Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR PENGHAMBAT ADOPSI INOVASI BUDIDAYA LEBAH MADU KLANCENG DI DESA MENDOLO KECAMATAN LEBAKBARANG KABUPATEN PEKALONGAN Prasetyo, Eko; Sugiarto, Mochamad; Hilmi, Endang; Muslihudin, Muslihudin; Rahab, Rahab; Sari, Lilik Kartika
Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v12i3.9426

Abstract

The traditional practice of Stingless honey hunting, which has been carried out for generations, tends to damage the forest ecosystem. The adoption of more environmentally friendly Stingless honey bee cultivation innovations began 10 years ago, resulting in 25 adopters out of 377 farmers at Mendolo Village, Lebakbarang District, Pekalongan Regency. This study aims to identify the inhibiting factors in the adoption process of Stingless honey bee cultivation innovations. The research was conducted using qualitative methods through observation, interviews, documentation, and focused group discussions. The results of the study show that the inhibiting factors for adopting Stingless honey bee cultivation include difficulty in finding colonies, pests, lack of knowledge about cultivation techniques, colony escape, limited food supply during the rainy season, lack of patience, low income, capital issues, colony transfer process, lack of colony splitting skills, urgent needs, harvesting methods, theft and vandalism, time constraints, lack of interest, market saturation during the harvest season, and influence from certain individuals. Key words:   Inhibiting Factors, Innovation Adoption, Stingless Honey Bee
Strategi Pemberdayaan Petani oleh Nahdlatul Ulama di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Melalui Pendekatan Analisis SWOT Pamuji, Pamuji; Rahab, Rahab; Subagyo, Yusuf; Masrukin, Masrukin; Wulan , Tyas Retno
Journal of Business, Social and Technology Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Business, Social and Technology
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jbt.v7i1.585

Abstract

Latar belakang: Pertanian di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan. Meskipun demikian, petani di daerah ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan lahan, ketergantungan pada pupuk kimia, dan pola pemasaran yang merugikan. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai lembaga sosial keagamaan berperan aktif dalam pemberdayaan petani melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi pemberdayaan yang dilakukan NU dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Metode: Metode yang digunakan meliputi wawancara dengan responden kunci, analisis faktor internal dan eksternal, serta pendekatan SWOT. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 21 informan dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam kegiatan pemberdayaan NU. Data divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan NU terletak pada dukungan masyarakat dan infrastruktur pertanian yang baik, sementara kelemahan mencakup ketergantungan pada pupuk kimia dan minimnya inovasi. Peluang kolaborasi dengan lembaga lain dan keterlibatan kyai dalam program pemberdayaan menjadi kunci untuk mengatasi ancaman yang ada. Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program berbasis komunitas dan peningkatan partisipasi aktif petani dalam pengambilan keputusan.