Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Model Supervisi Akademik Tenaga Pendidik dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di TK Al Azhar Pati Wahyu Putri Lestari; Tri Suminar; Rafika Bayu Kusumandari
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya peran supervisi akademik untuk menolong pendidik ketika meningkatkan keahliannya menjalankan teknik pendidikan supaya dapat mencapai mutu pembelajaran yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel di TK Al Azhar Pati. Teknik dalam mengumpulkan data memakai observasi, wawancara, serta dokumentasi dengan instrument data collection yang dipakai yakni human instrument, lembar observasi, serta pedoman wawancara. Hasil menunjukkan, teknik pembelajaran yang benar pastinya harus melewati tahap awal perencanaan. Pendidik perlu mencermati persoalan yang dirasakan murid dan kebutuhannya dalam mendapatkan suatu ilmu sesuai kapasitas dan bersangkutan dengan kebutuhan siswa. Ada 3 peran penting yang perlu dilaksanakan pendidik, yaitu menyusun, melakukan dan evaluasi kegiatan.
PEMBERDAYAAN GURU TK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS HOTS Rafika Bayu Kusumandari; Istyarini; Edi Subkhan
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i1.1438

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mempublikasikan kegiatan pengabdian dimana tujuan pengabdian adalah (1) Memberikan pelatihan pembuatan e-modul interaktif berbasis HOTS bagi guru TK di gugus srikandi sejumlah 36 orang, (2) Memberikan pendampingan pembuatan e-modul interaktif berbasis HOTS, dan (3) Melakukan supervisi kegiatan pelatihan. Metode pengabdian berupa pelatihan pembuatan e-modul interaktif berbasis HOTS bagi guru TK di gugus Srikandi 3 dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah dihasilkannya e-modul interaktif berbasis HOTS sejumlah 4 buah yang mencirikan masing-masing sekolah yang tergabung dalam Gugus Srikandi 3, yaitu Air Sumber Kehidupan (TK Tirta Moedal), Kunjungan ke ABA Mart (TK ABA 27), Egrang Batok (TK Negeri Pembina Kota Semarang), dan Anak Soleh (TK Al-Huda). Produk e-modul interaktif yang dihasilkan ini dipilih yang mencirikan sekolah karena dapat digunakan untuk lomba gugus dimana salah satu point penilaian adalah ciri khas dari kegiatan gugus. Kesimpulan Untuk menjawab permasalahan mitra, kegiatan masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan penyusunan e-modul interaktif berbasis HOTS. Kegiatan ini menghasilkan 4 buah dari 5 buah e-modul interaktif berbasis HOTS yang direncanakan. Evaluasi setelah selesai program dilakukan baik offline (berkunjung) maupun via online (telepon atau WhatsApp) terhadap pembuatan e-modul interaktif berbasis HOTS.
Penanaman Karakter Toleran Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Astuti, Tri Marhaeni Pudji; Setyowati, Dewi Liesnoor; Hidayah, Isti; Kusumandari, Rafika Bayu; Fajar, Fajar; Setyoko, Didik Tri
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 10, No 1 (2024): Jurnal SMaRT : Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/smart.v10i1.2218

Abstract

Intolerance towards aspects of ethnicity, religion, politics, economy, culture, and so on can trigger the vulnerability of national life. The Merdeka Curriculum through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is a new strategy in instilling national doctrine. This article analyses the implementation of P5 to strengthen tolerant character through the theme of bhineka tunggal ika and democratic voice, based on the results of field research conducted at SMP Negeri 1 Kandangan and SMPN 2 Temanggung. This research uses a qualitative approach. Data were collected using interviews, observations, FGDs, and documentation studies. Data analysis using interactive descriptive techniques. Research findings: 1) the theme of democratic voice through speeches and debates to develop speaking skills and respect for differences in views and opinions; 2) the theme of bhineka tunggal ika making clippings, stories on the mading, drama narratives and acting out story narratives, and making drama performance videos. P5 is a vehicle for learners to develop various competencies and tolerant characters that are crucial for strengthening the social resilience of society and supporting national integration.
KAMPUNG ORGANIK SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT BAGI ANAK USIA DINI DI KOTA SEMARANG Sukirman, Sukirman; Kusumandari, Rafika Bayu
Jurnal Terapan Abdimas Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.809 KB) | DOI: 10.25273/jta.v3i2.2804

Abstract

Abstract. Organic village is the designation for the urban / rural are developing environmental management where whole communities to manage the environment by planting organic crops. Even they develop dengue mosquito eradication in a way that is natural to plant crops that are not favored by mosquitoes. Referring to the objectives to be achieved, the research program was designed with a "Research and Development", meaning that a program of research followed by development program for repair or improvements. To produce a prototype Organic Village Environmental Education As Model For Community-Based Early Childhood, taken systematic steps in the form of the process of action, reflection, evaluation and innovation by applying qualitative research methods, descriptive, development, experimentation and evaluation. This study aims to gain in-depth overview of the Organic Village Environmental Education As Model For Community-Based Early Childhood. Village of Krobokan becoming a pilot village for urban areas for environmental regulation. Every citizen of organic crops and other useful plants such as mosquito repellent plants, fruit trees, etc. In addition, it is promoting recycling bins, especially organic waste that leaves of trees that have fallen. The leaves are processed into compost, but before it becomes compost. These leaves, crushed in advance by using a grinding machine garbage. It is intended to order the leaves into small pieces, so that when inserted into the barrel composer of the leaf pieces faster into fertilizer. The finished compost directly used to fertilize plants that live in stalls in the village Krobokan. For environmental education in early childhood, conducted in three schools namely TK Pembina State Semarang, Semarang Lab School kindergarten and kindergarten An Nur Semarang. The third school to apply the concept of habituation and role models as well as cooperation with parents.Keywords: Organic Village, Environmental Education, Early Childhood  Abstrak. Desa organik adalah sebutan untuk perkotaan / pedesaan sedang mengembangkan manajemen lingkungan di mana seluruh masyarakat untuk mengelola lingkungan dengan menanam tanaman organik. Bahkan mereka mengembangkan pemberantasan nyamuk dengue dengan cara alami untuk menanam tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk. Mengacu pada tujuan yang ingin dicapai, program penelitian dirancang dengan "Penelitian dan Pengembangan", yang berarti bahwa program penelitian diikuti oleh program pengembangan untuk perbaikan atau perbaikan. Untuk menghasilkan prototipe Pendidikan Lingkungan Desa Organik Sebagai Model Untuk Anak Berbasis Anak Usia Dini, diambil langkah sistematis dalam bentuk proses tindakan, refleksi, evaluasi dan inovasi dengan menerapkan metode penelitian kualitatif, deskriptif, pengembangan, eksperimen dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mendalam tentang Pendidikan Lingkungan Desa Organik Sebagai Model Untuk Anak Usia Dini Berbasis Komunitas. Desa Krobokan menjadi desa percontohan untuk daerah perkotaan untuk pengaturan lingkungan. Setiap warga negara dari tanaman organik dan tanaman berguna lainnya seperti tanaman pengusir nyamuk, pohon buah-buahan, dll. Selain itu, mempromosikan sampah daur ulang, terutama sampah organik yang meninggalkan pohon yang telah jatuh. Daunnya diolah menjadi kompos, tetapi sebelum menjadi kompos. Daun-daun ini, dihancurkan terlebih dahulu dengan menggunakan mesin penggilingan sampah. Hal ini dimaksudkan untuk memesan daun menjadi potongan-potongan kecil, sehingga ketika dimasukkan ke dalam komposer barrel dari potongan daun lebih cepat menjadi pupuk. Kompos yang sudah jadi langsung digunakan untuk menyuburkan tanaman yang hidup di warung-warung di desa Krobokan. Untuk pendidikan lingkungan pada anak usia dini, dilakukan di tiga sekolah yaitu TK Pembina Negeri Semarang, TK Taman Kanak-Kanak Semarang dan TK An Nur Semarang. Sekolah ketiga menerapkan konsep habituasi dan model peran serta kerja sama dengan orang tua.Kata Kunci: Desa Organik, Pendidikan Lingkungan, Anak Usia Dini
Clean and Healthy Living Behavior Management Policy for Early Childhood Oktafia, Nur Eka; Liftiah, Liftiah; Kusumandari, Rafika Bayu
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 6 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i6.2269

Abstract

The title of this research is “Clean and Healthy Living Behavior Management Policy for Early Childhood”. The objective of this study is to describe and analyze clean and healthy living behavior (PHBS) management policies and practices, including planning, organization, implementation, and evaluation aspects in public and private kindergartens in Semarang City. The approach used is descriptive qualitative, with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. Research informants included principals and teachers from eight purposively selected kindergartens (four public kindergartens and four private kindergartens). The results show that the implementation of PHBS management policies in public kindergartens tends to be structured and refers to formal regulations with an emphasis on habituating healthy behaviors. Meanwhile, private kindergartens develop a more participatory, innovative, and adaptive approach according to the needs of students. Both types of institutions show that the success of PHBS policy implementation is strongly influenced by school leadership, educator involvement, and support from parents and the surrounding environment. These findings emphasize the importance of strengthening contextual, integrated, and sustainable PHBS management policies to optimally form the basis for healthy behaviors in early childhood.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS E-LEARNING PADA ANAK USIA DINI DI TK NEGERI PEMBINA KOTA SEMARANG Istyarini, Istyarini; Kusumandari, Rafika Bayu
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i2.1597

Abstract

Penelitian ini bermaksud mengembangkan model pendidikan karakter berbasis e-learning untuk anak usia dini di TK Negeri Semarang. Sebagaimana uraian di atas, permasalahan dalam penelitian ini adalah: pengembangan model pendidikan karakter berbasis e-learning untuk anak usia dini di TK Negeri Semarang. Merujuk pada penelitian yang akan dilakukan, metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian adalah Berdasarkan tabel hasil Paired Sample Statistics, rata-rata yang diperoleh dari percobaan tahap pertama adalah 49,70 dengan standar deviasi yang diperoleh sebesar 3.268 dan standar error rata-rata 1.033. Sedangkan pada eksperimen tahap kedua diperoleh hasil rata-rata 62,50 dengan standar deviasi 5,318 dan standar error mean 1,682. Nilai tersebut diperoleh dari 10 responden yang memasukkan data di setiap sekolah sampel. Uji Sampel Berpasangan Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai t> t tabel (0.064> 0.062) dan signifikansi <0.05 (0.00 <0.05), maka Ho ditolak, maka terdapat perbedaan keefektifan pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan Bahan Ajar Multimedia sebesar 0,64.
Pengembangan Kapasitas Produksi dan Diversifikasi Produk Jamu Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Di Gununggajah Kabupaten Klaten Kusumandari, Rafika Bayu; Faturrohman, Hafidz; Kusumaningtyas, Natasya; Nisak, Siti Habibatun; Solikhah, Nuriana Putri
Welfare : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Welfare : June 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/welfare.v2i2.1602

Abstract

The development of production capacity and product diversification for herbal drinks (jamu) is crucial to enhance the competitiveness of micro, small, and medium enterprises (UMKM) in Gununggajah, Klaten Regency. This community service initiative was motivated by the potential of jamu as a traditional heritage product that can significantly contribute to local economic growth. However, the challenges faced by UMKM, including limited production skills, lack of innovation, and low market reach, hinder their competitiveness. The program aimed to empower local UMKM by improving production techniques, diversifying product variations, and strengthening branding strategies. The activities included training sessions, hands-on workshops, and mentoring in financial and digital marketing management. The results demonstrated increased production efficiency, the creation of innovative jamu products, and expanded market access for participating businesses. This initiative underscores the importance of continuous support for UMKM to foster sustainable economic development in rural areas.
Peran Fasilitator dalam Pendampingan Pelaksanaan PAUD Holistik Integratif Walyani, Eko; Suminar, Tri; Kusumandari, Rafika Bayu
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5576

Abstract

PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) merupakan faktor penting dalam pendidikan. Faktor penghambat yang menjadi kendala dalam implementasi di Kabupaten Temanggung meliputi sosialisasi dari pemerintah setempat yang kurang intensif, pemahaman pendidik yang rendah, sarana dan prasarana, sumber dana serta peran pihak pihak terkait. Berdasarkan kondisi tersebut membutuhkan peran tenaga professional yang mendampingi lembaga untuk implementasi dengan baik yaitu dengan menugaskan tim fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fasilitator dalam pendampingan pelaksanaan PAUD HI di Kecamatan Ngadirejo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan teknik observasi, wawancara (kepala sekolah, guru, wali murid dan fasilitator), serta dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa fasilitator mempunyai peran penting yaitu sebagai inisiator, inspirator, motivator, organisator, teladan, pembimbing, korektor dan mediator. Peran fasilitator yang dilaksanakan dalam tupoksi (edukasi, pendampingan, evaluasi, monitoring dan pelaporan) membantu pelaksanaan PAUD HI di lembaga satuan PAUD sehingga berjalan lebih baik.
Peningkatan Kompetensi Guru Lembaga Pelatihan Kerja Ex-trainee Berbasis Pendekatan Komunikatif Supriatnaningsih, Rina; PuspitoSari, Dwi; Setiawati, Ai Sumirah; Nurhayati, Silvia; Pristiwati, Rahayu; Kusumandari, Rafika Bayu
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i3.645

Abstract

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sekaligus Sending Organization (SO) Shiawase Lestari Indonesia di Semarang memiliki pengajar bahasa Jepang yang mayoritas merupakan alumni pemagang (ex-trainee) dari berbagai bidang di Jepang. Meskipun memiliki pengalaman kerja dan pemahaman budaya Jepang, sebagian besar belum memiliki dasar pedagogis yang memadai sehingga kualitas pembelajaran belum optimal. Keterbatasan tersebut berdampak pada kesulitan dalam menerapkan pendekatan komunikatif secara efektif, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar interaktif dan mendorong partisipasi siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi guru ex-trainee melalui peningkatan pemahaman tentang pentingnya komunikasi aktif dalam pembelajaran, pelatihan metode pengajaran berbasis pendekatan komunikatif, serta pengembangan media pembelajaran yang relevan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dasar pendekatan komunikatif, workshop pengembangan media, dan pendampingan pembuatan materi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan aktivitas berbicara di kelas, kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi, serta kreativitas guru dalam mengeksplor kemampuan siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jepang yang lebih interaktif, efektif, dan berpusat pada siswa.