Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Pemasaran Digital UMKM Sulawesi Selatan melalui Workshop Teknis Kecerdasan Buatan Ilham, Bahrul Ulum; Agunawan, Agunawan; Ifani, Aulya Zakila
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i2.897

Abstract

Workshop Teknis Kecerdasan Buatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan melalui penerapan Kecerdasan Buatan (AI). Pelaksanaan kegiatan sebagai respons terhadap tantangan rendahnya literasi digital, keterbatasan adopsi teknologi kecerdasan buatan bagi UMKM, dan kebutuhan inovasi pemasaran. Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing pelaku UMKM di Sulawesi Selatan. Materi pelatihan mencakup topik esensial seperti pengembangan digital mindset, pemahaman etika dan keamanan digital, dasar-dasar AI, pengenalan tools AI yang relevan, serta praktik prompting untuk pembuatan konten pemasaran digital. Dilaksanakan dengan dukungan dari ABDSI Sulawesi Selatan, Bank Indonesia Sulawesi Selatan dan ITB Nobel Indonesia. Pelaksanaan workshop menggunakan metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap pemahaman dan persepsi kemampuan peserta dalam memanfaatkan AI, mengindikasikan bahwa pelatihan teknis yang terarah memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan adopsi teknologi di sektor UMKM dan meningkatkan eksistensi pasar mereka.
Strengthening Village Cooperatives and MSMEs through the Thematic Entrepreneurship Seminar in Baji Pamai Latief, Fitriani; Firman, Ahmad; Ilham, Bahrul Ulum; Asniwati, A.; Surianto, S.
Golden Ratio of Community Services and Dedication Vol. 6 No. 1 (2026): November - April
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grcsd.v6i1.1738

Abstract

This study aims to apply academic entrepreneurship research to practice by implementing a participatory thematic seminar that empowers Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) actors and strengthens economic institutions in Baji Pamai Village, Indonesia. The community service activity employed a participatory andragogical approach, including interactive presentations, focused group discussions, participatory potential mapping, and field observations. It was integrated into the Thematic Student Community Service Program (KKN-T) of Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, facilitating a Triple Helix collaboration between academia, village government, and the community. The intervention significantly raised participants' awareness and motivation for entrepreneurial development. Key outcomes included the co-creation of concrete, actionable ideas for professionalizing the Village-Owned Enterprise (BUMDes) and local cooperatives, with strategic focus areas such as product diversification based on local commodities (e.g., chili, ginger, forest honey), digital branding, and enhanced collaborative governance. The seminar validated the effectiveness of a 'working with the community' approach over a top-down model. The success underscores the critical role of thematic KKN as a mechanism for direct knowledge transfer and grassroots empowerment. However, it also highlights the necessity of sustained post-seminar mentoring. This ongoing support is not just beneficial but essential for ensuring the implementation of co-created ideas and should be a key consideration in future initiatives.
Anticipatory Risk Planning at PT Telkom Indonesia Yusran, Muhammad; Hadijah, Sitti; Jumardi, Jumardi; Ilham, Bahrul Ulum
International Journal of Economics (IJEC) Vol. 4 No. 1 (2025): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijec.v4i1.1221

Abstract

This study examines the anticipatory risk management strategies implemented by PT Telkom Indonesia to address potential crises, including pandemics. This research aims to explore how a company can proactively identify, analyze, and manage risks to maintain service stability. Employing the Narrative Literature Review (NLR) approach, this study gathers and analyzes secondary data from various risk-management-related literature, focusing on the telecommunications sector. The findings reveal that although PT Telkom Indonesia has established risk strategies, several areas require further development, particularly in terms of long-term risk anticipation. This study recommends strengthening a more comprehensive and adaptive risk-management system to enhance corporate resilience. The originality of this research lies in its specific focus on PT Telkom Indonesia as a case study, highlighting the unique challenges and opportunities faced by a leading telecommunications company to address uncertainties and future crises. Additionally, this study contributes to the existing body of literature by providing insights into the application of anticipatory risk management in the telecommunications sector, particularly in the context of future pandemics.
PENERAPAN APLIKASI AKUNTANSI DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PADA UMKM Yusran, Muhammad; Hadijah, Sitti; Jumardi; Amirullah, Sufyan; Edy, Sri Amalia; Ilham, Bahrul Ulum
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1296

Abstract

Penerapan aplikasi akuntansi dalam mengelola keuangan pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih sangat jarang. Padahal penggunaan aplikasi akuntansi berbasis teknologi informasi dalam mengelola keuangan sangat membantu dan memudahkan pelaku UMKM. Pemanfaatan aplikasi teknologi akuntansi tentunya akan sangat membantu pelaku UMKM yang masih minim pengetahuan tentang akuntansi. Oleh karena itu kegiatan tridarma dosen dapat berperan untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas masyarakat mengelola kegiatan usahanya yang berbasis teknologi informasi. Pemanfaatan aplikasi akuntansi melalui kegiatan pengabdian dosen untuk para pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan atau skill dalam menjalankan usaha dengan menerapkan manajemen dan keuangan yang professional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi para pelaku UMKM dalam mengelola usahanya secara lebih profesional dan menggunakan aplikasi akuntansi dalam mengelola keuangan usahanya sehingga lebih efisien, efektif dan akuntabel. Dengan demikian kegiatan pengabdian tersebut juga untuk meningkatkan kualitas manajemen keuangan UMKM melalui pemanfaatan aplikasi akuntansi. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam kegiatan workshop dengan memberikan materi kemudian melakukan praktik langsung menggunakan aplikasi yang diselenggarakan secara hybrid, yakni online dan offline. Tahap kegiatan adalah tahap persiapan, pelaksanaan, dan tahap praktik. Tahap persiapan untuk identifikasi awal dengan melakukan survey pendahuluan. Selanjutnya pada tahap pelaksanaan dan praktik yakni untuk memantapkan pemahaman pelaku UMKM. Kegiatan pelatihan dengan workshop secara hybrid, sehingga dapat menjangkau peserta UMKM yang tersebar di wilayah Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode ceramah dan praktik secara langsung dengan materi kasus yang diberikan. Materi dan kegiatan diberikan dalam beberapa sesi yang diberikan oleh empat pemateri berbeda yang dilaksanakan oleh tim dosen-dosen pengabdian masyarakat. Hasil kegiatan dievaluasi yang menunjukkan bahwa 85,9 % peserta memahami dan mampu mempraktikan materi yang telah diberikan. Namun para peserta masih perlu banyak berlatih untuk menginput data transaksi ke dalam aplikasi. Kegiatan workshop dan pelatihan ini dianggap cukup berhasil, namun masih perlu ditambah waktu kegiatannya. Jumlah peserta yang mengikuti workshop juga perlu ditingkatkan.
Pengembangan UMKM Terpadu Berbasis Zona KHAS (Kuliner Halal Aman dan Sehat) di Kawasan Wisata Lego-Lego Makassar Ilham, Bahrul ulum; Dirwan, Dirwan; Randa, Alfa; Rafiqah, Rafiqah
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurman.v9i2.1819

Abstract

Abstract This research aims to explore the implementation of the halal ecosystem development through the KHAS (Kuliner Halal, Aman dan Sehat) or Halal culinary is safe and healthy zone in the Lego-lego Area of Makassar. A mixed methods approach was employed, utilizing observation, interviews, and focus group discussions (FGD). The research findings indicate that 60% of visitors are female, while the remaining 40% are male. Sixty percent of visitors come 1-3 times, 25% more than six times, and 15% 4-6 times to Lego-lego. Visitor interest in Lego-lego is attributed to its attractive ambiance and cuisine (50%), recommendations (35%), and strategic location (15%). Satisfaction with implementing the KHAS Zone is reported as follows: 50% satisfied, 30% moderately satisfied, 15% dissatisfied, and 5% very satisfied. One hundred percent of MSMEs tenants in Lego-lego are aware of the KHAS Zone, with exposure coming from seminars (40%), social media (20%), family and friends (20%), media or TV (17%), and management (7%). MSME tenants participate in KHAS Zone development programs/activities such as seminars, halal certification training, halal food training, and management training. The KHAS Zone is deemed adequate by 47%, highly effective by 33%, and less effective by 20% in enhancing the quality of MSMEs. The benefits of the KHAS Zone for MSMEs include improving the quality of halal, safe, and healthy culinary products, increasing income, and raising awareness of product branding and promotion. While the development of MSMEs based on the KHAS Zone has been implemented, comprehensive empowerment from upstream to downstream is deemed necessary for the future.Keywords: Lego-Lego, KHAS Zone, Ecosystem, Halal.AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui implementasi pengembangan ekosistem halal melalui zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di Kawasan Lego-lego Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan gabungan (mixed methods) melalui observasi,wawancara dan FGD. Temuan penelitian antara lain, pengunjung didominasi perempuan 60% dan selebihnya 40% laki-laki.Intensitas kunjungan 60% berkunjung 1-3 kali, lebih dari 6 kali sebanyak 25% dan 4-6 kali ke lego-lego sebanyak 15%.  Ketertarikan pengunjung karena suasana menarik dan kulinernya 50%, sebanyak 35% karena rekomendasi dan selebihnya 15% lokasi strategis. Tingkat kepuasan penerapan Zona KHAS sebanyak 50% menyatakan puas, 30% menyatakan cukup puas, 15% menyatakan kurang puas dan 5% menyatakan sangat puas.  UMKM tenant di lego-lego (100%) mengenal Zona KHAS dari seminar (40%), media sosial (20%), keluarga dan teman (20%), media atau TV (17%), dan manajemen (7%). Secara UMKM tenant mengikuti program/kegiatan pengembangan zona KHAS melalui seminar, pelatihan sertifikasi halal, pangan halal dan pelatihan manajemen. Zona KHAS dinilai efektif (47%), sangat efektif (33%), dan kurang efektif (20%) dalam meningkatkan kualitas UMKM. Manfaat zona KHAS bagi UMKM dapat meningkatan kualitas produk kuliner halal, aman, dan sehat, meningkatkan pendapatan serta kesadaran produk branding dan promosi. Pengembangan UMKM berbasis zona KHAS telah terimplementasi dan kedepannya diperlukan pemberdayaan dari hulu ke hilir secara komprehensif.Kata Kunci: Lego-Lego, Zona KHAS, Ekosistem, Halal.
Studi Kearifan Lokal Suku Mandar Dalam Peningkatan Kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Ilham, Bahrul Ulum; Widiawati, Andi; Hamdana, Hamdana; Irmayani, Naim; B, Mutiara
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/jurman.v10i1.1932

Abstract

Abstract This research aims to determine the development of MSMEs in Polewali Mandar Regency, choose the application of the local wisdom of the Mandar tribe, and the implementation of local wisdom of the Mandar tribe in MSME businesses in Polewali Mandar Regency, West Sulawesi. This study uses qualitative methods to understand the phenomenon under study, with the advantage of analyzing the environment in a natural way.Research shows that MSMEs in Polewali Mandar Regency continue to develop with the support of the local government in policy, implementation, evaluation, and administration. Local governments support industry and SME groups, promote MSME products, and provide education and business management training. Challenges faced by MSMEs include a need for more strategic planning, financial management, production, and simple technology. The Mandar people maintain their local wisdom through traditional practices, local literature, and cultural acculturation. The implementation of Mandar local wisdom in MSMEs includes tangible and intangible aspects. MSME products, such as traditional food preparations and weaving heritage, reflect tangible local wisdom, while community values , such as cooperation and helping each other, are intangible local wisdom. MSMEs that apply local wisdom demonstrate an attitude of trust, friendliness, and collaboration, which positively impacts business performance and contribution to the local economy. By integrating local wisdom values in business, MSMEs in Polewali Mandar Regency maintain Mandar's cultural heritage while playing a role in local economic growth.Keywords: Local Wisdom, Mandar Tribe, MSMEsAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan UMKM di Kabupaten Polewali Mandar, mengetahui penerapan kearifan lokal suku Mandar dan implementasi kearifan lokal suku Mandar pada bisnis UMKM di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Studi ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami fenomena yang diteliti, dengan keunggulan menganalisis lingkungan secara alami. Penelitian menunjukkan bahwa UMKM di Kabupaten Polewali Mandar terus berkembang dengan dukungan pemerintah setempat dalam kebijakan, pelaksanaan, evaluasi, dan administrasi. Pemerintah daerah mendukung industri dan kelompok IKM, mempromosikan produk UMKM, dan memberikan pendidikan serta pelatihan manajemen usaha. Tantangan yang dihadapi UMKM meliputi kurangnya perencanaan strategis, manajemen keuangan, produksi, dan teknologi yang masih sederhana. Masyarakat Mandar mempertahankan kearifan lokal mereka melalui praktik tradisional, kesusastraan lokal, dan akulturasi budaya. Implementasi kearifan lokal Mandar dalam UMKM meliputi aspek tangible dan intangible. Produk-produk UMKM seperti olahan pangan tradisional dan warisan tenun mencerminkan kearifan lokal tangible, sementara nilai-nilai masyarakat seperti kerjasama dan saling membantu merupakan kearifan lokal intangible. UMKM yang menerapkan kearifan lokal ini menunjukkan sikap amanah, keramahan, dan kolaborasi, yang memberikan dampak positif pada kinerja bisnis dan kontribusi ekonomi lokal. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam bisnis, UMKM di Kabupaten Polewali Mandar mempertahankan warisan budaya Mandar sambil berperan dalam pertumbuhan ekonomi lokal.Kata Kunci: Kearifan Lokal, Suku Mandar, UMKM