Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMILIHAN SUPPLIER KOPI DI UMKM X DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Kholidasari, Inna; Sundari, Susanti; Mufti, Dessi; Setiawati, Lestari; Buana, Nopi Hari
JITMI (Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri) Vol. 5 No. 2 (2022): JITMI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitmi.v5i2.y2022.p106-113

Abstract

UMKM X memiliki kendala dalam mendapatkan supplier dengan bahan baku kopi tumbuk dengan kriteria yang diinginkan sehingga perlu menentukan kriteria pemilihan supplier bahan baku biji kopi dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process sekaligus mengukur supplier terbaik berdasarkan performa supplier dan penentuan supplier pemasok bahan baku terpilih sebagai tujuan dari penelitian ini dilakukan. Sehingga didapatkan hasil mengenai 5 (lima) kriteria yang ditentukan berupa harga, kualitas, respon supplier, ketepatan pengiriman dan pemenuhan order. Dan hasil analisa menunjukkan Eigen vektor terbesar pada kriteria pengiriman (0.33), kemudian kriteria kualitas (0.29), kemampuan order (0.17), kriteria harga (0.15), dan respon supplier (0.07). Ketepatan pengiriman adalah kriteria yang dipentingkan oleh perusahan demi lancarnya bahan baku. Supplier dengan nilai performa tertinggi adalah CV. C dengan nilai 2.711. Dari hasil perhitungan maka disarankan perusahan sebaiknya memilih CV. C sebagai supplier bahan baku kopi.
INOVASI KONSEP ZERO WASTE PADA KELOMPOK PENGOLAH IKAN DI KELURAHAN PASIA NAN TIGO KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Yusra, Yusra; Ulfah, Maria; Mufti, Dessi
Jurnal Vokasi Vol 5, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v5i2.2304

Abstract

Sentra Pengolahan Perikanan Pasia Nan Tigo (SP3N) merupakan unit pengolahan ikan (UPI) yang berada Kelurahan Pasia Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Ikan yang dominan diolah di SP3N ini adalah ikan teri kering (tawar dan asin). Mitra yang menjadi sasaran dari kegiatan PKM ini adalah nelayan pengolah ikan yang terdapat di SP3N yang berjumlah 20 orang. Metode yang dilakukan dalam PKM ini adalah penyuluhan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan dan praktek langsung yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam bidang teknologi pengolahan limbah perikanan. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1) Persiapan sosialisasi kegiatan, 2) Penyuluhan dan pelatihan tentang: teknologi pengolahan limbah perikanan menjadi pupuk organik cair (POC), pembuatan tepung ikan, pengolahan petis, mpek mpek, aplikasi POC pada tanaman sayur (bayam dan caisim), teknologi pengemasan dan manajemen sederhana. 3) Pendampingan terhadap kualitas produk yang dihasilkan dan 4) Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
PERANCANGAN ALAT BANTU PENGERING KERUPUK JENGKOL UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS PRODUK Yesmizarti Muchtiar; Ayu Bidiawati; Dessi Mufti; Abdul Roofi
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 13 No 2 (2025): Inaque Oktober 2025
Publisher : Teknik Industri Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/iqe.v13i2.19263

Abstract

Salah satu tahapan dalam pembuatan kerupuk jengkol adalah proses pengeringan. Dalam proses pengeringan pada UMKM yang memproduksi secara manual pembuatan kerupuk jengkol hanya menggandalkan cahaya dari matahari dan posisi penjemuran hanya beralaskan karung bekas. Bila keadaan cuaca kurang memadai, maka aktivitas pengeringan menjadi lama dan produk tidak mendapatkan  kualitas terbaik. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan dengan desain eksperimen menggunakan alternatif dengan kombinasi orthogonal array dari metode Taguchi untuk tempat pengeringan kerupuk jengkol di saat cuaca kurang memadai sehingga kualitas produk tetap dapat dipertahankan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah, menentukan fungsi dan kebutuhan penelitian, penetapan karakteristik, penetapan alternatif, evaluasi  pemilihan alternatif dan komunikasi rancangan. Orthogonal Array digunakan untuk medapatkan kombinasi variabel optimal pada tahapan alternatif. Alternatif yang dihasilkan setelah tahap proses perancangan tempat untuk pengering kerupuk jengkol adalah kayu sebagai frame material,  wadah pengeringan menggunakan pranet,  bahan mika untuk kotak dan penggunaan lampu sebagai alat bantu pemanas dalam proses pengeringan. Diharapkan alat ini dapat menyelesaikan masalah dari UMKM ini.
Pengembangan Model Digitalisasi Proses Bisnis untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional UMKM Yusrizal Bakar; Dessi Mufti
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.63131

Abstract

This study aims to develop a business process digitalization model that can assist Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in gradually improving operational efficiency according to their level of organizational readiness. The study employs a Design Science Research (DSR) approach involving problem identification, literature review, business process mapping, formulation of model dimensions, development of implementation stages, and conceptual validation by experts. The findings indicate that MSME digitalization should be viewed as a business process transformation rather than merely the adoption of digital applications. The proposed model consists of five key dimensions: organizational readiness, process standardization, digitalization priorities, data integration, and performance measurement. The implementation framework is structured into four levels, ranging from administrative digitalization and transaction integration to operational control integration and data-driven decision-making. The model can serve as both a diagnostic tool and a digitalization roadmap that takes into account the resource constraints commonly faced by MSMEs. Further research is required to empirically test the model across MSMEs in various sectors and to assess its impact on processing time, costs, productivity, quality, and decision-making accuracy.