Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analysis of Influencer Credibility Mediating the Impact of Content Marketing on Emina’s Purchase Desision Salma Salsabila Lestari; Syti Sarah Maesaroh; Adam Hermawan
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 6: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i6.4782

Abstract

This study aims to analyze the credibility of influencers mediating the impact of content marketing on purchasing decisions for Emina products. The research method used is associative quantitative, with data collected through questionnaires distributed to 170 respondents who are users of Emina Glossy Stain and have seen review content labeled "Tasya Farasya Approve." The results show that influencer credibility, consisting of trustworthiness, attractiveness, and expertise, significantly mediates the impact of content marketing on purchasing decisions. The use of the "Tasya Farasya Approve" label has been proven to influence consumer perceptions and purchasing decisions for Emina products. This indicates the importance of influencer credibility in content marketing strategies to enhance purchasing decisions.
Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Occupancy Kamar Hotel Melalui Online Travel Agent Di Indies Hotel Bandung Najla Khairunnisa; Adam Hermawan; Rangga Gelar Guntara
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14511

Abstract

Industri perhotelan di Indonesia menghadapi tantangan persaingan yang semakin ketat, terutama dengan munculnya teknologi digital dan platform Online Travel Agent (OTA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pemasaran melalui OTA dalam meningkatkan tingkat hunian (occupancy) kamar di Indies Hotel Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada Indies Hotel Bandung, mencakup wawancara mendalam, observasi, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Traveloka menjadi mitra OTA paling dominan dengan kontribusi penjualan kamar tertinggi dibandingkan platform lainnya, seperti Tiket.com dan Agoda. Strategi pemasaran digital melalui OTA meningkatkan visibilitas hotel, mempermudah proses pemesanan, dan memberikan dampak positif terhadap tingkat okupansi kamar. Namun, terdapat tantangan seperti pengelolaan ulasan negatif pelanggan yang mempengaruhi peringkat hotel di platform OTA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan OTA secara strategis efektif dalam meningkatkan okupansi kamar hotel, dengan syarat didukung oleh pengelolaan hubungan pelanggan yang baik dan optimalisasi platform digital. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi manajemen hotel dalam meningkatkan strategi pemasaran digital mereka.
Pengaruh Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas Nasabah dengan Customer Experience sebagai Variabel Mediasi pada PT BPR NBP 32 Karawang Hani Nikita Br Perangin-Angin; Adam Hermawan; Adi Prehanto
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah dengan customer experience sebagai variabel mediasi pada PT BPR NBP 32 Karawang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya penurunan jumlah nasabah aktif pada tahun 2024 meskipun perusahaan telah melakukan berbagai strategi promosi melalui media sosial dan peningkatan kualitas pelayanan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan dalam mempertahankan loyalitas nasabah di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian adalah nasabah PT BPR NBP 32 Karawang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer experience. Selain itu, promosi, kualitas pelayanan, dan customer experience juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah. Customer experience terbukti mampu memediasi pengaruh promosi dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah pada PT BPR NBP 32 Karawang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman positif yang dirasakan nasabah menjadi faktor penting dalam memperkuat loyalitas nasabah terhadap perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan efektivitas promosi serta kualitas pelayanan untuk menciptakan customer experience yang baik dan berkelanjutan.
Analysis of Influencer Credibility Mediating the Impact of Content Marketing on Emina’s Purchase Desision Salma Salsabila Lestari; Syti Sarah Maesaroh; Adam Hermawan
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 6: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i6.4782

Abstract

This study aims to analyze the credibility of influencers mediating the impact of content marketing on purchasing decisions for Emina products. The research method used is associative quantitative, with data collected through questionnaires distributed to 170 respondents who are users of Emina Glossy Stain and have seen review content labeled "Tasya Farasya Approve." The results show that influencer credibility, consisting of trustworthiness, attractiveness, and expertise, significantly mediates the impact of content marketing on purchasing decisions. The use of the "Tasya Farasya Approve" label has been proven to influence consumer perceptions and purchasing decisions for Emina products. This indicates the importance of influencer credibility in content marketing strategies to enhance purchasing decisions.
Evaluating Marketing Strategy GrabFood Through Agile Marketing Capability Framework: A Case Study of XYZ Coffee Wulan Yuniar Rahmawati; Adam Hermawan; Asep Nuryadin
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 4 (2025): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i4.8255

Abstract

The rapid growth of digital food delivery platforms has transformed marketing practices among micro and small enterprises (MSMEs), requiring greater adaptability and data-driven decision-making. This study aims to evaluate how Soulja Coffee’s digital marketing strategy on the GrabFood platform demonstrates the four dimensions of the Agile Marketing Capability (AMC) framework: adaptability, collaborative integration, continual innovation, and forecasting and monitoring of market needs. An explanatory sequential mixed-method design was employed. The quantitative phase analyzed six-month Grab Merchant Dashboard data (January–June 2025), including sales trends, advertising performance indicators such as click-through rate and return on ad spend, and promotional outcomes. The qualitative phase involved semi-structured interviews with two internal informants (a manager and a marketing staff member) to contextualize the quantitative findings. Results indicate evidence of adaptability through rapid promotional adjustments following sales declines; collaboration through routine coordination between management, marketing, and frontline staff; and innovation through dashboard-based experimentation, including the use of a discount calculator, which contributed to an increase in ROAS from 1.68 in March to 37.43 in June. Forecasting and monitoring practices were still descriptive, relying on manual dashboard review rather than predictive analysis. Overall, Soulja Coffee demonstrates early-stage marketing agility that remains operational rather than strategically institutionalized. The study extends AMC application to Indonesian micro-MSMEs, showing how informal learning, platform-provided tools, and iterative experimentation shape marketing agility under resource constraints, offering guidance for MSMEs to strengthen data-driven decision-making in platform-based commerce.
Pelatihan Smartphone Videografi untuk Meningkatkan Keterampilan Wirausaha Siswa SMA di Tasikmalaya Muhammad Rizki Nugraha; Muhammad Dzikri Ar Ridlo; Nugraha Adhi Pratama; Adi Prehanto; Rangga Gelar Guntara; Adam Hermawan; Syti Sarah Maesaroh; Asep Nuryadin; Btari Mariska Purwaamijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital, video marketing telah menjadi alat penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing bisnis. Namun, siswa SMA di Tasikmalaya yang memiliki minat dalam kewirausahaan masih menghadapi keterbatasan keterampilan teknis dan pemahaman strategi pemasaran digital berbasis video. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan videografi berbasis smartphone sebagai sarana promosi usaha yang kreatif dan efektif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan interaktif, praktik langsung pembuatan video promosi, serta pendampingan dalam proses editing dan publikasi konten. Melalui pendekatan berbasis praktik, peserta belajar memproduksi video dengan memanfaatkan fitur smartphone dan memahami prinsip dasar digital marketing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis, kreativitas, serta kemampuan siswa dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat branding dan promosi usaha. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kompetensi digital di sekolah serta mendukung kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan kewirausahaan di era industri kreatif.
Pengaruh Kredibilitas Influencer terhadap Brand Trust pada Brand Erspo dengan E-Wom Sebagai Mediasi Ilmiati Mawaddah; Adam Hermawan; Muhammad Rizki Nugraha
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9157

Abstract

Perkembangan pemasaran digital mendorong perusahaan memanfaatkan influencer sebagai sumber komunikasi yang dapat membentuk persepsi dan kepercayaan konsumen terhadap merek. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kredibilitas influencer terhadap brand trust pada brand fashion lokal Erspo, baik secara langsung maupun melalui electronic word-of-mouth (e-WoM) sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 200 pengguna media sosial yang pernah melihat promosi Erspo melalui influencer. Pengujian model dilakukan menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4, meliputi evaluasi model pengukuran, model struktural, pengujian hipotesis, dan efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap e-WoM dengan koefisien 0,503 dan p-value 0,000. Kredibilitas influencer juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust dengan koefisien 0,314 dan p-value 0,000. Selanjutnya, e-WoM berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust dengan koefisien 0,461 dan p-value 0,000. Pengujian pengaruh tidak langsung membuktikan bahwa e-WoM memediasi secara signifikan hubungan antara kredibilitas influencer dan brand trust dengan koefisien 0,232 dan p-value 0,000. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan influencer yang jujur, kompeten, dan relevan perlu disertai upaya mendorong komunikasi konsumen yang positif agar kepercayaan terhadap merek semakin kuat. Secara praktis, hasil penelitian memberikan dasar bagi Erspo dan brand lokal lainnya untuk mengelola kolaborasi influencer secara lebih selektif, konsisten, dan berorientasi pada reputasi jangka panjang.
Pengaruh E-Service Quality dan User Experience terhadap Customer Satisfaction pada Trip.com Salma Zahara Nurul Makiyah; Adam Hermawan; Muhammad Rizki Nugraha
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-service quality dan user experience terhadap customer satisfaction pada pengguna Trip.com di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan layanan online travel agency serta munculnya berbagai keluhan pengguna terkait kualitas layanan elektronik dan pengalaman penggunaan aplikasi Trip.com. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Responden penelitian berjumlah 240 pengguna Trip.com di Indonesia yang pernah melakukan transaksi melalui aplikasi atau website dalam 12 bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction dengan koefisien regresi sebesar 0,097 dan nilai signifikansi <0,001. User experience juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction dengan koefisien regresi sebesar 0,186 dan nilai signifikansi <0,001. Secara simultan, e-service quality dan user experience berpengaruh signifikan terhadap customer satisfaction dengan nilai F-hitung sebesar 175,286 dan signifikansi <0,001. Nilai R Square sebesar 0,597 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan customer satisfaction sebesar 59,7%, sedangkan 40,3% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan customer satisfaction pengguna Trip.com perlu didukung oleh kualitas layanan elektronik yang baik serta pengalaman penggunaan aplikasi yang nyaman, mudah dipahami, dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna secara optimal.
Pengaruh Gig Work Challenges terhadap Employee Well-Being Ojek Online: Moderasi Job Engagement Muhammad Ihsan; Btari Mariska Purwaamijaya; Adam Hermawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11886

Abstract

Pertumbuhan gig economy di Indonesia menempatkan pengemudi ojek online sebagai kelompok pekerja yang rentan terhadap ketidakpastian pendapatan, tuntutan kerja, dan minimnya perlindungan ketenagakerjaan, sehingga kesejahteraan mereka menjadi isu penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gig work challenges terhadap employee well-being pada pengemudi ojek online di Kota Bandung dengan job engagement sebagai variabel moderasi dalam kerangka Job Demands-Resources (JD-R) Model. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif terhadap 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel penelitian diukur menggunakan Gig Work Challenges Inventory (GWCI), Utrecht Work Engagement Scale versi sembilan item (UWES-9), dan WHO-5 Well-Being Index. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gig work challenges tidak berpengaruh signifikan terhadap employee well-being (β = -0,015; p = 0,392). Sebaliknya, job engagement berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi prediktor dominan employee well-being (β = 0,968; p = 0,000). Job engagement juga terbukti memoderasi hubungan gig work challenges dan employee well-being (β = 0,147; p = 0,000) melalui efek penyangga (buffering). Model penelitian mampu menjelaskan 74,1% variasi employee well-being. Temuan ini menegaskan dominasi jalur motivasional dalam JD-R Model dan menunjukkan bahwa peningkatan keterlibatan kerja dapat menjadi strategi penting bagi platform serta pemerintah untuk mendukung kesejahteraan pekerja gig.
Pengaruh Perceived Deception Terhadap Negative Ewom Intention Melalui Consumer Dissatisfaction Pada Konsumen Cushion Skintific Di Tiktok Shop Adinda Putri; Adam Hermawan; Asep Nuryadin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1482

Abstract

Maraknya klaim visual berlebihan pada konten promosi kosmetik di TikTok Shop memicu persepsi penipuan (perceived deception) yang berisiko mengikis kepuasan dan kepercayaan konsumen. Penelitian terdahulu umumnya berhenti pada ketidakpuasan konsumen sebagai hasil akhir. Akibatnya, bagaimana ketidakpuasan itu berlanjut menjadi niat electronic word-of-mouth (eWOM) negatif belum banyak diuji secara empiris. Penelitian ini bertujuan menguji peran consumer dissatisfaction sebagai mediator antara perceived deception dan negative eWOM intention pada konsumen cushion Skintific di TikTok Shop. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan teknik nonprobability sampling melalui metode purposive sampling terhadap 151 konsumen aktif. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4.0 dengan metode bootstrapping untuk menguji pengaruh langsung (direct effect) dan tidak langsung (indirect effect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived deception berpengaruh positif dan signifikan terhadap consumer dissatisfaction (β=0,414; t=7,429; p=0,000), dan consumer dissatisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap negative eWOM intention (β=0,394; t=5,686; p=0,000). Sebaliknya, pengaruh langsung perceived deception terhadap negative eWOM intention tidak signifikan (β=0,021; t=0,228; p=0,820). Pengaruh tidak langsung melalui mediasi consumer dissatisfaction terbukti signifikan (β=0,163; t=4,210; p=0,000) dengan nilai VAF sebesar 88,6%, yang berarti consumer dissatisfaction memediasi hubungan tersebut secara penuh (full mediation). Temuan ini menegaskan bahwa brand kosmetik perlu memprioritaskan penyelesaian ketidakpuasan konsumen pascapembelian sebagai strategi utama untuk mencegah penyebaran ulasan negatif.