Indra Waluyohadi, Indra
Unknown Affiliation

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH EKSENTRISITAS DUA SISI BRACING PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN-REGANGAN STRUKTUR Franandha, Septriana Bella; Susanti, Lilya; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dalam pembangunan infrastruktur dapat diukur melalui kondisi bangunandan kekokohan dari strukturnya. Salah satu inovasi untuk meningkatkan kekuatan struktur dalam menahan gempa adalah dengan menambahkan pengaku. Sistem pengaku yang sering digunakan adalah pengaku tanpa eksentrisitas atau CBF (Concentrically Braced Frames) dan pengaku dengan eksentrisitas pada salah satu sisi atau EBF (Eccentrically Braced Frames). Namun, pemasangan pengaku tersebut sulit diterapkan, sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut untukmengetahuiefektifitaspengakuyangmemilikieksentrisitas.Penelitianinimenggunakantiga benda uji portal yang masing-masing memiliki tiga benda uji silinder untuk mengetahuimutunya. Benda uji portal berupa portal beton sederhana yang terdiri dari balok, kolom, dan pengaku dua arah. Benda uji portal memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm. Pada benda uji portal A tidak memiliki eksentrisitas sebagai kontrol. Sedangkan benda uji B diberikan eksentrisitas atas-bawah 15 cm dan benda uji C diberikan eksentrisitas atas 30 cm – bawah 15 cm. Benda uji portal menggunakan tulangan utama Ø6 dan sengkang Ø4-150. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat load cell untuk memberikan beban lateral, LVDT untuk memperoleh nilai defleksi, dan strain gauge untuk memperoleh nilai regangan. Hasil penelitian diketahui portal B pada kolom tarik dan kolom tekan memiliki tegangan maksimum masing-masing sebesar 18,17% dan 18,37% dari portal A. Untuk portal C pada kolom tarik dan kolom tekan memiliki tegangan maksimummasing-masingsebesar47,04%dan47,17%dariportalA.Reganganmaksimumportal Buntukkolomtarikdankolomtekanmasing-masing46,31%dan51,29%dariportalA,sedangkan portal C untuk kolom tarik dan kolom tekan masing-masing 64,43% dan 28,25% dari portalA. Kata Kunci : Portal, Pengaku, Tegangan-Regangan, Beban Lateral
PENGARUH VARIASI FRAKSI SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN Sitompul, Even Peacestar; Wibowo, Ari; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampahmerupakanlimbahpadat yang memilikipotensiuntukdapatdiolahkembalisehinggamemilikinilaiekonomis.Sampahdengankonsentrasidankuantitas yang tinggitentunyaakanmembawadampaknegatifbagilingkunganterutamapadakesehatanmanusiasehinggaperludilakukanpenanganterhadaplimbahpadatini. Daurulangseringmenjadialternatifsolusibagipenangananlimbahpadat.Dibandingkandenganbahanlain, plastikmempunyakelebihanyaitubisadidaurulangkapansajaatautidakterbataswaktukarena proses initidakmengubahstrukturplastikinisendiri. Salah satualternatifdaurulangpadaplastikbekasminumaniniadalahmenjadikannyaserat, dengancaramembuatlimbahplastiktersebutmenjadilempengandatar yang nantinyaakandipotongkecil-kecildenganukurantertentudanmenjadikannyasepertiserat-serat. Hal inimembuatpenelitiinginmencaridanmemberikansolusidaripermasalahanlimbahplastikbekasminumanyaitudengancaramembuatbetondengancampuranseratplastikminumanbekasdenganvariasifraksisebesar 10%, 15% dan 20% dari volume betonsilinder. Selain untuk mengetahui pengaruh serat plastik pada campuran beton terhadap kuat tarik, peneliti juga menganalisa pengaruh serat plastik terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Pengujian dilakukan pada beton yang telah berumur 28 hari. Pengujian kuat tarik belah dan kuat tekan menggunakan compression machine, sedangkan uji modulus elastisitas menggunakan extensometer. Hasil pengujian kuat tarik belah tidakmenunjukkanadanyahasil yang optimum padasetiapfraksiseratplastik.Demikian pula denganpengujiankuattekandan uji modulus elastisitas yang menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas tidakmemberikanpertambahanhasil yang signifikan Kata kunci :  serat plastik, botol minuman bekas, kuat tarik, kuat tekan, modulus              elastisitas
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL DENGAN BRACING TIPE V AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP TEGANGAN DAN REGANGAN STRUKTUR Dinatra, Iqbal Rizky; Susanti, Lilya; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan akan terjadinya gempa bumi. Hal ini disebabkan karena Indonesia dilewati oleh cincin api pasifik. Gempa bumi tentu dapat merusak struktur bangunan mulai dari retaknya struktur hingga kegagalan struktur yang mengakibatkan bangunan roboh. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk memenuhi kebutuhan berupa bangunan bertingkat tinggi yang tahan terhadap gempa. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan pengaku (bracing) pada struktur bangunan. Pada umumnya, bracing  ditempatkan menyilang dengan konfigurasi bervariatif pada bagian dalam portal struktur tersebut. Pada penilitian ini dibuat tiga buah benda uji portal. Benda uji portal tersebut dibuat menggunakan beton bertulang yang terdiri dari balok dengan panjang 100 cm, kolom dengan tinggi 70 cm serta bracing yang membentuk huruf V. Portal F tanpa jarak eksentristias, portal G memiliki eksentrisitas 15 cm dan portal H memiliki eksentrisitas 25 cm. Mutu beton yang digunakan adalah K-175. Tulangan utama yang digunakan adalah 4-Ø6 mm dan tulangan geser Ø4-150 mm. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat load cell untuk memberikan beban lateral, LVDT untuk memperoleh nilai defleksi, dan strain gauge untuk memperoleh nilai regangan.Benda uji portal G menghasilkan tegangan maksimum 82,54% dari benda uji F untuk baja dan 74,29% dari benda uji F untuk beton. Sedangkan untuk benda uji H menghasilkan tegangan maksimum 69,84% dari benda uji F untuk baja dan 62,86% dari benda uji F untuk beton. Sedangkan untuk nilai regangan, Benda uji portal G memiliki regangan maksimum 212,29% dari benda uji F untuk baja dan 177,39% dari benda uji F untuk beton. Sedangkan untuk benda uji H memiliki regangan maksimum 133,45% dari benda uji F untuk baja dan 617,68% dari benda uji F untuk beton. Kata Kunci : Portal, Bracing, Tegangan-Regangan, Beban Lateral
PENGARUH VARIASI KAIT SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN Kautsar, Resdayanto Miladi; N., Christin Remayanti; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah material yang sering digunakan di dunia teknik sipil. Beberapa kelebihan beton diantaranya memiliki daya kuat tekan yang besar, tahan terhadap api, mudah dibentuk, bahan baku yang mudah didapatkan, oleh karena itu beton banyak digunakandalam dunia konstruksi sebagai pemilihan jenis struktur seperti struktur bangunan, jembatan dan jalan. Beton juga memiliki kekurangan yaitu memiliki kuat tarik yang rendah mengakibatkan beton tersebut bersifat getas atau rapuh dan mudah retak. Penggunaan limbah plastik sebagai tambahan campuran beton bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang susah diatasi dan keberadaannya menimbulkan pencemaran lingkungan. Plastik mempunyai berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk. Penambahan serat ini akan menambah berat beton sehingga agregat kasar yang biasanya digunakan akan di campur dengan pumice atau batu apung agar menjadi beton ringan. Serat yang digunakan 2 variasi kait dengan menekuk ujung serat yang berfungsi sebagai interlocking serat pada beton. Hasil uji kuat tekanrata-rata terbesar diperoleh beton ringan serat kait Z dengan nilai rata-rata sebesar 11,7 MPa dengan peningkatan sebesar 23,6% dari rata-rata beton ringan tanpa serat.Pada pengujian uji tarik belah beton ringan variasi serat kait C dan Z memiliki nilai rata-rata yang lebih besar dibandingkan berton ringan tanpa serat sebesar 1,1 Mpa dan 1,2 MPa mengalami peningkatan 10,5% dan 14,03% dari rata-rata beton ringan tanpa serat.Uji modulus elastisitas nilai yang paling tinggi dengan metode SNI 03-2847-2002 adalah beton ringan variasi kait Z sebesar 11343,7 Mpa sedangkan untuk modulus elastisitas secan, initial tangen, dan ASTM C-469 nilai paling tinggi adalah beton ringan tanpa serat, Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serat kait pada beton ringan tidak menambah nilai modulus elastisitas. Kata kunci :  serat plastik, serat kait, batu apung,kuat tarik, kuat tekan, modulus  elastisitas
PENGARUH VARIASI KAIT SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH, DAN MODULUS ELASTISITAS BETON NORMAL Rozaq, Rizal Fatchul; Wijatmiko, Indradi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan teknologi beton, saat ini banyak innovasi terhadap pembuatan beton baik dalam penambahan suatu bahan penyusun beton, maupun penggantian bahan dari penyusun beton. Salah satu penambahan material beton yang dapat dilakukan untuk menambah kekuatan beton khususnya kekuatan tarik adalah dengan penambahan serat. Bahan dari serat tambahan beton diupayakan adalah bahan yang murah dan kuat sehingga dengan penambahan tersebuat akan dicapai biaya dan kekuatan yang optimal. Sementara itu penggunaan produk plastik secara tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah yang serius. Dampak negatif sampah berbahan plastik tidak hanya merusak kesehatan manusia tetapi juga merusak lingukangan secara sistematis. Maka dari itu pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan tambahan beton merupakan hal yang tepat untuk mengurangi dampak dari limbah tersebut serta sebagai penambah kekuatan beton. Limbah yang dipakai pada penelitian kali ini adalah limbah botol plastik untuk dijadikan serat tambahan pada beton . Hasil pengujian kuat tekan rata-rata terbesar diperoleh beton normal dengan variasi serat C dengan nilai 19,32 MPa dengan peningkatan sebesar 31,11% dari beton normal tanpa serat. Pada pengujian kuat tarik belah beton normal kait C tersebut memiliki nilai rata-rata 1,160 MPa dengan peningkatan 7,906% terhadap rata-rata beton normal tanpa serat. Sedangkan nilai kuat tarik rata-rata terkecil terjadi pada beton normal kait Z dengan nilai rata-rata 1,039 dengan penurunan sebesar 3,34% terhadap beton normal tanpa serat. Pada pengujian modulus elastisitas nilai modulus elastisitas yang paling tinggi antar benda uji dengan serat plastik diperoleh benda uji variasi tanpa serat dengan nilai sebesar 49117,845 MPa dan untuk beton dengan serat plastik yang memiliki modulus elastisitas yang paling besar adalah beton normal dengan kait C sebesar 31931,313 dengan penurunan 0,25% .   Kata kunci :  serat plastik, plastik minuman bekas, kuat tarik, kuat tekan, modulus elastisi
Studi Analisis Struktur Living Quarter Pada Floating Production System di Perairan Lepas Pantai Indonesia Pramana, Dewa Ketut Surya; Nurlina, Siti; Waluyohadi, Indra; Hidayat, M. Taufik
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2018.012.02.8

Abstract

Offshore Unit is one of vital infrastructure in gas and oil production. There are many kind of offshore structure which use in gas and oil industry, one of it is a Floating Production System. Floating Production System is system where a modified tanker ship uses by the company of gas and oil to process hydrocarbon, nature gas, and oil. Technically FPS is a tanker ship that produce gas and oil nut can not storage directly while producting, that’s why there must be another storage ship while the tanker ship producing. In this living quarter structure analysis constitute on structure analysis in transportation condition. In this living quarter structure analysis utilize SAP2000 V.19 software which obtain bigest moment, shear, and axial from 8 different wave direction that accepted by the ship’s hull. Output software analysis and manual analysis shown that main steel structure of living quarter capable hold the loads that applied, which is structure load, dead and live load, wind load, and acceleration load.
PENGARUH VARIASI JENIS ALAT SAMBUNG TERHADAP BEBAN LATERAL MAKSIMUM DAN KEKAKUAN AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Wahyu Abadi, Kusuma Putri; Waluyohadi, Indra; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara rawan gempa. Struktur harus mampu menahan gaya gempa dengan intensitas kuat tanpa mengalami keruntuhan, sehingga harus menghindari penyebab keruntuhan.  Maka sambungan pada struktur harus memiliki kekakuan yang baik dan mampu bertahan meskipun menerima beban yang besar. Selain itu pemilihan material struktur juga menjadi pertimbangan agar menghasilkan bangunan yang efektif dan efisien. Dilakukan penelitian menggunakan model struktur portal dengan material baja canai dingin dan pembebanan gempa siklik (quasi-statis).  Untuk mengetahui perilaku jenis sambungan, maka digunakan dua variasi alat sambung yaitu sekrup (SK) dan mur baut (MB), dengan total benda uji 3 untuk setiap variasi. Pengujian beban siklik diberikan pada arah lateral di joints portal dengan drift ratio 2%, 4%, 6%, dan 8% pada arah dorong dan tarik dan dilakukan displacement control untuk setiap kenaikan drift ratio. Hasil uji beban siklik pada portal menghasilkan nilai beban dan perpindahan. Lalu diinterpretasikan dalam kurva histeresis dan kurva envelope yang digunakan sebagai acuan dalam analisis. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata beban lateral maksimum portal SK 4,792 kg dan portal MB 5,472 kg. Untuk nilai kekakuan tangensial portal SK sebesar 0,9769 kg/cm dan portal MB 1,2089 kg/cm.  Serta kekakuan secant portal SK  0,826 kg/cm dan portal MB 1,0123 kg/cm. Selain itu degradasi kekakuan portal SK sebesar 79,144% and portal MB 71,554%. Maka, dalam penelitian ini jenis alat sambung pada portal baja canai dingin 2D memberikan pengaruh pada kapasitas beban lateral maksimum dan kekakuan. Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Portal, Beban Siklik, Beban Lateral, Kekakuan, Degradasi Kekakuan.
PENGARUH VARIASI JENIS MATERIAL PANEL DINDING (SHEATHED WALL) TERHADAP KEKAKUAN AKIBAT BEBAN MONOTONIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Abdillah, Hilmi; Waluyohadi, Indra; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja canai dingin merupakan jenis baja yang dibentuk pada suhu ruangan dengan cara penggabungan atau penekanan lembaran baja tipis menjadi penampang yang diinginkan. Pada penelitian ini dilakukan pembebanan monotonik terhadap portal baja canai dingin yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis material panel dinding terhadap kekakuan. Dimensi baja canai dingin yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja profil hollow dengan ukuran 40.40.0,4 mm untuk kolom dan 20.40.0,4 mm untuk balok. Portal dibuat dua lantai satu bentang dengan tinggi keseluruhan 106 cm, lebar 50 cm, dan jarak antar lantai sebesar 50 cm. Jenis material panel dinding yang digunakan yaitu multiplek (M-T-0) dan fiber cement board (M-F-0) dengan ketebalan 4mm, masing-masing variasi tersebut dibuat sebanyak 2 benda uji. Hasil penelitian yang didapat dari pengujian pembebanan monotonik menunjukkan berdasarkan perhitungan kekakuan dengan metode tangent dan secant, benda uji M-F-0 memiliki rata-rata kekakuan tangent sebesar 3,827 kg/mm dan rata-rata kekakuan secant sebesar 2,009 kg/mm, sedangkan benda uji M-T-0 memiliki rata-rata kekakuan tangent sebesar 3,243 kg/mm dan rata-rata kekakuan secant sebesar 1,560 kg/mm. Dari hasil perhitungan kekakuan tersebut menunjukkan bahwa benda uji M-F-0 memiliki kekakuan yang lebih besar dari benda uji M-T-0. Perbedaan nilai kekakuan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan nilai modulus elastisitas dari kedua jenis material. Semakin besar nilai modulus elastisitas suatu bahan maka semakin besar kekakuannya, sehingga semakin besar pula beban yang diperlukan sampai bahan tersebut mengalami deformasi.   Kata Kunci: Portal Canai Dingin, Jenis Material Panel Dinding, Pembebanan Monotonik, Kekakuan.
PENGARUH VARIASI JARAK ALAT SAMBUNG TERHADAP ENERGI DISIPASI AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASI-STATIS) PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Sugiarto, Najmi Nabila; Waluyohadi, Indra; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada di titik pertemuan antara tiga lempeng bumi yaitu lempeng Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia yang menyebabkan Indonesia menjadi Negara rawan terhadap gempa, sehingga dalam perencanaan pembangunan harus memperhatikan aspek aspek beban gempa. Pada penelitian ini menggunakan portal dari  profil hollow square baja canai dingin yang memiliki tinggi 106 cm dan lebar portal 58 cm , dengan dimensi kolom 40 mm x 40 mm x 0,4 mm dan dimensi balok 20 mm x 40 mm x 0,4 mm. Balok dipasang pada ketinggian 50 cm dan 100 cm dari kaki kolom. Sambungan antara balok dan kolom pada portal dipasang menggunakan sekrup diameter 8mm  dan pelat sambung siku baja canai dingin dengan dimensi 40 mm x 40 mm x 0,4 mm. Sekrup dipasang pada balok dengan jarak 20 mm terhadap kolom dan dipasang pada kolom dengan variasi jarak 10 mm terhadap balok untuk kode SK-21 dan 20 mm terhadap balok untuk kode  SK-22. Pengujian benda uji portal dilakukan menggunakan beban siklik (quasi-statis) pada ketinggian 100 cm dengan menggunakan drift ratio 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil akhir dari penelitian ini merupakan energi disipasi pada struktur portal baja canai dingin. enda uji SK-21 rata – rata mendisipasi energi sebesar 427,363 kgf.mm sedangkan benda uji SK-22 rata – rata mendisipasi energi sebesar 391,385 kgf.mm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa benda uji SK-22 mendisipasi energi lebih besar disbanding benda uji SK-21 Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Portal, Beban Siklik, Jarak Sambungan, Kurva Histerisis
PENGARUH VARIASI JENIS MATERIAL PANEL DINDING (SHEATHED WALL) TERHADAP ENERGI ABSORPSI DAN DAKTILITAS AKIBAT BEBAN MONOTONIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D W., Ramadhan Budhi; Waluyohadi, Indra; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak pada wilayah yang memiliki potensi gempa bumi yang tinggi. Baja canai dingin cocok digunakan untuk merekonstruksi pemukiman terdampak bencana alam seperti gempa karena masa konstruksi canai dingin yang cepat dalam jumlah banyak. Pengujian dilakukan dengan menggunakan hydraulic jack, load cell, dan LVDT. Hasil akhir penelitian ini merupakan energi absorpsi dan daktilitas dari tiap-tiap variasi benda uji. Hasil pengujian dan perhitungan diketahui bahwa nilai rata-rata energi absorpsi kedua variasi adalah 3250,56 kg-mm untuk benda uji dengan kode M-T-0 dan 4408,1 kg-mm untuk benda uji M-F-0. Perhitungan daktilitas menggunakan metode AISI, benda uji dengan kode M-T-0 memiliki nilai rata-rata rasio daktilitas sebesar 2,84 dan benda uji kode M-F-0 sebesar 2,82. Menggunakan metode ECCS nilai rata-rata rasio daktilitas benda uji kode M-T-0 sebesar 3,55 dan benda uji kode M-F-0 sebesar 2,99. Sedangkan dengan metode Kawai model, didapatkan nilai rata-rata rasio daktilitas sebesar 5,39 untuk benda uji kode M-T-0 dan 4,36 untuk benda uji kode M-F-0. Berdasarkan pengolahan data hasil pengujian, energi absorpsi benda uji dengan panel dinding fiber cement board lebih besar daripada benda uji dengan panel dinding multipleks. Sedangkan nilai daktilitas benda uji dengan panel dinding multipleks lebih besar daripada benda uji dengan panel dinding fiber cement board. Perbandingan energi absorpsi benda uji kode M-T-0 adalah bernilai 26,25% lebih kecil dari energi absorpsi benda uji kode M-F-0. Perbandingan nilai daktilitas metode ECCS benda uji kode M-T-0 adalah bernilai 18,73% lebih besar dari benda uji kode M-F-0, perbandingan nilai daktilitas menggunakan metode Kawai model benda uji kode M-T-0 adalah bernilai 23,62% lebih besar dari benda uji kode M-F-0. Kata Kunci : Canai dingin, portal, pembebanan monotonik, energi absorpsi, daktilitas.