Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Kiprah Kyai Ihsan Jampes dalam Tradisi dan Nilai-Nilai Pendidikan Pondok Pesantren Kuncoro, Anis Tyas; Ali, Mudzakkir; Hamzah, Ghufron
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2024): Tantangan Kontemporer dalam Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.7.2.1-18

Abstract

Ada banyak peran yang telah dimainkan pondok pesantren dan tokoh-tokoh kyai kharismatiknya dalam membumikan nilai-nilai tasawuf, baik dalam tataran wacana maupun praktik, dengan menghidupkan tradisi literasi intelektual terhadap kitab-kitab karya tulis ulama besar di masa lampau, nasional maupun internasional. Dengan begitu, apa yang telah dirintis dan dibangun para kyai dan ulama melalui pondok pesantrennya telah menjelma sebagai corong ilmu dan praktik keagamaan Islam, juga sekaligus menjadi referensi dan respon positif terhadap isu-isu sosial dan budaya masyarakat yang dihadapi. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan studi pustaka ditujukan untuk mengeksplorasi profil Kyai Ihsan Jampes sebagai salah satu tokoh penting ulama nusantara dan perannya dalam membangun tradisi dan nilai-nilai pendidikan pondok pesantren. Komitmen Kyai Ihsan Jampes terhadap praktik-praktik bertasawuf dan berfiqih di sisi yang lain, menunjukkan bahwa sikap beliau berada pada kerangka cara berpikir moderat, yaitu selalu mengedepankan paradigma berpikir yang memandang persoalan tidak dalam bingkai ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri, yang dalam kerangka teologis menjadi potret ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.
Pesantren as a Base for Instilling Religious Moderation Values Samsudin, Samsudin; Ali, Mudzakkir; Ekaningrum, Ifada Retno
TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 1 (2024): Educational Issues
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpai.7.1.52-63

Abstract

As the oldest educational institution in Indonesia, Islamic boarding schools, famously known as Pesantren, are institutions which have persistence in transforming Islamic values. The persistence of Islamic boarding schools in affirming their role as educational institutions that always keep up with current developments is characterized by a responsive attitude to issues of religious moderation. In the global context, religious moderation is very necessary as a collective commitment to maintaining peace and national integrity. The existence of Islamic boarding schools is again being challenged to be adaptive in responding to problems of religious moderation. This research is intended to answer the problem formulation regarding what the values of religious moderation mean, what are the characteristics of Islamic boarding schools, and how to instil the values of religious moderation in Islamic boarding schools. Through a phenomenological approach and reflective logic, Islamic boarding schools' responses to the dynamics of global problems increasingly appear comprehensive. Islamic boarding schools are increasingly reaffirming their identity as educational institutions that teach tolerant attitudes, respect plurality and preach the teachings of Islam as a bringer of peace. The research results show that Islamic boarding schools are worthy of being a basis for preserving the values of religious moderation through internalizing the values of Tawassut, Tawazun, I'tidal, Tasamuh, Musawah, Shura.
PENDIDIKAN ISLAM UNTUK PERDAMAIAN DAN TOLERANSI DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL Al-Huda, M. Saifuddin; Ali, Mudzakkir; Cholid, Nur; Ekaningrum, Ifada Retno
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.7139

Abstract

Fenomena klaim kebenaran dalam setiap agama sering kali melahirkan ketegangan sosial yang berdampak luas pada relasi antarumat beragama. Klaim eksklusif tentang kebenaran agama sendiri, yang bersumber dari keyakinan teologis, cenderung menghasilkan pemahaman subjektif dan simbolik yang beragam. Perbedaan ini diperparah oleh praktik "standar ganda" dalam menilai agama lain, yang memunculkan prasangka teologis serta menghambat peran agama dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan Islam berbasis multikultural hadir sebagai alternatif solusi dengan menekankan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman. Pendidikan semacam ini mendorong tumbuhnya kesadaran diri, kecerdasan spiritual, dan kepribadian yang berlandaskan cinta (mahabbah) kepada Tuhan dan sesama manusia. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan Islam yang humanistik dan teosentris sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik yang toleran, berperikemanusiaan, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat plural. Kesimpulannya yaitu pendidikan Islam untuk perdamaian dan toleransi dalam masyarakat multikultural dapat dilakukan dengan melakukan pendidikan Islam berbasis multikultural dan pendidikan Islam berbasis humanisme teosentris. Pendidikan Islam berbasis humanisme teosentris untuk perdamaian dan toleransi dalam masyarakat multikultural mengarah pada transformasi nilai, ilmu pengetahuan dan teknologi juga dilakukan dalam rangka rahmatan lil ‘alamin, dengan menekankan proses pembelajaran ditekankan interaksi aktif antara peserta didik dengan sumber dan lingkungan belajar sehingga peserta didik menemukan dan mengembangkan pengalaman keagamaannya sesuai tahap kemampuan masing-masing. Pendidikan Islam untuk perdamaian dan toleransi dalam masyarakat multikultural dalam setiap proses yang dilakukan dengan menekankan pada penghargaan terhadap keberagamaan setiap individu siswa dan mengedepankan kasih sayang dalam mengajar siswa sebagaimana orang tua terhadap anak kandungnya, tidak ada pilih kasih dalam memberikan perlakukan kepada setiap siswa
Peran Pendidikan Islam Dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi dan Perdamaian  di Tengah Masyarakat Multikultural Muhammad Said Hidayatulloh; Mudzakkir Ali; Ifada Retno Ekaningrum
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam menghadapi masyarakat multikultural. Masyarakat multikultural adalah komunitas yang mampu menerima dan menghormati keberagaman, baik dalam hal suku, agama, budaya, jenis kelamin, bahasa, adat istiadat, maupun asal daerah. Multikulturalisme memungkinkan perbedaan ini hidup berdampingan secara harmonis dengan rasa saling menghargai. Nilai-nilai keagamaan yang mendukung moderasi beragama mencakup upaya menjaga keselamatan jiwa, menghormati peradaban yang mulia, memperkuat prinsip-prinsip moderasi, menciptakan perdamaian, serta meneguhkan pluralisme dengan menghormati kebebasan berpikir, berekspresi, dan beragama. Pendidikan Islam bertujuan menghasilkan individu yang saleh secara pribadi maupun sosial, dengan menekankan nilai-nilai keadilan, perdamaian, kesetaraan, dan kemanusiaan, sejalan dengan konsep "rahmatan lil alamin." Dengan demikian, pendidikan Islam secara eksplisit mendukung penghargaan terhadap keberagaman dan multikulturalisme, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an dan Hadits.
Entrepreneurship Education Model through Vocational Skills: A Case Study on Manba'ul Hikmah and Al-Musyaffa' Islamic Boarding Schools, Kendal Rohman, Basyar; Ali, Mudzakkir; Hamzah, Ghufron
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1826

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the entrepreneurship education model through vocational skills at Manba'ul Hikmah and Al Musyaffa' Islamic Boarding Schools in Kendal Regency, focusing on the reasons for its implementation, the process, and the results achieved. The research is based on the important role of Islamic boarding schools in developing students’ religious knowledge, practical skills, and moral character to address the challenges of Society 5.0 and the Industrial Revolution 4.0. A qualitative approach was used with a case study design and a comparative descriptive method. Data were collected through observation, unstructured interviews, and documentation, with purposive sampling applied to select informants. The findings show that the entrepreneurship education model at both boarding schools successfully equips students with vocational and entrepreneurial skills such as agriculture, crafts, digital technology, culinary arts, and business management. Students become more economically independent, capable of managing school business units, and contribute to community economic empowerment. The program also enhances the operational efficiency of the institutions and integrates Islamic values into practical learning. Overall, this integrative entrepreneurship education model effectively prepares students for the workforce, fosters independence, and strengthens institutional sustainability. It can serve as a practical reference for other Islamic boarding schools seeking to develop students’ competencies in line with modern economic and technological demands while maintaining strong Islamic values
Pendidikan Agama Islam sebagai Instrumen Moderasi Beragama dalam Membangun Budaya Toleransi dan Perdamaian Lubab, Muhammad Nikobul; Ali, Mudzakkir; Ekaningrum, Ifada Retno
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4003

Abstract

Meningkatnya paparan peserta didik terhadap narasi keagamaan ekstrem melalui media digital menimbulkan tantangan serius bagi Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembelajaran PAI berbasis moderasi digital terhadap sikap kritis peserta didik terhadap narasi keagamaan ekstrem. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan melibatkan dua kelompok peserta didik jenjang pendidikan menengah, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran PAI terintegrasi dengan prinsip-prinsip moderasi digital dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran PAI konvensional. Data dikumpulkan menggunakan instrumen skala sikap kritis yang telah divalidasi melalui prosedur pretest dan posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas dan homogenitas, uji independent samples t-test, serta analisis normalized gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p < 0,05). Peserta didik yang mengikuti pembelajaran PAI berbasis moderasi digital menunjukkan tingkat sikap kritis yang lebih tinggi, khususnya dalam menganalisis argumen keagamaan, mengevaluasi kredibilitas sumber digital, serta menolak klaim keagamaan yang bersifat absolut dan intoleran. Selain itu, kelompok eksperimen mencapai tingkat peningkatan sedang hingga tinggi, sedangkan kelompok kontrol hanya menunjukkan peningkatan pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi moderasi digital dalam pembelajaran PAI secara efektif mampu memperkuat sikap kritis peserta didik terhadap narasi keagamaan ekstrem. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan pedagogi pendidikan Islam, khususnya dalam memperkuat peran moderasi digital sebagai strategi pencegahan ekstremisme keagamaan di lingkungan pendidikan formal.
Transformasi Pondok Pesantren Melalui Edupreneurship Nurochman; Mudzakkir Ali; Nor Hadi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5114

Abstract

Tiga fungsi pesantren yaitu: (1) menjadi pusat pendidikan Islam, dimana pesantren tidak hanya sebagai wadah transfer of knowledge semata, melainkan juga sebagai media penanaman akidah, akhlak, penguatan syariah, dan muamalah dengan pola asrama atau santri dipondokkan. (2) menjadi pusat dakwah, mengajak umat untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar dengan metodologi rahmatan lil'aalamiin (3) menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi dan bisnis ummat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk transformasi pendidikan pesantren melalui edupreneurship di pondok pesantren Tazakka Jawa Tengah dan Pondok Pesantren Sidogiri Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis lapangan (field research). Untuk mengumpulkan data penelitian, peneliti menggunakan teknik penelitian melalui observasi berperanserta (participant observation), wawancara menadalam (in depth interiview), dan dokumentasi. Hasil penelitian disertasi ini menunjukan bahwa, Pertama, Transformasi pondok pesantren Sidogiri Jawa Timur melalui edupreneurship dilakukan secara teoritis dan praktis. Secara teoritis pendidikan kewirausahaan Islami di Pondok Pesantren Sidogiri diberikan kepada para santri atau murid di MMU Aliyah, sedangkan secara praktis, pendidikan kewirausahaan Islami diberikan melalui kegiatan praktek atau magang di kopontren. Kedua, edupreneurship di pondok modern Tazakka Jawa Tengah (1) termaktub dalam kegiatan intrakurikuler. Melalui dirosah Islamiyah, santri mengenal adanya entrepreneurship atas keteladanan Nabi SAW dan para sahabat. prinsip-prinsip transaksi yang halal, etika bisnis Islam, dan pengelolaan usaha sesuai syariat. (2) melalui kegiatan kokurikuler dan esktrakurikuler seperti praktik adab kesopanan sebagai salah satu kegiatan kokurikuler menjadi fondasi etika pendidikan pesantrenpreneur yang merupakan bagian dari hidden curriculum. Kegiatan perkoperasian santri merupakan bentuk ekstrakurikuler yang berfungsi sebagai laboratorium praktik ekonomi pesantren.
Implementasi Pendidikan Ekoteologi Melalui Habituasi di Madrasah Ibtidaiyyah Nurochman Nurochman; Mudzakkir Ali; Nor Hadi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.695

Abstract

Pemanasan global mengancam penghuni bumi. Laporan Pembangunan Manusia Tahun 2007 memaparkan bahwa akibat global warming tahun 2004, sekitar 262.000.000 orang terkena bencana dan 98% dirasakan masyarakat di dunia ketiga. Madrasah Ibtidaiyyah sebagai Lembaga Pendidikan paling dasar yang diyakini memiliki seperangkat kurikulum agama dan umum, mempunyai fungsi yang efektif dalam mengambil posisi ganda sebagai lembaga strategis untuk mendidik generasi agar peserta didik mempunyai kesadaran dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan dan kelestarian alam melalui Pendidikan ekoteologi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan desain pendidikan ekoteologi di Madrasah Ibtidaiyyah dan menggambarkan secara empiris bahwa pendidikan ekoteologi mampu diaplikasikan melalui habituasi. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan jenis kualitatif, menggunakan pendekatan normatif-filosofis, yakni mengkaji teks keagamaan dan mengkaji dengan mendalam gagasan ekoteologi perspektif Nasaruddin Umar melalui sumber tertulis yang relevan, seperti artikel, jurnal ilmiah, ceramah, opini, dan berita resmi di situs Kementerian Agama RI. Sumber primer penelitian meliputi artikel Kementerian Agama RI, jurnal ilmiah, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 86 Tahun 2023, Al Qur’an, dan hadis. Adapun sumber sekunder mencakup buku, jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan ekoteologi Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) untuk menelaah nilai-nilai. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pendidikan ekoteologi dapat diimplementasikan melalui habituasi atau pembiasaan. Proses habituasi dimulai dengan penanaman kesadaran teologis bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari perintah agama. Membangun kesadaran bahwa merawat alam adalah bentuk ibadah menjadi fondasi utama dalam pembentukan sikap ekoteologis. Habituasi pendidikan ekoteologi juga diwujudkan melalui pembiasaan perilaku nyata siswa di lingkungan Madrasah Ibtidaiyyah.
Student Character Development Model Based on Religious Values at MAN 1 Ngawi Samsudin Samsudin; Mudzakkir Ali; Nanang Nurcholis
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i3.497

Abstract

This study aims to examine the implementation of the Friday sermon program in strengthening students’ aqidah and moral values at MTs UIN North Sumatra, covering the planning and implementation processes as well as the supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the head of the madrasah, vice principal for student affairs, program supervisors, and students. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation. The findings reveal that the program is planned systematically through stakeholder coordination and implemented continuously as part of religious development activities. The program functions not only as a ritual practice but also as an educational process that promotes habituation, role modeling, and active student participation. Supporting factors include institutional support, supervisor competence, student involvement, and a religious school environment. Inhibiting factors consist of limited facilities, less varied instructional methods, and external influences. The novelty of this study lies in the utilization of the Friday sermon as a student participation-based character-building model. The program contributes to enhancing religious awareness, discipline, responsibility, self-confidence, and strengthening students’ aqidah and moral values.
Pendidikan Islam Moderat sebagai Strategi Penguatan Toleransi dan Harmoni Sosial di Indonesia Rohani; Mudzakkir Ali; Muh. Syaifudin
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2025): IQ (Ilmu Al-qur’an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Tarbiyah, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/ndv5gr97

Abstract

Meningkatnya intoleransi, polarisasi agama, dan disintegrasi sosial di Indonesia menuntut rekonstruksi paradigma pendidikan Islam agar mampu menghasilkan generasi yang moderat, inklusif, dan cinta damai. Pendidikan Islam moderat, yang berakar pada nilai tawaṣṣuṭ (moderat), tawāzun (keseimbangan), tasāmuḥ (toleransi), dan i‘tidāl (keadilan), dipandang sebagai strategi penting dalam membangun harmoni sosial di masyarakat multikultural. Artikel ini menelaah pendidikan Islam moderat sebagai strategi membangun toleransi dan harmoni sosial melalui pendekatan filosofis, pedagogis, dan sosiologis. Secara filosofis, pendidikan Islam moderat berpijak pada konsep Islam raḥmatan lil-‘ālamīn yang menempatkan kemanusiaan sebagai dasar etika keagamaan. Secara pedagogis, pendidikan Islam moderat membentuk karakter toleran melalui pendidikan dialogis, humanis, dan kontekstual, sebagaimana praktik pendidikan Islam Nusantara di pesantren. Secara sosiologis, pendidikan Islam moderat memperkuat kohesi sosial dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. Kajian ini menegaskan bahwa Islam Nusantara dapat menjadi model praksis pendidikan Islam moderat yang efektif untuk memperkuat integrasi bangsa, mengelola perbedaan, dan menciptakan harmoni sosial di Indonesia.