Claim Missing Document
Check
Articles

GURU PROFESIONAL DALAM KONSEP KURIKULUM 2013 Fakhrul Rijal
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v8i2.3235

Abstract

Curriculum 2013 is the result of the developing education curriculum in Indonesia which was discharged on July 15, 2013 based on the philosophy foundation, the juridical foundation and empirical foundation. The special feature of curriculum 2013 is to demand the ability of teachers to be knowledgeable as much as possible, to master technology and information, to encourage students to have responsibility to the environment, to have interpersonal, between individuals, and critical thinking skills so that students become productive, creative, and innovative. The role of professional teachers as the main implementers of the curriculum 2013 should be developed in accordance with the curriculum requirements, such as: teachers must inspire / love their profession, experts in the field of science, mastering the way of interaction / communication, joining various professional organizations, able to use Various kinds of information technology, make innovations to the (materials, methods, media and tools) learning, and evaluate with three criteria of assessing the ability (cognitive, affective and Psychomotor) ability of each learner.
Kepemimpinan Kepala Sekolah di SD Negeri 1 Banyuasin II Fakhrul Rijal; Rabial Kanada; Rabbul Izzatin
El-Idare Vol 4 No 1 (2018): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.857 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri 1 Banyuasin II. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas I (satu) sampai dengan kelas VI (enam), guru olahraga, guru Pendidikan Agama Islam, beberapa siswa kelas V (lima) dan siswa kelas VI (enam). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah di SD Negeri 1 Banyuasin II cenderung kepada gaya kepemimpinan yang demokratis. Hal ini terlihat dari cara kepala sekolah dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan selalu dilakukan dengan rapat, diskusi dan musyawarah kepada staf dan guru-guru. Kepala sekolah selalu menerima pendapat, kritik dan saran dari bawahan dengan baik, lapang dada dan iklas serta berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang ada di sekolah. Selain itu, kepala sekolah selalu mengembangkan dan mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan seperti kebersamaan dan kekompakan.
Islamic Religious Education Learning Innovation at the MTsN Model Banda Aceh and the MTsN Model Gandapura Bireuen Fakhrul Rijal; Burhan Nudin; Iskandar Abdul Samad
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.839 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.1930

Abstract

This study aims to determine the elements of learning innovation, differences and similarities, as well as candidates for Islamic religious education learning innovations in two Model MTsN of Aceh province. This research method uses a qualitative approach. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. The data was then analyzed by descriptive analysis consisting of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that: 1) The innovation of Islamic religious education learning at the two MTsN models was carried out through the enrichment of the Islamic religious education curriculum, which included sharpening, remedial, and coaching programs. At MTsN Model Aceh, learning innovation also includes a variety of methods, from monotonous to varied, and from lectures to discussions, exercises, assignments, homework and presentations. The innovation of Islamic religious education learning media in the Aceh MTsN Model also varies from manuals to digital media, from worksheets to e-learning media, and from classrooms to laboratories. Furthermore, the learning evaluation innovation in the Aceh MTsN Model consists of tests and non-tests; 2) The similarity of Islamic religious learning in both the Banda Aceh Model MTsN and the Gandapura Model MTsN in terms of curriculum enrichment lies in the use of the National curriculum standards. On the other hand, the difference lies in class grouping, where the Banda Aceh Model MTsN makes small groups and the Gandapura Model MTsN makes a package system.
NASIONALISME ULAMA DALAM PENANGKALAN PAHAM RADIKAL DI KALANGAN SANTRI DAYAH TRADISIONAL DI ACEH Fakhrul Rijal
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Kalam (Januari-Juni 2016)
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulama dalam tatanan religi dan sosio-kultural masyarakat Muslim, tak pelak lagi, menempati posisi cukup strategis. Keberadaan ulama dalam suatu lingkup masyarakat memberikan makna tersendiri bagi kehidupan masyarakatnya. Sebagai tokoh non-formal, ulama bisa mengambil peran lebih independen sehingga lebih leluasa, dan inklusif sehingga mampu mempengaruhi masyarakatnya. Bahkan dalam kiprah yang lebih luas, ulama dapat saja merambah lini kehidupan politik atau isu-isu pembangunan lainnya. Nasionalisme ulama bukan saja dipengaruhi teologi keagamaan yang dianutnya, tetapi juga panggilan jiwa kebangsaannya dalam mencermati kehidupan berbangsa dan bernegara turut mewarnai pemikiran ulama. Sejarah bangsa ini telah membuktikan hal itu dimana ulama mampu mempengaruhi umatnya untuk mendukung pembangunan bangsa Indonesia. Dalam konteks Aceh, konstelasi kiprah ulama dalam pembangunan umat dan negara dari zaman ke zaman telah ditunjukkan oleh ulama. Nasionalisme ulama Aceh biarlah sejarah dan para founding father negeri yang membuktikannya. Sejak era pr-kemerdekaan, era kemerdekaan hingga era reformasi sekarang ini ulama Aceh terus saja menunjukkan sikap kebangsaannya untuk pembangunan Indonesia. Salah satu persoalan bangsa Indonesia sekarang adalah merebaknya paham radikal di kalangan masyarakat. Negara dalam hal ini tidak mungkin bisa menghadapi masalah ini tanpa peran serta ulama. Penelitian ini mencoba menelusuri kaitan antara nasionalisme pemikiran dan sikap ulama Aceh dan kontribusi mereka dalam menekan tumbuhnya potensi paham radikal di kalangan komunitasnya sendiri, yaitu pada santrinya di dayah (pesantran). Apakah nasionalisme ulama Aceh dewasa ini mampu meredam paham radikal yang mungkin berkembang di kalangan santri mereka sendiri. Bagaimana sebenarnya wawasan kebangsaan yang dimiliki ulama Aceh mampu diinternalisasikan kepada semua santri di dayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode riset melalui deep interview, partisipant observasi, questioner dan telaah dokumen.
PERSEPSI NON MUSLIM TERHADAP PENERAPAN SYARI’AT ISLAM DI ACEH Fakhrul Rijal
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 8 No. 1 (2020): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v8i1.87

Abstract

Artikel ini menjelaskan, meringkas berbagai kondisi, berbagai situasi yang timbul dari non muslim dalam memandang penerapan Syariat Islam di Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian umat Kristen dan Buddha sangat setuju dengan diterapkan Syariat Islam di Aceh karena mempunyai unsur pencegahan terhadap perbuatan-perbuatan kemaksiatan/kriminal seperti berjudi, berzina, mabukmabukkan, mencuri dan lain-lain. Menurut mereka dengan adanya hukum Syariat Islam akan lebih baik masyarakatnya dan selalu dalam keadaan damai, aman dan tentram.
MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM MABIT (MALAM BINA IMAN DAN TAQWA) DI MAN MODEL BANDA ACEH Muzammil Muzammil; FAKHRUL RIJAL
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 8 No. 2 (2020): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v8i2.96

Abstract

Permasalah penelitian ini tentang bagaimana penerapan program Mabit (Malam Bina Iman Dan Taqwa) dalam upaya membentuk karakter religius peserta didik di MAN Model Banda Aceh. Karakter muslim yang baik merupakan komponen utama yang harus ada dalam setiap muslim. Pembinaan karakter religius peserta didik ini harus digalakkan karena melihat kondisi moral peserta didik hari ini sangat menurun sehingga salah satu diantara usaha tersebut adalah dengan melaksanakan MABIT di sekolah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan MABIT di MAN Model serta dampak apa saja yang diharapkan untuk peserta didik itu sendiri. Penelitian ini bersifat kualitattif yang menggunakan metode observasi dan wawancara. Adapun hasil penelitian ini menggambarkan penerapan MABIT di MAN Model selaras dengan nilai nilai pendidikan karakter dalam islam sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah Saw. Abstract The problem of this research is how the implementation of the Mabit program (Night of Building Iman and Taqwa) in an effort to form the religious character of students in the MAN Model Banda Aceh. A good Muslim character is a major component that must be present in every Muslim. The development of the religious character of students must be encouraged because seeing the moral condition of students today is very decreasing so that one of the efforts is to implement MABIT at schools. The purpose of this research is to find out how the application of MABIT in the MAN Model and what impacts are expected for the students themselves. This research is qualitative, using observation and interview methods. The results of this study describe the application of MABIT in the MAN Model is in line with the values ​​of character education in Islam as has been done by the Prophet Muhammad.
Nilai Adat Istiadat dalam Sunat Rasul di Gampong Gunung Pudung Kabupaten Aceh Selatan Samwil Samwil; Fakhrul Rijal; Devi Martina
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v8i1.5800

Abstract

This study discusses the uniqueness and meaning contained in the traditions of the circumcision of the apostle. The researcher uses the symbolic interaction theory developed by Herbert Blummer to analyze the meaning of Symbolic Interaction in the Unique Portrait of the Implementation of the Circumcision of the Apostles in Gampong Gunung Pudung, Kluet Utara, Aceh Selatan. Theoretically, symbolic interaction is a social life which is basically human interaction using symbols. So a symbol is not formed through mental coercion, it arises because the meaning is given by humans themselves. The type of research used by the researcher is qualitative and the focus of this research is intended to limit studies that can facilitate researchers in managing data which then becomes a conclusion according to the formulated problem. The results of this study indicate that there are several unique customs of circumcision of the apostle in Gampong Gunung Pudung which are very different from other areas such as hitting canangs, asking for money from close relatives, washing rice into the river, carrying on shoulders or being lifted on a stretcher, bathing in the river and swing chickens and now they still maintain their ancestral culture.
Teachers’ Pedagogic Competence in Utilizing Learning Media of Islamic Religious Education at State Junior High Schools in Lhoksuemawe Fakhrul Rijal; Tasnim Idris
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.206 KB) | DOI: 10.21154/cendekia.v1i1.1818

Abstract

 Abstrak: Penelitian ini bertujuan menjelaskan kompetensi pedagogik guru dalam pemanfaatan media  pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) di SMP Negeri Lhokseumawe beserta kendala yang dihadapi guru tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam pemanfaatan media pembelajaran, pertama: Kompetensi pedagogik guru dalam merancang pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran guna membantu mereka dalam penyampaian materi pembelajaran kepada peserta didik, kedua: kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran adalah dapat membuat pembelajaran lebih aktif dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam proses belajar mengajar. dan ketiga: kompetensi pedagogik guru dalam melakukan penilaian dengan menggunakan media pembelajaran adalah untuk memudahkan guru dalam memberi penilaian dan media yang digunakan adalah laptop dengan menggunakan aplikasi penilaian. Kendala guru dalam pemanfaatan media pembelajaran PAI di SMPN Kota Lhokseumawe adalah belum menguasai ICT, keterbatasan sarana yang akan digunakan, masalah teknis seperti mati lampu dan menyita waktu yang banyak jika tidak terampil digunakan.  الملخص: يهدف هذا البحث إلى شرح الكفاءة التربوية للمعلم في استخدام الوسائل التعليمية في مادة التربية الإسلامية في مدرسة لوكسيوماوي المتوسطة الحكومية والمشكلات التي يواجهها المعلم فيه. هذا البحث هو البحث النوعي. أوضحت نتائج البحث أن كفاءة المعلم التربوية في استخدام الوسائل التعليمية، أولاً: إن كفاءة المعلم التربوية في تصميم تنفيذ التعليم باستخدام الوسائل التعليمية لمساعدته في إيصال المواد التعليمية للطلاب، ثانياً: إن كفاءة المعلم التربوية في تنفيذ العملية التعليمية باستخدام الوسائل التعليمية يمكن أن يجعل التعلم أكثر نشاطًا وزيادة ثقة الطلاب في العملية التعليمية، وثالثًا: تتمثل كفاءة المعلم التربوية في إجراء التقييمات باستخدام الوسائل التعليمية في تسهيل المعلمين في تصنيف وتكون الوسائل المستخدمة وهي أجهزة الحاسوب المحمولة التي تستخدم تطبيقات التقييم. والمشكلات التي يواجهها المعلم في الوسائل التعليمية في مادة التربية الإسلامية في مدرسة لوكسيوماوي المتوسطة الحكومية هي أنهم لم يتقنوا تكنولوجيا المعلومات والاتصالات، والمرافق المحدودة لاستخدامها، والمشكلات التقنية مثل انقطاع التيار الكهربائي واستهلاك الوقت إذا لم يكونوا ماهرون في الاستخدام.
Teachers’ Constrains in the Learning Process at Junior High School during Covid-19 Pandemic in Banda Aceh Marwan Marwan; Jalaluddin Jalaluddin; Fakhrul Rijal; Ibrahim Ibrahim
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.1137

Abstract

This research looks at the difficulties middle school educators face in Banda Aceh City, Indonesia, due to the covid-19 pandemic. The purpose of this investigation is to report on the challenges that emerged during the pandemic for a relatively new method of education: online study. Three public middle schools in Banda Aceh are the subjects of this study. Data is gathered through observation, interviews, and record-keeping, all hallmarks of qualitative research methods. The results show that teachers face a number of challenges when implementing online learning, including difficulties in adaptation because teachers cannot directly control their students' activities in order to assess them objectively; teachers' lack of understanding of technology, especially among older educators; teachers' encounters with passive students; teachers' less stable networks, which cause internet data quotas to become wasteful during online learning; and teachers' lack of control over their students' access to the internet, which makes it difficult to enforce strict rules and regulations.
BELAJAR MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN Fakhrul Rijal
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 6, No 2 (2016): HANDAYANI JOURNAL
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.971 KB) | DOI: 10.24114/jh.v6i2.6521

Abstract

Abstract :  Learning Perspective Qur'an. The research objective was to describe the perspective of learning the Qur'an. Data were collected and analyzed descriptively. Discussion of research shows that it is understood that Islam actually pay attention to the importance of science as well as the urgency of studying the science. It is widely discussed in the al-Quran and al-Hadith. Even in the teaching of Islam is believed that, the learner will have the knowledge that will be useful for the sake of living in the world, as well as the provision for success in life in the hereafter. Keywords : Learning, Perspective Qur'an Abstrak : Belajar Menurut Perspektif Al-Qur’an. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan belajar menurut perspektif Al-Qur’an. Data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif. Pembahasan dalam penelitian menunjukkan bahwa dapat dipahami bahwa Islam benar-benar memperhatikan pentingnya ilmu pengetahuan serta urgensi mempelajari ilmu pengetahuan tersebut. Hal ini banyak dibicarakan di dalam al-Qur’an dan al-Hadith. Bahkan di dalam ajaran Islam diyakini bahwasanya, orang yang belajar akan memiliki ilmu yang nantinya akan berguna untuk kepentingan hidup di dunia, serta bekal untuk keberhasilan hidup di akhirat kelak. Kata kunci : Belajar, Perspektif Al-Qur’an