) with traders’ waste disposal behavior.Conclusion: This study concludes that knowledge, attitude, and availability of facilities are significantly associated with traders’ waste disposal behavior at Tamin Market, Bandar Lampung City. Statistical analysis showed significant relationships between knowledge (p = 0.006), attitude (p = 0.020), and availability of facilities (p = 0.000) with waste disposal behavior in 2025.Recommendation: It is recommended that market management enhance education and provide adequate waste disposal facilities, while traders comply with regulations and actively participate in waste management to create a clean and healthy market environment.. Keywords: Behavior, Knowledge, Attitude, Facilities, Waste, Traditional Market  Latar Belakang: Masalah pengelolaan sampah di pasar tradisional menjadi perhatian penting dalam menjaga kesehatan lingkungan. Sampah banyak ditemukan pada tempat-tempat umum yang menjadi problem kesehatan masyarakat yang cukup mendesak, maka tempat-tempat umum harus memenuhi syarat-syarat kesehatan dalam arti melindungi, memelihara, dan mempertinggi derajat kesehatan masyarakat (Martiyani et al., 2023).Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pedagang dalam pembuangan sampah di Pasar Tamin Kota Bandar Lampung Tahun 2025.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 99 pedagang yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,4% pedagang memiliki tingkat pengetahuan rendah, 69,7% memiliki sikap negatif, dan 19,2% memiliki sarana yang tidak memenuhi syarat. Sementara itu, sebanyak 21,2% pedagang menunjukkan perilaku pembuangan sampah yang buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,006), sikap (p=0,020), dan ketersediaan sarana (p=0,000) dengan perilaku pedagang dalam pembuangan sampah.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana berhubungan secara bermakna dengan perilaku pedagang dalam pembuangan sampah di Pasar Tamin Kota Bandar Lampung. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,006), sikap (p = 0,020), dan ketersediaan sarana (p = 0,000) dengan perilaku pembuangan sampah pada tahun 2025.Saran: Disarankan agar pengelola pasar meningkatkan edukasi dan penyediaan sarana tempat sampah yang memadai, serta pedagang mematuhi aturan dan berperan aktif dalam pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan sehat. KataKunci: Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Sarana, Sampah, Pasar Tradisional
Sanitation Overview On The Working Area Kadarusman, Haris; Sutopo, Agus; Hasan, Amrul; Prianto, Nawan
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24161

Abstract

Background: Communicable diseases remain a health problem in all regions of Indonesia, especially environmentally-based diseases such as Acute Respiratory Infections and Diarrhea, which are consistently among the top ten diseases in every region of Indonesia, including on the working area of Hajimena Health Center area in Natar District, South Lampung Regency.Objectives: To reveal the sanitation conditions on the Hajimena Health Center’s service area, comprised of clean water facilities, household toilets, waste management, and handwashing with soap behavior.Methods: The study was conducted by surveying 365 households, and the sample distribution was consisted of 200 households at Hajimena Village, 105 households at Pemanggilan Village, and 60 households at Sidosari Village. Data collection was carried out through home observations and interviews with the respondents i.e. head of the family or housewife of the selected sample. Data analysis was performed using statistical univariate analysis by calculating the frequency distribution and percentage for each variable.Results: The provision of drinking water, family latrine, and waste management is in good condition in more than 85% of the households, while good household wastewater disposal is still below 80%. For handwashing aspect, more than 95% of the respondents wash their hands before or after activities, but not all use soap. Those who wash their hands with soap range from 79% to 89%, and there are still 1.1% - 2.65% of respondents who rarely or do not wash their hands before or after activities. Regarding with food preparation, about 79.18% of respondents wash their hands with soap beforehand, 18.9% wash their hands but without using soap, and 1.79% rarely wash their hands.Conclusion: The sanitation conditions and handwashing with soap behavior on the working area of Hajimena Health Center area are quite good Key Words : Sanitation, Overview, Hands Wash  Latar belakang : Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan disemua wilayah di Indonesia, khususnya penyakit menular berbasis lingkungan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Diare dan penyakit lainnya yang selalu ada dalam 10 (sepuluh) besar penyakit disetiap wilayah di Indinonesia termasuk di Wilayah Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.Tujuan: Diketahuinya gambaran Sanitasi di Wilayah Puskesmas Hajimena yang meliputi Sarana Air Bersih,  Jamban Keluarga, Pengelolaan Sampah dan Perilaku Cuci Tangan Pakai SabunMetode : Penelitian dilaksanakan dengan melakukan survey terhadap 365 Rumah Tangga di wilayah kerja Puskesmas Hajimena dengan distribusi sampel sebanyak 200 Rumah di Desa Hajimena, 105 Rumah di Desa Pemanggilan dan 60 Rumah di Desa Sidosari. Pengumpulan data dilaksanakan dengan melakukan observasi rumah dan wawancara dengan kepala keluarga dan ibu rumah tangga sampel terpilih. Analisa data menggunakan Uni Variat dengan Distribusi Frekwensi pada masing-masing variableHasil : Untuk penyediaan air Minum, jamban Keluarga, dan pengelolaan sampah sudah lebih dari 85 % baik, hanya pembuangan air limbah rumah tangga masih dibawah 80 %. Untk cuci tangan sudah lebih dari  95 % ibu atau kepala keluarga melakukan cuci tangan sebelum atau sesudah melakukan kegiatan, namun belum semuanya mencuci tangan pakai sabun. Ibu.  Mereka yang mencuci tangan pakai sabun berkisar antara 79 % sampai 89 % dan masih ada 1,1 % - 2,65 % ibu atau kepala keluarga yang jarang atau tidak mencuci tangan setelah atau sebelum melakukan kegiatan.Kesimpulan : Untuk kondisi sanitasi dan perilaku cuci tangan pakai sabun di wilayah Puskesmas Hajimena sudah cukup baik.Pakai Sabun masih 79,18 % ibu yang mencuci tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan, 18,9 % mencuci tangan tetapi tidak menggunakan sabun dan masih ada 1,79 % jarang mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan