Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Logistic Regression Application in Determining Mode Selection Factors of Musi Emas Feeder Transport, Palembang City Ismail, Ayu; Kadarsah, Edi; Agustien, Melawaty
ASTONJADRO Vol. 12 No. 3 (2023): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v12i3.14197

Abstract

Mode of transportation is absolutely a basic human need, especially in urban areas which tend to have high mobility. One type of mode that an important role in the urban transportation system is public transportation. oday, public transportation continues to make updates, one of which is public transportation in Palembang City marked by the start of operation of the Musi Emas feeder city transport in July 2022 with 7 routes. This study aims to identify the factors that influence and become the parameters of the traveling community in choosing mode of Musi Emas feeder city transportation Palembang City on the route corridor 1 Talang Kelapa – Punti Kayu, and corridor 2 Asrama Haji – Sematang Borang. The research approach used was quantitative with primary data sources from a revealed preference survey of 208 respondents who had used the Musi Emas feeder transport, and 192 respondents who had never used it. Analysis of the results of the survey data was modeled by logistic regression in order to look for factors that have an influence on choosing the mode of transportation of the Musi Emas feeder. The results of the analysis show that the independent variable data has a significant effect on variable dependent and the results of logistic regression analysis showed variable gender, age, and travel costs are influential variables in determining the choice of travelers to use the Musi Emas feeder city transportation mode.
Analisis Prioritas Peningkatan Layanan pada Angkot Feeder LRT Musi Emas Koridor 1, 3, 6, dan 8 Menggunakan Model Kano Pratama, M. Aditya Ade; Agustien, Melawaty; Kadarsa, Edi
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 7 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i7.6883

Abstract

Saat ini terdapat 8 koridor angkot feeder LRT Musi Emas, dimana penambahan koridor 8 dan perpanjangan rute koridor 1, 3, dan 6 dilakukan pada tahun 2025. Bagi penumpang, perpanjangan rute berdampak pada penambahan waktu tunggu dan perjalanan. Sementara itu, bagi operator layanan langkah ini dapat meningkatkan biaya operasional feeder. Sehingga jika masih bergantung pada subsidi dan load factor tidak mencapai lebih dari 70%, hal tersebut dapat mempengaruhi kelangsungan operasional. Dalam upaya meningkatkan efisiensi operasinal layanan angkot feeder LRT Musi Emas di Kota Palembang, model Kano dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan atribut-atribut layanan yang paling mempengaruhi kepuasan pelanggan dari dimensi keandalan, bukti fisik, jaminan, daya tanggap, dan empati. Dengan menggunakan model tersebut dapat dilakukan pengklasifikasian kebutuhan pelanggan ke dalam beberapa kategori, yaitu must-be, one-dimensional, attractive, indifferent, reverse, dan questionable. Dari hasil model didapatkan prioritas perbaikan pelayanan berdasarkan kepuasan pengguna. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 400 responden yang terdiri dari pengguna angkot feeder LRT Musi Emas di koridor 1, 3, 6, dan 8. Hasil menunjukkan bahwa 12 atribut berada dalam kategori must be (M), 4 atribut berada dalam kategori one-dimensional (O), dan 13 atribut berada dalam kategori attractive (A). Prioritas utama perbaikan layanan dalam kategori must-be (M) meliputi jam operasional (R1), waktu tunggu (R2), kecepatan armada (R3), kesesuaian rute (R4), jarak ideal halte (R5), kesesuaian ongkos perjalanan (R6), kenyamanan dalam feeder (A5), daya tanggap petugas (D1), pelayanan petugas (D2), informasi titik pemberhentian (D5), perhatian petugas kepada penumpang (E2), serta ketersediaan nomor layanan yang mudah dihubungi (E4).
The Effect of Addition LDPE Plastic on Porous Asphalt Mixture Saputra, Muhammad Yodhi; Agustien, Melawaty; Kadarsa, Edi
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 8, No 1 (2023): EDISI MARET 2023
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v8i1.4607

Abstract

Many recent studies have used plastic waste as an ingredient in conventional asphalt mixtures. However, they did not notice that the addition of plastics can reduce the permeability of asphalt mixtures, which means that porous asphalt is a better plastic trash that will be added to a specific type of asphalt mixture. Despite having a low marshall value, porous asphalt provides a benefit in terms of permeability. Low-density polyethylene (LDPE), a form of plastic trash employed in this study, boosted the Marshall stability mark. This study changed porous asphalt by adding LDPE plastic for usage on the field, then tested for marshall stability and permeability. A porous asphalt mixture should be created as a result of this study's findings with the highest percentage of plastic content without reducing its permeability classification, considering the percentage of plastic used. It is equally essential, and evaluating the wheel tracking machine will help gather more information about its resistance to deformation. The permeability test of porous asphalt with the addition of plastic at 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%, respectively, produced findings that were 0.2002 cm/s, 0.1507 cm/s, 0.1131 cm/s, and 0.0897 cm/s. The results of the Marshall stability check on porous asphalt with the percentage of added plastic starting from 0, 5, 10, 15, and 20 percent show values of 571.52 kilograms, 716.9067 kilograms, 731.9467 kilograms, 817.1733 kilograms, and 912 .4267 kilograms. In the wheel tracking machine test, it works well for dynamic stability values at a plastic percentage of 20%, or 7159.091 passes/mm.ABSTRAKBanyak penelitian telah menggunakan limbah plastik sebagai bahan campuran aspal konvensional beberapa tahun terakhir. Namun, mereka tidak memperhatikan bahwa plastik dapat mengecilkan permeabilitas campuran aspal, yang berarti aspal berpori adalah jenis campuran aspal yang lebih baik untuk dicampur dengan sampah plastik. Meskipun aspal berpori memiliki nilai marshall yang rendah, namun aspal jenis ini memiliki keunggulan pada permeabilitasnya. Dalam penelitian ini limbah plastik yang digunakan adalah jenis LDPE (low density polyethylene), yang mana terbukti memberikan peningkatan terhadap nilai stabilitas marshall. Penelitian ini mengubah aspal berpori dengan menambahkan plastik LDPE agar dapat digunakan di lapangan, kemudian dilakukan pengujian stabilitas marshall dan permeabilitas, Hasil penelitian ini diharapkan akan menghasilkan campuran aspal berpori dengan persentase kadar plastik tertinggi tanpa mengurangi klasifikasi permeabilitasnya dengan memperhitungkan persentase plastik yang digunakan. Hal yang tidak kalah penting, dibutuhkan data tambahan tentang ketahanan deformasinya melalui pengujian whell tracking machine. Dari hasil pengujian yang dilakukan, Dengan persentase penambahan plastik pada 0, 5, 10, 15, dan 20 berturut-turut, permeabilitas aspal berpori mencapai 0,2002 cm/s, 0,1640 cm/s, 0,1507 cm/s, dan 0,1131 cm/s, dan 0,0897 cm/s. Hasil dari pemeriksaan stabilitas Marshall pada aspal berpori dengan besaran persentase penambahan plastik mulai dari 0, 5, 10, 15, dan 20 persen menunjukkan nilai 571,52 kilogram, 716,9067 kilogram, 731,9467 kilogram, 817,1733 kilogram, dan 912,4267 kilogram. Untuk nilai stabilitas dinamis pada pengujian whell tracking machine memberikan hasil yang baik pada persentase plastik 20% yaitu sebesar 7159,091 lintasan/mm.
Analisis Kerusakan Jalan dan Peningkatannya di Jalan Lingkar Selatan dan Jalan Lingkar Barat Kota Jambi Laksana, Tendy; Agustien, Melawaty; Kadarsa, Edi
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i2.6132

Abstract

Road damage causes a road pavement to be incompatible with the original pavement shape, so that it can cause the road pavement to be damaged which affects the service life of the road. The South Ring Road of Jambi City and the West Ring Road of Jambi City are roads with a fairly high traffic volume with a class I arterial road type. This route is a route that is often used for the flow of goods transport in and out of Jambi City. This road damage causes the road to be unsafe and uncomfortable for motorists to pass. The South Ring Road of Jambi City has a road length of 9.12 km and the West Ring Road is 7.17 km long. The types of road damage that occur are potholes, cracks, grain detachment, peeling of the surface layer, wear. The calculation method used is the 'Bina Marga' method, PCI, and Asphalt Institute. The calculation results show that the assessment of road pavement damage includes 4 types of road damage, namely crocodile cracks, longitudinal cracks, transverse cracks, potholes with different levels of severity. Road damage assessment based on the 'Bina Marga' Method, Asphalt Institute Method, PCI Method on the South Ring Road section and the West Ring Road section of Jambi City obtained different road damage assessments and different maintenance handling sequences.
Runway Strength Analysis Using ACR-PCR at Sultan Mahmud Badaruddin II Airport Ria Maya Sari; Agustien, Melawaty; Herno Della, Rhaptyalyani; Sukahir
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 18 No 3 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v18i3.1492

Abstract

Aircraft Classification Rating-Pavement Classification Rating (ACR-PCR) is a system to determine the PCR value of runway pavement strength and recommended for runway maintenance issued by International Civil Aviation Organization (ICAO) based on ICAO Advisory Circular (AC) 150/5335-5D of 2022, as a replacement for the Aircraft Classification Number - Pavement Classification Number (ACN-PCN) system that has been used since 1980. The implementation of the ACR-PCR Method is determining the strength value of runway pavement can be used as a reference in holding the load of aircraft that have a lower or the same ACR value. The ACR-PCR system was published in order to plan a more rational pavement structure strength by analyzing the response of the pavement structure to the weight of aircraft movement on the runway. The calculation was carried out using the modulus of elasticity of each layer on the runway pavement structure with a more specific type of material. Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Airport is one of the airports in Indonesia that is currently in the process of transitioning using the ACN-PCN system to ACR-PCR system for runway strength reporting. Base on data of aircraft movement at SMB II airport management in 2024 and calculated by using FAARFIELD 2.1 software, PCR value for the critical runway strength of SMB II Airport was 890 F/C/X/T with a critical aircraft is Boeing B747-400.
Performance Evaluation of the Musi Emas Feeder City Transport, Palembang City Ismail, Ayu; Kadarsah, Edi; Agustien, Melawaty
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 20, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v20i2.22746

Abstract

One aspect of transportation that concerns the lives of many people is public transportation. Public transportation is vital in people's lives, especially in urban areas, including Palembang. In line with the development of time, public transit in Palembang City continues to make updates, including the availability of Musi Emas feeder city transportation which serves seven corridors, and 2 of them are the Talang Kelapa - Punti Kayu corridor and the Hajj Dormitory - Semarang Borang with the application of buy the service. This study aims to analyze the performance of Musi Emas Palembang feeder city transportation. The type of research used is descriptive, with primary and secondary data sources. Performance evaluation is analyzed by comparing the findings in the field with Minimum Service Standard (SPM) regulations that apply to the parameters of travel time, travel speed, load factor, and headway time. The results showed that the travel time and speed performance met the minimum standards, while the load factor needed improvement. As for headway time, it can be more optimized.
Optimasi Penjadwalan Light Rail Transit dan Teman Bus Koridor Terminal Plaju- Terminal Jakabaring Okpatiasari, Puspania; Buchari, Erika; Agustien, Melawaty
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v6i2.549

Abstract

Light Rail Transit (LRT) which has been operated since 2018 in Palembang City has Teman Bus as its feeder. Based on service condition, LRT has fix timetable on every its station but Teman bus does not have timetable. Teman Bus has not provided departure or arrival time on every its halte. This condition concludes that public transportation has lack of adequate service for passengers. Therefore, optimizing timetable scheduling of LRT and Teman Bus is required as one of efforts for improving good public transport facilities. This paper aimed creating simulation of Teman Bus timetable based on real condition with headway and trip time data distribution method with case study in 2021. In addition, Program Linear Method will be used for syncrhonizing Teman Bus timetable and existing Light Rail Transit timetable based on passenger’s behavior to minimize waiting time. The result shows that passengers need 27 second of waiting time while transferring from LRT station to Teman Bus Stop and 60 second of waiting time while transferring from Teman Bus Stop to LRT station.
Analisis Rekonstruksi Pengupasan dan Pelapisan Kembali Perkerasan Lentur dengan Metode Kenpave-Kenlayer Sudarmadi, Heri; Kadarsa, Edi; Agustien, Melawaty
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i2.3227

Abstract

Infrastruktur jalan merupakan salah satu prasarana fisik transportasi yang memegang peranan yang sangat penting. Sebagai prasarana fisik, infrastruktur jalan memegang peranan yang sangat penting di bidang perhubungan, terutama untuk mendistribusikan barang dan jasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya tebal perkerasan lentur yang harus dilakukan pengupasan dan pelapisan kembali dan juga penggantian material Base A dengan Cement Treated Base (CTB) pada struktur perkerasan. Metode yang digunakan untuk menganalisis menggunakan program kenpave-kenlayer untuk mengetahuai nilai regangan yaitu vertical strain dan horizontal strain pada lapis perkerasan. Kemudian dilakukan analisis kerusakan perkerasan permanent deformation dan fatigue crack terhadap Cumulative Equivalent Single Axle Load (CESAL) 5 dengan masa layanan 20 tahun. Penelitian ini dilakukan di Jalan Tol Ruas Palindra km 1 – km 2 Provinsi Sumatera Selatan. Hasil dari penelitian ini diperoleh data tebal CTB yang digunakan pada struktur perkerasan dengan metode kenpave-kenlayer. Semakin tebal penggunaan lapisan CTB semakin kecil regangan vertical strain dan horizontal strain yang terjadi sehingga semakin besar terhadap ketahanan terhadap ketahanan permanent deformation dan fatigue cracking.
Pengaruh Pelatihan, Manajemen, dan Teknologi Keselamatan terhadap Perilaku Keselamatan Operasional Angkot Feeder LRT Musi Emas Della, Rhaptyalyani Herno; Agustien, Melawaty; Kusuma Wardhani, Puteri; Nabil Muzakki, Ahmad
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 22 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v22i1.2363

Abstract

Pemberian layanan yang menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna memiliki hubungan erat dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) pada perusahaan penyedia layanan trasnportasi. Penerapan SMK yang berbasis budaya keselamatan dalam pelayanan angkutan umum, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2018, merupakan langkah yang sangat penting dan berlandaskan aspek hukum yang mengatur sektor transportasi di Indonesia. Salah satu jenis angkutan umum yang telah memiliki Standar Operasional Pelayanan (SOP) dan Standar Pelayanan Minimum adalah angkot feeder LRT Musi Emas, yang mulai beroperasi sejak yahun 2022 dan mempunyai tujuh koridor pelayanan. Namun demikian, walaupun telah diterapkan SOP terkait keselamatan berkendara pada angkot feeder LRT Musi Emas tersebut, kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kelalaian pengemudi dan faktor lainnya masih kerap terjadi pada angkot feeder LRT Musi Emas. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan tersebut, maka perlu dilakukan pemahaman bagaimana pengaruh pelatihan, pengetahuan, manajemen, prosedur dan teknologi keselamatan terhadap perilaku keselamatan operasional angkot feeder LRT Musi Emas. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan data menggunakan Metode Structure Equation Modelling (SEM) yang menghubungkan antara variabel laten endogen perilaku keselamatan dengan variabel laten eksogen yaitu pelatihan, pengetahuan, manajemen, prosedur dan teknologi keselamatan. dengan bantuan software Smart-PLS. Berdasarkan kriteria penilaian original sample, t-statistic, dan p-values diketahui variabel-variabel yang berpengaruh positif terhadap perilaku keselamatan operasional angkot feeder LRT adalah pelatihan keselamatan, manajemen keselamatan dan teknologi keselamatan.
Evaluasi Penanganan Jalan Berdasarkan Penilaian Struktural Studi Kasus: Ruas Betung Sekayu – Batas Kota Sekayu Setiawan, Ari; Kadarsa, Edi; Agustien, Melawaty
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i6.59874

Abstract

Preservasi jalan merupakan kegiatan penanganan jalan, berupa pencegahan, perawatan, dan perbaikan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal dalam melayani lalu lintas sehingga umur rencana yang ditetapkan dapat tercapai. Kegiatan preservasi jalan terdiri dari pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan dan bangunan pelengkap jalan. Dalam penelitian ini akan menganalisis kondisi penanganan jalan berdasarkan nilai struktural perkerasan pada ruas Betung – Batas Kota Sekayu. Evaluasi struktural dilakukan berdasarkan nilai lendutan dari pengukuran alat Falling Weight Deflectometer (FWD). Penentuan penanganan jalan berdasarkan structural dilakukan menggunakan metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2024 yaitu Metode AASHTO diperoleh dari perbandingan nilai Structural Number Effective (SNeff) dengan nilai Structural Number Futurer (SNf) untuk memperoleh nilai tebal lapisan tambah pada struktur perkerasan. Dengan mengamati hasil yang diperoleh berdasarkan long segment dan non long segment, maka didapatkan hasil analisis secara longsegmen akan mehasilkan penanganan rutin, minor, mayor, dan rekontruksi. Sedangkan secara non long segment menghasilkan penanganan jalan minor.