Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Perlakuan Serat Dan Fraksi Serat Sisal (Agave Sisalana) Terhadap Kekuatan Tarik Pada Komposit Epoxy/ Serat Sisal Zainun, Zainun; Mufti, Moh; Wahid, Ichlas; Nafi, Maula
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2025): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v11i1.132394

Abstract

Industri penguatan struktur menghadapi tantangan yang besar yang berkaitan dengan penerapan konsep bangunan ramah lingkungan. Bangunan ramah lingkungan adalah bangunan yang aspek konstruksi, desain, dan operasinya didasarkan pada keamanan lingkungan dan alam sebagai tujuan utama. Sisal adalah salah satu serat alami yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat struktur. Serat ini berasal dari serat kelopak daun tanaman sisal yang telah melalui proses pemisahan. Sisal termasuk dalam kategori serat alami yang dapat digunakan sebagai penguat dalam komposit. Kekuatan dan kekakuan serat alami dipengaruhi oleh kandungan selulosanya. Perlakuan dengan NaOH dapat meningkatkan kandungan selulosa pada serat dengan cara menghilangkan hemiselulosa dan lignin. Proses ini secara tidak langsung berdampak pada kekuatan tarik dan kekuatan lentur komposit serat alami. Pengujian tarik dilakukan pada spesimen untuk mengukur kekuatan mekanik komposit serat sisal sesuai dengan standar ASTM D-638. Metode VARI (Vacuum Assisted Resin Infusion) digunakan untuk mengurangi void atau cetakan yang terperangkap saat resin epoxy mengalir ke dalam spesimen atau cetakan. Metode VARI bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi antara proses alkali NaOH 5% dan air PDAM dengan lama perendaman 1, 2 jam dan fraksi volume serat 15, 20%. Uji tarikan menunjukkan bahwa kekuatan tarik terbesar ditemukan pada komposit yang telah menjalani proses pengolahan serat perendaman alkali NaOH selama 2 jam, dan nilai tersebut adalah sekitar 45,2 MPa. Pengujian porositas dilakukan untuk mengetahui perbandingan volume pori dengan volume total suatu material. Nilai porositas yang tinggi menyebabkan ruang kosong dalam material tersebut akan semakin banyak sehingga terjadi penurunan kuat tekanan. Hasil uji porositas tertinggi pada variasi selama 2 jam dengan perendaman alkali-20% memiliki nilai tertinggi yaitu 15,11% dan terendah pada variasi selama 2 jam dengan perendaman air PDAM-15% memiliki nilai terendah yaitu 8,21%. Pengujian SEM (Scanning Electron Microscope) dilakukan sebagai penunjang bahwa variasi perendaman selama 2 jam dengan air PDAM-15% yang memiliki nilai terendah yaitu 34,8 Mpa dan variasi selama 2 jam dengan perendaman alkali-20% memiliki nilai tertinggi yaitu 45,2 Mpa. Kata kunci: Epoxy, Fraksi Volume, Lama perendaman, Perlakuan alkali, Serat sisal, uji Tarik, uji Porositas, uji SEM.
Analisis Kekerasan dan Struktur Mikro Baja ST 60 hasil Pengelasan SMAW dengan Variasi Arus Las dan Temperatur PWHT Nafi*, Maula; Wahid, Ichlas
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26902

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan (1) mendapatkan pengaruh arus listrik las SMAW dan temperatur PWHT terhadap struktur mikro baja ST60, (2) Mengetahui pengaruh arus listrik pengelasan SMAW dan temperatur PWHT terhadap kekerasan baja ST60, Post Weld Heat Treatment (PWHT) dilakukan di suhu 400C, 450C, dan 500C dan penggunaan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) pada arus AC 140 Ampere, 150 Ampere dan 160 Ampere. Hasilnya adalah (1) Hasil uji struktur mikro baja ST 60 memperlihatkan perbedaan suhu Post Weld Heat Treatment (PWHT) dan perbedaan arus AC pada struktur mikro dapat dipengaruhi oleh proses Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Makin tinggi suhu dan arus AC mengakibatkan ferit tumbuh lebih banyak dari pada perlit. (2) Hasil pengujian kekerasan baja ST 60 menunjukkan bahwa semakin besar arus pengelasan pada proses Shielded Metal Arc Welding (SMAW), nilai kekerasan makin besar pada daerah logam las. Semakin tinggi temperatur Post Weld Heat Treatment (PWHT), nilai kekerasan semakin menurun. Nilai kekerasan tertinggi sebesar 57,5 HRC terdapat pada daerah titik las dengan temperatur PWHT 400C dan arus AC SMAW 160 Ampere. Nilai kekerasan terendah sebesar 34,5 HRC terdapat pada daerah titik las dasar dengan temperatur PWHT 450C dan arus AC SMAW 140 Ampere.