Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Emosi, Gaya Hidup, Dukungan Sosial dan Pengetahuan yang Berkorelasi dengan Pelaksanaan Mobilisasi Dini pada Pasien Post Operasi Abdomen Fadhla, Fadhla; Nugroho, Erlangga Galih Zulva; Sulistiani, Ria Purnawian; Afdhal, Afdhal; Suwardi, Suwardi; Syamsuddin, Asniah; Jamni, Teuku; Pudjiastuti, Duwi
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 4 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v4i2.1354

Abstract

Latar belakang: Operasi abdomen merupakan tindakan penyayatan pada lapisan dinding abdomen untuk mendapatkan bagian organ yang bermasalah seperti perforasi, kanker, perdarahan, dan adanya  obstruksi.  Komplikasi dapat terjadi pada paska pembedahan dengan angka prevalensi 70% dari seluruh tindakan operasi, maka proses pemulihan kesehatan post operasi abdomen menjadi hal yang penting terutama melalui Pelaksanaan Mobilisasi Dini. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor emosi, gaya hidup, dukungan sosial, pengetahuan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post operasi abdomen. Metode: Desain Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling dengan sampel yaitu pasien post operasi abdomen yang telah menjalani perawatan di ruang rawat yaitu sebanyak 43 orang. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan lembar observasi yang menggambarkan faktor-faktor pada pasien post operasi abdomen dan pelaksanaan mobilisasi dini. Hasil: Penelitian ini menunjukkan nilai p-value 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat hubungan faktor emosi, gaya hidup, dukungan sosial dan pengetahuan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post operasi abdomen. Kesimpulan: Faktor emosi, gaya hidup, dukungan sosial dan pengetahuan berhubungan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post operasi abdomen.
Pembentukan KEPITING (Kelas Pijat Balita Anti Stunting) melalui Pemberdayaan Ibu dalam Mengoptimalkan Gizi dan Nafsu Makan Balita di desa Getas Wonopringgo Pekalongan: The Formation of KEPITING (Anti-Stunting Toddler Massage Class) through the Empowerment of Mothers in Optimizing Nutrition and Appetite of Toddlers in Getas Wonopringgo Village Pekalongan Ersila, Wahyu; Prafitri, Lia Dwi; Sulistiani, Ria Purnawian; Erlinda, Talitha Rahma; Pratista, Agni
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 11 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i11.10786

Abstract

Stunting remains a serious health problem in Indonesia, including in Pekalongan Regency, where the prevalence increased from 11.1% to 11.3% in 2023. Getas Village, Wonopringgo District, recorded the highest stunting rate at 45.16%. Previous efforts focused on providing supplementary feeding without an integrated education program, whereas outreach from the integrated health post has not been optimal. This condition has resulted in mothers' low knowledge regarding stunting prevention and stimulating toddlers' appetite. The KEPITING (Anti-Stunting Toddler Massage Class) program is designed to empower mothers to enhance their understanding of nutrition and parenting, as well as improve their attitudes, motivation, and skills in infant massage, promoting the nutritional status and appetite of toddlers. Implementation methods include outreach, toddler massage practice, demonstrations of making simple, nutritious supplementary foods, such as MODISCO (Modified Dietetic Skim Milk and Coconut Oil), and appetite massage assistance. The results of the activity showed an increase in average body weight of 540 grams, an average height of 1.7 cm, a toddler appetite p-value of 0.001, knowledge about toddler nutrition p-value of 0.009, knowledge of parenting patterns p-value of 0.017, maternal attitudes p-value of 0.028, maternal motivation p-value of 0.002, and maternal skills p-value of <0.001. In conclusion, KEPITING can strengthen the role of mothers in preventing stunting through educational approaches and direct practice, as well as serving as a community-based intervention model that is expected to be replicated in other areas of Pekalongan.