Alexander Burhani Marda
Department Of Aquaculture, Universitas Antakusuma, Jl. Iskandar No. 63, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Indonesia 74112|Universitas Antakusuma

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh penggunaan bakteri probiotik EM-4 pada pengangkutan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) terhadap kelangsungan hidup dalam media plastik Alexander Burhani Marda; Rini Pamundhi Bekti; Gunawan Gunawan
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 6, No 2 (2022): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v6i2.15428

Abstract

Penggunaan bakteri probiotik EM-4 dapat dikatakan sebagai kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan, bermanfaat untuk meningkatkan kualitas air dan meningkatkan kelangsungan hidup ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bakteri probiotik EM-4 pada pengangkutan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) terhadap kelangsungan hidup dalam media plastik. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga perlakuan satu kontrol dan lima ulangan. Desain penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang menjadi faktor yaitu penggunaan bakteri probiotik EM-4 pada pengangkutan. Teknik analisis yang digunakan yaitu ANOVA (Analysis of Variance) dan uji lanjut BNT (Beda nyata terkecil).Pengaruh penggunaan bakteri probiotik EM-4 memberikan pengaruh sangat nyata pada kelangsungan hidup benih ikan nila selama pengangkutan 4 jam dengan nilai Fhitung (9,91) > Ftabel 0,05 (3,24) atau berbeda nyata berarti H1 diterima (H0 ditolak) dan Ftabel 0,01(5,29) atau berbeda sangat nyata berarti H1 diterima (H0 ditolak). Kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan uji BNT (Beda nyata terkecil), nilai BNT pada kelangsungan hidup benih ikan nila sebesar 9,97 dengan hasil signifikan pada perbandingan perlakuan B (5 ml/L) vs perlakuan C (10 ml/L). Berdasarkan hal ini dapat dinyatakan bahwa penggunaan bakteri probiotik EM-4 berpengaruh sangat nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila selama pengangkutan 4 jam
The THE EFFECT OF UTILIZING ASIAN CLAM (Anodonta woodiana) AS A SUSPENSION FEEDER ON THE WATER QUALITY OF NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus) IN A YUMINA BUMINA SYSTEM WITH MINIMAL LAND USE Alexander Burhani Marda; Risca Permatasari; Dita Haryanti; Arya Yuda Saputra
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i4.1299

Abstract

Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) has limitations in its application due to the requirement for large cultivation areas. To address this issue, the IMTA system has been modified into the yumina bumina system, utilizing freshwater mussels (Anodonta woodiana) as suspension feeders and water spinach (Ipomoea reptans) as nitrogen absorbers. This study employed a completely randomized design with three treatments: (A) Nile tilapia without freshwater mussels, (B) Nile tilapia with 25 freshwater mussels per 15L, and (C) Nile tilapia with 50 freshwater mussels per 15L, over a 30-day period. The results indicated that the addition of freshwater mussels increased nitrite and nitrate levels in treatments B and C, yet supported specific growth rates of Nile tilapia in terms of length and weight, with the highest values observed in treatment C (1.05%/day) and B (3.75%/day), respectively. The system also achieved a survival rate of Nile tilapia above 80% with acceptable water quality parameters, including neutral pH (7.86–8.16) and high dissolved oxygen levels (17.77–18.02 mg/L). This integration demonstrates significant potential for optimizing Nile tilapia production efficiently while ensuring environmental sustainability.
The effectiveness of Lemna perpusilla as phytoremediation agent in giant gourami culture media on 3 ppt Marda, Alexander Burhani; Nirmala, Kukuh; Harris, Enang; Supriyono, Eddy
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 14 No. 2 (2015): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3077.813 KB) | DOI: 10.19027/jai.14.122-127

Abstract

ABSTRACT The wasted from feed and feces containt nitrogen and phosphorus can decreased fertility and feability water quality. Lemna perpusilla (duckweed) is prospective to use as an agent of phytoremediation of organic waste and can used as animal feed because it has high protein content. Meanwhile water salinity could be accelerate the growth of giant gourami. The aim of this research was to analyze the ability of L. perpusilla in absorbing nutrients nitrogen and phosphorus in water salinity of 3 ppt. The research was conducted four treatments and three replications. The treatments were A (L. perpusilla and 3 ppt salinity), B (L. perpusilla, 3 ppt salinity and filter), C (L. perpusilla, 3 ppt salinity and aeration), and D (L. perpusilla, 3 ppt salinity, filter and aeration). Experiment were carried in aquaria 50×33×50 cm3 in size with density of gourami fish 150/49.5 L for one month. The results showed that the ability of L. perpusilla to absorb N and P decreased from the beginning of the study due to lack of nutrient source of N and P in the aquaculture media, but increased because the impact of the feeding and  metabolism of the gourami. There was no different treatment effect for decreased N and P (P> 0.05). The highest nitrite level was found in D treatment, it means that L. perpusilla not be able to absorb  N and P in the media 3 ppt salinity. However, the addition of 3 ppt salinity gives the best results for the survival rate and feed efficiency ratio. Keywords: phytoremediation, Lemna perpusilla, giant gourami fish, nitrogen and phosphorus  ABSTRAK Limbah pakan dan feses yang mengandung nitrogen dan fosfor dapat menyebabkan penurunan kesuburan dan kelayakan kualitas air. Lemna perpusilla (duckweed) baik digunakan sebagai agen fitoremediasi organik untuk limbah dan dapat digunakan sebagai pakan hewan karena mengandung protein yang tinggi, sementara media bersalinitas mampu mempercepat pertumbuhan ikan gurami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan L. perpusilla dalam mengabsorbsi nutrisi nitrogen dan fosfor pada air bersalinitas 3 ppt. Penelitian ini terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah A (L. perpusilla dan salinitas 3 ppt), B (L. perpusilla, salinitas 3 ppt dan filter), C (L. perpusilla, salinitas 3 ppt dan aerasi), dan D (L. perpusilla, salinitas 3 ppt, aerasi dan filter). Akuarium yang digunakan berukuran 50×33×50 cm3 dengan kepadatan ikan gurami 150 ekor/49,5 L dan waktu pemeliharaan selama satu bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan L. perpusilla menyerap limbah N dan P berkurang dari awal penelitian karena kurangnya sumber nutrisi N dan P pada media pemeliharaan, namun beranjak meningkat yang berdampak dari adanya pemberian pakan dan sisa metabolisme dari ikan gurame. Tidak ada perlakuan yang berpengaruh terhadap pengurangan N dan P (P>0,05). Nilai nitrit tertinggi terdapat pada perlakuan D, hal ini berarti bahwa L. perpusilla tidak mampu untuk menyerap limbah N dan P pada media bersalinitas 3 ppt. Namun penambahan salinitas 3 ppt memberikan hasil yang terbaik bagi derajat kelangsungan hidup ikan gurami dan efisiensi pakan. Kata kunci: fitoremediasi, Lemna perpusilla, ikan gurami, nitrogen dan fosfor 
Penerapan Pangan Fungsional Protein Broth Bersama Kader PKK Kelurahan Baru Dalam Pencegahan Stunting Wijinindyah, Ayutha; Marda, Alexander Burhani; Nurfrizal, Risca Permasatasari; Saputro, Wisnu Kurnia Ari; Yusuf, Ahmad; Febrianor, Gusti Muhammad Juriansyah; Saputra, Sandy Indra; Hasanah, Laila Uswatun; Agustina, Dela; Jasmin, Muhammad; Yuliana, Yuliana
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.1102

Abstract

Stunting menjadi salah satu masalah gizi kronis yang terjadi di Indonesia khususnya Kalimantan Tengah. Salah satu upaya mengatasi stunting adalah dengan pemberian makanan tambahan (PMT) sumber protein hewani. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Antakusuma bersama Kader PKK Kelurahan Baru menginisiasi penggunaan pangan fungsional protein broth sebagai alternatif PMT. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pelatihan, dan praktik pembuatan protein broth dengan melibatkan kader PKK dan Posyandu. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 bekerjasama dengan Posyandu Damai dan Anggrek. Tahapan kegiatan meliputi survey pendahuluan, penentuan masalah prioritas, perumusan solusi, pelatihan, mentoring dan evaluasi. Hasil pada kegiatan ini adalah kader PKK mampu melakukan transfer ilmu, membuat dan mendistribusikan protein broth kepada balita berisiko stunting dan ibu hamil KEK. Produk ini disukai karena mudah diaplikasikan pada makanan sehari-hari, bergizi tinggi dan membantu memenuhi kebutuhan protein hewani. Dengan demikian, hasil kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK serta memberi manfaat bagi balita dan ibu hamil. Saran bagi kegiatan ini adalah terdapat dukungan pemerintah daerah agar keberlanjutan program dan cakupan lebih luas dapat tercapai.
EDUKASI TERKAIT KARTU MENUJU SEHAT (KMS) BALITA DAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DARI PROTEIN HEWANI Wijinindyah, Ayutha; L. Lumban Gaol, Susan; Burhani Marda, Alexander
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v2i1.73

Abstract

The high stunting rate in Central Kalimantan (26,9%) needs to be improved in several aspects, especially education for mothers of toddlers. The reality that occurs in society is thath there is still a lack of knowledge about the Card for Health (KMS) and Complementary Food for Breast Milk (MP-ASI) from local food ingredients among mothers of toddlers. The aim of this community service is to educate mothers of toddlers regarding KMS and MPASI from animal food. The method used was presentation of material and questions and answers to respondents. The result showed that many mothers of toodlers do not understand KMS. Giving MPASI to toddlers also uses minimal sources of animal protein. In the future, a deeper role for cardres is needed to educate KMS and MP-ASI for mother of toddlers