Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : AGREGAT

ANALISIS DAMPAK BANGKITAN DAN TARIKAN PADA PEMBANGUNAN APARTEMEN DAN HOTEL GUNAWANGSA MANYAR SURABAYA Shofwan Donny Cahyono; Nur Ayu Diana Citra Dewi
AGREGAT Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v6i2.11032

Abstract

Pembangunan suatu kawasan atau bangunan baru akan berdampak langsung terhadap lalu lintas disekitar kawasan tersebut. Untuk itu diperlukan data historis lalu lintas disekitar kawasan tersebut. Untuk itu diperlukan data historis lalu lintas yang digunakan sebagai dasar untuk menetapkan pengaruh dari kawasan baru terhadap jalan-jalan disekitarnya. Andalalin ini akan digunakan untuk memperkirakan kondisi lalu lintas mendatang baik untuk kondisi “tanpa adanya pembangunan kawasan” maupun “dengan pembangunan kawasan”. Kota Surabaya mempunyai permasalahan yang cukup serius di bidang transportasi khususnya lalu lintas. Permasalahan kemacetan lalu lintas, yang secara konsep sudah terencana dalam program SITNP (Surabaya Integrated Transportation Network Palnning). Pada kondisi eksisting berdasarkan hasil analisa kinerja simpang tak bersinyal memperlihatkan Derajat Kejenuhan (DS) ≤ 0,85), sehingga dapat dikatakan kondisi ini menggambarkan tidak mengalami kemacetan pada simpang Jl. Menur Pumpungan – Jl. Manyar Indah Raya – Jl. Manyar Tirtoyoso. Dengan dibangunnya apartemen dan hotel Gunawangsa maka akan terjadi penambahan volume pada tiap pergerakan di simpang Jl. Menur Pumpungan – Jl. Manyar Indah Raya – Jl. Manyar Tirtoyoso, untuk mengatisipasi kemacetan pada jam puncak pagi bahwa eksisting sudah ada pelarangan belok kanan dari arah Jl. Menur Pumpungan (dari Barat) ke arah Jl. Manyar Indah Raya (arah Selatan) dan dari Jl. Manyar Tirtoyoso (dari Utara) Lurus Ke Jl. Manyar Indah Raya (arah Selatan) pada jam 06.00 – 09.00
Analisis ATP Dan WTP Pada Rencana Jalan TOL Kertosono – Kediri Provinsi Jawa Timur Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Leonardus Setia Budi Wibowo
AGREGAT Vol 6, No 1 (2021): Vol.6, No.1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v6i1.8330

Abstract

AbstractTransportation has an important role in a means that helps in the wheel of economy, an area needs another area as a support where one of the connecting infrastructure in the form of toll road development is the plan of the construction of Kertosono - Kediri Toll Road as one part of the trans Java Toll Road connecting western East Java and eastern East Java, the area forms a golden triangle in the industrial area , trade areas and tourist areas. Kertosono – Kediri Toll Road is built with a road length of 20.3 km that will be connected to the airport in Kediri and the southern causeway of Java. The object studied was the rider who passed through the Kertosono – Kediri road. By using the short method Of Ability To Pay and Willingness To Pay to determine the number of respondents conducted randomly or randomly as many as 194 respondents using a confidence level of 5%. Data collection with the dissemination of questionnaires to users of kertosono - Kediri road sections includes socioeconotic characteristics as prospective toll road users are shown in questionnaires containing karekteristik social economy namely age, gender, occupation, income per month, expenditures for transportation per month, origin and destination of travel, travel intent and frequency of travel and review of ideal fares. The method used in this study is the calculation of Ability To Pay and Willingnes To Pay. The relationship between ATP and WTP as well as the graph of the relationship between the potential and total revenue obtained ideal tariff Kertosono Toll – Kediri. The results of the analysis of ATP and WTP analysis in each group of vehicles are Group I Rp. 22.500,00, Group II Rp. 33.750,00, Group III Rp. 45.000,00, Group IV Rp. 56.250,00, Group V Rp. 67.500,00. The results of the analysis of atp value is lower than the value of WTP which means that the community has a relatively low income but the utility against the value of WTP which means the community has a relatively low income but the utility against the toll road is very high, so the desire of the public to pay tariffs tends to be more influenced by the utility to the service is relatively low, users in this condition are called choiced riders. Keywords: Toll Roads, Tariffs, ATP and WTP  AbstrakTransportasi memiliki peran penting dalam suatu sarana yang membantu dalam roda perkonomian, suatu daerah tersebut membutuhkan daerah lain sebagai pendukung dimana salah satu prasarana penghubung berupa pembangunan Jalan Tol yaitu rencana pembangunan Jalan Tol Kertosono – Kediri sebagai salah satu bagian Jalan Tol trans jawa yang menghubungkan Jawa Timur bagian barat dan Jawa Timur bagian timur, kawasan tersebut membentuk segitiga emas di kawasan industri, kawasan perdagangan dan kawasan wisata. Jalan Tol Kertosono – Kediri di bangun dengan panjang jalan 20,3 km yang akan terkoneksi dengan bandara di Kediri dan jalur lintas selatan jawa. Obyek yang diteliti yaitu pengendara yang melewati ruas jalan Kertosono – Kediri. Dengan menggunakan metode pendekat  Ability To Pay dan Willingness To Pay untuk penentuan jumlah responden dilakukan secara acak atau random sebanyak 194 responden dengan menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 5%. Pengumpulan data dengan penyebaran kuisioner ke pengguna ruas jalan Kertosono – Kediri meliputi karakteristik social ekonomi sabagai calon pengguna jalan tol di tunjukkan dalam kuisioner yang berisikan karekteristik social ekonomi yaitu usia , jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan per bulan, pengeluaran untuk transportasiper bulan, asal dan tujuan perjalanan, maksud perjalanan dan frekuensi perjalanan serta meninjau terhadap tarif ideal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini perhitungan Ability To Pay dan Willingnes To Pay. Hubungan antara ATP dan WTP serta grafik hubungan antara potensi dan total pendapatan didapatkan tariff ideal Tol Kertosono – Kediri. Hasil penelitian analisis ATP dan WTP di setiap golongan kendaraan adalah Golongan I Rp. 22.500,00, Golongan II  Rp. 33.750,00, Golongan III  Rp. 45.000,00, Golongan IV  Rp. 56.250,00, Golongan V  Rp. 67.500,00. Hasil analisis nilai ATP lebih rendah dari nilai WTP yang artinya masyarakat mempunyai penghasilan relatif rendah tetapi utilitas terhadap rendah dari nilai WTP yang artinya masyarakat mempunyai penghasilan relatif rendah tetapi utilitas terhadap jalan tol sangat tinggi, sehingga keinginan masyarakat untuk membayar tarif cenderung lebih dipengaruhi oleh utilitas terhadap jasa tersebut relatif rendah, pengguna pada kondisi ini disebut choiced riders. Kata Kunci: Jalan Tol, Tarif, ATP dan WTP
Pengaruh Kinerja Lalu Lintas Simpang Bersinyal Jalan Arief Rahman Hakim akibat Bangkitan Perjalanan setelah Beroperasinya Ruas Jalan (Middle East Road) MERR IIC (Ruas Jalan Gununganyar Kota Surabaya) Muhammad Shofwan Donny Cahyono
AGREGAT Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.423 KB) | DOI: 10.30651/ag.v4i2.3685

Abstract

AbstractThe development of the road network in the city of Surabaya is accompanied by population growth, land use and traffic. Middle East Road (MERR II C) road operation will cause generation and traction so that there will be a decrease in traffic performance at Jl. Arif Rahman Hakim - Jl. Dr. Ir. H. Soekarno. The method of signaling intersection analysis uses the 1997 Indonesian Road Capacity Manual. This research stage is to determine the performance of traffic in the current conditions in 2019 and then forecast the predicted traffic in the next 5 years in 2024. From the results of the analysis of the performance of signal traffic intersection Jl. Arif Rahman Hakim - Jl Dr. Ir. H. Soekarno in the current condition in 2019 In the existing condition in 2019 the value of the degree of saturation (DS) of the signaled intersection Jl. Arief Rahman Hakim - Jl. Dr. Ir. H. Soekarno at peak hours of 1,315> 0.75, afternoon peak hours 1,369> 0.75, afternoon peak hours 1,534> 0.75 which can be interpreted as having a level of service (LOS) F traffic performance, while traffic forecasting for the next 5 years in 2024 without the management of traffic engineering the value of the degree of saturation (DS) signaled intersection Jl. Arief Rahman Hakim - Jl. Dr. Ir. H. Soekarno morning peak hours 1,624> 0.75, afternoon peak hours 1,674> 0.75, afternoon peak hours 1,950> 0.75, which can be interpreted as having a traffic performance level of service (LOS) F. Alternative management of traffic engineering at the intersection needs to change time traffic light signal, widening geometry, traffic management obtained level of service (LOS) C, which means the current is stable, but the speed and motion of the vehicle are controlled, the driver is limited in choosing the speed.Keywords: Signalised Intersection, Degree of Saturation, Management and TrafficEngineeringAbstrakPengembangan jaringan jalan di Kota Surabaya di iringi dengan pertumbuhan populasi, tataguna lahan dan lalu lintas. Operasional ruas jalan Middle East Road (MERR II C) akan menimbulkan bangkitan dan tarikan sehingga akan terjadi penurunan kinerja lalu lintas di simpang Jl. Arif Rahman Hakim – Jl. Dr. Ir. H. Soekarno. Metode analisis simpang bersinyal menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Tahapan penelitian ini untuk mengetahui kinerja lalu lintas pada kondisi saat ini tahun 2019 kemdian peramalan lalu lintas di prediksi 5 tahun mendatang pada tahun 2024. Dari Hasil analisis kinerja lalu lintas simpang bersinyal uJl. Arif Rahman Hakim – Jl Dr. Ir. H. Soekarno pada kondisi saat ini tahun 2019 Pada kondisi eksisting tahun 2019 nilai Derajat Kejenuhan (DS) simpang bersinyal Jl. Arief Rahman Hakim – Jl. Dr. Ir. H. Soekarno pada jam puncak pagi 1.315 > 0.75, jam puncak siang 1.369 > 0.75, jam puncak sore 1.534 > 0.75 yang dapat diartikan memiliki kinerja lalu lintas level of service (LOS) F, sedangkan peramalan lalu lintas 5 tahun mendatang pada tahun 2024 tanpa adanya manajemen rekayasa lalu lintas nilai Derajat Kejenuhan (DS) simpang bersinyal Jl. Arief Rahman Hakim – Jl. Dr. Ir. H. Soekarno jam puncak pagi 1.624 > 0.75, jam puncak siang 1.674 > 0.75, jam puncak sore 1.950 > 0.75, yang dapat diartikan memiliki kinerja lalu lintas level of service (LOS) F. Alternatif manajemen rekayasa lalu lintas di simpang tersebut perlu mengubah waktu sinyal traffic light, pelebaran geometri, manajemen lalu lintas diperoleh level of service (LOS) C yang artinya arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.Kata Kunci: Simpang Bersinyal, Derajat Kejenuhan, Manajemen Rekayasa Lalulintas Pengaruh Kinerja Lalu Lintas Simpang Bersinyal Jalan Arief Rahman Hakim akibat Bangkitan Perjalanan setelah Beroperasinya Ruas Jalan (Middle East Road) MERR IIC (Ruas Jalan Gununganyar Kota Surabaya)
Analisis Kinerja Bundaran di Bundaran Nganjuk untuk Perencanaan Jalan Tol Kertosono – Kediri R Endro Wibisono; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Adhi Muhtadi
AGREGAT Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.081 KB) | DOI: 10.30651/ag.v5i1.4976

Abstract

AbstractThe Adipura Nganjuk Roundabout is a pathway that often gets stuck due to being crossed by a railroad crossing. The location is close to Nganjuk Regency, Kediri Regency and Jombang Regency which are distribution points for the western and southern regions in East Java Province. Need to do a management in traffic engineering which includes the construction of toll roads from Nganjuk to Kediri, this roundabout does not get saturated. The purpose of this study is as a benchmark Traffic forecast forecasting is carried out for 6 years from 2019 to 2025. The research method uses a roundabout analysis using a manual Indonesian road capacity. Based on the results of forecasting calculations, the Adipura Nganjuk roundabout will be able to reduce the value of the degree of saturation by building the Kertosono-Kediri toll road to a DS value below 1 (one). In 2019 the DS is 0.77. While in 2021 DS decreased to 0.44 through the construction of the Kertosono-Kediri toll road. In 2025 DS increased again to 0.59, in 2030 DS = 0.84, and in 2035 again increased to 1.19 as vehicle growth. The solution is to count the number of vehicles and work on further traffic.Keywords: Traffic Performance, Degree of Saturation, Roundabout Intersection, Toll PlanningAbstrakBundaran Adipura Nganjuk adalah jalur yang sering terjadi macet karena berdekatan dengan perlintasan kereta api. Lokasinya berada dekat Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang adalah tempat distribusi perekonomian untuk wilayah barat dan selatan di Provinsi jawa Timur. Perlu dilakukan suatu manajemen dalam rekayasa lalu lintas berupa pembangunan jalan tol dari Nganjuk ke Kediri supaya bundaran tersebut tidak semakin jenuh. Tujuan penelitian ini adalah sebagai tolok ukur Peramalan kinerja lalu lintas dilakukan selama 6 tahun dari tahun 2019 hingga tahun 2025. Metode penelitian menggunakan analisis simpang bundaran menggunakan manual kapasitas jalan Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan, bundaran Adipura Nganjuk akan dapat menurunkan nilai derajat kejenuhan dengan membangun jalan tol Kertosono-Kediri menjadi nilai DS dibawah 1 (satu). Tahun 2019 DS adalah 0,77. Sedangkan tahun 2021 DS menurun menjadi 0,44 seiring pembangunan tol Kertosono-Kediri. Tahun 2025 DS meningkat kembali menjadi 0,59, Tahun 2030 DS = 0,84, dan Tahun 2035 kembali meningkat menjadi 1,19 seiring pertumbuhan kendaraan. Solusinya adalah membatasi jumlah kendaraan dan melakukan rekayasa lalulintas lebih lanjut.Kata Kunci: Kinerja lalu-lintas, Derajat Kejenuhan, Simpang Bundaran, Perencanaan Tol
Penggunaan Batu Bronjong Sebagai Alternatif dinding penahan tanah tower bts (base transceiver station) pada kontur tanah miring Kevin Candra Darmawan; Muhammad Shofwan Donny Cahyono; Yoanita Eka Rahayu
AGREGAT Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v8i1.18493

Abstract

Pada pembangunan tower BTS di tanah berkontur miring perlu diperhatikan bagaimana kondisi tanah pada daerah tersebut sehingga solusi yang diberikan dapat aman secara struktur. Berdasarkan permasalahan yang ada ditetapkan batu bronjong sebagai alternatifnya. Batu bronjong adalah hasil anyaman kawat yang dibentuk balok atau prisma yang kemudian diisi dengan batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, penulis menganalisis secara manual dan dengan bantuan aplikasi untuk menghitung perencanaan struktur berdasarkan kondisi di lapangan. Berdasarkan hasil analisis direncanakan digunakan kawat bronjong dengan ukuran setiap baloknya sebesar 2 m x 1 m x 1 m dan 2 m x 1 m x 0,5 m dengan bentang 35 m dan ketinggian 4 m. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Safety Factor (SF) untuk kestabilan dari DPT batu bronjong tersebut sebesar 4,89 (> 1,50), nilai SF terhadap guling sebesar 2,11 (> 1,50) dan nilai SF terhadap geser sebesar 2,29 (> 1,50). Hasil analisis dengan Plaxis diperoleh nilai SF kelongsoran saat diaplikasikan batu DPT batu bronjong saja sebesar 17,754 , nilai SF kelongsoran saat DPT batu bronjong dibebani oleh pondasi rakit yaitu 17,960 , dan nilai SF kelongsoran saat DPT batu bronjong dibebani oleh pondasi rakit beserta tower BTS yaitu 6,98. Desain struktur tersebut memiliki nilai extreme total displacement 70,80 mm (> 50 mm) maka perlu diberi tiang pancang berjumlah 6 x 6 dengan diameter tiang 20 cm, di tanamkan dengan kedalaman 10 meter. Dengan penambahan tiang pancang diperoleh nilai extreme total displacement 41,03 mm  (< 50 mm) sehingga dikatakan aman.