Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Income Inequality in the Expanded BRICS: A Panel Analysis with Indonesia as a New Entrant Ayuningtyas Puri Octavidya; Sotya Fevriera
Journal of Enterprise and Development (JED) Vol. 7 No. 2 (2025): May - August
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business of Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jed.v7i2.13607

Abstract

Purpose: This paper investigates the effect of GDP per capita, foreign direct investment (FDI), government expenditure, and inflation on income inequality in BRICS countries.Method: This research utilized a random effects model (REM) estimated using generalized least squares (GLS) with an autoregressive (AR(1)) disturbance to analyze panel data from six BRICS member countries from 1992 to 2017.Results: The findings indicate that GDP per capita has a significant negative influence on income inequality, while government expenditure has a significant positive impact on income inequality. However, FDI and inflation do not significantly affect income inequality.Practical Implications for Economic Growth and Development: The results suggest that the governments of Brazil, Russia, India, Indonesia, China, and South Africa should maintain their policies on micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and develop strategies for the informal sector. This can be achieved by employing programs from the BRICS Bank that support sustainable development with a focus on inclusive economic growth. Encouraging non-governmental organizations (NGOs) that work in poverty alleviation, education, health, and the environment to secure funding from the New Development Bank could optimize expenditure directed towards sectors that enhance the income of impoverished populations, particularly in education and health.Originality/Value: This study contributes to the existing literature on the dominant BRICS countries, including Indonesia, by employing a new indicator for per capita income based on purchasing power parity and applying a GLS estimation specifically for addressing first-order autoregressive issues.
PENDAMPINGAN EKONOMI DIGITAL UMKM BINAAN DINAS KOPERASI DAN UKM KOTA SALATIGA DENGAN PLATFORM ONLINE Ariella Kristiahadi; Dina Rohhiasta Purba; Gerald Chavien Chornelius Samaloysa; Sotya Fevriera; Angelita Titis Pertiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat - Teknologi Digital Indonesia. Vol 4, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26798/jpm.v4i2.1898

Abstract

Optimalisasi penjualan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui ekonomi digital dengan memanfaatkan platform online telah menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis di era digital saat ini. Dengan mengadopsi teknologi digital, UMKM dapat mengakses berbagai alat pemasaran, seperti media sosial dan marketplace yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi langsung dengan konsumen serta mempromosikan produk secara lebih efektif. Pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk 3 UMKM binaan Dinas Koperasi Kota Salatiga dengan tujuan untuk membantu promosi penjualan produk UMKM tersebut secara optimal, baik melalui media sosial maupun marketplace. Hasilnya, ketiga UMKM menunjukan peningkatan keterampilan dalam hal pemasaran digital. Program ini diharapkan mampu membantu para UMKM mengembangkan bisnis UMKM dan pada akhirnya mendukung perekonomian yang ada di Salatiga.
DETERMINAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA: MODEL EFEK TETAP DENGAN PENDEKATAN SEKTORAL Sotya Fevriera; Theofillus Nicholas Edison
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 1 (2026): Elastisitas, Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303.e-jep.v8i1.03

Abstract

Riset ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Indonesia dengan pendekatan sektoral. Data utama riset ini adalah PDB ADHK tahun 2010, realisasi PMDN, realisasi PMA, PMTB, rata-rata upah sebulan pada bulan Agustus dan jumlah angkatan kerja yang bekerja selama seminggu yang lalu. Data yang digunakan merupakan data panel menurut 9 sektor ekonomi untuk periode tahun 2011-2022. Selain itu riset ini juga menggunakan PDRB ADHB dan nilai tukar yang digunakan untuk mengkonversi nilai dolar Amerika menjadi rupiah dan untuk menghitung rata-rata upah riil sebulan. Hampir semua data diambil dari BPS, kecuali nilai tukar yang diambil dari World Development Indicator, World Bank. Riset ini menggunakan Model Efek Tetap yang diestimasi dengan standar kesalahan Driscoll-Kraay untuk mengatasi masalah ketergantungan antar sektor ekonomi dan agar model tahan terhadap masalah heteroskedastisitas dan autokorelasi. Riset ini menemukan PDB dan PMA berpengaruh signifikan positif, dan upah riil berpengaruh signifikan negatif, tetapi PMDN dan PMTB tidak berpengaruh signifikan terharap penyerapan tenaga kerja.