Agustina L.N. Aminin
Department Of Chemistry, Faculty Of Sciences And Mathematics, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto No.50275, Tembalang, Semarang City, Central Java, 50275

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI

Profil Kandungan Protein dan Tekstur Tahu Akibat Penambahan Fitat pada Proses Pembuatan Tahu Sarjono, Purbowatiningrum Ria; Mulyani, Nies Suci; Aminin, Agustina L. N.; Wuryanti, Wuryanti
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 1 (2006): Volume 9 Issue 1 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.786 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.1.6-9

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mempelajari profil kandungan protein dan tekstur tahu akibat penambahan fitat pada proses pembuatan tahu dengan koagulan asam asetat. Fitat merupakan senyawa monoinositol heksafosfat yang terdapat pada biji-bijian berkisar 1-5 % (b/b) dan dikenal sebagai antioksidan alami. Oleh karena itu diupayakan untuk memanfaatkan fitat kedalam proses pengolahan makanan untuk meningkatkan produknya.Pada penelitian ini tekstur tahu diukur dengan alat Penetrometer dan kadar protein dengan metode Kjeldahl pada variasi pH penggumpalan protein susu kedelai tanpa penambahan fitat dan dengan penambahan fitat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pH penggumpalan protein susu kedelai yang ditambahi fitat ternyata mempengaruhi gumpalan tahu yang terbentuk. Jika dibandingkan dengan tahu tanpa penambahan fitat maka terjadi penurunan berat protein tahu pada pH titik isoelektrik (4,5) yaitu dari 8,131 g menjadi 6,273 g. Bertambahnya konsentrasi fitat hingga 0,05 % (b/v) menyebabkan naiknya kekerasan tahu dari 3,02 cm menjadi 1,88 cm. Diatas konsentrasi tersebut kekerasan tahu menurun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan fitat akan menyebabkan meningkatnya kekerasan tahu namun dapat menurunkan kadar protein tahu.Kata kunci: tahu, fitat, titik isoelektrik.
Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase dan Identifikasi Senyawa dalam Fraksi Aktif Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Irma Yunitasari; Agustina L. N. Aminin; Khairul Anam
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.977 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.110-115

Abstract

Rosela merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes melitus (DM), dalam terapi DM dapat dilakukan dengan menghambat kerja enzim α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fraksi aktif dari ekstrak bunga rosella yang berpotensi sebagai inhibitor α-glukosidase dan mengidentifikasi jenis senyawa dalam fraksi aktif tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi menggunakan pelarut metanol-HCl 0,1%, dilanjutkan fraksinasi secara kromatografi kolom dengan fasa diam sephadex LH-20 dan fasa gerak air-metanol fraksi A (100:0), fraksi B (75:25), fraksi C (50:50), fraksi D (25:75), fraksi E (0:100), dan uji aktivitas inhibisi α-glukosidase fraksi bunga rosella. Identifikasi senyawa aktif yang memberikan nilai aktivitas penghambatan α-glukosidase paling tinggi dengan KLT dan penampak bercak (AlCl3, uap amoniak dan FeCl3), penentuan kadar relatif (%) komponen dari fraksi aktif dengan TLC scanner, dan karakterisasi senyawa utama dalam fraksi aktif menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Hasil penelitian menunjukan bahwa fraksi C (50:50) merupakan fraksi aktif yang memberikan nilai aktivitas inhibisi α-glukosidase paling tinggi (31,163 %) pada konsentrasi 1000 ppm, dan senyawa utama dalam fraksi C adalah 3,3’,4’-trihidroksiflavon dan 5,7,3’,4’-tetrahidroksiflavon dengan masing-masing kadar relatif 23,33% dan 24,52 %.
DNA Polimerase sebagai Model Kajian Biomolekul Enzim Termostabil Isolat Lokal Agustina L. N. Aminin; Akhmaloka Akhmaloka; Hendro Pramono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2000): Volume 3 Issue 2 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4090.218 KB) | DOI: 10.14710/jksa.3.2.79-84

Abstract

Ekstremozim merupakan bahan kajian penelitian yang banyak dilakukan dalam dekade terakhir. Enzim ini merupakan biokatalis yang sangat efektif digunakan dalam proses industri. Salah satu sumber ekstremozim yang cukup potensial adalah bakteri termofilik, tumbuh pada sumber air panas. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber air panas, tetapi sampai saat ini belum banyak peneliti yang mengeksplorasi bakteri termofilik. Salah satu bakteri termofilik dari Cimanggu, suatu sumber air panas di sekitar Bandung yang memiliki suhu sekitar 80°C telah berhasil diisolasi. DNA polimerase dipilih sebagai enzim model untuk mempelajari struktur fungsi dari enzim termostabil. Kloning terhadap gen pengkode DNA polimerase dilakukan dengan pendekatan pustaka genom dan amplifikasi genom menggunakan teknik PCR. Primer dirancang berdasarkan homologi urutan nukleotida gen pengkode DNA polimerase dari Thermus aquaticus dan Thermus thermophilus. Primer P1-P3 mengamplifikasi empat fragmen berukuran 1 kb, 1,4 kb, 1,6 kb dan 1,8 kb yang tidak saling overlap. Dalam hal ini fragmen DNA 1 kb telah ditentukan urutan nukleotidanya.
Freeze-thaw system for thermostable β-Galactosidase isolation from Gedong Songo Geobacillus sp. isolate Ken Ima Damayanti; Nies Suci Mulyani; Agustina L. N. Aminin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 11 (2020): Volume 23 Issue 11 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2994.949 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.11.383-389

Abstract

The effective isolation of intracellular enzymes from thermophilic bacteria is challenging because of their sturdy membrane. On the other hand, the low-cost and nontoxic method is essential for industrial food enzymes. The freeze-thaw cycles using acetone-dry ice as a frozen system was studied for efficient isolation of thermostable b-galactosidase from Geobacillus sp. dYTae-14. This enzyme has been known for application in the dairy industry to reduce the lactose content. In this study, the freeze-thaw method was performed with cycle variations 3, 5, and 7 cycles. Acetone-dry ice (-78°C) is used as a frozen system and boiling water for thawing. The b-galactosidase activity was assayed using ortho-Nitrophenyl-β-galactoside (ONPG) as substrate and protein content determined with the Lowry method. The results show that the most effective freeze-thaw is five cycles. The enzyme’s highest specific activity is 3610.13 units/mg proteins at 40-60 % ammonium sulfate saturation, with a purity value of 2.52.
Produk Reaksi Maillard (MRP) sebagai Anti Bakteri dan Pengendali Kadar Dekstran dalam Nira Agustina L. N. Aminin; Laksmi Ambarsari; H. M. Mochtar
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2002): Volume 5 Issue 2 Year 2002
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2111.284 KB) | DOI: 10.14710/jksa.5.2.7-10

Abstract

MRP adalah hasil reaksi pencoklatan non enzimatik yang dapat dibuat dengan merefluks larutan yang mengandung asam amino dan gula reduksi. Aktivitas MRP diamati dengan meneliti pertumbuhan mikroorganisme dari nira yang ditumbuhkan dalam medium sintetik melalui pengukuran turbiditas. Pengaruh MRP terhadap produksi dekstran diamati melalui analisa kadar dekstran menggunakan metode Haze. Hasil pengamatan baik terhadap pertumbuhan mikroba maupun kadar dekstran menunjukkan bahwa MRP yang dibuat dari lisin dan glukosa dengan waktu pemanasan lima jam dan menggunakan gas nitrogen memberikan penghambatan sampai 50%.
Anti-aggregation effect of Ascorbic Acid and Quercetin on aggregated Bovine Serum Albumin Induced by Dithiothreitol: Comparison of Turbidity and Soluble Protein Fraction Methods Amat Rifai; Mukhammad Asy'ari; Agustina L. N. Aminin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 4 (2020): Volume 23 Issue 4 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2406.281 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.4.129-134

Abstract

Studies on the anti-aggregation of dithiothreitol (DTT) induced - protein is generally determined by the fraction soluble (non-aggregated) protein. While the turbidity method is commonly used in studies of anti-aggregation, in which protein is induced by heat, in this study, both methods are compared in observing the anti-aggregation activity of ascorbic acid and quercetin toward bovine serum albumin induced by DTT. The DTT is a reducing agent for protein disulfide bonds and capable of inducing protein aggregation at physiological pH and temperature. The work was performed by the formation of Bovine Serum Albumin (BSA) aggregates induced by DTT under physiological conditions, which are pH 7.4 and 37°C. The aggregated protein profile was observed using the turbidity method at the end of incubation and measuring the difference of concentration between the fraction of soluble protein before and after incubation. The measurement was carried out using a spectrophotometer UV-Vis. The results indicate that both methods show similar inhibition profiles. The potential inhibition of ascorbic acid (AA) toward BSA protein aggregation induced by DTT increased along with incubation time. While quercetin shows the highest inhibition at 12 hours but decreased at 18 hours, this study reveals that both methods can observe the anti-aggregation activity of ascorbic acid and quercetin.
Isolasi Bakteri Termofilik Sumber Air Panas Gedongsongo dengan Media Pengaya Minimal YT (Yeast Tripton) serta Identifikasi Genotipik dan Fenotipik Annisa Rachma; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Agustina L. N. Aminin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 3 (2009): Volume 12 Issue 3 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.137 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.3.66-71

Abstract

Eksplorasi mikroorganisme baru merupakan suatu hal yang penting, karena mikroorganisme mempunyai potensi yang sangat luas sebagai sumber biomolekul baru seperti enzim, antimikroba, antikanker, agen bioremediasi, dan penghasil bahan bakar hayati. Hingga saat ini, kurang dari 1% bakteri di alam yang berhasil dikultivasi. Kebutuhan industri terhadap biomolekul yang tahan terhadap kondisi ekstrem sangatlah tinggi. Salah satu sumber biomolekul yang potensial adalah bakteri termofilik. Indonesia kaya akan habitat termofilik, khususnya sumber air panas, namun eksplorasinya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat tunggal bakteri termofilik dari sumber air panas Gedong Songo dengan media minimal YT (Yeast Tripton) dalam kondisi anaerob serta melakukan identifikasi bakteri termofilik tersebut secara genotipik dan fenotipik. Pada penelitian ini dilakukan isolasi bakteri termofilik sumber air panas Gedongsongo dengan media pengaya minimal YT pada kondisi anaerob serta identifikasi bakteri secara genotipik dan fenotipik. Identifikasi genotipik dilakukan dengan menggunakan analisis urutan nukleotida gen 16S rRNA. Identifikasi fenotipik dilakukan melalui uji morfologi meliputi uji pewarnaan gram dan uji mikroskop. Selain itu dilakukan uji potensi enzim ekstraseluler termostabil, meliputi amilase, protease, β-galaktosidase, dan selulase. Hasil penelitian diperoleh isolat tunggal bakteri termofilik anaerob yang diberi nama isolat GS Ytan, dengan karakteristik bentuk batang, gram positif, dan memiliki kemiripan dengan bakteri kelompok Anoxybacillus sp. dengan tingkat kekerabatan sebesar 97-99 %. Isolat GS YTan memiliki hubungan terdekat dengan Anoxybacillus sp. AF/04 dan Anoxybacillus sp. HT14. Isolat GS YTan memiliki potensi enzim ekstraseluler termostabil amilase, protease dan β-galaktosidase.
Pemanfaatan Kitosan Termodifikasi Asam Askorbat sebagai Bahan Antimikroba pada Daging Ayam Karkas Broiler Titis Oktafiana Poppy; Khabibi Khabibi; Agustina L. N. Aminin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.664 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.2.38-44

Abstract

Daging ayam yang umumnya berupa daging ayam karkas broiler merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi dan mudah busuk sehingga diperlukan bahan pengawet alternatif alami dan tidak berbahaya seperti kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kitosan termodifikasi asam askorbat yang digunakan sebagai pengawet pada daging ayam karkas broiler pada suhu dingin. Dan untuk memperoleh data kemampuan pengawetan antara kitosan dan kitosan termodifikasi asam askorbat serta menentukan konsentrasi efektif asam askorbat yang ditambahkan dalam modifikasi kitosan sebagai pengawet daging ayam. Metode yang digunakan untuk dalam pengawetan adalah metode coating. Gugus fungsi kitosan-asam askorbat dianalisis menggunakan FTIR dan untuk menguji kemampuan kitosan termodifikasi asam askorbat sebagai pengawet daging ayam dilakukan analisis Angka Lempeng Total (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kitosan termodifikasi asam askorbat lebih baik dibandingkan kitosan tanpa modifikasi. Konsentrasi asam askorbat optimum adalah pada konsentrasi 40 mmol/L dan mampu mengawetkan daging ayam hingga 4 minggu.
Antioxidant from Turmeric Fermentation Products (Curcuma longa) by Aspergillus Oryzae Sulasiyah Sulasiyah; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Agustina L. N. Aminin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.776 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.1.13-18

Abstract

The antioxidant capacity of natural materials can be improved by fermentation. In this study, turmeric rhizome was fermented by Aspergillus oryzae. Fermentation products were obtained with fermentation time of 14, 21 and 28 hours. Furthermore, the fermentation product was extracted using ethanol and determined its antioxidant capacity by DPPH damping method, total phenolate determination and phytochemical screening. The results showed that the antioxidant capacity of fermentation products was higher than without fermentation. Antioxidant activity increased with length of fermentation with the value of antioxidant capacity without fermentation and with incubation for 14, 21, and 28 days respectively of 17.0; 27.3; 33.3; and 34.1 mg quercetin/gram extract. The total phenolate of fermentation products was 261; 324,3; 361; 374.3 mg of gallic acid/gram extract. Ethanol extracts of fermented and non-fermented products all contain entirely positive alkaloids, saponins, flavonoids, tannins, quinones, and steroids.
Studi Filogeni dan Uji Potensi Antibakteri serta Enzim Ekstraseluler Isolat Geobacillus sp. dari Sumber Air Panas Gedongsongo Ifsantin Nihaya; Purbowatiningrum Ria Sarjono; Agustina L. N. Aminin
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.506 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.2.38-41

Abstract

Penelitian tentang studi filogeni dan uji potensi antibakteri serta enzim ekstraseluler isolat Geobacillus sp. dari sumber air panas gedongsongo telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri potensi Geobacillus sp. melalui konstruksi pohon filogeni serta mengetahui potensi-potensi molekulernya meliputi potensi antibakteri dan enzim ekstraselular xilanase dan selulase. Konstruksi pohon filogeni dilakukan menggunakan program Phylip 3.68 ed, metode Distance matriks (Neighbour joining) dengan parameter F48. Selain itu juga diuji potensi antibakteri dari metabolit sekunder Geobacillus sp. dYTae-14 dan dGae-3 dengan metode difusi perforasi terhadap Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Uji enzim ekstraseluler xilanase dan selulase dilakukan secara kualitatif. Hasil konstruksi pohon filogeni menunjukkan bahwa kedelapan strain ini merupakan Geobacillus sp. khas Gedongsongo yang hubungan kekerabatannya sangat dekat satu sama lain dan mempunyai hubungan kekerabatan dengan bakteri Bacillus caldotenax strain BCRC 11956, Geobacillus kaustophilus subsp. Vulgivagus strain CDZ 1 dan Geobacillus thermoleovorans sp. Isolat Geobacillus sp. dYTae-14 dan dGae-3 yang diuji potensi antibakterinya tidak menunjukkan adanya potensi antibakteri terhadap Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Kedelapan isolat Geobacillus sp. tidak menunjukkan potensi adanya enzim ekstraselluler xilanase dan selulase.