Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

STUDENTS’ PERCEPTION TOWARD THE INTEGRATION OF TECHNOLOGY TO IMPROVE MULTILITERACIES COMPETENCE IN EFL CLASSROOMS Kustini, Siti; Herlinawati, Herlinawati; Indrasary, Yoenie
Research And Innovation In Language Learning (RILL) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Djati Cirebon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.969 KB) | DOI: 10.33603/rill.v3i2.3470

Abstract

The rapid development of information and communication technology in the 21st century undoubtedly has profound impacts on human lives and dramatically transforms education. This research aimed at finding out students? perceptions on the integration of technology to improve multiliteracies in EFL teaching. This study employed explanatory sequential mixed method in which the data were obtained through questionnaire, interviews, and classroom observations. The results indicated that vast majority of the students supported to the use of technology in the teaching and learning practices (90.6%) for the reasons that  technology helped them acquire  lots of resources in their learning (89.5%) and boost their motivation (86.5%). Regarding with the students? perceived technology level, they believed that they had good skills in using word-processing, spreadsheet, and presentation program (50%). They also could use communication tools (56.3%), social media (61.5%), authoring tools (52.1%), desktop publishing (57.3%), and creating video (57.3%).  In terms of the perceived barriers to integrating technology, the data indicated that the biggest constraint that the students had was the lack of or limited internet access in the their school environment (42.7%), followed by the limited to produce digital projects (39.6%). In addition, the findings show that technology was utilized as a tool for accomplishing the tasks given by the teachers and helped the students gather information from online resources and provided them more understanding about the topic learned in the classroom
INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MULTILITERASI Kustini, Siti
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v20i2.892

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi teknologi untuk meningkatkan keterampilan multiliterasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Keterampilan multiliterasi mencakup keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan menguasai teknologi yang berkesesuaian dengan konteks ujaran, budaya, dan media. Peningkatan keterampilan multiliterasi ini selaras dengan tujuan pendidikan literasi abad ke-21 yang menitikberatkan pada upaya menghasilkan individu yang mempunyai kompetensi komunikasi yang unggul dalam multikonteks, multibudaya, dan multimedia melalui pemberdayaan multiintelegensi yang dimilikinya. Dalam perspektif multiliterasi, multikonteks berarti bahwa keterampilan literasi berkenaan dengan beragam konteks baik konteks situasi maupun konteks keilmuan. Multibudaya berkaitan erat dengan konsep literasi kritis yang menyatakan bahwa sebuah teks selalu problematis dan tidak bersifat tunabudaya. Sebuah teks yang ditulis akan dipengaruhi oleh ideologi dan latar belakang sosial, politik, dan budaya seorang penulis. Dimensi multimedia berkaitan dengan penggunaan beragam media baik media konvesional dan digital dalam praktik-praktik literasi. Pembahasan dalam kajian ini akan mencakup dua tema utama yaitu konsep multiliterasi, dan integrasi teknologi dalam meningkatkan keterampilan multiliterasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Seyogyanya hasil dari ulasan literatur ini mampu memberikan kontribusi dan implikasi pedagogi yang sesuai dengan pembelajaran bahasa Inggris abad 21.Bahasa Inggris, integrasi, literasi, multiliterasi, teknologi
Implementasi Pembelajaran Berbasis Project-Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Digital Mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin Kustini, Siti; Herlinawati, Herlinawati; Indrasary, Younie
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 21 No 1 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 1, Mei 2021: 1 - 53
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v21i1.1122

Abstract

Literasi digital merupakan salah satu literasi baru yang sangat diperlukan dalam era teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya begitu pesat saat ini. Dalam konteks penelitian ini, ‘literasi digital’ didefinisikan sebagai serangkaian keterampilan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dan bagaimana mengevaluasi informasi yang disajikan melalui teknologi tersebut. Keterampilan ini mencakup keterampilan literasi tradisional – membaca, menulis, mendengar, berbicara – dan juga literasi lainnya seperti literasi informasi, literasi media, dan literasi penggunaan perangkat teknologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus berdasarkan pertimbangan bahwa desain ini mampu mengarahkan peneliti pada pengambilan kesimpulan yang holistik dan mendalam karena terfokus pada satu subyek penelitian dan digunakannya teknik pengumpulan data multi-metode untuk proses trianggulasi. Desain studi kasus ini mampu mengarahkan peneliti untuk mengkaji fenomena-fenomena yang muncul dalam proses pembelajaran secara detail karena penelitian ini dilaksanakan dalam setting yang natural. Data penelitian diperoleh melalui obsservasi, dokumen pembelajaran, termasuk didalamya hasil tugas yang diberikan kepada mahasiswa, dan juga artifak pembelajaran. Data dianalisis secara kualitatif yang disusun secara tematis dan sistematis sehingga temuan dari penelitian ini dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat memfasilitasi siswa dalam meningkatkan kemampuan literasi digital yang mencakup antara lain: menentukan media yang dipergunakan untuk menyelesaikan tugas; mencari sumber referensi yang tepat dalam menggunakan berbagai informasi untuk penyelesaian tugas. mengevaluasi realibilitas atau keabsahan informasi; menganalisis, menafsirkan, dan menggunakan berbagai informasi dan media untuk mengkomunikasikan ide/gagasan melalui teks multimodal; menggunakan teknologi digital dengan cara yang aman dan bertanggung jawab secara sosial; mengelola menyelesaikan masalah ynag berkenaan dengan komponen perangkat keras dan perangkat lunak. menggunakan informasi dan media secara etis; menerapkan informasi untuk merancang representasi diri dalam mengkomunikasikan pengetahuan secara efektif kepada orang lain; mengembangkan kemampuan dalam pemecahan masalah dan merefleksikan keterampilan teknologi, dan menggunakan berbagai perangkat teknologi untuk membuat informasi digital.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN ONLINE MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM DI MASA PANDEMI COVID 19 Wardiah, Isna; Subandi, Subandi; Kustini, Siti; Haryanto, Rudy
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Impact
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v3i2.1044

Abstract

Demi mengutamakan kesehatan dan keselamatan, dimasa pandemi saat ini semua sekolah di banjarmasin yang merupakan zona merah penyebaran Covid 19 diwajibkan melaksanakan pengajaran secara daring. Hal ini menjadi kendala tersendiri bagi pengajar di MIS Muhammadiyah 3 Al Furqon Banjarmasin. Berdasarkan survey awal tentang kemampuan para pengajar di sekolah tersebut menggunakan pembelajaran daring, dalam hal ini aplikasi Google Classroom, didapat data bahwa dari 31 orang pengajar, mayoritas masih merasa kurang akan kemampuannya. Padahal penguasaan terhadap aplikasi pembelajaran daring ini akan sangat membantu kelancaran proses belajar mengajar secara daring. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan mitra dalam mempelajari aplikasi pembelajaran daring google classroom. Metode pelaksanaan dapat dikategorikan dalam tiga tahapan, yakni kegiatan Pra-Pelatihan, kegiatan Pelatihan, serta kegiatan Pembinaan. Keseluruhan kegiatan dan komunikasi antara tim dengan mitra dilaksanakan secara daring demi menjaga prinsip protokol kesehatan dan physical distancing. Kegiatan pelatihan dilaksanakan menggunakan media Zoom, kemudian kegiatan pembinaan terus berjalan selama dua bulan pasca pelatihan untuk memastikan praktik di sekolah berjalan lancar.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN ONLINE MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM DI MASA PANDEMI COVID 19 Wardiah, Isna; Subandi, Subandi; Kustini, Siti; Haryanto, Rudy
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Impact
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v3i2.1044

Abstract

Demi mengutamakan kesehatan dan keselamatan, dimasa pandemi saat ini semua sekolah di banjarmasin yang merupakan zona merah penyebaran Covid 19 diwajibkan melaksanakan pengajaran secara daring. Hal ini menjadi kendala tersendiri bagi pengajar di MIS Muhammadiyah 3 Al Furqon Banjarmasin. Berdasarkan survey awal tentang kemampuan para pengajar di sekolah tersebut menggunakan pembelajaran daring, dalam hal ini aplikasi Google Classroom, didapat data bahwa dari 31 orang pengajar, mayoritas masih merasa kurang akan kemampuannya. Padahal penguasaan terhadap aplikasi pembelajaran daring ini akan sangat membantu kelancaran proses belajar mengajar secara daring. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan mitra dalam mempelajari aplikasi pembelajaran daring google classroom. Metode pelaksanaan dapat dikategorikan dalam tiga tahapan, yakni kegiatan Pra-Pelatihan, kegiatan Pelatihan, serta kegiatan Pembinaan. Keseluruhan kegiatan dan komunikasi antara tim dengan mitra dilaksanakan secara daring demi menjaga prinsip protokol kesehatan dan physical distancing. Kegiatan pelatihan dilaksanakan menggunakan media Zoom, kemudian kegiatan pembinaan terus berjalan selama dua bulan pasca pelatihan untuk memastikan praktik di sekolah berjalan lancar.
Rancang Bangun Sistem Informasi Penjualan Warung Makan Samudera Berbasis Website Nugroho, Agus Setiyo Budi; Saberan, Saberan; Noor, M. Helmy; Kustini, Siti
POROS TEKNIK Vol 14 No 2 (2022)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v14i2.2592

Abstract

Warung Makan Samudera adalah salah satu UMKM warung makan di Banjarmasin. Restoran ini berdiri sejak tahun 2020. Warung makan ini menawarkan berbagai makanan dan minuman, termasuk makanan laut dan ayam goreng. Untuk media promosinya menggunakan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp untuk pemesanan. Namun, diperlukan upaya untuk peningkatan pelayanan seperti pembuatan sistem informasi penjualan. Permasalahan pada warung makan Samudera yaitu tidak adanya sistem untuk merekap otomatis penjualan dan saat ini untuk perhitungan transaksi perhari dilakukan pada saat toko tutup dan menggunakan metode sederhana seperti struk pembelian yang ditempel diatas paku dan buku catatan. Hal ini memiliki resiko di mana catatan rentan hilang atau rusak, sehingga hasil transaksi tersebut kemungkinan tidak sesuai dengan fakta. Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah di warung makan Samudera, dengan merancang dan membangun sistem informasi penjualan warung makan Samudera berbasis website. Sistem ini dibangun menggunakan metode Waterfall untuk perancangan dan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Hasil menunjukkan bahwa sistem informasi yang dibuat sudah menyelesaikan masalah yang ada yaitu, sistem informasi dapat melakukan pencatatan atau menyimpan transaksi penjualan, sistem juga dapat mengelola produk-produk yang ada di warung, juga terdapat landing page yang berfungsi sebagai media informasi bagi konsumen seperti menu produk, dan informasi tentang warung.
Bridging Language and Technology: Innovating English for Specific Purposes through an Automotive Engineering E-Module Ningsih, Rahma Pitria; Rosalina, Elsa; Kustini, Siti; Nasrullah, Nasrullah; Umar, Vebrianti
REiLA : Journal of Research and Innovation in Language Vol. 7 No. 2 (2025): REiLA : Journal of Research and Innovation in Language
Publisher : The Institute of Research and Community Service (LPPM) - Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sddt0c57

Abstract

The rapid expansion of the global automotive industry requires vocational graduates who are proficient not only in technical skills but also in English, the lingua franca of technology and professional communication. However, many Indonesian vocational students face persistent challenges in mastering discipline-specific English due to the scarcity of contextualized learning materials. To address this gap, the present study employed a Research and Development (R&D) methodology to systematically design, develop, and validate a tailored English for Specific Purposes (ESP) e-module for automotive engineering students at Banjarmasin State Polytechnic. The R&D process consisted of four stages: needs analysis through curriculum review and student questionnaires, design and development of the e-module integrating authentic automotive contexts and multimedia features, pilot implementation with students, and evaluation through expert validation and learner feedback. Expert assessments confirmed the module’s high validity, with scores of 4.7 for linguistic aspects and 4.4 for technical content, while student evaluations emphasized strong relevance (83.3% agreement), accuracy (84.6% agreement), and usability, though language clarity required refinement to accommodate varied proficiency levels. These findings demonstrate that the developed e-module effectively bridges technical and linguistic competencies, enhances learners’ engagement with authentic materials, and strengthens their communicative readiness for professional practice. The study contributes to ESP pedagogy by offering an empirically validated model for integrating technical content with task-based language learning, and its broader implication lies in advancing vocational education to better align with global industry standards in an increasingly digitalized era.
Analyzing Learner Needs for Developing Task-Based English Teaching Materials with Character Education Values for Young Learners Inawati, Iin; Ikhsanudin, Ikhsanudin; Santosa, Hardi; Kustini, Siti
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 13 No. 4 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i4.16695

Abstract

This study investigates young learners’ needs in developing task-based English teaching materials that embed character education values. Although task-based language teaching (TBLT) has gained broad recognition, limited research in the Indonesian context has examined how character education values can be systematically integrated into TBLT materials for primary school students. To address this gap, a mixed-methods design was employed, combining quantitative data from student questionnaires with qualitative insights from teacher and principal interviews. This methodological triangulation ensured a more valid and comprehensive understanding of learners’ personal and instructional needs. Participants included 424 elementary students, three English teachers, and three principals from Muhammadiyah schools in Yogyakarta, Indonesia. The findings indicate that students’ personal needs are influenced by age, gender, cultural background, and attitudes toward English learning, while their learning needs reflect preferences in learning styles, teaching media, instructional techniques, thematic choices, language proficiency, and the inclusion of character-related content. The study provides empirically grounded insights to guide English curriculum design in Muhammadiyah schools, fostering the integration of moral and linguistic goals within task-based instruction, and offering a transferable framework for English language education in Indonesia and comparable contexts.