Indra Waluyohadi, Indra
Unknown Affiliation

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT PLASTIK TERHADAP KUAT LENTUR, LENDUTAN, DAN POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG Hardiansyah, Galuh Adeputra; Nainggolan, Christin Remayanti; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dunia konstruksi, material yang sering digunakan salah satunya adalah beton. Kuat tekan beton cukup tinggi, tetapi kuat tariknya cukup rendah. Karena kuat tarik beton yang rendah, maka dipasang tulangan baja. Apabila beton menahan gaya tarik melebihi kapasitas tulangan, maka akan terjadi retak. Salah satu inovasi untuk mengatasi masalah tersebut dengan menambahkan serat pada beton. Serat plastik yang digunakan pada penelitan diharapkan mengurangi lebar retak, dan juga mengurangi sampah yang ada. Dimensi balok beton bertulang yaitu 15 x 20 x120 cm. 2-D10 dipasang sebagai tulangan utama, dan Ø8 – 200 dipasang sebagai tulangan geser. Lebar serat sebesar 2 mm. 4 cm, 6 cm, 8 cm adalah variasi panjang yang digunakan. Fraksi serat sebesar 10 % dari volume balok. 20,75 MPa adalah mutu rencana beton. Balok ditempatkan pada dua tumpuan sederhana dengan beban terpusat di tengah bentang saat pengujian. Beton normal memiliki nilai Pmaks terbesar. Penambahan serat pada beton kurang berpengaruh untuk menaikkan kuat lenturnya, tetapi dapat mengurangi nilai lendutan. Nilai lendutan terkecil terjadi pada beton serat panjang 6 cm, menurun sebesar 27,826 % (Pcr), dan 21,739 % (P=800kg) dari balok normal. Pola retak untuk seluruh benda uji menunjukkan retak geser-lentur. Lebar retak terkecil terjadi pada beton serat panjang 8 cm, menurun sebesar 11,832 % dari beton normal. Kata kunci : balok beton bertulang, serat plastik, kuat lentur, lendutan, pola retak, lebar retak
PENGARUH VARIASI BENTUK SERAT PLASTIK TERHADAP KEKAKUAN DAN DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG Ahmad B., Jeka; Wijatmiko, Indradi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai beton bertulang terus berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Salah satunya adalah ditambahkannya serat, sehingga  serat dapat mencegah terjadinya keretakan ketika beton mengalami pembebanan. Penelitian ini menggunakan serat plastik dengan harapan dapat meningkatkan kekuatan pada beton dan mengurangi permasalahan limbah plastik. Benda uji yang digunakan berupa balok berdimensi 15 x 20 x 120 cm dengan tulangan utama berukuran D-10 dan tulangan sengkang Ø8. Serat plastik.yang dicampurkan memiliki dimensi 2 mm x 40 mm berbentuk C dan Z dengan fraksi 10%.dari volume balok. Pengujian dilakukan dengan meletakkan balok diatas tumpuan dengan panjang bentang 1 m, pembebanan dilakukan terpusat pada tengah bentang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat plastik dengan bentuk kait C dan kait Z menurunkan modulus elastisitas balok beton bertulang. Hasil kekakuan terbesar terdapat pada penambahan serat dengan bentuk kait Z pada titik tinjau 1 (first crack) sebesar 1190,476 kg/mm (meningkat 7,68% dari balok normal) dan pada titik tinjau 2 (P=800 kg) sebesar 1176,471 kg/mm. Selanjutnya penambahan serat dengan bentuk C dapat meningkatkan daktilitas balok beton bertulang yaitu sebesar 4,453 (meningkat 29,37% dari balok normal). Kata Kunci: Serat plastik, daktilitas, kekakuan, modulus elastisitas, balok beton bertulang.
PENGARUH VARIASI COATING PADA BETON KEROPOS TERHADAP GELOMBANG ECHO DENGAN MENGGUNAKAN METODE UPE (ULTRASONIC PULSE ECHO) Allena, Gabrielle; Wijatmiko, Indradi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dan  pertumbuhan  industri di bidang konstruksi semakin meningkat di Indonesia terutama di bidang material pada infrastruktur. Beton merupakan komponen utama struktural yang berfungsi menahan dan mendistribusikan beban dalam suatu bangunan. Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan hasil akhir dari proses pembangunan kurang baik atau diragukan, maka dari itu diperlukan pemeriksaan terhadap kekuatan struktur bangunan dan dilakukan penyelidikan apakah bangunan tersebut kuat menahan beban guna atau diperlukan adanya perkuatan terhadap struktur bangunan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi coating terhadap pembacaan UPE. Dengan menggunakan metode Non-destruktif test (NDT) berdasarkan data UPE diperoleh beton yang diberikan coating watershield dan waterproof memperlihatkan  hasil scan dan amplitudo yang lebih baik setelah diberikan coating. Floor hardener memiliki pola dan bentuk waveform yang samapada beton sebelum dan sesudah diberikan coating. Penurunan cepat rambat terjadi hanya pada beton yang diberikan acian sedangkan pada beton yang diberikan coating watershield, waterproof, dan floor hardener terjadi kenaikan cepat rambat. Dari hasil analisis pada beton yang diberikan variasi coating didapatkan bahwa pengujian UPE masih dapat digunakan pada beton yang telah dilapisi waterproof, watershield, dan floor hardener dikarenakan kenaikan cepat rambatnya tidak signifikan atau sekitar 1-2%. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat dikatakan bahwa acian dan coating dapat mempengaruhi pembacaan a-scan dan b-scan pada alat UPE. Pada penelitian  juga didapatkan bahwa kekasaran permukaan yang tinggi dapat mengurangi energi yang ditransmisikan ke sampel oleh sinar ultrasonik, karena itu mengurangi amplitudo dari sinyal yang diterima. Sebagai Hasilnya, kapasitas deteksi diskontinuitas seperti rongga, retakan, dll, berkurang. Kata Kunci: UPE (Ultrasonic Pulse Echo), Beton Keropos, Coating
SIMULASI PENETRASI KLORIDA KE DALAM BETON DENGAN METODE SOLUSI INTEGRAL PERSAMAAN DIFUSI Pratama, Chandra Rudy; Nuralinah, Devi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difusi Klorida adalah proses masuknya air garam ke dalam beton. Proses inilah yang dapat mengurangi kekuatan pada beton dikarenakan partikel NaCl yang terkandung pada air garam yang menguap sehingga pada pori-pori beton timbul Kristal yang mendesak pori-pori beton tersebut. Proses difusi klorida merupakan proses yang cukup kompleks dan rumit, dikarenakan melibatkan proses-proses actual yang mempengaruhi penyerapan secara menyeluruh. Pada tepi pantai terdapat banyak bangunan-bangunan yang selalu bersinggungan dengan air laut sehingga terjadi peresapan air laut ke dalam beton yang mengakibatkan beton mudah rusak dan hancur sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap kadar klorida.  Difusi klorida dapat dimodelkan dengan metode solusi integral error function, dimana menggunakan kandungan klorida permukaan digunakan sebagai kondisi batas,waktu pengujian dan variasi koefisien difusi agar dapat memperkirakan kadar klorida yang masuk ke dalam beton dengan waktu yang diinginkan. Dan diharapkan dengan hasil analisis yang didapatkan dapat diketahui keakuratan metode analisis yang digunakan. Pada studi literasi ini menggunakan data dari jurnal penelitian yang menyelidiki tentang nilai kadar klorida ke dalam beton dengan waktu tertentu. Penelitian ini diharapkan dapat membantu menunjukkan cara perhitungan menggunakan metode error function dengan 2 macam batasan. Metode error function merupakan perhitungan matematis sederhana yang digunakan untuk memperhitungkan ulang. Hasil perhitungan analisis dengan menggunakan error function untuk mengetahui kandungan dan laju difusi klorida pada beton yang dianalisis dengan 4 macam metode menunjukkan bahwa laju difusi pada beton mengalami penurunan seiring dengan semakin besarnya nilai kedalaman dari permukaan yang terekspose. hasil yang didapatkan dari keempat metode memiliki nilai C(x,t) yang berbeda-beda. Namun macam metode dengan batasan D(t) dan Co(t) mendapatkan hasil nilai C(x,t) yang paling mendekati Nilai C(x,t) dari data jurnal. Kata kunci : difusi klorida, kadar klorida, error function, koefisien difusi.
STUDI LITERATUR KAJIAN PERILAKU BAJA COLD-FORMED TERHADAP BEBAN AKSIAL UNTUK BANGUNAN TAHAN GEMPA Fanani, Yafriel Izza; Setyowulan, Desy; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja cold-formed adalah baja yang dibentuk tanpa peleburan, disebut cold-formed karena merupakan komponen yang berkualitas struktural yang terbentuk dari logam campuran yang terdiri atas beberapa unsur metal, dibentuk menjadi suatu model atau profil tertentu dengan proses press-braking atau roll forming. Baja cold-formed ialah komponen yang tipis, ringan, mudah untuk diproduksi, dan murah bila dibandingkan baja hot-rolled, sehingga menjadi baja yang lebih ringan dan mudah dibentuk atau fleksibel. Pada studi literasi ini didapatkan data dari sejumlah jurnal penelitian yang menganalisis tentang perilaku-perilaku atau karakteristik dari bermacam-macam profil baja ­cold-formed dengan pengujian dan spesimen benda uji yang berbeda-beda, penelitian ini berfokus pada gaya aksial yang berupa pengujian kuat tarik dan kuat tekan. Hasil perbandingan dari berbagai penelitian didapatkan nilai Beban tekuk kritis, Beban Ultimit untuk pengujian kuat tekan, pada pengujian ini diharapkan setiap profil mengalami tekuk lokal yang tidak terlalu tinggi. Untuk pengujian kuat tarik didapatkan nilai perbandingan antara Kuat Tarik dan Tegangan Leleh yang terjadi pada setiap jenis sample benda uji. Kata kunci: Baja cold-formed, kuat tarik, kuat tekan, beban ultimit, pola kegagalan.
PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING (SHEATED WALL) BERBAHAN MULTIPLEK TERHADAP ENERGI ABSORPSI DAN DAKTILITAS AKIBAT BEBAN MONOTONIK PADA PORTAL BAJA CANAI DINGIN 2D Nugroho, Seto; Waluyohadi, Indra; Nuralinah, Devi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IndonesiaXterletak di tiga lempeng dunia dan jalur api cincin pasifik, oleh karena itu Indonesia sangat rawan terjadinya gempa bumi. Penggunaan dinding bertipe panel juga akan mempersingkat waktu pembangunan. Oleh karena itu penggunaan baja canai dingin sebagai bahan konstruksi dalam penanggulangan bencana sangat dianjurkan karena pembangunannya dibutuhkan dalam waktu singkat. Panel dinding akan dipasang dengan ketebalan 4 mm dan dipasang di satu sisi dengan tinggi 50 cm lebar 57 cm untuk lantai 1. Sedangkan lantai 2 akan dipasang dengan tinggi 52 cm dan lebar 57 cm. Material dari panelXdinding sendiri terbuat dari bahan multiplek dengan variasi bukaan 0%, 25%, dan 50% dengan masing-masing 2 buah benda uji. Pengujian pembebanan monotonik menggunakan alat hydraulic jack, load cell, dan LVDT. Hasil dari penelitian ini adalah energi absoprsi dan daktilitas dari masing-masing variasi benda uji. Hasil yang didapatkan dari pengujianXdan perhitungan diketahui bahwa nilai dari rata-rata energi absoprsi sebesar 3250,695 kg-mm untuk benda uji kode M-T-0, sebesar 1753,835 kg-mm untuk benda uji kode M-T-25, dan sebesar 1281,44 kg-mm untuk benda uji kode M-T-50. Selanjutnya untuk perhitungan daktilitas menggunakan metode AISI, didapatkan rata-rata rasio daktilitas sebesar 2,84 untuk benda uji kode M-T-0, sebesar 2,405 untuk benda uji kode M-T-25, dan sebesar 1,87 untuk benda uji kode M-T-50. Untuk metode ECCS didapatkan nilai rata-rata rasio daktilitas sebesar 3,55 untuk benda uji kode M-T-0, sebesar 2,61 untuk benda uji kode M-T-25, dan sebesar 2,05 untuk benda uji kode M-T-50. Kata Kunci : Canai Dingin, Portal, Pembebanan Monotonik, Energi Absorpsi, Daktilitas, Panel Dinding Multiplek.
PENGARUH PEMBEBANAN LATERAL TERHADAP KUAT LENTUR PADA SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX MENGGUNAKAN SAMBUNGAN BAUT Priaka, M. Nurdien; Setyowati, Edhi Wahjuni; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panel beton merupakan pengembangan dari beton pracetak yang dapat menjadi opsi lain untuk membuat sebuah dinding. Kekuatan terhadap lentur yang dihasilkan lebih tinggi dikarenakan sifat dari beton tersebut yang kuat terhadap tekan, dan didukung dengan adanya tulangan baja yang kuat terhadap tarik sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya keruntuhan yang lebih cepat. Penggantian jenis material agregat kasar sebagai inovasi pada panel dinding beton dapat memberikan keindahan apabila permukaan beton dikikis ketika beton telah mengeras. Penyambungan antar panel dinding beton dapat menggunakan sambungan sederhana berupa sambungan baut. Untuk itu, direncanglah suatu dinding panel beton dengan variasi agregat kasar batu onyx yang disambung menggunakan sambungan baut agar dapat mengetahui kekuatan terhadap lentur yang dihasilkan dengan pemberian beban lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan terhadap lentur yang dihasilkan oleh perbedaan sambungan baut dengan jenis A307 pada panel beton onyx. Penelitian dilakukan dengan merencanakan panel beton ukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm. diameter sambungan baut yang digunakan berukuran 6 mm, 8 mm, dan 10 mm dengan menggunakan plat baja BJ-37 tebal 3 mm. Panel dinding beton onyx juga diberikan tulangan baja diameter 6 mm yang hanya berfungsi sebagai tulangan praktis agar mengurangi resiko terjadinya keruntuhan lentur lebih cepat pada saat proses mobilisasi. Hasil penelitian terhadap pengaruh perbedaan diameter sambungan baut yang semakin besar pada pasangan panel dinding beton  onyx bervariasi. Pada pasangan panel beton mengguanakn sambungan baut diameter 6 mm, dihasilkan kekuatan lentur pada beton sebesar 1,1453 MPa, pada pasangan panel dinding beton onyx dengan sambungan baut diameter 8 mm dihasilkan kekuatan lentur pada beton sebesar 1,2593 MPa, dan pada pasangan panel dinding beton onyx dengan sambungan baut diameter 10 mm dihasilkan kekuatan lentur pada pasangan panel beton sebesar 1,1169 MPa. Kata kunci : panel dinding beton onyx, kuat lentur, sambungan baut.
PREDIKSI DIFUSI KLORIDA PADA BETON BERTULANG YANG DIEKSPOS DI LINGKUNGAN LAUT PASANG SURUT DENGAN METODE ERROR FUNCTION Abdi Jayanti, Dwi Yulina; Nuralinah, Devi; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan yang pesat pada bidang konstruksi. Adapun karakteristik bangunan pada lingkungan tersebut berbeda-beda yang tentunya akan menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya dari segi ketahanan bangunan. Penyebab kerusakan utama pada struktur beton bertulang yaitu korosi yang nantinya dapat mempengaruhi kekuatan serta massa layan beton. Pada tepi pantai terdapat banyak bangunan yang bersinggungan langsung dengan air laut dimana sering terjadi masuknya air laut ke dalam pori beton yang menyebabkan beton rusak dan hancur. Difusi Klorida yaitu proses masuknya air yang mengandung garam atau klorida ke dalam beton. Proses tersebut dapat mempengaruhi kekuatan pada beton dikarenakan partikel NaCl yang terkandung pada air laut yang menguap sehingga pada pori-pori beton timbul kristal yang mendesak pori-pori beton tersebut. Data penelitiian yang digunakan dalam analisis ini yaitu diambil dari jurnal “Prediction Model of Chloride Diffusion in Concrete Considering the Coupling Effect of Coarse and Steel Reinforcement Exposed Marine Tidal Environment”, oleh Yuanzhan Wang, Xiaolong Gong, dan Lianjian Wu (2019) yang nantinya hasil yang diharapkan sesuai dengan nilai yang ada pada data. Adapaun data yang dibutuhkan untuk analisis perkiraan klorida yaitu diantaranya nilai klorida dan kedalaman, serta lama waktu pengujian. Perhitungan dimulai dari kandungan klorida permukaan kontan terhadap waktu, kemudian koefisien klorida dihitung menggunakan data klorida yang telah diperoleh sebelumnya. Setelah itu dapat dilakukan perhitungan kadar klorida pada tiap waktu dan kedalaman. Hasil perhitungan analisis dengan menggunakan error function untuk mengetahui kandungan dan laju difusi klorida pada beton, Hasil yang didapatkan memiliki nilai C(x,t) yang berbeda-beda. Namun macam metode dengan batasan D(t) dan Co(t) mendapatkan hasil nilai C(x,t) yang paling mendekati Nilai C(x,t) dari data jurnal.   Kata kunci: difusi klorida, kadar klorida, error function.
PENGARUH PEMBEBANAN LATERAL TERHADAP POLA RETAK DAN LEBAR RETAK PADA DAERAH SAMBUNGAN SUSUNAN PANEL BETON AGREGAT KASAR LIMBAH BATU ONYX MENGGUNAKAN SAMBUNGAN BAUT Nugroho, Nugroho; Setyowati, Edhi Wahjuni; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panel beton merupakan pengembangan dari beton pracetak yang dapat menjadi opsi lain untukmembuat sebuah dinding. Untuk itu, dirancanglah  suatu susunan dinding panel beton dengan agregat  kasarl limbah  batu  onyx yangl disambung menggunakan sambungan baut agar  dapat  mengetahui  perilaku  retak yangl terjadi  pada susunan panel  beton  agregat  limbah  batu  onyx. Penelitian  ini  bertujuan  untukl mengetahui  pola  retak  dan  lebar  retak  yang dihasilkan  oleh  perbedaan  sambungan  baut jenis  A307  dengan  ukuran 6  mm, 8  mm, 10 mm dan menggunakan plat BJ - 37 tebal 3 mm pada susunan panel beton onyx . Penelitian dilakukan dengan merencanakan panel  beton  ukuran  80  cm  x  40  cm x 6  cm .. Retak awal terjadi pada daerah tumpuan susunan panel yang diakibatkan besarnya momen dan gaya tarik pada daerah tumpuan serta terjadinya retak pada daerah sambungan diakibatkan oleh rambatan retak dari daerah tumpuan.   Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa hanya ada satu susunan panel yang mengalami retak pada panel beton di bagian sambungan dan retak yang lain terjadi pada daerah tumpuan. Pola Retak yang terjadi pada daerah sambungan susunan panel beton agregat limbah  batu  onyx saat pengujian adalah  pola  retak jenis  retak lentur- geser yang diakibatkan oleh momen dan geser pada susunan panel beton . Nilai lebar retak pada daerah sambungan susunan panel beton agregat limbah batu onyx sebesar 1,056 mm menggunakan baut diameter 6 mm. Pada susunan panel beton menggunakan diameter baut 8 mm dan 10 mm mengalami retak awal di daerah tumpuan sebelum mengalami retak di daerah sambungan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar diameter baut tidak diikuti dengan semakin besarnya nilai lebar retak yang dihasilkan.   Kata kunci : panel dinding beton onyx, pola retak dan lebar retak, sambungan baut.
PENGARUH VARIASI BUKAAN PANEL DINDING FIBER CEMENT BOARD TERHADAP KEKAKUAN AKIBAT BEBAN SIKLIK (QUASISTATIS) Ramadhania, Indah Zakia; Waluyohadi, Indra; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi merupakan getaran yang berasal dari bumi yang terjadi akibat rekahan bumi pecah ataubergeser dengan keras. Sehingga dibutuhkan konstruksi bangunan yang memiliki ketahanan paling baikterhadap gempa. Pada era konstruksi masa kini, stuktur baja mulai digunakan karena memiliki kekakuan,kekuatan dan daktilitas yang baik. Penelitian ini menggunakan portal baja canai dingin dengan lebar 58 cm dantinggi 106 cm yang terdiri dari balok dan kolom dengan profil hollow square berdimensi 40.40.0,3 dan20.20.0,3. Pelat sambung menggunakan profil yang sama dengan balok kolom dan panel dinding menggunakanmaterialfiber cement board tebal 4 mm. Percobaan ini menggunakan 12 buah benda uji dengan 4 variasi jenisportaldengan perbedaan pada bukaan panel dinding sebesar 0%, 25%, 50% dan 100%. Pembebanan dilakukandengan pembebanan siklik (quasi-statis) dengan drift ratio 1% hingga 13%. Beban lateral dan perpindahandicatat dan kemudian dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa benda uji yang tidak memiliki bukaan(S-F-0) memiliki nilai beban lateral serta kekakuan yang besar dibandingkan dengan benda uji lainnya.Sedangkan pada benda uji yang tidak memiliki panel dinding (S-100) memiliki nilai beban lateral dan kekakuanpaling kecil, untuk benda uji yang memiliki panel dinding dengan bukaan 25% (S-F-25) mempunyai nilaibeban lateral serta kekakuan yang lebih besar dibandingkan dengan benda uji yang memiliki bukaan 50% (SF-50). Kegagalan struktur pada benda uji diamati secara visual, kegagalan yang terjadi adalah kegagalan padasambungan panel dinding, sobek pada panel dinding dan fraktur pada panel dinding.Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Portal, Panel Dinding, Bukaan, Beban Siklik, Beban Lateral, Kekakuan.