Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan antara Pengetahuan mengenai Pityriasis versicolor dan PHBS dengan Kejadian Pityriasis versicolor pada Santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir Diana Natalia; Sari Rahmayanti; Riska Nazaria
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45 No 1 (2018): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i1.832

Abstract

Pityriasis versicolor merupakan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur spesies Malassezia, ditemukan pada 20-25% penduduk dunia, lebih sering di area lembap dan temperatur cukup tinggi, seperti Kalimantan Barat dengan suhu rata-rata 25,8-28,33°C dan kelembapan 60-98%. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan mengenai pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor di kalangan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir, menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 139 orang, di mana 45 orang di antaranya menderita pityriasis versicolor. Sebanyak 57,6% subjek memiliki pengetahuan baik tentang penyakit pityriasis versicolor dan 93,3% subjek memiliki Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang baik. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pityriasis versicolor dan PHBS dengan kejadian pityriasis versicolor pada santri MTs di Pondok Pesantren X Kecamatan Mempawah Hilir.   Pityriasis versicolor is fungal skin infection caused by Malassezia, found in 20-25% human population, mostly in moist and high temperature area, such as in West Borneo with an average temperature 25,8-28,33°C and humidity 98%. This cross-sectional study analyzed the correlation between knowledge on pityriasis versicolor and clean and healthy behavior with pityriasis versicolor incidence among Madrasah Tsanawiyah (MTs) students in Islamic Boarding School X Subdistrict Mempawah Hilir, using an observational analytical method with a cross-sectional approach. A total of 139 students were included, 45 diagnosed with pityriasis versicolor. A proportion of 57,8% subjects had a good knowledge on pityriasis versicolor and 93,3% had a good clean and healthy behavior. No correlation between knowledge on pityriasis versicolor and clean and healthy behavior with pityriasis versicolor incidence among MTs students in Islamic Boarding School X Subdistrict Mempawah Hilir.
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dengan Balita Terkait MP-ASI Astuti, Puji; Yanti, Syarifah Nurul; Zakiah, Mistika; Rahmayanti, Sari
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1243

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Stunting dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Ibu sebagai penyedia makan dalam keluarga berperan penting dalam kecukupan gizi anak. Pengetahuan ibu yang baik dapat membuat perubahan perilaku sehingga mencegah stunting pada anak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pencegahan stunting setelah diberikan penyuluhan. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang terdiri dari pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan responden berupa pilihan ganda. Sampel berjumlah 59 responden. Mayoritas ibu berusia 17-25 tahun dengan Pendidikan SMP dan sebagai ibu rumah tangga. Tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan “baik” sebanyak 28.81%, “cukup” sebanyak 67.8%, dan “kurang” 3.39%. Sedangkan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 72.88% untuk “baik”, 23.73 untuk “cukup” dan 3.39% untuk kurang. Uji statistik menunjukkan perbedaan pengetahuan bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan (p< 0.00). Kesimpulan: Penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting secara signifikan pada ibu dengan balita di Desa Sungai Batu Kabupaten Mempawaah, Kalimantan Barat.
Threat of zoonotic malaria and strategy to overcome in Kalimantan (Indonesian Borneo) bordering Malaysian Borneo Natalia, Diana; Handoko, Willy; Rahmayanti, Sari; Wahyudi, Tri; Abdul Rashid, Ayu Akida; Divis, Paul Cliff Simon
Universa Medicina Vol. 44 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2025.v44.208-218

Abstract

Indonesia aims to eradicate malaria by 2030. Indonesia has the second highest disease burden in the WHO South-East Asia region, after India, accounting for 9% of all malaria cases in 2024. Malaria cases have dropped dramatically due to national strategic plans and programs, and the Indonesian Ministry of Health has certified several districts as malaria-free zones. Malaria cases in Kalimantan (Indonesian Borneo), have declined during the last two decades. Nearly all regencies within these provinces have been declared as having low malaria endemic status (API<1 per 1000 people), except for one regency in East Kalimantan Province, which showed a high endemicity level (API>5 per 1000 people). This reduced incidence, however, contrasts sharply with the zoonotic infection caused by the simian parasite Plasmodium knowlesi, which is prevalent in Malaysian Borneo. Only a few cases of P. knowlesi infection have been reported in South and Central Kalimantan Province since 2010. This difference between Kalimantan, Indonesia and Borneo, Malaysia appears contradictory given that both regions have a similar epidemiological risk of zoonotic malaria infection and share the same natural habitat. The references were tracked using various databases, such as Google Scholar, PubMed (MEDLINE) and other sources (Google engine and manual searching using a reference list). This review’s objective was to describe current malaria and zoonotic malaria, mosquito vector prevalence, and the available data from case reports along the Kalimantan border in Indonesia during the malaria elimination phase, compared with malaria distribution in the neighbouring country, Malaysian Borneo.
Hubungan Tingkat Empati terhadap Tingkat Burnout Mahasiswa Kedokteran selama Pembelajaran dalam Jaringan di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura: Hasil Penelitian Akmal, Yudha Barri; Ita Armyanti; Rahmayanti, Sari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 6 (2025): Kesehatan Jiwa
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i6.867

Abstract

Introduction: Distance or online learning conducted during the COVID-19 pandemic causes a lack of interaction among students which affects the level of empathy of these students. Online learning also causes stress in medical students which can lead to burnout. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of empathy and the level of burnout among students of the Tanjungpura University Medical Study Program class of 2019. Methods: The method used in this research is an observational analytic study with a cross-sectional approach. The research population was students of the Tanjungpura University Medical Study Program class of 2019 who were taken using a sampling technique in the form of total sampling with a minimum sample size of 76 people. Bivariate analysis using Spearman correlation test. Results: The results obtained from the Spearman correlation test based on SPSS 24.0 analysis obtained a significance value of 0.768 (p>0.05) for the relationship between the level of empathy and the level of burnout. Conclusion: There is no relationship between the level of empathy and the level of burnout in students of the Medical Study Program at Tanjungpura University class 2019.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SISTEM BLOK SELAMA MATRIKULASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA Rahmayanti, Sari; Astuti, Puji
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol. 30 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpbp.v30i1.52290

Abstract

Sistem blok merupakan metode pembelajaran student-centered yang telah banyak diterapkan di institusi pendidikan Kesehatan di Indonesia. Banyak mahasiswa baru mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan situasi pembelajaran mereka, dimana sebelumnya metode pembelajaran mereka adalah teacher-centered dan kini berubah menjadi student-centered. Matrikulasi merupakan program penyesuaian yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi dengan tujuan untuk mempercepat kemampuan adaptasi akademik maupun non-akademik mahasiswa baru di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran sistem blok selama matrikulasi terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran Universitas Tanjungpura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan jenis penelitian berupa quasi experimental. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini merupakan one group pre-test post-test design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Sampel diambil dengan metode total sampling yaitu sebanyak 78 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan persiapan belajar yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menghadapi post-test tidak berdampak signifikan terhadap kelulusan mereka berdasarkan standar nilai yang digunakan di jurusan kedokteran (α = 0.233). Kegiatan matrikulasi terbukti secara signifikan meningkatkan pengetahuan peserta, namun tidak cukup baik untuk mendapatkan predikat lulus berdasarkan sistem penilaian.
Efektivitas Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium Sativum L.) Sebagai Larvasida Alami Pada Larva Aedes Aegypti Yolanda Oktavianingsih; Sari Rahmayanti; Firman Saputra
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 5 (2026): JKRI - April 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular karena infeksi virus dengue (DENV). Nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue berperan sebagai vektor perantara. Penggunaan larvasida merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit ini. Larvasida alami diharapkan dapat mengurangi dampak negatif larvasida sintetik. Bawang putih mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan organosulfur yang berpotensi sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) sebagai larvasida alami pada larva Aedes aegypti. Hewan uji yang digunakan adalah larva Aedes aegypti instar III. Kelompok uji berupa ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) dengan 5 dosis, yaitu 375 ppm, 500 ppm, 625 ppm, 750 ppm dan 1000 ppm, serta kontrol negatif berupa aquades 100 ml dan kontrol positif berupa temephos 0,02 ppm. Pengujian ini diulang sebanyak 3 kali dalam satu waktu selama 24 jam. Ekstrak etanol bawang putih mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan organosulfur. Persentase mortalitas larva yang dihasilkan oleh ekstrak etanol bawang putih dosis 375 ppm, 500 ppm, 625 ppm, 750 ppm dan 1000 ppm secara berturut-turut adalah 14,67%, 22,67%, 37,33%, 53,33% dan 70,67%, sedangkan pada kontrol negatif dan positif masing-masing adalah 0% dan 100%. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata mortalitas yang signifikan antar kelompok uji (Sig.= 0,003). Nilai LC50 adalah 785,391 ppm (LC50>750 ppm) yang artinya aktivitas larvasida tergolong tidak aktif, sedangkan LC90 adalah 1452,280 ppm. Ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) memiliki aktivitas larvasida, tetapi dosis yang diuji belum efektif sebagai larvasida alami pada larva Aedes aegypti apabila dibandingkan dengan kontrol positif
Analysis of Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) and Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) Levels in Rats Given Jamu Cekok Decoction Risya Alfhadillah; Puji Astuti; Sari Rahmayanti; Virhan Novianry
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2026.151.189-198

Abstract

Jamu cekok is a traditional medicine used by Indonesians, especially children to increase appetite. However, the safety test of jamu cekok on liver function using Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) and Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) as parameters has never been evaluated. This study aimed to determine the effect of jamu cekok on liver function by assessing SGOT and SGPT levels in rats subjected to acute toxicity. The study employed an analytical experimental design with the OECD 425 method. The test rats used were 12, divided into a control group, a 2000 mg/kg BW treatment group and a 5000 mg/kg BW treatment group. The treatment of jamu cekok decoction was given once on the first day of the acute toxicity test and was observed for 14 days. SGOT and SGPT levels were measured and analyzed using one-way ANOVA to assess differences between groups. Through this study, observations of behavior and body weight over the 14 days showed no signs of toxicity or mortality. The LD50 value was determined to be greater than 5000 mg/kg BW, which is categorized as practically non-toxic. One-way ANOVA followed by Tukey’s HSD post hoc tests revealed no significant differences in SGOT levels between the control and treatment groups (p>0,05). Similarly, SGPT levels also showed no significant difference (p>0,05) between groups. These findings indicate that he administration of jamu cekok at a dose of 2000 mg/kg BW and 5000 mg/kg BW does not induce toxic effects on liver function, as reflected by SGOT and SGPT measurements.