Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Optimalisasi Prinsip Good Governance Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Di Kabupaten Bireuen Ernalis, Fitri; Jahidin, Taufik; Yusrawati, Yusrawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15764

Abstract

Konsep good governance memiliki peranan yang krusial dalam menciptakan pemerintahan daerah yang efektif, efisien, dan mandiri, terutama dalam bidang administrasi kependudukan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bireuen berusaha keras untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance, namun masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang menghambat optimalisasi pelayanan publik. Tantangan tersebut mencakup kinerja aparatur birokrasi yang belum sepenuhnya optimal, kurangnya transparansi dan akuntabilitas, serta birokrasi yang berbelit-belit, yang semua ini mengakibatkan masyarakat merasa terhambat dalam memenuhi kebutuhan administratif mereka. Selain itu, rendahnya partisipasi masyarakat dan sektor swasta dalam pembuatan kebijakan serta evaluasi program menciptakan kesenjangan antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta, yang seringkali mengakibatkan kebijakan yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi prinsip-prinsip good governance dalam pelayanan pembuatan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan analisis berlandaskan pada prinsip good governance menurut Lembaga Administrasi Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip-prinsip good governance dalam pelayanan publik, khususnya dalam pembuatan e-KTP, masih belum berjalan optimal. Hal ini terlihat dari kesenjangan antara kebijakan yang ditetapkan dan realitas di lapangan, di mana masyarakat masih menghadapi berbagai hambatan dalam mendapatkan layanan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, penting bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan memastikan bahwa prinsip-prinsip good governance diterapkan secara konsisten untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan rakyat
OPTIMALISASI PRINSIP GOOD GOVERNANCE UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN BIREUEN Fitri Ernalis; Taufik Jahidin; Yusrawati; Afriana; Muhammad Iqbal
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2024): (EJPP) Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2023 - April 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of good governance plays a crucial role in creating an effective, efficient, and independent local government, especially in the field of population administration. The Population and Civil Registration Office of Bireuen Regency strives to implement the principles of good governance but faces various challenges that hinder the optimization of public services. These challenges include the suboptimal performance of bureaucratic apparatus, a lack of transparency and accountability, and bureaucratic complexities that result in citizens feeling obstructed in meeting their administrative needs. Additionally, low participation from both the community and the private sector in policy-making and program evaluation creates a gap between the government, society, and private entities, often leading to policies that do not align with the expectations and needs of the people. This study aims to evaluate the implementation of the principles of good governance in the service of issuing electronic ID cards (e-KTP) at the Population and Civil Registration Office of Bireuen Regency. The method used is a qualitative approach, with analysis based on good governance principles according to the National Institute of Public Administration. The results of the study indicate that the implementation of good governance principles in public services, particularly in the issuance of e-KTP, has not been optimal. This is evident from the gap between established policies and the realities on the ground, where citizens still face various obstacles in accessing fast, transparent, and accountable services. Therefore, it is essential for the Population and Civil Registration Office to continually improve service quality, enhance community involvement, and ensure that good governance principles are consistently applied to create a better and more responsive government that meets the needs of the people.
Analisis Penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg Untuk Masyarakat Miskin (Studi Kasus: Kemukiman Geulanggang Raya, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen) Jahidin, Taufik; Surya, Sunayama Sanna; Ernalis, Fitri
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 7 No. 4 (2023): LENTERA, DESEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Penyediaan dan Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg. Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kemukiman Geulangang Raya Kecamatan Kota Juang belum sesuai dengan perturan yang berlaku, hal ini terkendala oleh kurangnya pengawasan dari pemerintah Kabupaten Bireuen. Dalam penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg seharusnya berpedoman pada Peraturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37 tahun 2023 Tentang Petunjuk Teknis Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg yang menyebutkan bahwa harus tepat sasaran, melalui pendataan, sesuai tahapan, serta tepat harga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyaluran dan kendala dalam pelaksanaan penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg untuk masyarakat miskin di Kemukiman Geulanggang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata pada suatu konteks khusus yang alamiah. Hasil penelitian diperoleh bahwa Penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kemukiman Geulanggang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen belum sesuai dengan peraturan yang berlaku, yaitu masih kurang tepat sasaran yaitu masih bisa dibeli oleh semua kalangan termasuk masyarakat yang taraf ekonomi keluarganya sudah tergolong menengah ke atas. Harga Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di pangkalan masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kendala dalam melaksankan Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kemukiman Geulanggang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen adalah distribusi yang bersifat terbuka sehingga bebas dibeli oleh semua kalangan, perbedaan harga antara Liquid Petroleum Gas (LPG) bersubsidi dan non subsidi yang sangat mencolok sehingga masyarakat mengalihkan penggunaan untuk yang bersubsidi, belum diterapkannya sangsi secara tegas terhadap operasional pangkalan tidak resmi, serta kurangnya pengawasan dari pemerintah dalam proses pendistribusian. Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan bahwa penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 kepada masyarakat miskin di Kemukiman Geulangang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen belum sesuai dengan ketetapan aturan yang berlaku.
Analisis Target Pendapatan Asli Daerah Dari Sektor Retribusi Parkir Kenderaan Bermotor Di Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Jahidin, Taufik; Hidayati, Raudhatul; Ernalis, Fitri
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): LENTERA, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retribusi parkir di Kabupaten Bireuen di ataur dalam Qanun Nomor 10 Tahun 2011, tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Berdasarkan Qanun tersebut, target retribusi parkir kenderaan bermotor di Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen pada tahun 2022 sebesar Rp. 1.100.000.000. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir kenderaan bermotor beium mencapai sesuai dengan yang diharapkao, karena jumlahnya hanya Rp.755.850.000. Berdasarkan fenomena tersebut, masalah ini menarik untuk diteliti lebih lanjut agar ditemukan faktor-faktor penyebab terjadinya kekurangan dari retribusi parkir. Adapun faktor penyebab terjadinya kekurangan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir dikarenakan adanya juru parkir liar yang sumber pendapatan tersebut tidak masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir kenderaan bermotor. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori analisis yaitu aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti menguasai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan di kelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan di tafsirkan maknanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yang secara primer berdasarkan pandangan untuk mengembangkan teori atau fenomena. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir kenderaan bermotor beium sesuai dengan Qanun Nomor 10 Tahun 2011
Peran Aparatur Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Di Desa Ujong Blang Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Tahun 2022 Jahidin, Taufik
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 4: LENTERA, DESEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empowerment of farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency has not been implemented optimally. This can be seen from the economic powerlessness of farmers which is exacerbated by the low level of village apparatus participation. The purpose of this study was to describe the role of village apparatus in community empowerment in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency. In this study using a descriptive qualitative research method which aims to describe and analyze a problem in order to obtain an overall picture that is described in words or sentences in the final results of the study. The role of village apparatus in empowering farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency has not been maximized, so it has not made any changes to reducing poverty, increasing income, increasing productivity, increasing ability to manage farming and increasing welfare. Capital assistance, subsidized fertilizers and superior seeds provided by the Government have not been received equally by farmer groups. Counseling and mentoring from Village Officials has also not been carried out effectively, the availability of the facilities needed by farmers is inadequate and there is no institution that can distribute agricultural tools and accommodate harvests from farmers. Obstacles in empowering farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency are the low knowledge of farmers, where most farmers have only elementary and junior high school education, the weakness of agricultural extension programs so that they are unable to reach their targets for poor farmers, the limited role of the government in providing production inputs such as assistance capital, quality seeds and subsidized fertilizers, lack of concern and seriousness of members of farmer groups in participating in counseling and the lack of extension staff resources as trainers and educators.