Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Gambaran Usia dan Jenis Kelamin Pasien Tuberkulosis Rifampisin Sensitif Berdasar Atas Tes Cepat Molekuler di RS Al-Islam Kota Bandung Tahun 2018−2019 Elfira Azmi Nabilah; Yani Triyani; Siti Annisa Devi Trusda
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.429

Abstract

Abstract. Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is still a major cause of health problems and one of the top ten causes of global mortality. The World Health Organization (WHO) has recommended the diagnosis of tuberculosis patients using the Rapid Molecular Test (Xpert MTB/RIF test), which detect the rifampin resistance (rpoB) gene encoding M. tuberculosis in sputum in approximately two hours and can help diagnose new patients TB can be quickly detected. The objective of this study was to determine the characteristics of rifampin-sensitive. This is was a descriptive study with a cross sectional approach, describing the characteristics of rifampin-sensitive and resistant TB patients based on age and sex. Data in the form of medical records were taken from the clinical pathology lab section of the Al Islam Hospital, Bandung City in 2018–2019. Data collection was carried out in July-August 2021. Total research subjects were 265 people who met the inclusion criteria. The results showed that TB patients with positive rifampin-sensitive Xpert MTB/RIF test had the characteristics of the early adolescent to the ederly age group, the most frequent was adult age group as many as 92 people (34.7%), while female (51.7%) was higher than male. The conclusion of this study that the characteristics of sensitive rifampin TB patients based on Xpert MTB/RIF test at Al Islam Hospital in Bandung City in 2018–2019 were mostly found to be adults and female. Abstrak. Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menjadi penyebab utama dalam gangguan kesehatan dan salah satu dari sepuluh penyebab kematian utama di seluruh dunia. World Health Organization (WHO) telah merekomendasikan diagnosis pasien tuberkulosis menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan Xpert MTB/RIF, alat ini dapat mendeteksi gen pengkode resisten rifampisin (rpoB) M.tuberculosis pada sputum kurang lebih dua jam serta dapat membantu penegakan diagnostik pasien TB yang baru bisa dengan cepat terdeteksi. Tujuan penelitian ini melihat karakteristik usia dan jenis kelamin pasien TB rifampisin sensitif. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang menggambarkan karakteristik pasien TB rifampisin sensitif berdasar atas usia dan jenis kelamin. Data berupa rekam medis diambil dari bagian Lab Patologi Klinik Rumah Sakit Al Islam Kota Bandung periode 2018–2019. Pengambilan data dilakukan pada Juli−Agustus 2021. Total subjek penelitian 265 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan pasien TB dengan hasil TCM positif rifampisin sensitif memiliki karakteristik kelompok usia remaja awal hingga manula, kelompok usia terbanyak adalah dewasa (26−45 tahun) sebanyak 92 orang (34,7%). Jumlah pasien laki-laki dan perempuan hampir sama, tetapi lebih banyak pasien berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak (51,7%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pasien TB rifampisin sensitif berdasar atas hasil TCM di RS-Al Islam Kota Bandung tahun 2018–2019 paling banyak ditemukan kelompok usia dewasa, berjenis kelamin perempuan.
Scoping Review: Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Mahasiswa dan Tenaga Kesehatan tentang Hepatitis B dengan Tindakan Pencegahannya Bayu Darmayudha; Siti Annisa Devi Trusda; Endang Noor Farchiyah
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.719

Abstract

Abstract. Hepatitis B is still a global problem. This high incidence causes health workers and students to have the potential to be infected with the Hepatitis B virus, therefore they must have good knowledge, positive attitudes, so as to produce good practice in preventing Hepatitis B. The purpose of this study is to analyze the relationship between knowledge, attitudes, and practice of students and health workers about Hepatitis B with its preventive measures. This study uses a Scoping Review which is carried out by analyzing articles in three databases, namely SpringerLink, ProQuest, and ScienceDirect with the type of cross-sectional study published in the last 10 years. The articles obtained were 2209 articles and those that matched the inclusion criteria were 325 articles. After making adjustments to the exclusion criteria and based on PICOS, 11 articles were obtained. This study shows that respondents from 11 articles have poor knowledge, positive attitudes, and bad behavior. The results of this study indicate that there is no relationship between knowledge, attitudes, and behavior of students and health workers about Hepatitis B and its prevention measures. This study shows that there is no relationship between knowledge, attitudes, and behavior of students and health workers about Hepatitis B and its prevention measures. Abstrak. Hepatitis B masih menjadi masalah dunia. Tingginya angka kejadian ini menyebabkan tenaga dan mahasiswa kesehatan sangat berpotensi terkena infeksi virus Hepatitis B, oleh karena itu mereka harus memiliki pengetahuan yang baik, sikap positif, sehingga menghasilkan perilaku baik dalam pencegahan Hepatitis B. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa dan tenaga kesehatan tentang Hepatitis B dengan tindakan pencegahannya. Penelitian ini menggunakan Scoping Review yang dilakukan dengan cara menganalisis artikel pada tiga database yaitu SpringerLink, ProQuest, dan ScienceDirect dengan jenis penelitian cross-sectional study yang terbit 10 tahun terakhir. Artikel yang didapatkan sebanyak 2209 artikel dan yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 325 artikel. Setelah dilakukan penyesuaian dengan kriteria eksklusi dan berdasarkan PICOS didapatkan 11 artikel. Penelitian ini menunjukan bahwa responden dari 11 artikel memiliki pengetahuan yang buruk, sikap positif, dan perilaku yang buruk. Hasil penelitian ini mengatakan tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku pada mahasiswa dan tenaga kesehatan tentang Hepatitis B dengan tindakan pencegahannya. Penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku pada mahasiswa dan tenaga kesehatan tentang Hepatitis B dengan tindakan pencegahannya.
Systematic Review of Case Control Studies: Durasi Paparan, Jenis Serat Asbes, dan Jenis Pekerjaan Berhubungan dengan Keganasan Paru pada Pekerja di Tempat Kerja dan Industri Putri Qintara Choirunnisa; Rakanda Muhammad Naufal Pratomo; Siti Annisa Devi Trusda; Gemah Nuripah
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.975

Abstract

Abstract. Lung malignancy is the high leading causes of cancer death in the world. In 2020, there were 95,735 cases of lung cancer in Southeast Asia and 28,716 cases in Indonesia, the highest in Southeast Asia. The incidence of mesothelioma worldwide has increased since the mid-20th century. Many big impacts from a worker in asbestos factory. Asbestos is an occupational carcinogens. Approximately 125 million people in the world are exposed to asbestos in the workplace. Asbestos is a group of naturally fibrous minerals. The purpose of study was determine the relationship between duration of exposure, type of asbestos fiber, and type of work with lung malignancy of workers in the workplace and industry. Systematic Review is the study method, searching articles from the PubMed, Springer Link, Science Direct, and ProQuest with the keywords Asbestos AND Occupational exposure AND Lung cancer AND Case-control study in 2010-2021. There are 984 inclusion criteria articles with 13 eligible criteria articles. The results of the exposure duration was more than 20-30 years (OR 13.9 99% CI 7.2–27.0), chrysotile asbestos (OR 9.3 95% CI 5.4–16,1), work in the workplace and industry (OR 1.26 95% CI 0.98–1.62), has an associated risk of lung malignancy. Abstrak. Keganasan paru merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker yang paling tinggi di dunia. Pada 2020, Asia Tenggara terdapat 95.735 kasus dan di Indonesia terdapat 28.716 kasus yang merupakan tertinggi se-Asia Tenggara. Kejadian mesothelioma di seluruh dunia meningkat sejak pertengahan abad ke-20. Banyak dampak besar dari seorang pekerja di pabrik asbes. Menurut WHO, asbes adalah salah satu karsinogen kerja. Sekitar 125 juta orang di dunia terpapar asbes di tempat kerja. Asbes merupakan sekelompok mineral berserat alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara durasi paparan, jenis serat asbes, dan jenis pekerjaan dengan keganasan paru pada pekerja di tempat kerja dan industri. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Review, dengan mencari artikel dari database PubMed, Springer Link, Science Direct, dan ProQuest dengan kata kunci Asbestos AND Occupational exposure AND Lung cancer AND Case-control study dalam rentang tahun 2010-2021. Terdapat 984 artikel kriteria inklusi dengan 13 artikel kriteria eligible. Hasil durasi paparan lebih dari 20-30 tahun dengan OR 13,9 99% CI 7,2–27,0, jenis serat asbes chrysotile dengan OR 9,3 9%% CI 5,4–16,1, pekerjaan di tempat kerja dan industri dengan OR 1,26 95% CI 0,98–1,62, memiliki hubungan risiko keganasan paru.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Derajat Konsentrasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tingkat Pertama Muhammad Arkan Bastian; Noormartany; Siti Annisa Devi Trusda
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5838

Abstract

Mahasiswa FK tingkat pertama masih dalam masa adaptasi sehingga kesulitan dalam melakukan aktivitas perkuliahan yang dapat mengganggu kualitas tidur. Kualitas tidur dapat mempengaruhi kognitif sehingga jika kualitas tidur seseorang buruk akan menurunkan kinerja kognitif. Aspek kognitif yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah konsentrasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dengan derajat konsentrasi pada mahasiswa FK Unisba tingkat pertama tahun akademik 2022/2023. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode cross-sectional atau potong lintang. Subjek pada penelitian ini berjumlah 108 orang yang dipilih dengan consecutive sampling. Data primer kualitas tidur diambil melalui google form dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sedangkan data primer derajat konsentrasi diambil secara langsung dengan grid concentration test. Pengolahan data penelitian dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki kualitas tidur yang baik (60%) sedangkan derajat konsetrasi pada mahasiswa FK Unisba tingkat pertama dominan buruk (71%). Dari 43 orang dengan kualitas tidur buruk 37 diantaranya memiliki derajat konsentrasi yang buruk (86%) dan didapatkan nilai p=0,006. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kualitas tidur dengan derajat konsentrasi pada mahasiswa FK Unisba tingkat pertama.
Kejadian Diare pada Balita Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga Lina Munita Sari Sari; Siti Annisa Devi Trusda; Ismet Muchtar Nur
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5915

Abstract

Abstract. In Indonesia, diarrhea still become public health problem because it is the main cause of mortality among children. Java as the most populated island in Indonesia, especially East Java, has the highest cases of diarrhea in toddlers in 2017. Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) in the household can prevent diarrhea. The purpose of this study was to analyze the relationship between the level of knowledge mothers about CHLB in the household with the incidence of diarrhea in toddlers. The method used was analytic observational with a cross sectional approach. The research subjects were 70 mothers who had toddlers who were selected using the consecutive sampling technique. Research data processing using the Chi-square test. The results showed that 55 people (79%) had good CHLB knowledge, 15 people (21%) had sufficient CHLB knowledge. Meanwhile, 19 respondents (27%) had diarrhea, and the 51 people (73%) had no diarrhea, and there was a significant relationship between the level of knowledge mothers about PHBS in the household and the incidence of diarrhea in toddlers with P-value of 0.016 (<0.05). So it can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge of mothers about PHBS in the household and incidence of diarrhea in toddlers in Lajing Village, Arosbaya District, Bangkalan Regency. Toddlers experiencing diarrhea occur not only due to poor knowledge of CHLB, but can also be caused by factors of consuming food that is not fully cooked and poor hygiene of milk bottles. Keywords: CHLB, Diarrhea Incidence, Mother's Knowledge, Toddlers. Abstrak. Diare pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia karena termasuk penyebab utama kematian anak. Pada tahun 2017, kasus diare pada balita di Jawa Timur menempati peringkat kedua tertinggi di Indonesia. Kejadian diare dapat dicegah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang PHBS di rumah tangga dengan kejadian diare pada balita. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dengan subjek berjumlah 70 orang Ibu yang memiliki balita. Pengolahan data memakai uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 55 orang (79%) pengetahuan PHBS baik, 15 orang (21%) pengetahuan PHBS cukup. Sedangkan 19 orang (27%) responden memiki balita dengan diare, dan 51 orang (73%) memiliki balita tidak diare. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang PHBS di rumah tangga dengan kejadian diare pada balita dengan (p=0,016). Dapat disimpulkan, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang PHBS di rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Lajing Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan. Kejadian diare pada balita terjadi bukan hanya karena pengetahuan ibu tentang PHBS yang kurang baik, melainkan juga bisa disebabkan oleh faktor kebersihan makanan balita. Kata Kunci: Balita, Kejadian Diare, Pengetahuan Ibu, PHBS.
Hubungan Derajat Stres dengan Kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa FK UNISBA ingrid nurimani ansari; Siti Annisa Devi Trusda; Eva Rianti Indrasari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6092

Abstract

Abstract. A biological reaction due to internal and external stimuli as well as changes in the body's homeostasis is referred to as stress. One of the digestive disorders related to stress is dyspepsia. This study aims to analyze relationship stress to the occurrence of functional dyspepsia syndrome in UNISBA medical faculty students grades 1 and 3. This study involved 100 subjects who were selected by simple random selection. The Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ) was used to collect stress data and Rome IV criteria for dyspepsia data. Data were analyzed using computerized univariate and bivariate methods using chi-square. The results showed that majority experienced mild stress (84%) only a small proportion experienced moderate stress (16%). Majority experienced functional dyspepsia than those who did not (52%), and there was a significant relationship between the level of distress and the occurrence of functional dyspepsia syndrome, with a P-value of 0.045 (<0.05). In conclusion, the level of stress in first and third students can trigger dyspepsia syndrome. Keywords: Syndrome Dyspepsia, Stress, Students Abstrak. Stres merupakan suatu stimulus instrinsik dan ekstrinsik yang dapat membangkitkan respon biologis dan dapat menyebabkan perubahan homeostasis sehingga terjadi gangguan ke beberapa organ tubuh. Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan terkait dengan stres. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan stres dengan kejadian sindrom dispepsia antara mahasiswa FK Unisba tingkat 1 dan 3 tahun akademik 2021/2022. Subjek pada penelitian ini berjumlah 100 orang yang dipilih dengan simple random sampling. Data diambil melalui kuesioner stres Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ) dan Kriteria Roma IV untuk dispepsia. Pengolahan data penelitian dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan, sebagian besar subjek penelitian mengalami stres ringan (84%). Jumlah mahasiswa yang mengalami dispepsia fungsional lebih banyak dibanding yang tidak dispepsia, yaitu sebesar 52%. Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat stres dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional dengan P-value 0,045 (<0,05). Simpulan, derajat stres pada mahasiswa tingkat 1 dan 3 dapat memicu terjadinya sindrom dispepsia. Kata kunci : Mahasiswa, Sindrom Dispepsia, Stres
Gambaran Karakteristik Pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan Hipertensi di RSUD Al Ihsan Bandung Miska Amani; Siti Annisa Devi Trusda; Samsudin Surialaga
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6277

Abstract

Abstract Type 2 diabetes mellitus is a set of metabolic symptoms characterized by hyperglycemia, occurring due to insulin resistance, insulin malfunction, or both.. DM type 2 is a disease that has had a high increase in prevalence, over the past 15 years in Bandung. Hypertension is the most common condition accompanying DM Type 2. The purpose of this study was to determine the characteristic picture of type 2 DM patients with hypertension in Al-Ihsan Regional General Hospital Bandung for the 2019-2021 period. This research is an observational descriptive study conducted with a cross-sectional design. The subjects in this study were dm type 2 patients with hypertension at Al-Ihsan Regional General Hospital Bandung for the 2019-2021 period, totaling 2057 people selected with total sampling, using secondary data from medical record. The results of this study showed that in type 2 DM patients with hypertension at Al-Ihsan Hospital Bandung more occurred at the age of 55-64 years with a total of 815 (39.62%), there were 1383 female patients (67.23%), and the majority of patients residing in Bandung Regency, namely 1983 (96.40%). Abstrak Diabetes melitus (DM) tipe 2 adalah sekumpulan gejala metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia, terjadi karena resistensi insulin, kegagalan fungsi insulin, atau keduanya. DM tipe 2 mengalami peningkatan prevalensi tinggi selama 15 tahun terakhir di Bandung. Hipertensi merupakan keadaan yang paling sering menyertai DM Tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien DM tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung periode tahun 2019-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang dilakukan dengan rancangan potong lintang. Subjek dalam penelitian ini merupakan pasien DM tipe 2 dengan hipertensi di RSUD Al-Ihsan Bandung periode 2019-2021 yang berjumlah 2057 orang dipilih dengan total sampling dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pasien DM tipe 2 dengan hipertensi di RSUD Al-Ihsan Bandung lebih banyak terjadi pada usia 55-64 tahun dengan jumlah 815 (39,62%), pasien perempuan lebih banyak dibandingkan pasien laki-laki yang berjumlah 1383 (67,23%), serta mayoritas pasien bertempat tinggal di Kabupaten Bandung yaitu sebanyak 1983 (96,40%).
Indeks Massa Tubuh Berhubungan dengan Keseimbangan Dinamis Anak SD Mathla'ul Khoeriyah Tamansari Bandung Tahun 2023 Silvi Rosmawati; Cice Tresnasari; Siti Annisa Devi Trusda
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10656

Abstract

Abstract. A child needs balance to do things like run, kick, go up and down stairs, and more. Environment, stimulation, hormonal influences, and nutrition and nutrition are some of the factors that influence child development. During a child's development, healthy food intake is very important. Children's nutritional status is a very important component in children's motor development. If children receive an unbalanced food intake, they are at risk of experiencing unbalanced nutritional disorders, which will affect the child's balance. The aim of this research is to find out whether there is a relationship between BMI and dynamic balance in children at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School Tamansari Bandung in 2023. This research is a quantitative analytical observational study with a cross-sectional design. Sampling is carried out by technique simple random sampling. The population in this study were children at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School for the 2022-2023 academic year. The total sample was 188 people aged 6- 12 years old. Univariate analysis studied Body Mass Index was measured using Z-Score BMI/U and Balance are measured using Pediatric Balance Scale. In the results of bivariate analysis using Chi-square earned valuep-value 0.001. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there is a relationship between body mass index (BMI) and dynamic balance in children at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School, Bandung. Abstrak. Seorang anak membutuhkan keseimbangan untuk melakukan hal-hal seperti berlari, menendang, naik turun tangga, dan lainnya. Lingkungan, stimulasi, pengaruh hormon, dan nutrisi dan gizi adalah beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Selama perkembangan anak, asupan makanan yang sehat sangat penting. Status gizi anak merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam perkembangan motorik anak. Jika anak mendapatkan asupan makanan yang tidak seimbang, mereka berisiko mengalami gangguan gizi tidak seimbang, yang akan mempengaruhi keseimbangan anak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara IMT dan keseimbangan dinamis pada anak-anak di SD Mathla'ul Khoeriyah Tamansari Bandung pada tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah anak di SD Mathla’ul Khoeriyah tahun akademik 2022-2023. Jumlah sampel sebanyak 188 orang yang berusia 6 ­– 12 tahun. Analisis univariat yang diteliti Indeks Massa Tubuh diukur menggunakan Z-Score IMT/U dan Keseimbangan di ukur menggunakan Pediatric Balance Scale. Pada hasil analisis bivariat menggunakan Chi-square diperoleh nilai p-value 0,001. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan keseimbangan dinamis pada anak SD Mathla’ul Khoeriyah Bandung.
Hubungan Antara Faktor Sosioekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Cimahi Tengah Dhania Dwintantika; Ratna Dewi Indi Astuti; Siti Annisa Devi Trusda
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11236

Abstract

Abstract. Toddlers are short if the z-score is below -2SD and very short if -3SD. Central Cimahi District is the area with the largest stunting rate in the city of Cimahi. The purpose of the study was to determine the relationship between socioeconomic factors and the incidence of stunting in toddlers in Central Cimahi. This study is a quantitative study, with observational analytical methods using a comparative cross sectional design. The number of samples was 30 for cases and 30 for control using a 2-proportion difference test taken through purposive sampling. Data was taken by giving a questionnaire containing 18 questions. Research site at Posyandu Karang Mekar in March – November 2023. Inclusion criteria included families with children younger than 5 years old and parents willing to be the subjects of the study. Exclusion criteria include children who have disorders such as congenital defects in organs and children who have chronic diseases. Data analysis of this study used Chi-square. The results showed maternal education (p=0.033), father's job (p=0.037), mother's job (p=0.020), father's income (p=0.015), and mother's income (p=0.021). In conclusion, there is a relationship between the mother's education level, father's job, mother's job, father's income and mother's income with the incidence of stunting in Central Cimahi. Family socioeconomic factors have an important role in the incidence of stunting. Abstrak. Balita pendek jika z-score di bawah -2SD dan sangat pendek jika -3SD. Kecamatan Cimahi Tengah merupakan daerah dengan angka stunting terbesar di kota Cimahi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara faktor sosioekonomi dengan kejadian stunting pada balita di Cimahi Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode analitik observasional menggunakan desain cross sectional comparative. Jumlah sampel sebanyak 30 untuk kasus dan 30 untuk kontrol menggunakan uji beda 2 proporsi yang diambil melalui purposive sampling. Data diambil dengan cara memberikan kuesioner berisi 18 pertanyaan. Tempat penelitian di Posyandu Karang Mekar pada bulan Maret – November 2023. Kriteria inklusi meliputi keluarga yang memiliki anak berusia kurang dari 5 tahun dan orangtua yang bersedia menjadi subjek penelitian. Kriteria eksklusi meliputi anak yang memiliki kelainan seperti cacat bawaan pada organ tubuh dan anak yang memiliki penyakit kronis. Analisis data penelitian ini menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan ibu (p=0,033), pekerjaan ayah (p=0,037), pekerjaan ibu (p=0,020), pendapatan ayah (p=0,015), dan pendapatan ibu (p=0,021). Simpulan, terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, pendapatan ayah dan pendapatan ibu dengan kejadian stunting di Cimahi Tengah. Faktor sosioekonomi keluarga memiliki peran peran penting terhadap kejadian stunting.
Hubungan Konsumsi Gula dengan Derajat Depresi Nadia Salsabila Nugraha; Mirasari Putri; Siti Annisa Devi Trusda
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.12158

Abstract

Abstract. The relationship between sugar consumption and the degree of depression. The method utilized was a literature review, involving the collection, reading, analysis, and conclusion of previous research data to establish the connection between sugar consumption and the degree of depression. The findings of the study suggested the involvement of inflammatory processes in mediating the relationship between sugar consumption and depression, leading to hyperactivity of the HPA axis and a reduction in neurogenesis in the hippocampus. Consequently, alterations in plasticity occurred in the hippocampus, amygdala, and frontal cortex, resulting in diminished production of serotonin and norepinephrine, contributing to the onset of depression. Abstrak. Studi literatur ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang memadai mengenai hubungan konsumsi gula dengan derajat depresi. Metode yang digunakan adalah dengan studi literatur berupa dikumpulkan, dibaca, dianalisis, dan disimpulkan dari data penelitian terdahulu untuk mengetahui hubungan konsumsi gula terhadap derajat depresi. Hasil dari studi ini menunjukkan adanya keterlibatan proses inflamasi dalam menjembatani hubungan antara konsumsi gula dengan terjadinya depresi, yang menyebabkan hiperaktivitas dari HPA aksis dan menimbulkan penurunan neurogenesis di hipokampus. Akibatnya, terjadi perubahan plastisitas di hipokampus, amigdala, dan korteks frontal yang menurunkan produksi serotonin dan norepinefrin sehingga menimbulkan depresi.