Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perbaikan Tata Letak Fasilitas dan Pola Aliran Material pada Usaha Kecil Menengah dengan Metode Triangular Flow Diagram Dessi Mufti
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v12i2.6183.201-212

Abstract

Plant layout is a very important factor in the performance of production process, that is to lean and smooth the production line. A good plant layout is characterized by smooth and lean flow pattern of material movement with minimal distance between departments or workstations. The shorter the distance of material movement, the smaller the material handling cost in the factory. In addition, the efficiency of using the space available in the factory is also the character of a good plat layout and production facilities. During the Covid-19 pandemic, the layout management in a factory must also consider the implementation of the health protocols that have been set. This research aims to re-layout the plat layout of a factory by manage the flow of material that considering social and physical distancing during the Covid-19 pandemic. It is conducted by using Triangular Flow Diagram Method and the distance measurement is carried out using Rectilinear Method. This research is a case study at PT. Citra Nusantara Mandiri (CNM). This company is a Micro, Small and Medium Enterprise (MSMEs) that produces hybrid corn seeds. From the evaluation conducted, it was identified that back tracking and not smooth and lean of flow of material happened in the production process in this company. The findings of the research show that the application of Triangular Flow Diagram Method caused a reduction in the distance of material movement by 48,5% from in the initial conditions. Moreover, the material flow pattern was in the form of a U-Shape.
Evaluasi Fasilitas dan Kepatuhan Regulasi Kemenkes pada Klinik Kesehatan: Sebuah Pendekatan Metode Activity Relationship Chart Mufti, Dessi; Mesra, Trisna; Najwan Ihsan, Septian
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v19i1.684

Abstract

Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis. Fasilitas kesehatan adalah fasilitas umum yang merujuk pada sarana atau prasarana atau perlengkapan yang diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang diselenggarakan oleh pemerintah- pemerintah daerah, dan swasta dengan tujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Klinik DEF merupakan salah salah satu klinik pratama (faskel tingkat 1) yang berada di kota Padang. Beberapa fasilitas yang disayaratkan oleh Permenkes tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Ukuran ruangan yang yang dimiliki oleh klinik DEF ini juga perlu dilakukan evaluasi dan dilakukan re-layout, sehingga fungsi klinik dapat lebih optimal. Evaluasi dilakukan berpedoman pada standar fasilitas minimum yang telah ditetapkan oleh Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia. Re-layout dilakukan dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC). Hasil re-layout fasilitas (ruangan) yang dilakukan pada klinik DEF sesuai dengan persyaratan minimum yang harus dimiliki oleh sebuah klinik pratama tanpa harus menambah lahan. Re -layout ini dilakukan dengan merobah beberapa posisi tata letak dan memanfaatkan fasilitas yang tidak dimanfaatkan oleh klinik ini sebelumnya. Hasilnya adalah dengan total luas klinik awal 207 m2 sama dengan re-layout usulan.
Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Produk Bernilai Tambah Kholidasari, Inna; Noviyarsi, Noviyarsi; Mufti, Dessi; Setiawati, Lestari; Muchtiar, Yesmizarti
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 2 No. 3 (2023): September: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v2i3.1048

Abstract

Pohon kelapa (nocos nucifera) merupakan tanaman perkebunan dimana hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia dan diolah sebagai produk industri. Salah satu perusahaan yang mengolah sabut kelapa adalah CV. Kosapa yang berlokasi di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah cocofiber, cocopeat, dan baby fiber yang merupakan bahan dasar produk lain dengan nilai dan harga jual yang lebih tinggi. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah pada proses penjemuran cocofiber dan produk yang dihasilkan belum dikelola dengan baik. Tujuan kegiatan adalah memberikan usulan perbaikan dan ide kreatif pemanfaatan cocofiber menjadi produk lainnya. Dengan metode wawancara dan pengamatan langsung, dihasilkan ide bagi pengelola industri baik dalam hal perbaikan proses produksi maupun pengembangan ide kreatif untuk meningkatkan nilai produk. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh CV. Kosapa-PMG, maupun industri-industri sejenis di sekitar Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Analisis Kebutuhan Sistem Informasi untuk Smart Irrigation di Kabupaten Agam Zulfadli, Zulfadli; Arnita, Arnita; Mufti, Dessi; Sunaryo, Budi; Illahi, Ridho Pratama
Prosiding SISFOTEK Vol 8 No 1 (2024): SISFOTEK VIII 2024
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agriculture plays an important role in the economic structure of Agam Regency, where the majority of the population relies on agriculture as their main source of income. A well-functioning irrigation system is essential to support this agricultural sector, and its optimal management is essential. Inadequate irrigation management can have various negative impacts, including the conversion of agricultural land into empty or unproductive land, which then impacts regional income and the welfare of local farmers. This study emphasizes how irrigation assets are managed in Agam Regency and the obstacles encountered. In a region that is predominantly dependent on agriculture, approximately 70% of the land is used for agriculture, including 885 irrigation sites that require efficient management and rehabilitation, often carried out by authorities together with farmer groups. This research focuses on answering the urgent need for an integrated information system for irrigation management in Agam Regency. It is aspiring to develop a roadmap for implementing smart irrigation through information systems. Furthermore, practical investigations will develop information systems to facilitate decision-making processes in better irrigation management. The research methodology uses a qualitative descriptive method, which involves collecting data through questionnaires and interviews with relevant stakeholders, parties from government and farmer groups. Data will be processed using descriptive statistical analysis, focusing on the main problems identified during the research. Result of this study as a basic step towards developing an integrated information system for smart irrigation management in Agam Regency, which aims to improve agricultural sustainability, increase income and resource efficiency.
IMPLEMENTASI PKM-MBKM PADA KELOMPOK PENGOLAH IKAN DI KELURAHAN PASIA NAN TIGO KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Yusra, Yusra; Ulfah, Maria; Mufti, Dessi
Jurnal Vokasi Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i1.2938

Abstract

Sentra Pengolahan Perikanan Pasia Nan Tigo (SP3N) merupakan unit pengolahan ikan (UPI) yang berada Kelurahan Pasia Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Ikan yang dominan diolah di SP3N ini adalah ikan teri kering (tawar dan asin). Mitra yang menjadi sasaran dari kegiatan PKM ini adalah nelayan pengolah ikan yang terdapat di SP3N yang berjumlah 20 orang. Metode yang dilakukan dalam PKM ini adalah penyuluhan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan dan praktek langsung yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam bidang teknologi pengolahan limbah perikanan. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah: 1) Persiapan sosialisasi kegiatan, 2) Penyuluhan dan pelatihan tentang: teknologi pengolahan limbah perikanan menjadi pembuatan tepung ikan, pengolahan silase, kecap ikan, terasi udang dan paving block 3) Pendampingan terhadap kualitas produk yang dihasilkan dan 4) Evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
Pengukuran dan Analisis Postur Kerja Operator Pencetakan Kulit Lumpia Di UMKM Dengan Metode Quick Exposure Check Mulia Ananda, Suryani; Mufti, Dessi; Mahyoedin, Yovial
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v1i20.1097

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bergerak di bidang kuliner memproduksi  kulit lumpia dengan tahapan produksinya masih manual. Pada tahap pencetakan adonan yang dilakukan manual secara repetitif selama 8 jam per hari. Cara kerja pada bagian pencetakan ini menyebabkan gangguan musculoskeletal disorder (MSDs) akibat gerakan berulang dan durasi kerja yang panjang. Perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi keluhan pada tubuh pekerja dan evaluasi akibat cara kerja yang tidak tepat. Hasil identifikasi dengan Nordic Body Map (NBM) menunjukkan keluhan terutama pada tubuh bagian kanan, dari pinggang hingga kaki dan terjadi, risiko kerja dengan Quick Exposure Check (QEC) berada di level 4. Ini perlu dilakukan tindakan segera pada perbaikan kerja untuk faktor risiko bagian punggung (level tinggi), bahu/lengan (level sedang), pergelangan tangan (level tinggi), dan leher (level tinggi). Perbaikan yang dilakukan adalah perancangan alat bantu kerja pencetakan dan alas duduk bagi pekerja. Implementasi solusi ini menurunkan risiko kerja dari level 4 ke level 2, serta meningkatkan kenyamanan pekerja dengan kursi kerja yang dilengkapi alas duduk, sehingga membantu mengurangi potensi gangguan MSDs.
Pemanfaatan Teknologi Dalam Upaya Mengantisipasi Musculoskeletal Disorders (MSDS) Petani Di Kube Usaho Basamo Mufti, Dessi; Duskiardi, Duskiardi; Zoni, Mirza
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 2, No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.309 KB) | DOI: 10.51213/jmm.v2i2.24

Abstract

Pertanian di Indonesia umumnya masih dilakukan secara sangat sederhana dengan mengandalkan tenaga manusia dan hewan. Jorong Koto Gadang merupakan daerah yang berpotensi untuk bercocok tanam holtikultura seperti tomat, cabe, kol, dan sayur-sayuran lainnya. Lahan yang tersedia lebih kurang seluas 20 ha, tetapi tergarap semua oleh masyarakat. ini disebabkan petani masih menggunakan peralatan manual (cangkul) untuk mengolah lahan yang ada. Selain itu pekerjaan mencangkul yang relatif lama akan dapat menyebabkan resiko cedera pada beberapa bagian anggota tubuh (Musculoskeletal Disorders/MSDs). Dirasakan sangat perlu memanfaatkan teknologi yang telah untuk memudahkan pekerjaan petani dan mengurangi resiko cedera tersebut. Berdasarkan asesmen awal dengan REBA diperoleh skor awal 10 artinya resiko levelnya sangat tinggi dan tindakan perbaikan perlu saat ini juga. Teknologi yang dapat digunakan adalah menggunakan cultivator. Pemilihan cultivator ini diperoleh dari diskusi dengan anggota Kube dengan melihat kondisi lahan dan fungsinya. Selanjutnya dilakukan asesmen kembali dengan REBA dan memperlihatkan hasil lebih baik dengan skor 7 yang artinya masih perlu perbaikan. Perbaikan dapat dilakukan dengan memodifikasi alat dan jenis material alat tersebut.  Kata Kunci: Ergonomi, Holtikultura, KUBE, Musculoskeletal disorders
Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Produk Bernilai Tambah Kholidasari, Inna; Noviyarsi, Noviyarsi; Mufti, Dessi; Setiawati, Lestari; Muchtiar, Yesmizarti
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 2 No. 3 (2023): September: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v2i3.1048

Abstract

Pohon kelapa (nocos nucifera) merupakan tanaman perkebunan dimana hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia dan diolah sebagai produk industri. Salah satu perusahaan yang mengolah sabut kelapa adalah CV. Kosapa yang berlokasi di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah cocofiber, cocopeat, dan baby fiber yang merupakan bahan dasar produk lain dengan nilai dan harga jual yang lebih tinggi. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah pada proses penjemuran cocofiber dan produk yang dihasilkan belum dikelola dengan baik. Tujuan kegiatan adalah memberikan usulan perbaikan dan ide kreatif pemanfaatan cocofiber menjadi produk lainnya. Dengan metode wawancara dan pengamatan langsung, dihasilkan ide bagi pengelola industri baik dalam hal perbaikan proses produksi maupun pengembangan ide kreatif untuk meningkatkan nilai produk. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh CV. Kosapa-PMG, maupun industri-industri sejenis di sekitar Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Evaluasi Fasilitas dan Kepatuhan Regulasi Kemenkes pada Klinik Kesehatan: Sebuah Pendekatan Metode Activity Relationship Chart Mufti, Dessi; Mesra, Trisna; Najwan Ihsan, Septian
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v19i1.684

Abstract

Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis. Fasilitas kesehatan adalah fasilitas umum yang merujuk pada sarana atau prasarana atau perlengkapan yang diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang diselenggarakan oleh pemerintah- pemerintah daerah, dan swasta dengan tujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Klinik DEF merupakan salah salah satu klinik pratama (faskel tingkat 1) yang berada di kota Padang. Beberapa fasilitas yang disayaratkan oleh Permenkes tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Ukuran ruangan yang yang dimiliki oleh klinik DEF ini juga perlu dilakukan evaluasi dan dilakukan re-layout, sehingga fungsi klinik dapat lebih optimal. Evaluasi dilakukan berpedoman pada standar fasilitas minimum yang telah ditetapkan oleh Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia. Re-layout dilakukan dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC). Hasil re-layout fasilitas (ruangan) yang dilakukan pada klinik DEF sesuai dengan persyaratan minimum yang harus dimiliki oleh sebuah klinik pratama tanpa harus menambah lahan. Re -layout ini dilakukan dengan merobah beberapa posisi tata letak dan memanfaatkan fasilitas yang tidak dimanfaatkan oleh klinik ini sebelumnya. Hasilnya adalah dengan total luas klinik awal 207 m2 sama dengan re-layout usulan.
Pengukuran dan Analisis Postur Kerja Operator Pencetakan Kulit Lumpia Di UMKM Dengan Metode Quick Exposure Check Mulia Ananda, Suryani; Mufti, Dessi; Mahyoedin, Yovial
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v1i20.1097

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bergerak di bidang kuliner memproduksi  kulit lumpia dengan tahapan produksinya masih manual. Pada tahap pencetakan adonan yang dilakukan manual secara repetitif selama 8 jam per hari. Cara kerja pada bagian pencetakan ini menyebabkan gangguan musculoskeletal disorder (MSDs) akibat gerakan berulang dan durasi kerja yang panjang. Perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi keluhan pada tubuh pekerja dan evaluasi akibat cara kerja yang tidak tepat. Hasil identifikasi dengan Nordic Body Map (NBM) menunjukkan keluhan terutama pada tubuh bagian kanan, dari pinggang hingga kaki dan terjadi, risiko kerja dengan Quick Exposure Check (QEC) berada di level 4. Ini perlu dilakukan tindakan segera pada perbaikan kerja untuk faktor risiko bagian punggung (level tinggi), bahu/lengan (level sedang), pergelangan tangan (level tinggi), dan leher (level tinggi). Perbaikan yang dilakukan adalah perancangan alat bantu kerja pencetakan dan alas duduk bagi pekerja. Implementasi solusi ini menurunkan risiko kerja dari level 4 ke level 2, serta meningkatkan kenyamanan pekerja dengan kursi kerja yang dilengkapi alas duduk, sehingga membantu mengurangi potensi gangguan MSDs.