Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PROPORSI TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN PURE IKAN PATIN (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) TERHADAP MUTU SENSORI DAN MUTU KIMIA BROWNIES Afifah, Azizah Nur; Sajiman; Mas’odah, Siti; Andrestian, Meilla Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30011

Abstract

Anemia zat besi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Prevalensi tertinggi yaitu balita (47,0%), yang dapat menyebabkan stunting. Kejadian tersebut dapat dicegah dengan memenuhi kebutuhan zat besi. Bahan alternatif meningkatkan asupan zat besi adalah daun kelor yang mengandung zat besi nonheme, sehingga membutuhkan protein hewani untuk meningkatkan penyerapan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung daun kelor dan pure ikan patin terhadap mutu sensori dan kimia brownies, Penelitian ini adalah true experimental. Data yang dikumpulkan adalah mutu sensori dengan metode hedonik scale di Laboratorium Organoleptik Poltekkes Banjarmasin, sedangkan  mutu kimia zat besi dengan SSA dan protein dengan kjeldahl di BARISTAND. Analisis mutu sensori dilakukan dengan Friedman dan mutu kimia dengan One Way Anova. Penelitian menunjukkan yang paling disukai terkait warna (57%), aroma (64%), dan rasa (83%) pada kontrol, sedangkan tekstur (53%) pada P3. Kadar zat besi tertinggi pada P3 (70,61 mg/kg) dan terendah kontrol (51,68%), sedangkan kadar Protein tertinggi pada P1 (8,04%) dan terendah P3 (6,71%).  Tidak ada pengaruh proporsi tepung daun kelor dan pure ikan patin terhadap tekstur brownies (p = 0,923). Namun, ada pengaruh terhadap warna, aroma, dan rasa brownies (p = 0,001; 0,000; 0,002). Ada pengaruh proporsi tepung daun kelor dan pure ikan patin terhadap zat besi (p = 0,028) dan protein (p = 0,001) brownies. 
Effects of Torbangun Leaves(Coleus amboinicus Lour) Extract on Blood Glucose and Super Oxide Dismutase Activity in Hyperglycemic Rats Andrestian, Meilla Dwi; Damanik, Muhammad Rizal Martua; Anwar, Faisal; Yuliana, Nancy Dewi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 14 No. 3 (2019)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.66 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2019.14.3.149-156

Abstract

This research aimed to analyze the yield of torbangun extract, flavonoid content, and antioxidant activity of TE-S and its effect on the activity of SOD enzymes and blood glucose level in hyperglycemic rats as a DM animal model. The water content of simplicia was measured by the gravimetric method. The antioxidant activity of TE-S was determined using the DPPH method, while the total flavonoid was measured using spectrophotometry. The study was a completely randomized design using 25 Sprague Dawley rats. Rats were divided into four groups, namely NG (negative control, hyperglycemic rats), N (normal rats), H-IM (control of metformin drugs 62.5 mg/kg of BW), and H-IT (TE-S 620 mg/kg of BW). The treatment was carried out for 14 days. FBG levels were taken on day 0, 4, 7, 11, and 14, measured using a glucometer, while blood serum SOD levels were measured using ELISA. The study showed the water content of torbangun simplicia was 7.99% and TE-S yield from simplicia was 4.69%. TE-S contains total flavonoids of 3.91% and antioxidant activity (IC50) of 306.28 ppm with a standard of 1 ppm vitamin C. TE-S treatment significantly decreased FBG (p=0.005, α=0.01) and increased SOD levels in hyperglycemic rats. TE-S has the potential to increase blood serum SOD levels by contributing to the availability of antioxidants and decreasing blood glucose levels in hyperglycemic rats. 
Salıva pH, Carıes and OHI-S Score in Stuntıng Pre-School Chıldren in The Swamp Area Utami, Naning Kisworo; Andrestian, Meilla Dwi; Insana, Aima
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 11 No. 2 (2025): December
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/mltj.v11i2.688

Abstract

Stunting remains a major global health issue and is associated with impaired physical and cognitive development, as well as increased susceptibility to oral diseases such as dental caries. Environmental factors, including acidic peatland water, may further aggravate oral health conditions among children living in swamp areas. This study aimed to analyze the relationship between salivary pH, dental caries severity (def-t index), and oral hygiene status (OHI-S) in preschool children with stunting living in peatland regions of South Kalimantan, Indonesia. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted involving 32 preschool children aged 2–5 years residing in the working area of the Martapura Timur Public Health Center. Data collection included clinical examination of caries using the WHO criteria, salivary pH measurement with a Krisbow digital pH meter, and assessment of oral hygiene using the Simplified Oral Hygiene Index (OHI-S). Statistical analysis was performed using the Spearman correlation test. The results showed that salivary pH ranged from 5.5 to 7.0, def-t scores ranged from 2 to 8 (mean = 5.34 ± 1.78), and OHI-S scores were 0.00 in 22 children (68.7%) and >0.00 in 10 children (31.3%). A significant association was found between salivary pH and dental caries severity (p = 0.005; α = 0.05), indicating that lower salivary pH is associated with higher caries prevalence. In conclusion, stunted preschool children in peatland areas exhibited acidic salivary conditions and a high caries burden despite relatively good oral hygiene status. These findings highlight the importance of integrating nutritional rehabilitation and oral health education programs to reduce the risk of dental caries in children living in environmentally vulnerable swamp regions.
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI GIZI BERBASIS PANGAN LOKAL UNTUK MENCEGAH RISIKO ALZHEIMER DI DESA MELAYU TENGAH: Vol. 2 No.1 (2025) : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MERDEKA MEMBANGUN NEGERI (ABDIMERKA) Mahpolah; Meilla Dwi Andrestian; Mahdalena; Zulfiana Dewi; Rusmini Yanti; Niken Pratiwi; Rutmauli Hutagaul; Laila Sholehah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Merdeka Membangun Negeri Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : STIKES BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/abdimerka.v2i1.713

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup di Indonesia berdampak pada bertambahnya jumlah lansia yang berisiko mengalami penyakit degeneratif seperti alzheimer. Kondisi ini menuntut adanya upaya pencegahan berbasis komunitas, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Pemberdayaan Lansia Melalui Gizi Berbasis Pangan Lokal Untuk Mencegah Risiko Alzheimer dilaksanakan di Desa Melayu Tengah, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan literasi gizi, keterampilan pengolahan pangan lokal, dan kapasitas kader dalam mendukung pencegahan Alzheimer. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustushingga September 2025 dengan melibatkan 30 lansia, 30 keluarga pendamping, dan 10 kader posyandu serta posbindu. Metode yang digunakan meliputi edukasi interaktif, pelatihan kader, dan demonstrasi pengolahan pangan fungsional berbasis bahan lokal dengan desain pra– eksperimen one group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 55,0 menjadi 83,3 setelah intervensi. Kegiatan juga meningkatkan keterampilan kader dalam edukasi gizi serta pemanfaatan bahan pangan lokal seperti kelor, talas, dan singkong sebagai sumber antioksidan alami. Kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah desa, PKK, dan puskesmas menjadi faktor keberhasilan utama program. Dengan pendekatan partisipatif dan pemanfaatan sumber daya lokal, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Alzheimer dan dapat dijadikan model intervensi berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Pengaruh Berat Badan Lahir Rendah dan Riwayat Infeksi Saluran Pernapasan Akut terhadap Kejadian Balita Underweight Efriyani; Dewi, Zulfiana; Hariati, Niken Widyastuti; Andrestian, Meilla Dwi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1613

Abstract

Underweight masih menjadi masalah gizi pada balita yang berdampak terhadap pertumbuhan dan kesehatan jangka panjang. Prevalensi underweight di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 3 tahun 2024 sebesar 12,5% dan diduga berkaitan dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh BBLR dan riwayat ISPA terhadap kejadian balita underweight. Penelitian menggunakan desain case control dengan 160 responden, terdiri atas 40 balita underweight sebagai kelompok kasus dan 120 balita dengan status gizi normal sebagai kelompok kontrol usia 24–59 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara ibu dan penelusuran buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara BBLR (p = 0,001; OR = 1,779) dan riwayat ISPA (p = 0,006; OR = 1,103) terhadap kejadian underweight. Diperlukan pemantauan tumbuh kembang balita dengan riwayat BBLR serta pencegahan ISPA melalui edukasi PHBS dan perbaikan lingkungan.
Development and evaluation of functional “Harukam” jelly gum for oral health in stunted children Andrestian, Meilla Dwi; Utami, Naning Kisworo; Insana, Aima; Noraini, Noraini
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2991

Abstract

Snakehead fish (Channa striata) bones exhibited antibacterial activity against cariogenic bacteria, while Banjar Siam orange (Citrus reticulata) provided complementary antibacterial effects. The combination of these ingredients has the potential to be formulated into a functional saliva-stimulating jelly gum to support oral health in stunted children. This study aimed to obtain an optimal formulation of “Harukam” jelly gum as a saliva stimulant for caries prevention. The research was conducted at the Health Polytechnic of the Ministry of Health Banjarmasin and the Industrial Service Standardization Center Banjarbaru, Indonesia, from June to October 2025. A completely randomized design was applied using four concentrations of snakehead fish bone flour: P0 (0%), P1 (1%), P2 (2%), and P3 (3%). Sensory evaluation was performed using the Hedonic Scale, while the chemical composition was determined through proximate analysis. Optimization was determined using the DeGarmo method, and statistical analysis was performed using the Friedman test. The addition of snakehead fish bone flour significantly affected sensory acceptance (p < 0.001) and increased most proximate values, except for carbohydrates. The P1 formulation received the highest preference score. In conclusion, P1 “Harukam” jelly gum showed potential as a functional food to stimulate saliva secretion and support caries prevention in stunted children.
Determinan Kejadian Tengkes Pada Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus Di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru Maulany; Aprianti; Andrestian, Meilla Dwi; Sajiman
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.923

Abstract

Tengkes/Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak ditemukan pada masyarakat adat yang tinggal di wilayah terpencil. Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus merupakan kelompok rentan terhadap tengkes akibat keterbatasan akses pangan, layanan kesehatan, serta pola asuh yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Determinan Kejadian Tengkes pada Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 balita usia 0–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi riwayat infeksi, asupan energi dan protein, pola asuh, serta akses layanan kesehatan. Variabel dependen adalah kejadian tengkes berdasarkan indikator TB/U menurut standar WHO. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat infeksi (p < 0,001), asupan energi (p < 0,001), asupan protein (p < 0,001), dan pola asuh (p < 0,001) dengan kejadian tengkes. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses layanan kesehatan dengan kejadian tengkes (p = 1,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor asupan gizi, riwayat infeksi, dan pola asuh memiliki peran penting terhadap kejadian tengkes pada balita di komunitas Dayak Pegunungan Meratus.
Hubungan Pola Konsumsi Lemak, Natrium, Serat, Dan Tingkat Stress Pada Penderita Hipertensi Usia Produktif Studi Di UPT Puskesmas Anjir Muara Milawati; Sajiman; Farhat, Yasir; Andrestian, Meilla Dwi
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.928

Abstract

Hipertensi pada usia produktif merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor perilaku dan psikologis. Data masalah yang ada di UPT Puskesmas Anjir Muara terjadi peningkatan kasus dari 714 menjadi 1502 kasus tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola konsumsi lemak, natrium, serat, serta tingkat stres pada penderita hipertensi  usia produktif di wilayah kerja UPT Puskesmas Anjir Muara. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan rancangan case control dengan metode wawancara menggunakan kuesioner pada responden kasus dan kontro, dengan uji chi square.Responden memiliki pola konsumsi lemak dan natrium yang sering, masing-masing sebesar 60,8% dan 57,0%. Konsumsi serat juga relatif sering 52,7%. Tingkat stres sebagian besar berada pada kategori sedang  yaitu 92,5%, sedangkan stres tinggi sebesar 7,5%. Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara konsumsi lemak (p=0,024; OR=0,505) dan tingkat stres dengan hipertensi (p=0,001; OR=14,950). Sementara konsumsi natrium (p=0,300; OR=1,422) dan serat (p=0,078; OR=0,594) tidak menunjukkan hubungan signififikan. Berdasarkan hasil penelitian ini menegaskan bahwa konsumsi lemak tinggi dan stres merupakan faktor dominan dalam peningkatan risiko hipertensi, sehingga pengendalian pola makan dan manajemen stres direkomendasikan sebagai strategi pencegahan. Disarankan kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi lemak, mengelola stres dengan baik, serta meningkatkan konsumsi serat. Pihak puskesmas diharapkan dapat memberikan edukasi rutin mengenai gizi seimbang dan deteksi dini hipertensi.
Hubungan Kebiasaan Makan, Pengetahuan Gizi, Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Overweight Pada Remaja (Studi di SMAN 2 Martapura) Aisya Amalia; Rosihan Anwar; Meilla Dwi Andrestian; Rusmini Yanti
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.992

Abstract

Overweight menjadi masalah gizi yang semakin meningkat pada remaja dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental jangka panjang. Prevalensi overweight di wilayah Kabupaten Banjar pada tahun 2024 menunjukkan angka yang signifikan, dengan beberapa sekolah seperti SMAN 2 Martapura memiliki persentase remaja dengan status gizi lebih mencapai 25,3%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja di SMAN 2 Martapura. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan November 2025 di SMAN 2 Martapura, Kabupaten Banjar. Jumlah responden sebanyak 97 remaja yang terdiri dari remaja dengan status gizi overweight dan status gizi normal. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup karakteristik responden, pola makan, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan, pengetahuan gizi, maupun aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja. Meskipun demikian, remaja dengan pola makan yang kurang baik, pengetahuan gizi yang terbatas, serta tingkat aktivitas fisik yang rendah tetap memiliki risiko mengalami overweight, meskipun secara statistik hubungan tersebut tidak signifikan. Diperlukan upaya peningkatan kesadaran dan edukasi mengenai pola makan sehat, gizi seimbang, serta pentingnya aktivitas fisik secara teratur bagi remaja, untuk menjaga status gizi yang optimal dan mencegah risiko overweight di masa depan.