Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Tataloka

PENGEMBANGAN KAWASAN BUDIDAYA JAGUNG UNTUK PENINGKATAN PEREKONOMIAN KABUPATEN PEMALANG Eko Fitriono Harimurti; Khursatul Munibah; Untung Sudadi
TATALOKA Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.20.3.215-232

Abstract

Pemalang Regency had low economic rate, based on agriculture sector especially food crop sub-sector with Paddy and Maize as main contributor, had a high paddy fields conversion wich decreased the economic rate through Paddy production decreasement. The main objective of this research were to compose the Maize cultivation area development planning for Pemalang Regency economy improvement. The method used in this research were: mapping the Maize cultivation existing area, land suitability and availability evaluation, analysis of economic, marketing and correlation between Maize production with GDP growth and employment absorption. The results showed that there were about 1,804 ha of exsisting Maize cultivation area and 4,276 ha marginally suitable (S3) potential land. The Maize development were be feasible to be continued. Best benifit obtained from the channel that composed by Farmer-Depot-Industry, it gave lowest margin and highest farmer's share. The Maize market in integrated condition. Allocation potential land and 285.66 ha of Perhutani’s area predicted gave 5.94% of agriculture sector increasement and absorb all unemployment in Pemalang Regency.
ANALISIS SPASIAL DINAMIKA KONVERSI LAHAN DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN M Munawir; Baba Barus; Untung Sudadi
TATALOKA Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.21.2.237-252

Abstract

Intensitas pembangunan di Kota Makassar serta integrasi wilayah ke dalam KSN Mamminasata menyebabkan terjadinya proses transformasi fisik-spasial dan berakibat terhadap tingginya konversi lahan di Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis konversi lahan, dan faktor penentunya di Kabupaten Gowa dalam lima titik tahun (1998, 2003, 2007, 2011 dan 2016), serta (2) Menganalisis dinamika konversi penggunaan lahan tersebut. Analisis yang digunakan meliputi (1) analisis penggunaan lahan dan analisis konversi lahan, (2) analisis faktor penentu konversi lahan, dan (3) analisis dinamika konversi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total konversi penggunaan lahan di Kabupaten Gowa selama periode tahun 1998-2016 sebesar 3.23%. Penggunaan lahan yang mengalami peningkatan luasan paling tinggi yaitu lahan terbangun, sedangkan yang mengalami penurunan luasan paling tinggi yaitu sawah, dan ladang/tegalan. Faktor penentu yang signifikan mempengaruhi konversi penggunaan lahan sawah menjadi lahan terbangun meliputi kepadatan penduduk, jarak dari ibukota kabupaten, jarak dari ibukota kecamatan, jarak dari pasar, kebijakan pola ruang Kabupaten Gowa, dan Integrasi ke dalam KSN Mamminasata, sedangkan konversi ladang/tegalan menjadi lahan terbangun dipengaruhi faktor penentu kemiringan lereng, kepadatan penduduk, jarak dari jalan arteri, jarak dari kota kabupaten, jarak dari objek wisata, kebijakan pola ruang Kabupaten Gowa, dan Integrasi ke dalam KSN Mamminasata. Penggunaan lahan yang paling dinamis berkembang yaitu lahan terbangun dan semak belukar, sementara penggunaan lahan yang paling dinamis menurun meliputi sawah, ladang/tegalan, dan hutan. Intensitas konversi yang tertinggi yaitu pada transformasi penggunaan lahan sawah, ladang/tegalan, semak belukar menjadi lahan terbangun. Tingkat intensitas konversi lahan yang berlangsung cepat terjadi pada periode tahun 2007-2011, dan 2011-2016.
MODEL PERUBAHAN DAN ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN UNTUK MENDUKUNG KETERSEDIAAN BERAS DI KABUPATEN BREBES DAN KABUPATEN CILACAP Andreas Ari Putro Dwinanto; Khursatul Munibah; Untung Sudadi
TATALOKA Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.614 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.18.3.157-171

Abstract

The increasing of paddy field change has threatened the fulfillment of rice needs. The objective of this research is to analyze the spatial pattern of land use change, to predict land use change in 2030, to arrange rice availability balance sheet in 2030 and to arrange land use direction to support rice availability in Brebes and Cilacap Regencies. The rate of paddy field change started from 2005 till 2015 in Brebes regency higher than the rate of change in Cilacap. Land use change model is built using cellular automata (CA) approach. The prediction in 2030 have shown settlements will be growing while the paddy field will have more high pressure. The prediction of paddy field in both of Regency. The calculation in 2030 shows that either Brebes regency or Cilacap regency has already surplus with the amount of rice surplus from year to year constantly will decrease. To maintain the rice availability, paddy field is directed to be protected. Shrub and mix crop are directed to be paddy field to increase rice production