Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Krisis Regenerasi Petani Muda Di Desa Karang Anyar Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun Fahmi Anshori; Lina Sudarwati; Rahman Malik; Bisru Hafi
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 3 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i3.2349

Abstract

Krisis regenerasi petani muda adalah fenomena menurunnya tenaga kerja pada kalangan muda dalam sektor pertanian. Seperti di desa Karang Anyar berdasarkan data SIMLUHTAN Pertanian Desa Karang Anyar tahun 2022, jumlah petani muda usia dibawah 39 tahun hanya 39 orang dari 476 total jumlah petani. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan persepsi dan faktor pertimbangan pemuda pada jenis pekerjaan di sektor pertanian dan nonpertanian, serta penyebab kurang berminatnya pemuda menjadi petani, sehingga terjadi krisis regenerasi petani muda di desa tersebut. Lokasi penelitian berada di desa Karang Anyar, Simalungun. Adapun metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan pemuda lebih memilih jenis pekerjaan di luar pertanian daripada di sektor pertanian. Karena adanya persepsi pemuda jika bekerja di sektor luar pertanian, dinilai lebih memberikan jaminan penghasilan, meningkatkan status sosial, atau fasilitasnya yang nyaman. Dibandingkan sektor pertanian yang dinilai profesi yang berat, melelahkan, bekerja di tempat yang kotor, panas-panasan, penghasilannya rendah, dan dipandang rendah. Adanya persepsi tersebut menjadikan pemuda lebih mempertimbangkan jenis pekerjaan yang akan dipilih, yakni lebih memilih bekerja di luar pertanian. Enggannya pemuda bekerja menjadi petani selain karena faktor internal, juga karena adanya faktor eksternal seperti kurangnya edukasi, dukungan orang tua, serta belum adanya program intensif yang diberikan dari pemerintah dalam menunjang minat pemuda dalam dunia pertanian.
Co-Authors 105120100111001, RAHMAN MALIK Adiba Deeandra Agnes Putri Sembiring Aisyah Simanullang Alisyah Najla Butar Butar Alya Saphira Zufa Aura Dwi Kanti Aurellia Shaula Awi Febrian Badaruddin & Humaizi Badaruddin & Humaizi Carolin Sani M. Simarmata Cyrila Aryanti Br Sembiring Dafina Nabila Nasution Daniel Marcelino S Purba Dewi Priscilya Damanik Dwi Dara Sonya G. Pakpahan Dwi Dara Sonya Gracia Gracia Emilda Riana Purba Evelyn Christy Sidabalok Examy Aurora Siregar Fadilla Nuraini Nazla Fahmi Anshori Fathia Rizaqna Fauza Syahiban FIka Zulfarina Fitrah Fatahillah Gita Renata Br Karo Hadriana Marhaeni Munthe Hezekiel Marudut Tua Lumbantobing Ipan Stumetru Tanjung Jack Totty Sanjaya Manik Jelita Rosmawati Hutauruk Jesica Sihotang Jihan Mahirah Nasution John Moses Sintong Sinaga Junita Junita Kasih Monica Saragih Kevin Christian Tarihoran Khalisha Zhafira Laura Natalie Br. Tarigan Laura Natalie Br.Tarigan Liberke Sinulingga Luna Claudya br Purba M. Rifqi Athariq Maria Fatricia Naainggolan Mutiara Azzahra Nabira Arafah Nadira Syifa Qanita Naila Annisa Siregar Naila Br Tarigan Naiya Rinaldi Putri Naya Nalamonda Nazwa Dhisa Aulia Nazwa Ramadhaniar Rasyidi Nikita Mikayla Nurul Islamidiyah Putri Hanina Putri Khairina Putri Rahayu Rahmayanti Bintang Caniago Raisah Melati Putri Ratu Annisa Fitri Regina H.S Munthe Roly Natalia Situmorang Rumata Hotmauli Rumatal Rumatal Sarah Syafika Siregar Sismudjito . Siti Nasyrah Sri Anisha Devi Stefani Pia Benedigta Malau Steffanie Sihombing Steven Paulus Tampubolon Sudarwati, Lina Surahman Zalukhu Syabilah Sasmika Sari Talitha Kirana Azzurra Tio Agnes Br Sinaga Triana Margaretha Napitupulu Venina Banurea Veronika Florin Tumanggor Wahyu Arif Syahputra Zalza Zwi Azzurriyah Zoya Nova Amelia