Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Improving Students’ Vocabulary Mastery through Snake and Ladder Game at Seventh-Grade Students Vinsensia Noyanti Jelimun; Mukarom Mukarom; Indrawati Pusparini
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 7 No. 3 (2024): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This classroom action research aimed to improve seventh-grade students’ vocabulary mastery by implementing the Snake and Ladder game as an interactive learning medium. The study was conducted in two cycles following Kemmis and McTaggart’s model consisting of planning, action, observation, and reflection. Participants included 32 seventh-grade students from a junior high school in Indonesia. Data were gathered through vocabulary tests, observation checklists, field notes, and student interviews. Findings indicate that using the Snake and Ladder game enhanced students’ motivation, participation, and vocabulary achievement. Students’ scores improved from a pre-test average of 58.7 to 69.5 in Cycle 1 and later reached 81.3 in Cycle 2, surpassing the minimum mastery criterion. Qualitative findings further showed that the game encouraged collaboration, reduced anxiety, fostered a supportive learning climate, and created a joyful classroom atmosphere. These results suggest that the Snake and Ladder game is an effective instructional strategy for strengthening vocabulary mastery among seventh-grade students. Teachers are recommended to incorporate structured game-based learning activities into English lessons to improve student engagement and learning outcomes.
Praktik Baik Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi, Dampak dan Hasil) Dalam Mengatasi Masalah Belajar Siswa Kelas XI di SMA Negeri 6 Malang Nadhiya Andi Anggraeni; Mukarom Mukarom; Budi Santoso; Indrawati Pusparini
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.48

Abstract

Metode Star sangat diperlukan bagi Guru sejarah dalam mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan belajar yang dialami siswa serta mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode tersebut penting untuk memahami hambatan yang dihadapi siswa dalam proses belajar dan menemukan cara terbaik untuk membantu mereka mengatasi kesulitan dalam belajar. Guru sejarah harus lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam menentukan serta menggunakan metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi metode start dalam raktik baik mengatasi masalah belajar sejarah. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Pustaka atau library research. Penelitian studi Pustaka merupakan penelitian yang menggunakan data utama berasal dari literatur atau sumber Pustaka sebagai bahan analisis yang disesuaikan dengan permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dengan sumber primer berupa observasi yaitu melkaukan pengamatan dengan siswa kelas XI dan wawancara dengan siswa kelas XI untuk mengetahui permaslahan belajar yang ada dalam pembelajaran sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan yang inovatif dalam pembelajaran, seperti penggunaan teknologi dan metode interaktif, dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan menarik bagi guru sejarah dalam mengajar di sekolah.
Strategi Monopoli Perdagangan VOC dalam Menancapkan Hegemoni di Nusantara (1602-1799) Amanah Agustin; Yulita Pujiharti; Mukarom Mukarom; Loesita Sari
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2839

Abstract

Nusantara mempunyai letak yang strategis diantara jalur perdagangan internasional India dan Tiongkok sehingga pada awal mula masehi secara tidak langsung Nusantara menjadi arus penyambung lalu lintas dunia perdagangan Internasional pada saat itu. Keterlibatan dalam dunia perdagangan tersebut membawa dampak Nusantara menjadi daya tarik bagi masuknya bangsa bangsa asing baik yang hanya singgah untuk berdagang maupun yang ingin menancapkan hagemoninya dan mengambil keuntungan sebesar-besarnya dengan monopoli di bidang perdagangan seperti bangsa Belanda atau VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie). Selain letaknya yang strategis, Nusantara juga kaya akan hasil komoditi perdagangan seperti beras dan rempah-rempah yang sangat diminati dunia perdagangan masa itu. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui secara umum tentang VOC (2) Mengetahui secara umum tentang perdagangan di Nusantara (3) Mengetahui strategi VOC dalam monopoli perdagangan di Nusantara. Penggunaan metode dalam penulisan penelitian ini adalah metode kepustakaan maksudnya pembahasan dari awal hingga akhir bersumber dari literature yang berkaitan dengan VOC dalam monopoli perdagangan di Nusantara.
Internalization of Akhlak Values in Islamic Education: Al-Ghazali’s Perspective for Addressing Moral Crisis Nazarudin, Luthfi; Mukarom, Mukarom
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v9i1.9712

Abstract

The moral crisis among the younger generation has become a major challenge in contemporary Islamic education, as reflected in the increasing cases of violence, bullying, and drug abuse among adolescents. Although many studies have explored moral education from conceptual and empirical perspectives, limited research has systematically reconstructed classical Islamic ethical thought to address contemporary moral challenges shaped by digitalization and rapid social change. In particular, the moral philosophy of Al-Ghazali has rarely been formulated into an integrative framework for modern Islamic education. This study aims to reconstruct Al-Ghazali’s concept of moral internalization and examine its relevance in responding to the moral crisis among the younger generation. Using a qualitative library research method, this study analyzes classical texts of Al-Ghazali and relevant scholarly literature through a descriptive-analytical approach. The findings indicate that moral internalization through character education, moral habituation, exemplary conduct (uswah hasanah), and tazkiyatun nafs provides a conceptual framework for strengthening students’ moral development. This study contributes theoretically by offering a reconstructed model of Al-Ghazali’s moral framework that is adaptable to contemporary Islamic educational contexts.
Tadabur Ayat-Ayat Pembelajaran Mandiri dengan Pendekatan Andragogi: (Studi Literatur Pendidikan Agama Islam) Marissa, Marissa; Mukarom, Mukarom
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5296

Abstract

Penelitian ini mengkaji ayat-ayat al-Qur’an tentang self-regulated learning (pembelajaran mandiri) melalui sudut pandang teori. Bertujuan menggali pesan-pesan yang terkandung di dalam al-Qur’an mengenai self-regulated learning (pembelajaran mandiri) sebagai motivasi bagi orang dewasa untuk terus menuntut ilmu agama di tengah kesibukan sehari-hari. Metode penelitian ini adalah studi literatur, yaitu mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber bacaan mengenai self-regulated learning (pembelajaran mandiri). Dari hasil penelitian, ditemukan 13 ayat al-Qur’an yang memuat nilai-nilai self-regulated learning (pembelajaran mandiri), kemudian dibagi ke dalam empat kelompok tema, lalu dibandingkan dengan enam prinsip andragogi Malcolm Knowles. Hasilnya menunjukkan bahwa al-Qur’an sudah lebih dahulu membahas pentingnya belajar secara mandiri. Berbeda dengan anak-anak dan remaja yang punya banyak waktu untuk belajar namun belum leluasa mengakses sumber ilmu yang sangat luas, orang dewasa waktu untuk belajarnya lebih sedikit di sela kesibukan keseharian namun memiliki akses yang jauh lebih mudah ke berbagai sumber keilmuan dan mampu memilah ilmu mana yang benar dan bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya. Maka penelitian ini hadir sebagai pengingat bahwa menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap umat, tak hanya yang masih muda, namun termasuk orang-orang yang sudah dewasa.
Transformasi Kurikulum Pesantren Tahfidzul Qur’an Imam Syaukani dalam Menjawab Tantangan Pendidikan Modern Febrianto, Andi; Mukarom, Mukarom
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5512

Abstract

Penelitian ini di lakukan bertujuan untuk menganalisis bagaima proses transformasi kurikulum di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an IMAM SYAUKANI demangan, sambi, Boyolali ini sebagai sebuah Respon dalam suatu dinamika dan tuntutan Pendidikan modern. Sebagaimana yang kita ketahui transformasi kurikulum menjadi sebuah Langkah yang sangat strategis dalam menjaga Relevansi pesantren ditengah perkembangan ilmu, pengetahuan, teknologi dan globalisasi tanpa harus mengabaikan nilai-nilai dasar dalam Pendidikan islam. Adapun metode yang kami gunakan adalah metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi komunikasi. Dan hasil penelitian yang kami lakukan menunjukkan bahwa pesantren ini telah melakukan inovasi kurikulum melalui integrasi antara system tahfidz tradisional dengan kurikulum umum yang berbasis kompetensi walaupun dalam penerapannya masih banyak kekurangan dan hal-hal yang belum terlaksana disebabkan masih minimnya pengetahuan, kurangnya pelatihan, fasilitas dan dukungan dari bebagai pihak. Adapun upaya transformasi yang dilakukan adalah penguatan visi Pendidikan integrative, penerapan media dan teknologi digital dalam sebuah proses pembelajaran, serta meningkatkan kapasitas dari setiap guru dalam pedagogi kontemporer. Implementasi transformasi ini berhasil menciptakan lingkungan Pendidikan yang adaptif, kreatif dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat modern, sekaligus mempertahankan karakter ciri khas dari pesantren. Penelitian yang kami laukakan ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pesantren, Lembaga pendididkan formal dan pemangku kebijakan untuk mendukung keberlanjutan kurikulum integrative yang berorientasi untuk membentuk santri atau murid yang unggul dan mampu bersaing secara global.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI DIPONDOK PESANTREN IMAM AL-BUKHARI FIRDAUS Husna, Ainul; Mukarom, Mukarom
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10786

Abstract

The moral decline of the younger generation is a major challenge for Islamic educational institutions today. This study aims to explain the implementation of moral education at the Imam Al-Bukhari Firdaus Islamic Boarding School in an effort to shape the noble character of its students. Using qualitative methods with a phenomenological approach, this study explores the direct experiences of the subjects through stages of observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis was carried out through data reduction, presentation, and drawing conclusions to obtain a holistic understanding. The results show that moral education is implemented as an integrated value system in all daily activities of the students, not just a formal class program. This implementation is carried out through routine habits, continuous supervision, and real examples from teachers who are determining factors for success. The use of the classic book Washoya Al-Aba' Lil Abna' provides concrete guidance in developing adab (good manners) towards Allah, teachers, and fellow human beings. The findings reveal a significant increase in the students' discipline, politeness, and social responsibility through a dynamic process of internalization of values. The main conclusion confirms that the character of students is formed naturally through a religious environment that consistently prioritizes adab (good manners) above knowledge. Moral education at this Islamic boarding school has succeeded in becoming a spiritual foundation that equips students to contribute positively to the lives of the wider community while also becoming a strong moral fortress in facing the increasingly challenging currents of globalization for future generations. ABSTRAK Kemerosotan moral generasi muda menjadi tantangan besar bagi lembaga pendidikan Islam saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi pendidikan akhlak di Pondok Pesantren Imam Al-Bukhari Firdaus dalam upaya membentuk karakter mulia para santri. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman langsung para subjek melalui tahapan observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan guna memperoleh pemahaman holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dilaksanakan sebagai sistem nilai terintegrasi dalam seluruh aktivitas keseharian santri, bukan sekadar program formal kelas. Implementasi tersebut dilakukan melalui pembiasaan rutin, pengawasan berkelanjutan, serta keteladanan nyata dari para pengajar yang menjadi faktor penentu keberhasilan. Penggunaan kitab klasik Washoya Al-Aba’ Lil Abna’ memberikan panduan konkret dalam membangun adab terhadap Allah, guru, dan sesama manusia. Temuan mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada kedisiplinan, kesopanan, dan tanggung jawab sosial santri melalui proses internalisasi nilai yang dinamis. Simpulan utama menegaskan bahwa karakter santri terbentuk secara alami melalui lingkungan religius yang konsisten mengedepankan adab di atas ilmu. Pendidikan akhlak di pesantren ini berhasil menjadi fondasi spiritual yang membekali santri untuk berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat luas sekaligus menjadi benteng moral yang kuat menghadapi arus globalisasi yang kian menantang bagi generasi masa depan.