Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search
Journal : SARGA

Karakteristik Arsitektur Kolonial pada Bangunan Ex-Pengadilan Negeri Semarang Ghani Sayid Hamzah; Astari Wulandari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v16i1.339

Abstract

Bangunan “Ikan Bakar Cianjur” Semarang merupakan salah satu bangunan bergaya arsitektur Belanda yang dibangun di tanah Jawa. Arsitektur indische Belanda merupakan arsitektur yang memadukan antara budaya Barat dan Timur. Arsitektur indische Belanda hadir melalui karya arsitek Belanda dan diperuntukkan bagi bangsa Belanda yang tinggal di Indonesia, pada masa sebelum kemerdekaan. Bangunan “Ikan Bakar Cianjur” Semarang dibangun pada tahun 1760, dan bangunan ini merupakan salah satu bangunan tertua di kawasan Kota Lama Semarang. Fungsi awal bangunan ini adalah kantor pengadilan (Rad Van Justitie), kemudian menjadi Gedung Pengadilan Negeri Semarang pada masa Orde Baru, pada tahun 2006 dikonservasi dan dimanfaatkan sebagai rumah makan (adaptive reuse). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya arsitektural indische Belanda pada bangunan ‘Ikan Bakar Cianjur’ Semarang. Agar terjaga keasliannya dan dijadikan sebagai pendataan bangunan cagar budaya sebagai langkah awal untuk dilestarikan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif-rasionalistik dengan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan objek pada bangunan “Ikan Bakar Cianjur” Semarang dan menganalisa gaya dan karakter bangunan dari masa ke masa. Hasil penelitian merupakan temuan karakteristik pada bangunan “Ikan Bakar Cianjur” Semarang terhadap outline, irama pada arsitektur dan interior bangunan, dan kualitas bangunan yang dapat dimanfaatkan The "Ikan Bakar Cianjur" Semarang building is one of the Dutch architectural-style buildings built in Java. Indische Dutch architecture is an architecture that combines Western and Eastern cultures. Indische Dutch architecture comes from the work of Dutch architects and is intended for the Dutch who lived in Indonesia, in the pre-independence period. The "Ikan Bakar Cianjur" Semarang building was built in 1760, and this building is one of the oldest buildings in the Old Town area of ​​Semarang. The initial function of this building was a court office (Rad Van Justitie), then it became the Semarang District Court Building during the New Order era, in 2006 it was conserved and used as a restaurant (adaptive reuse). This study aims to determine the characteristics of the Dutch Indische architectural style in the 'Ikan Bakar Cianjur' Semarang building. Maintaining its authenticity and serving as a data collection on cultural heritage buildings is the first step to being preserved. This study uses qualitative-rationalistic research with descriptive methods, namely describing objects in the "Ikan Bakar Cianjur" Semarang building and analyzing the style and character of the building from time to time. The results of the study are characteristic findings of the "Ikan Bakar Cianjur" Semarang building on the outline, the rhythm of the architecture and interior of the building, and the quality of the building that can be utilized.
Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo: Characteristics of Open Space Users Activity in Alun-Alun Purworejo Ifalia Lutfiah; Astari Wulandari; I Wayan Andhika Widiantara
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.342

Abstract

Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik merupakan alih fungsi sejak didirikan pada tahun 1830 digunakan sebagai kerperluan latihan militer dan kini sebagai ruang terbuka publik. Selain letaknya yang strategis, kehadirannya berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sarana interaksi masyarakat. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif dan memanfaatkan teknik observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengguna ruang terbuka publik di Alun-Alun Purworejo dengan melakukan pembagian zonasi menjadi empat zona. Dengan adanya keragaman aktivitas, fungsi Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik terpenuhi dengan intensitas aktivitas paling tinggi terdapat pada zona 1. Perubahan fungsi dari Alun Alun Purworejo terjadi sesuai dengan perubahan kebutuhan pengguna ruang publik kawasan perkotaan. Klasifikasi aktivitas yang terdiri dari;  aktivitas proses dominan pada area kulit luar, aktivitas transisi dominan pada kulit dalam, dan aktivitas fisik pada area inti. Meskipun demikian perlu perhatian lebih terhadap aspek filosofi, makna, dan kontekstualitas dalam proses desain dan penataan Alun – Alun Purworejo dimasa yang akan datang.
Transformasi Spasial Bangunan Eks Kawedanan Boja: Spatial Transformation of Eks Kawedanan Boja Building Galih Setyo Aji; Astari Wulandari; Ema Hidayati; M. Yusril Mirza
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i2.791

Abstract

Konseptual dalam arsitektur merupakan suatu gagasan awal yang digeneralisasikan yang harus diperluas dan dikembangkan lebih lanjut dan terperinci. Tiap rancangan bangunan dapat tersusun dari banyak konsep melalui proses desain dan penyelesaian desain dari permasalahan yang ada akan membentuk suatu hasil karya yang akan terus berkembang hingga proses pembangunan. Konsep terbagi menjadi lima macam yaitu metafora, analogi, hakekat, pragmatik dan utopia. Pembahasan dari data primer dan sekunder sebagai kajian konsep dalam pengaplikasiannya. Data primer didapatkan dari wawancara kepada arsitek professional dan data sekunder didapat dari internet dengan karya – karya dari arsitek professional. Penggunaan konsep dalam setiap karya tergantung dengan permasalahan dan bagaimana pemecahan solusinya. Dalam data primer ini karya dari Ridwan Kamil yang menggunakan konsep metafora konkrit dan analogi romantik dalam konsep perancangan Museum Tsunami Aceh. Sedangkan data primer hasil wawancara menggunakan konsep pragmatik dengan pendekatan konsep rencana (plan) dalam hasil karyanya. Dalam proses realitanya keuangan sangatlah berpengaruh dalam perancangan dari project yang diinginkannya.
Karakteristik Aktivitas Pengunjung Taman Banjir Kanal Barat Characteristics of Visitor Activity of Banjir Kanal Barat Park Pascal Galih Sadana; I Wayan Andhika Widiantara; Astari Wulandari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v16i2.16

Abstract

Taman Banjir Kanal Barat merupakan salah satu ruang terbuka publik yang dibangun pada area bantaran Sungai Banjir Kanal Barat yang dibangun pada 2009. Sebagai ruang terbuka publik aktif, taman ini merupakan salah satu sarana edukasi dan relaksasi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya dengan berbagai aktivitas yang berlangsung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengunjung Taman Banjir Kanal barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang memanfaatkan observasi dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan, berdasarkan jenis ruangnya, karakteristik aktivitas pada Taman Banjir Kanal Barat Semarang diklasifikasikan menjadi dua. Pertama, aktivitas pada badan air yang diklasifikasikan sebagai necessary activity. Kedua, aktivitas pada tepi air yang diklasifikasikan sebagai optional activity dan social activity. Keberadaan fasilitas taman, elemen keras (hard scape) serta elemen lunak (soft scape) menjadi satu faktor penentu dalam menunjang aktivitas pengunjung Taman Banjir Kanal Barat.
Perancangan Semarang Basketball Center Agusta Dicky Ferlanda; Astari Wulandari; I Wayan Andhika Widiantara
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v14i2.162

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan yang di lakukan oleh manusia untuk menjaga kebugaran tubuh. Olahraga juga dijadikan ajang kompetisi didunia dengan berbagai cabang olahraga yang dilakukan secara individu dan olahraga yang memerlukan kekompakan kelompok. Salah satu olah raga yang membutuhkan kerja kelompok adalah cabang olahraga bola basket. Bola basket dimainkan oleh dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari lima orang pemain, yang memiliki posisi dan peran masing-masing. Dalam pertandingan bola basket dimainkan dalam waktu 4 x 10 menit dalam aturan Federasi Bola Basket Internasional. Bola basket di Semarang saat ini juga makin berkembang pesat seperti halnya olahraga sepakbola, banyak lapangan bola basket di tiap sekolahan negeri maupun swasta, di taman kota maupun di taman kawasan permukiman bahkan ada beberapa kelurahan yang terdapat lapangan bola basket. Namun itu semua merupakan lapangan outdoor yang fasilitasnya kurang memadahi. Di Semarang juga terdapat beberapa lapangan bola basket indoor namun fasilitasnya kurang lengkap seperti kapasitas penonton sedikit dan fasilitas penunjang lainnya. Perancangan bangunan Semarang Basketball Center merupakan bangunan Gedung olahraga yang digunakan untuk menggelar pertandingan dan pelatihan olahraga Bola Basket dan terdapat area bisnis berupa foodcourd, cafe dan sportstore yang bertemakan Basketball. Bangunan Semarang Basketball Center terdapat tiga bagian lapangan yaitu lapangan pertandingan, latihan indoor dan outdoor.
Perancangan Gelanggang Mahasiswa di Semarang Niken Agita Hayuputri; Sumarwanto; Astari Wulandari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v14i2.166

Abstract

Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kalisyarat denganberbagai predikat. Memberdayakan mahasiswa dapat menjadi sebuah cara untuk mengalihkan para mahasiswa dari hal-hal kenakalan remaja yang bersifat negatif ke kegiatan yang lebih menggali potensi diri. Menanamkan Rasa Entrepreneur Sejati Kepada mahasiswa saat ini dipercaya sebagai generasi yang sulit untuk merasa puas. Gelanggang Mahasiswa sendiri akan menyediakan ruang aktivitas berserta fasilitas penunjangnya. Bangunan ini akan berfungsi sebagai wadah untuk menampung berbagai komunitas mahasiswa dan remaja masyarakat Semarang seperti komunitas olahraga, seni dll. Bangunan Gelanggang Mahasiswa di Semarang merupakan sebuah bangunan fasilitas pendidikan yang dirancang untuk mewadahi kegiatan edukasi yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan yang sesuai dengan kegemaran mahasiswa. Tujuan bangungan Gelanggang Mahasiswa adalah sebagai wadah atau tempat untuk menunjang kebutuhan masyarakat terutama mahasiswa agar dapat melakukan kegiatan-kegiatan positif, dengan menggali potensi, minat serta bakat mereka dalam berbagai bidang olahraga, dan kebudayaan. Gelanggang Mahasiswa ini juga diharapkan dapat mengurangi permasalahan-permasalahan yang biasa dialami para remaja dan mengalihkannya ke hal-hal positif, serta membangun kepribadian remaja Indonesia, khususnya Semarang menjadi pribadi yang baik dan mencerminkan ideologi bangsa yaitu Pancasila.
Perancangan Markas Besar Pemadam Kebakaran di Semarang Nurin Aji Permana; Astari Wulandari; Choirul Amin
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v14i2.168

Abstract

Pemadam kebakaran (BRANDWEER) adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi musibah atau bencana alam lainya. Dinas Pemadam Kebakaran dalam sejarah Kota Semarang sama tuanya dengan sejarah Pemerintahan Kota Semarang. Dengan perkembangan masyarakat dan pertumbuhan pembangunan menuntut adanya peran pemerintah dalam mengelola Unit Pemadam Kebakaran ini. Tapi banyak juga masyarakat yang meremehkan petugas damkar ini dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang ikut campur saat petugas sedang bertugas. Mulai dari perebutan selang penyemprot dan pemukulan terhadap petugas yang dikira melarikan diri saat bertugas. Markas Besar Pemadam Kebakaran Di Semarang merupakan tempat akomodasi pelatihan pasukan pemadam yang mewadahi pelatihan anggota yang memiliki penempatan wilayah dinas di Jawa Tengah. Tujuan bangunan ini adalah sebagai contoh standarisasi keamanan bencana kebakaran yang harus di terapkan di semua bangunan selain itu, Markas besar juga sebagai tempat pelatihan anggota pemadam se Jawa Tengah. Dikarenakan bangunan markas besar pemadam kebakaran sangat di pentingkan di segi sirkulasi aktivitas maka langgam arsitektur yang digunakan adalah arsitektur modern, arsitektur modern merupakan gaya arsitektur statis yang berkembang pada masa pra-industrial sebagai bentuk dari revolusi dari gaya arsitektur tradisional. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.
Membangun Identitas Metropolitan: Analisis Penerapan Transit Oriented Development dan City Branding di Jakarta Angger Pandu Waskito; Astari Wulandari; Eko Nursanty
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v19i1.1807

Abstract

Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, menghadapi tantangan signifikan dalam mengembangkan identitas metropolitan yang kuat di tengah pertumbuhan urbanisasi yang cepat. Dua pendekatan utama yang diterapkan untuk mencapai tujuan ini adalah Transit-Oriented Development (TOD) dan city branding. TOD berfokus pada pengembangan kawasan perkotaan yang mengintegrasikan transportasi publik dengan lingkungan sekitar untuk menciptakan mobilitas yang efisien dan lingkungan yang ramah. Sementara itu, city branding bertujuan membentuk citra positif kota melalui strategi pemasaran dan komunikasi yang efektif. Penelitian ini menganalisis penerapan TOD dan city branding di Jakarta serta dampaknya terhadap identitas metropolitan kota tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif, termasuk studi literatur, survei, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TOD di Jakarta telah berhasil dalam menunjang kehidupan masyarakat, meskipun masih menghadapi tantangan dalam hal keamanan di kawasan TOD. Strategi city branding Jakarta juga berhasil memperbaiki citra kota sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakatnya. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara TOD dan city branding dalam membangun identitas metropolitan yang kuat di Jakarta.
Transformasi Spasial Bangunan Eks Kawedanan Boja: Spatial Transformation of Eks Kawedanan Boja Building Galih Setyo Aji; Astari Wulandari; Ema Hidayati; M. Yusril Mirza
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i2.791

Abstract

Konseptual dalam arsitektur merupakan suatu gagasan awal yang digeneralisasikan yang harus diperluas dan dikembangkan lebih lanjut dan terperinci. Tiap rancangan bangunan dapat tersusun dari banyak konsep melalui proses desain dan penyelesaian desain dari permasalahan yang ada akan membentuk suatu hasil karya yang akan terus berkembang hingga proses pembangunan. Konsep terbagi menjadi lima macam yaitu metafora, analogi, hakekat, pragmatik dan utopia. Pembahasan dari data primer dan sekunder sebagai kajian konsep dalam pengaplikasiannya. Data primer didapatkan dari wawancara kepada arsitek professional dan data sekunder didapat dari internet dengan karya – karya dari arsitek professional. Penggunaan konsep dalam setiap karya tergantung dengan permasalahan dan bagaimana pemecahan solusinya. Dalam data primer ini karya dari Ridwan Kamil yang menggunakan konsep metafora konkrit dan analogi romantik dalam konsep perancangan Museum Tsunami Aceh. Sedangkan data primer hasil wawancara menggunakan konsep pragmatik dengan pendekatan konsep rencana (plan) dalam hasil karyanya. Dalam proses realitanya keuangan sangatlah berpengaruh dalam perancangan dari project yang diinginkannya.
Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo: Characteristics of Open Space Users Activity in Alun-Alun Purworejo Ifalia Lutfiah; Astari Wulandari; I Wayan Andhika Widiantara
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.342

Abstract

Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik merupakan alih fungsi sejak didirikan pada tahun 1830 digunakan sebagai kerperluan latihan militer dan kini sebagai ruang terbuka publik. Selain letaknya yang strategis, kehadirannya berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sarana interaksi masyarakat. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif dan memanfaatkan teknik observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengguna ruang terbuka publik di Alun-Alun Purworejo dengan melakukan pembagian zonasi menjadi empat zona. Dengan adanya keragaman aktivitas, fungsi Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik terpenuhi dengan intensitas aktivitas paling tinggi terdapat pada zona 1. Perubahan fungsi dari Alun Alun Purworejo terjadi sesuai dengan perubahan kebutuhan pengguna ruang publik kawasan perkotaan. Klasifikasi aktivitas yang terdiri dari;  aktivitas proses dominan pada area kulit luar, aktivitas transisi dominan pada kulit dalam, dan aktivitas fisik pada area inti. Meskipun demikian perlu perhatian lebih terhadap aspek filosofi, makna, dan kontekstualitas dalam proses desain dan penataan Alun – Alun Purworejo dimasa yang akan datang.