Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL ISTEK

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN OBAT SURIAN (TOONA SINENSIS) Anggita Rahmi Hafsari; Isma Asterina
JURNAL ISTEK Vol 7, No 2 (2013): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian isolasi dan identifikasi kapang endofit pada tumbuhan Toona sinensis (Surian). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Negeri Sunan Gunung Djati pada bulan Desember 2012 sampai Februari 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara eksploitasi jamur endofit dari tumbuhan Toona sinensis dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djauanda, Dago Pakar. Selanjutnya melakukan identifikasi terhadap jamur endofit yang telah diisolasi. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak enam isolat jamur endofit yang telah diisolasi dari daun T. sinensis. Ke enam isolat tersebut adalah K1, K2. K3, K4, K5, dan K6 merupakan kapang dari tiga genus. Isolat kapang endofit K1, K5, K6 termasuk ke dalam golongan genus Aspergillus sp., isolat kapang endofit K2 termasuk ke dalam golongan Mucor sp., isolat kapang endofit K3 dan K4 termasuk ke dalam Humicolla sp.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELUNTAS ( Pluchea indica (L.) LESS. ) TERHADAP Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT Anggita Rahmi Hafsari; Tri Cahyanto; Toni Sujarwo; Rahayu Indri Lestari
JURNAL ISTEK Vol 9, No 1 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) merupakan salah satu tanaman yang terdapat di Indonesia yang pemanfaatannya belum digali secara maksimal. Daun beluntas diketahui dapat digunakan sebagai obat berbagai penyakit karena senyawa fitokimia yang ada di dalamnya. Jerawat merupakan penyakit permukaan kulit yang muncul pada saat kelenjar minyak kulit terlalu aktif sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan sehingga bakteri penyebab jerawat tumbuh didalamnya dan memacu inflamasi. Bakteri tersebut adalah Propionibacterium acnes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun beluntas dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes serta pada konsentrasi berapakah yang lebih efisien dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan berbagai macam konsentrasi dari 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, serta digunakan tetrasiklin sebagai pembanding dan aquadest sebagai kontrol. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak daun beluntas yang dimaserasi dengan pelarut etanol 96% dihasilkan ekstrak kental yang kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasilnya diketahui bahwa ekstrak daun beluntas memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes terlihat dengan adanya zona hambat yang dibentuk. Diameter zona hambat pada konsentrasi 1% sebesar 9 mm, konsentrasi 2% sebesar 7,67 mm, konsentrasi 3% sebesar 8,67 mm, konsentrasi 4% sebesar 8,83 mm, dan konsentrasi 5% sebesar 9 mm.