Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Pengetahuan Meows Berbasis Pemodelan Rasch Dwi Pangesti, Wilis; Rahayu Sakti, Ina; Ratna Kusuma, Inggar; Dewi, Sawitri; Naftuhah Riani, Evicenna; Kusumawati, Anis; Nur Fitriana, Siskanita; Oetami, Soeri
NERSMID : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/nersmid.v7i2.184

Abstract

The Modified Early Obstetric Warning Score (MEOWS) is a monitoring tool intended to detect early high-risk obstetric patients. MEOWS can be employed in pregnant and postpartum women to help identify, treat, and refer patients to changes in parameters that are leading to worsening. This research aimed to develop the MEOWS instrument as a warning tool for maternity cases at Banyumas Hospital. The research method utilized the validity test of the RASCH method and the reliability test of Cronbach's alpha. The results revealed that out of 20 question items, 17 were valid with ZSTD values ranging from -0.2 to 2.0, and 3 were invalid. The item reliability value was 0.93, and the result was a Cronbach's alpha value of 0.64. The sub-theme of this knowledge questionnaire comprised the urgency of using MEOWS for obstetric complications, the time of implementation of detection using MEOWS, indicators, patient identification results with scoring, scoring categories, and follow-up of scoring identification results. Conclusion: Through the development of the MEOWS instrument using indicators of patients' vital signs, it is hoped that the progression of the patient's prognosis will be better monitored.
Pengaruh asap rokok terhadap frekuensi terjadinya penyakit ISPA pada balita di puskesmas Kedung Banteng Banyumas Riyanto, Reni; Kusumawati, Anis
MEDISAINS Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i3.1614

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada balita. Angka kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Indonesia masih tinggi, kasus kesakitan tiap tahun mencapai 260.000 balita. Pada akhir tahun 2000, ISPA mencapai enam kasus di antara 1000 bayi dan balita. Tahun 2003 kasus kesakitan balita akibat ISPA sebanyak lima dari 1000 balita. Secara umum terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ISPA, yaitu faktor lingkungan yang tercemar seperti asap rokok dan asap hasil pembakaran bahan bakar untuk memasak dengan konsentrasi yang tinggi. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap rokok terhadap frekuensi terjadinya penyakit ISPA pada Balita di Puskesmas Kedung Banteng Banyumas. Metode Penelitian: Subjek dalam penelitian ini berjumlah 52 responden dengan menggunakan teknik sampling purpossive sampling. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara terstruktur dengan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan uji statistic Somers’d. Hasil Penelitian: Dari penelitian ini diketahui responden yang terpapar asap rokok ≤ 20 menit per hari sebanyak 21 balita (40,38%) dan menderita ISPA < 3 kali dalam setahun memiliki prosentase (30,77%) sebanyak 16 balita, sedangkan balita yang terkena asap rokok ≥ 20 menit perhari sebanyak 31 balita 59,62% sebanyak. Dan menderita ISPA ≥ 3 kali dalam setahun sebanyak 36 balita (69,23%). Hasil analisis Somers’d diperoleh nilai ρ value sebesar 0,007. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara terkena asap rokok terhadap frekuensi penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Kedung Banteng Banyumas. Kesimpulan: Asap rokok berpengaruh terhadap frekuensi terjadinya penyakit ISPA pada Balita di Puskesmas Kedung Banteng Banyumas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN GAJAH MUNGKUR Soewarno, Soegimin Ardi; Kusumawati, Anis
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1599

Abstract

Latar Belakang: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan sering menimbulkan suatu kejadian luar biasa (KLB). Sampai saat ini penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah Kecamatan Gajah Mungkur, Semarang Jawa Tengah. Kejadian DBD sebanyak 48 kasus dari 8 desa di Kecamatan Gajah Mungkur dan termasuk daerah dengan kasus paling tinggi di wilayah Semarang Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor Penghubung kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Gajah Mungkur. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasi dengan menggunakan metode survei dan wawancara dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan secara langsung pada kontainer Hasil Penelitian:Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara keberadaan jentik Aedes aegypti pada kontainer (p=0,001), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,001), ketersediaan tutup pada kontainer (p=0,001), frekuensi pengurasan kontainer (p=0,027), pengetahuan responden tentang DBD (p=0,030) dengan kejadian DBD di Kecamatan Gajah Mungkur Kesimpulan: Ada hubungan antara keberadaan jentik Aedes aegypti pada container, ada hubungan antara kebiasaan menggantung pakaian, ada hubungan antara ketersediaan tutup pada container, ada hubungan antara frekuensi pengurasan container, ada hubungan antara pengetahuan responden tentang DBD dengan kejadian DBD di Kecamatan Gajah Mungkur
Pengaruh Tingkat Aktivitas Fisik Terhadap Eksaserbasi Asma Bronkial Di KKPM Purwokerto Depifo, Agrevito; Kusumawinakhyu, Titik; Dewantoro, Luhur; Kusumawati, Anis
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i3.24596

Abstract

Eksaserbasi asma merupakan perburukan progresif, yang memiliki ciri seperti sesak napas, batuk, mengi, dan rasa tertekan. Penyakit asma ini masih menjadi suatu permasalahan kesehatan dari anak anak, dewasa, maupun lansia. Tingkat intensitas eksaserbasi asma tersebut dari ringan hingga berat. Eksaserbasi asma dapat timbul melakukan aktivitas fisik yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan bronkokontriksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Tingkat aktivitas fisik terhadap eksaserbasi asma. Metode yang digunakan dengan pendekatan cross sectional dengan teknik consecutive sampling, jumlah sampel sebanyak 108 pasien penderita asma . analisis data univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian sebagian besar melakukan aktivitas sedang sebanyak 43,5% dan mengalami ekaserbasi asma sebanyak 68,5%. Setelah dilakukan uji chi square didapatkan p sebesar 0.005 (p0.05). Kesimpulan:   terdapat pengaruh aktivitas fisik terhadap eksaserbasi asma bronkial.Kata Kunci: aktivitas fisik, eksaserbasi, asma bronkial
Herbal Untuk Kebugaran Tubuh Kajian Kandungan Dan Mekanisme Kerjanya : Tinjauan Literatur Nugroho, Nikko Hafizh; Kusumawati, Anis; Deskianditya, Resa Budi; Effendi, Lita Hati Dwi Purnawi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.18468

Abstract

Herbal adalah tanaman yang memiliki senyawa yang bermanfaat bagi tubuh manusia, terutama pada olahraga dan kebugaran tubuh. Kebugaran ialah kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas tanpa kelelahan berlebihan dan masih memiliki energi untuk aktivitas lainnya. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain genetik, jenis kelamin, usia, latihan, komposisi lemak, dan merokok. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengkaji herbal yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh, kandungan yang dimiliki, dan cara kerjanya, terutama untuk atlet olahraga. Tinjauan sistematis menggunakan metode systematic review. Pengambilan data melalui Scopus, Pubmed, ScienceDirect dan Google Schoolar, dengan rentang waktu antara 2019 – 2024. Penyaringan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, dilanjutkan menilai tingkat resiko biasnya. Kandungan herbal (kafein, gingseng, jambu, cabai, dan ashwagandha) dapat meningkatkan kebugaran tubuh dikalangan atlet olahraga. Efek yang dimiliki antara lain: antioksidan, anti-inflamasi, vasodilatasi pembuluh darah, meningkatkan kinerja aerobic, ventilasi paru, pertumbuhan, kekuatan otot, daya tahan, dan penyembuhan cedera otot. Herbal memiliki manfaat yang baik untuk meningkatkan kebugaran dan kinerja tubuh pada atlet olahraga.