Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Urgensi Pendidikan Pancasila dalam Membentuk Karakter Generasi Muda di Era Modern Luna Claudya br Purba; Rumata Hotmauli; Hezekiel Marudut Tua Lumbantobing; Roly Natalia Situmorang; Kevin Christian Tarihoran; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.680

Abstract

Perkembangan era modern, yang ditandai dengan globalisasi dan kemajuan teknologi digital, telah memberikan dampak mendalam pada pola pikir dan perilaku generasi muda. Tantangan seperti kemerosotan nilai-nilai moral, pengaruh budaya asing, dan krisis identitas nasional merupakan isu-isu yang perlu ditangani. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter generasi muda di zaman modern. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan menelaah berbagai sumber artikel jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Pancasila memainkan peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral seperti nasionalisme, tanggung jawab, toleransi, dan integritas. Penerapan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan formal, pembiasaan, dan pendekatan kontekstual terbukti memperkuat karakter generasi muda dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dengan demikian, pendidikan Pancasila tetap relevan sebagai landasan utama untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, beretika, dan berjiwa Indonesia di zaman modern.
Dari Perbedaan Jadi Kebersamaan: Cara Mahasiswa Membangun Toleransi di Kampus Nikita Mikayla; Nazwa Ramadhaniar Rasyidi; Surahman Zalukhu; Kasih Monica Saragih; Rumatal Rumatal; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.716

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan kampus. Keberagaman mahasiswa di perguruan tinggi menciptakan dinamika sosial yang kompleks, baik dalam bentuk interaksi positif maupun potensi konflik akibat perbedaan latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk keberagaman mahasiswa, memahami pola interaksi sosial yang terbentuk, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam membangun toleransi di lingkungan kampus multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman mahasiswa merupakan realitas sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kampus. Interaksi antar mahasiswa umumnya berjalan dengan baik, meskipun masih ditemukan hambatan seperti stereotip, candaan yang menyinggung, dan kurangnya pemahaman mendalam tentang multikulturalisme. Faktor pendukung toleransi meliputi intensitas interaksi sosial, kegiatan organisasi kampus, dan kerja sama dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Hambatan utama berasal dari kurangnya edukasi tentang keberagaman serta pengaruh media sosial yang dapat memicu kesalahpahaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa toleransi di lingkungan kampus telah berkembang, namun masih perlu diperkuat melalui dukungan institusi dan program-program dialog lintas budaya agar tercipta lingkungan kampus yang harmonis dan inklusif.
Peran Pendidikan Pancasila dalam Membentuk Sikap Ideologi Mahasiswa Dafina Nabila Nasution; John Moses Sintong Sinaga; M. Rifqi Athariq; Regina H.S Munthe; Triana Margaretha Napitupulu; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.720

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila dijadikan sebagai dasar untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai pedoman dan acuan dalam kehidupan. Sebagai ideologi berbangsa dan bernegara Indonesia, Pancasila menjadi cita-cita dan tujuan hidup Indonesia. Pancasila adalah kristalisasi dari nilai adat, nilai budaya, dan agama dalam pandangan hidup di Indonesia. Nilai dalam Pancasila memiliki seperangkat nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Kondisi Indonesia saat ini dapat diidentifikasi dengan melihat perilaku dan kepribadian masyarakat Indonesia yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Globalisasi tidak dapat dihindari, globalisasi membuat semua negara tampak tanpa batas. Untuk itu kita membutuhkan Pancasila sebagai penyaring globalisasi. Dasar Pancasila menjadi tuntunan agar bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang demokrasi dan satu serta tidak terpengaruh dengan budaya luar yang negatif dan tidak sesuai dengan jati diri Indonesia. Perlunya pembudayaan nilai-nilai Pancasila bukan hanya pemahaman, tetapi harus dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan oleh setiap individu. Kewajiban akan hal tersebut harus diajarkan kepada para insan penerus bangsa, khususnya mahasiswa. Oleh sebab itu, perlu kesadaran untuk menumbuhkan dan melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei online pada 1.200 responden ini dengan tujuan mengukur pendapat masyarakat perihal Pendidikan Pancasila bagi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berasumsi bahwa Pendidikan Pancasila sangat penting dan diperlukan. Kebenaran hal tersebut dapat dirasakan, di era globalisasi ini perlu ada kesadaran dan penangan yang lebih teliti dari diri sendiri sehingga perlu pembekalan yang kuat yaitu Pancasila bagi bangsa Indonesia.
Membangun Harmoni Sosial: Peran Toleransi dalam Kehidupan Nasional Evelyn Christy Sidabalok; Adiba Deeandra; Aisyah Simanullang; Nabira Arafah; Wahyu Arif Syahputra; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.750

Abstract

Indonesia adalah negara dengan tingkat keragaman yang tinggi dalam hal etnis, agama, ras, dan budaya, yang berpotensi menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, toleransi menjadi nilai penting dalam menjaga keharmonisan sosial di dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran toleransi dalam membangun keharmonisan sosial di tengah keragaman masyarakat Indonesia dan untuk memahami pentingnya penerapan sikap toleran dalam kehidupan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana data diperoleh dari berbagai sumber sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya sikap menghormati perbedaan tetapi juga berfungsi sebagai perekat sosial dalam menjaga stabilitas dan integrasi nasional. Namun, beberapa tantangan masih ada, seperti stereotip negatif, kurangnya pemahaman tentang keragaman, dan penyebaran ujaran kebencian di media sosial. Oleh karena itu, upaya seperti penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi digital, dan promosi dialog lintas budaya sangat diperlukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa toleransi merupakan faktor kunci dalam mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan adil.
Krisis Kepercayaan Publik terhadap Negara: Implikasinya terhadap Pola Relasi Negara dan Warga di Era Digital Adiba Deeandra; Evelyn Christy Sidabalok; Aisyah Simanullang; Nabira Arafah; Wahyu Arif Syahputra; Bisru Hafi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.751

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti krisis kepercayaan publik terhadap negara dan era digitalnya, serta implikasi hubungan sosial terhadap pola hubungan antara negara dan warga negara di era digital. Fenomena ini penting karena perkembangan teknologi informasi tidak hanya memperluas akses informasi tetapi juga mempercepat penyebaran opini, kritik, dan ketidakpercayaan terhadap lembaga negara. Dalam konteks ini, hubungan antara negara dan warga negara telah bergeser menjadi lebih terbuka dan interaktif, namun juga lebih rentan terhadap konflik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka, yang mengacu pada berbagai sumber sekunder seperti buku akademik, jurnal ilmiah, artikel ilmiah, dan laporan dari lembaga yang kredibel. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif deskriptif untuk memahami dinamika sosial dan perubahan pola hubungan antara negara dan masyarakat di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis kepercayaan publik dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, termasuk transparansi yang rendah, inkonsistensi kebijakan, dan penyebaran informasi yang salah secara luas di media digital. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya skeptisisme publik, menurunnya legitimasi negara, dan meningkatnya partisipasi warga dalam bentuk kritik dan kontrol sosial melalui platform digital. Di sisi lain, era digital juga memberikan peluang bagi negara untuk membangun kembali kepercayaan melalui komunikasi yang lebih terbuka, responsif, dan partisipatif. Studi ini menyimpulkan bahwa krisis kepercayaan publik di era digital bukan hanya tantangan tetapi juga peluang untuk membangun hubungan yang lebih demokratis antara negara dan warga negara. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan manajemen komunikasi publik yang adaptif sejalan dengan perkembangan teknologi.
Toleransi dan Solidaritas dalam Multikulturalisme: Analisis Lingkungan Akademik pada Mahasiswa Siti Nasyrah; Fathia Rizaqna; Putri Rahayu; Ratu Annisa Fitri; Bisru Hafi
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran toleransi dan solidaritas dalam lingkungan akademik yang multikultural pada mahasiswa. Lingkungan kampus sebagai miniatur masyarakat mempertemukan individu dari berbagai latar belakang budaya, suku, agama, dan bahasa, sehingga memerlukan sikap saling menghargai untuk menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik wawancara dan observasi terhadap mahasiswa dari latar belakang yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi mahasiswa tercermin dalam sikap menghargai perbedaan pendapat, tidak diskriminatif, serta mampu menjaga hubungan sosial yang baik. Sementara itu, solidaritas terlihat melalui kerja sama dalam tugas kelompok, saling membantu, dan keterlibatan dalam kegiatan organisasi. Namun, masih terdapat hambatan seperti kecenderungan berkelompok berdasarkan kesamaan latar belakang, adanya stereotip, serta kurangnya interaksi lintas kelompok yang dapat menimbulkan jarak sosial. Upaya peningkatan toleransi dan solidaritas dapat dilakukan melalui pengembangan sikap terbuka, empati, serta peran aktif kampus dalam menciptakan kegiatan yang mendorong interaksi antar mahasiswa. Dengan demikian, toleransi dan solidaritas menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, harmonis, dan kondusif.
Pergeseran Representasi Multikulturalisme dalam Meme di Platform Facebook pada Era Masyarakat Dinamis Nazwa Dhisa Aulia; Rahmayanti Bintang Caniago; Naiya Rinaldi Putri; Putri Hanina; Bisru Hafi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pergeseran representasi nilai-nilai multikulturalisme dalam meme yang diunggah di Facebook. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengacu pada teori semiotika Roland Barthes . Data penelitian berupa unggahan meme terpilih di Facebook pada akun @Meme indo, @Meme Dakwah Islam, @Shitmeme untuk Kebutuhan Wibu, @MEME LORD INDONESIA, @Meme and Anime Comic Indonesia, dan @Kingdom of meme Indonesia yang memuat tema keberagaman etnis, agama, sosial, dan budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan pemilihan meme yang merepresentasikan unsur multikulturalisme pada masyarakat dinamis. Analisis difokuskan pada makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terdapat dalam meme terpilih. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran meme dari yang berfungsi sebagai hiburan dan informatif, menjadi media penyampaian komentar sosial dan stereotip yang diselimuti dengan humor.
Pola Hubungan Antar Golongan dalam Mencegah Konflik Sosial di Era Modern Jesica Sihotang; Dwi Dara Sonya G. Pakpahan; Nurul Islamidiyah; Laura Natalie Br.Tarigan; Sarah Syafika Siregar; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara dengan tingkat keragaman sosial yang tinggi, yang berpotensi memicu konflik antarkelompok jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hubungan antarkelompok dalam upaya pencegahan konflik sosial di era modern.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka, dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti buku,jurnal, dan artikel akademis yang relevan dengan topik penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi, komunikasi yang efektif,kerja sama sosial, dan literasi digital memainkan peran penting dalam menjaga hubungan antarkelompok yang harmonis di dalam masyarakat. Selain itu,pendidikan multikultural memengaruhi perkembangan saling menghormati di tengah keragaman sosial. Dengan hubungan antarkelompok yang kuat, konflik sosial dapat diminimalkan, sehingga memastikan stabilitas sosial tetap terjaga di era modern.
Interaksi Sosial dan Konflik Antar Golongan dalam Masyarakat: Kajian Etis Akhlak dan Humanistik Khalisha Zhafira; Stefani Pia Benedigta Malau; Tio Agnes Br Sinaga; Maria Fatricia Naainggolan; Aura Dwi Kanti; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji interaksi sosial dan konflik antarkelompok dalam masyarakat yang beragam melalui perspektif etis, moral, dan humanistik. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana perbedaan identitas, nilai, dan kepentingan dapat memperkaya kehidupan sosial sekaligus memicu konflik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan menganalisis teori-teori sosiologi klasik, literatur kontemporer, dan kerangka kerja humanistik. Temuan menunjukkan bahwa konflik di Indonesia, seperti perselisihan lokal di Luwu dan ketegangan berkepanjangan di Papua, bukan sekadar masalah struktural, tetapi juga tantangan moral. Komunikasi yang buruk, stereotip, dan kurangnya toleransi sering memperparah perpecahan. Namun, jika dipandu oleh prinsip-prinsip etika, nilai-nilai akhlak, dan pendekatan humanistik, konflik dapat diubah menjadi dialog konstruktif dan pembelajaran sosial. Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi teori konflik sosiologis dengan perspektif etika dan humanistik, yang menawarkan strategi resolusi yang komprehensif. Integrasi ini menyoroti bahwa konflik tidak hanya harus dipandang sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat solidaritas dan kohesi sosial.
Peran Multikulturalisme dalam Memperkuat Identitas Nasional di tengah Arus Globalisasi Alya Saphira Zufa; Liberke Sinulingga; Mutiara Azzahra; Putri Khairina; Zoya Nova Amelia; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multikulturalisme sangat penting dalam membantu memperkuat identitas bangsa di tengah perkembangan globalisasi yang semakin rumit. Globalisasi membawa banyak pengaruh budaya dari luar yang bisa mengubah nilai-nilai lokal dan nasional, terutama di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural seperti toleransi, penghargaan satu sama lain, dan rasa hormat terhadap keberagaman budaya dapat memperkuat identitas bangsa. Selain itu, penerapan nilai-nilai ini dapat menciptakan rasa harmonis dalam masyarakat yang beragam. Jadi, multikulturalisme tidak hanya berfungsi untuk melestarikan keberagaman, tetapi juga sebagai dasar untuk memperkuat identitas bangsa di zaman globalisasi.
Co-Authors 105120100111001, RAHMAN MALIK Adiba Deeandra Agnes Putri Sembiring Aisyah Simanullang Alisyah Najla Butar Butar Alya Saphira Zufa Aura Dwi Kanti Aurellia Shaula Awi Febrian Badaruddin & Humaizi Badaruddin & Humaizi Carolin Sani M. Simarmata Cyrila Aryanti Br Sembiring Dafina Nabila Nasution Daniel Marcelino S Purba Dewi Priscilya Damanik Dwi Dara Sonya G. Pakpahan Dwi Dara Sonya Gracia Gracia Emilda Riana Purba Evelyn Christy Sidabalok Examy Aurora Siregar Fadilla Nuraini Nazla Fahmi Anshori Fathia Rizaqna Fauza Syahiban FIka Zulfarina Fitrah Fatahillah Gita Renata Br Karo Hadriana Marhaeni Munthe Hezekiel Marudut Tua Lumbantobing Ipan Stumetru Tanjung Jack Totty Sanjaya Manik Jelita Rosmawati Hutauruk Jesica Sihotang Jihan Mahirah Nasution John Moses Sintong Sinaga Junita Junita Kasih Monica Saragih Kevin Christian Tarihoran Khalisha Zhafira Laura Natalie Br. Tarigan Laura Natalie Br.Tarigan Liberke Sinulingga Luna Claudya br Purba M. Rifqi Athariq Maria Fatricia Naainggolan Mutiara Azzahra Nabira Arafah Nadira Syifa Qanita Naila Annisa Siregar Naila Br Tarigan Naiya Rinaldi Putri Naya Nalamonda Nazwa Dhisa Aulia Nazwa Ramadhaniar Rasyidi Nikita Mikayla Nurul Islamidiyah Putri Hanina Putri Khairina Putri Rahayu Rahmayanti Bintang Caniago Raisah Melati Putri Ratu Annisa Fitri Regina H.S Munthe Roly Natalia Situmorang Rumata Hotmauli Rumatal Rumatal Sarah Syafika Siregar Sismudjito . Siti Nasyrah Sri Anisha Devi Stefani Pia Benedigta Malau Steffanie Sihombing Steven Paulus Tampubolon Sudarwati, Lina Surahman Zalukhu Syabilah Sasmika Sari Talitha Kirana Azzurra Tio Agnes Br Sinaga Triana Margaretha Napitupulu Venina Banurea Veronika Florin Tumanggor Wahyu Arif Syahputra Zalza Zwi Azzurriyah Zoya Nova Amelia