Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IMPLEMENTASI BIMBINGAN ISLAMI BAGI MUSLIMAH PADA MASA NIFAS DI RS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Machfudloh, Machfudloh; Rosyidah, Hanifatur; Fadlila, Nurul
Journal of Borneo Holistic Health Vol 3, No 1 (2020): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v3i1.1364

Abstract

Bimbingan islami bagi muslimah pada masa nifas merupakan wujud kepedulian RSI Sultan Agung Semarang agar tebentuknya rasa sayang ibu dan rasa sayang ke bayinya. Bimbingan yang dilakukan yaitu penjelasan darah nifas, menyusui secara islam, dan kewajiban orang tua terhadap anak.Bimbingan masa nifas ini dilakukan dengan tujuan agar pada masa nifas berjalan dengan baik sesuai kaidah islam, namun peran serta tenaga kesehatan, pasien, keluarga dan steakholder menjadi kunci terwujudnya tujuan tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisa sejauh mana implementasi bimbingan islami bagi muslimah pada masa nifas di RSI Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitis. Variabel independent adalah implementasi.Variabel dependent adalah hambatan-hambatan yang terjadi. Populasi penelitian ini adalah tenaga kesehatan, pasien, dan steakholder di RSI Sultang Agung Semarang. Lokasi di RSI Sultan Agung Semarang. Data yang digunakan data primer dengan instrument berupa lembar kuesioner/wawancarat. Analisa data menggunakan metode kualitatif. Hasil Penelitian adalah bimbingan islami bagi muslimah pada masa nifas di RSI Sultan Agung Semarang sudah dilaksanakan secara langsung (face to face) maupun tidak langsung sejak tahun 2012, Materi yang disampaikan mengalami perbaikan buku sebanyak 7 kali dengan adanya masukan dari pasien, pasien termotivasi, menambah ilmu pengetahuan dan  memberikan dukungan moral spiritual pada pasien dan keluarganya. Adapun hambatannya adalah jumlah petugas kerohaniaan BPI (Bimbingan dan pelayanan Islami) yang tidak seimbang dengan jmlah pasien, dimana jumlah petugas hanya 4 orang petugas kerohanian perempuan yang dikhususkan untuk memberikan bimbingan bagi wanita hamil, melahirkan dan menyusui. Selain itu hambatan lainnya adalah jam kerja petugas kerohaniaan yaitu jam 07.00-14.00 dan tidak shif, sehingga terdapat pasien yang tidak mendapatkan bimbingan tersebut. Kata kunci : Implementasi, bimbingan islami, Nifas
Terapi Endorphin Massage untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif Persalinan Rr. Catur Leny W; machfudloh machfudloh
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.233 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i2.117

Abstract

ABSTRAK Nyeri persalinan dapat menimbulkan stres yang menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid. Endorphin Massage merupakan sebuah terapi sentuhan/pijatan ringan yang cukup penting diberikan pada wanita hamil, di waktu menjelang hingga saatnya melahirkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh Endorphin Massage terhadap intensitas nyeri kala I fase aktif pada persalinan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif quasi eksperimental design, dengan rancangan yang digunakan adalah posttest only control group design dengan sampel 30 responden diambil dengan menggunakan teknik Acidental sampling di BPM Wilayah Puskesmas Demak. Data yang digunakan data primer dengan instrument berupa lembar checklist. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil Penelitian ada pengaruh pemberian Terapi Endorphin Massage terhadap intensitas nyeri kala I fase aktif persalinan yaitu didapatkan hasil p<0,05 yaitu p=0,004. Simpulan intesitas nyeri responden sebelum dilakukan Endorphin Massage sebagian besar responden mengalami nyeri berat dengan skala 8-9, Intesitas nyeri responden setelah dilakukan Endorphin Massage sebagian besar responden mengalami nyeri sedang dengan skala 6-7. Ada pengaruh Endorphin Massage terhadap intensitas nyeri kala I fase aktif pada persalinan. Kata kunci : Endorphin massage; Intensitas nyeri; Persalinan   ENDORPHIN MASSAGE THERAPY TO REDUCE THE INTENSITY OF PAIN DURING THE ACTIVE PHASE OF LABOR  ABSTRACT Birth pain may cause stress that lead tobring out excessive hormones such as catecholamines and steroids. Endorphin massage is a touch therapy orgentlemassage which is important enough for pregnant women before giving birth. The aim of this research is to know the effect of Endorphin Massageonpain intensity during active phase of first stage in labor. This research uses quantitative quasi experimental design, with the design used is posttest for control group design. Independent variable is endorphin massage.Variable dependent is pain intensity of acitivephase of first stage in labor, with 30 respondents of sample wich is taken by using technique of Acidental sampling. This research took a place in BPM area of public health center Demak. The data was gathered through observation using checklist form. The data was analyzed using Spearman Rank test. The result of the research is there is an effect of Endorphin Massage onpain intensity of acitivephase of first stage in labor withp <0,05, p = 0,004. The conclusion is most of respondents had severe pain with scale 8-9before Endorphin Massage, and most of the respondentshad moderate pain with scale 6-7after Endorphin Massage. There is an effect of Endorphin Massage on pain intensity of acitivephase of first stage in labor. Keywords: Endorphin massage; Labor; Pain Intensity 
Optimalisasi Implementasi Peraturan Bebas Rokok di Dalam Rumah Machfudloh Machfudloh; Ike Lorna Sulbani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.353 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.202

Abstract

Indonesia menduduki peringkat ke-5 konsumen rokok terbesarduniaPada tahun 2007 dan hasil Riskesdas menyebutkan bahwa penduduk berumur di atas 10 tahun yang merokok sebesar 29,2% dan angka tersebut meningkat sebesar 34,7% pada tahun 2010 untuk kelompok umur diatas 15 tahun. Selain menyebabkan gangguan kesehatan pada perokok aktif, asap rokok juga berbahaya untuk perokok pasif terutama ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan dalam melakukan implementasi peraturan bebas rokok didalam rumah berdasarkan PP No. 19, 2003 dan berdasarkan UU No. 36 Tahun 2009. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis melalui pendekatan crosssectional. Metodenya dengan penggabungan dari studi literatur, pengamatan, wawancara dan menggunakan analisis statistika deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang merokok, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan di Desa Gaji Guntur Demak  dengan tehnik purposive sampling berjumlah 49 responden. Hasil penelitian adalahsebagian besar pengetahuan tentang rokok sebanyak 44,2% tergolong sedang.Perilaku masyarakat terhadap merokok tergolong tinggi sebesar 76,8. Faktor Pemungkin97,9% toko menjual rokok secara bebas dan 91,6% jarak rumah warga dengan toko penjual rokok ≤ 2km. Faktor Penguat bahwa;100% teman merokok, 97,9% tokoh masyarakat merokok, 96,8% pemuka agama merokok, 96,8% disediakan rokok saat ada acara (hajatan), 77,9% orang tua merokok dan 46,3% masyarakat menganggap iklan rokok menarik. Kata Kunci : Rokok;  Peraturan bebas rokok didalam rumah
Pengaruh Cupping Massage terhadap Pengeluaran Lochea pada Ibu Post Partum di RSI Sultan Agung Semarang Machfudloh Machfudloh; Sintia Melinda Putri; Arifah Nur Chasanah; Siti Hadijah Aspan
Jurnal SMART Kebidanan Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v7i2.368

Abstract

Pada masa post partum, uterus akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil, proses involusi uterus mempengaruhi terjadinya perubahan pada pengeluaran lochea. Perawatan post partum sangat diperlukan untuk mecegah terjadinya tanda bahaya masa nifas seperti perdarahan post partum.  Cupping massase dapat mengembalikan jaringan-jaringan penghubung di dalam tubuh manusia untuk menghantarkan suatu energi metabolisme tubuh pada area titik meridian bagian perut dan punggung dengan tujuan mempercepat kerja saraf parasimpatis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh cupping massase pada ibu post partum terhadap pengeluaran lochea. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain Quasy experiment dengan  rancangan posttest with control design . Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah  untuk menguji pengaruh pemberian massage cupping terhadap pengeluaran lochea di RSI Sultan Agung Semarang.  Responden pada penelitian ini adalah ibu post partum. Besar sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden dengan pembagian 15 responden untuk kelompok intervensi dan 15 responden sebagai kelompok kontrol. Hasil Penelitian didapatkan ada pengaruh pemberian cupping massage terhadap pengeluaran Lochea pada ibu post partum di RSI Sultan Agung dengan hasil uji Mann-Whitney p=0,0030 (p<0,005). Diharapkan hasil penelitian ini bisa menjadi dasar untuk penelitian berikutnya dengan menggunakan lebih banyak sampel dan variasi metode sehingga didapatkan hasil penelitian yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas                                                           Kata kunci : Cupping massage, Lochea, Post Partum ABSTRACT The puerperium or post natal period is a time period of 6 to 8 weeks after delivery. During the puerperium, the uterus will gradually recover as it was before pregnancy, with cupping massase technique can restore the connective tissues in the human body to deliver a body's metabolic energy in the area of the meridian points of the abdomen and back with the aim of accelerating the work of parasympathetic nerves . The purpose of this study was to determine the effect of cupping massase on post partum mothers on lochea expenditure. This research is a quantitative study using a Quasy experiment design with a posttest with control design. Research conducted by researchers is to examine the effect of giving cupping massage on lochea expenditure at RSI Sultan Agung Semarang. Respondents in this study were post partum mothers. The sample size in this study were 30 respondents with the division of 15 respondents for the intervention group and 15 respondents as a control group. The results showed that there was an effect of giving cupping massage on the expenditure of Lochea in post partum mothers at RSI Sultan Agung with the results of the Mann-Whitney test p = 0.0030 (p <0.005). It is hoped that the results of this study can be the basis for further research by using more samples and variations of the method so that the results of the study are more beneficial for the wider community. Keywords: Cupping massage, Lochea, Post Partum    
LITERATURE REVIEW: TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL Indah Putri Ani; Machfudloh Machfudloh
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i2.301

Abstract

Mual dan muntah merupakan kelainan yang umum dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama kehamilan. Upaya mengurangi gejalanya bisa menggunakan aromaterapi peppermint, aroma terapi citrus lemon, minuman jahe, akupresure pada titik pericardium 6 dan kontrol stimulus dan teknik pencitraan. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui efektivitas aromaterapi peppermint, aroma terapi citrus lemon, minuman jahe, akupresure pada titik pericardium 6 dan kontrol stimulus dan teknik pencitraan dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami mual muntah. literature review menggunakan delapan jurnal yaitu lima jurnal internasional dan tiga jurnal nasional.
LITERATUR REVIEW: PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP ASI Ikliyla Fitri; Machfudloh .
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i2.337

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) didefinisikan sebagai nutrisi yang paling tepat, yang diberikan pada bayi baru lahir sampai umur 6 bulan. Di karenakan pada masa tersebut usus bayi belum mampu untuk mencerna makanan selain ASI. Berdasarkan hasil dari SDKI (2012), cakupan ASI eksklusif di Indonesia sebesar 27,1%. Pengeluaran ASI dapat dipercepat dengan melalui pijat oksitosin. Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui pengaruh dari pijat oksitosin terhadap Air Susu Ibu (ASI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metadata analisis dengan tinjauan literatur (literature review) yang mencoba menggali tentang pengaruh dari pijat oksitosin atau Oxytocin massage terhadap Air Susu Ibu atau Breast Milk. Didapatkan hasil bahwa 6 jurnal dari 8 jurnal menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pijat oksitosin dengan ASI baik dari pengeluaran maupun produksi ASI, dan 2 jurnal sisanya mengatakan bahwa pijat oksitosin tidak efektif atau tidak berpengaruh dalam kelancaran ASI sedangkan kombinasi dari pijat oksitosin dan perawatan payudara terbukti efektif atau berpengaruh dalam menyusui. Dan pijat oksitosin maupun perawatan payudara berpengaruh terhadap produksi dan mempelancar ASI, namun perawatan payudara lebih efektif atau berpengaruh jika dibandingkan dengan pijat oksitosin.
SENAM AEROBIK LOW IMPACT BAGI PREMENOPAUSE SEBAGAI UPAYA TERCAPAINYA HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA BANJARSARI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Machfudloh Machfudloh
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.618 KB)

Abstract

Dalam rangka memenuhi hak atas kesehatan, Pemerintah menyediakan fasilitas dan pelayanan kesehatan, informasi dan pendidikan yang berhubungan dengan kesehatan, seperti: penyuluhan tentang Kesehatan reproduksi. Salah satu cara dalam meningkatkan kebugaran tubuh dan mengurangi gejala premenopause ini adalah dengan olahraga, diantaranya senam aerobik low impact. Olahraga  dapat meningkatkan  produksi  endorfin yang dapat  berfungsi  untuk mengurangi  rasa  nyeri  dan  memberikan  ketenangan. Berdasarkan studi pendahuluan di DesaBanjarsari  jumlah wanita usia 40-50 tahun sebanyak 283 orang, wanita usia 50-60 tahun sebanyak 209 orang dan wanita usia ≥60 tahun sebanyak 189 orang. Kegiatan kesehatan untuk premenopause seperti olahraga untuk warga masyarakat Desa Banjarsari dianggap hal yang tabu, malu dan canggung tentang olahraga (senam aerobic). Oleh karena itu pemberdayaan masyarakat khususnya premenopause perlu ditingkatkan agar tumbuh rasa kepedulian tentang kesehatanreproduksi wanita.  Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan gejala-gejala yang timbul pada premenopause dan meningkatkan kesadaran wanita premenopause tentang kesehatan Jasmani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan mendemonstrasikan gerakan senam aerobic dengan memutarkan music player (praktek senam), selain itu memberikan pendidikan kesehatan tentang premenopause. alat dan bahan untuk senam antara lain: tape recorder, music player, leptope dan LCD. Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat updateIptek tentang gejala-gejala yang timbul pada premenopause, meningkatkan kesadaran dan kepedulian kesehatan jasmani dan terjalinnya komunikasi ilmiah antara UNISSULA dan masyarakatKata Kunci : Senam, Premenopause, Kesehatan Reproduksi.
OPTIMIZATION OF POLICY IMPLEMENTATION MODEL OF SIMPUS KIA (MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM IN PUBLIC HEALTH CENTER REGARDING MATERNAL AND CHILD HEALTH) Machfudloh Machfudloh; Ainul Muthoharoh
JURNAL KEBIDANAN Vol 6, No 14 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v6i14.2893

Abstract

In the effort to achieve the target of SDG's (Sustainable Development Goals) which is in year 2030 Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is expected to reach 70 per 100,000 live births, therefore Public Health Center (Puskesmas) need to improve management of public health service. Puskesmas Management Information System (SIMPUS) can provide easiness, quick, and accuracy in data collection, processing, archiving, and presentation of information and reporting, in order to assist management in decision making area of Maternal and Child Health (KIA) in Puskesmas.Decision making will be easier if all the required information is available. Based on preliminary study conducted in Puskesmas of Demak District, there are 19 (70,37%) Puskesmas which in management information system of puskesmas (SIMPUS KIA) has been done by computerized offline or not yet integrated and (32,63%) done by computerized online or integrated to Demak District Health OfficeThe objective of the research is to explore the management information system of SIMPUS KIA in public health centers of Demak district. This study used descriptive qualitative method. Data collection techniques was in-depth interviews. Population in this research is midwives in Puskesmas which in management information system SIMPUS) KIA has been done by computerized offline.The results of this study are midwives have understanding regarding the definition of SIMPUS, SIMPUS content, SIMPUS goals, SIMPUS benefits, SIMPUS constraints, but there are various reasons why SIMPUS has been done offline, namely lack of human resources, lack of funding and the need for additional new features as it is still very simple in terms of health services record.This research is expected to benefit the community, health workers and educational institutions to strive to improve the quality of health services.
An Analysis of Factors Affecting Parental Behavior in Providing Early Age Sex Education Kartika Adyani; Machfudloh Machfudloh; Sunarto Sunarto
JURNAL KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v11i2.6671

Abstract

Sexual violence against children is increasing. It makes the urgency of providing sex education for children fromtheir early ages. However,many parents still consider it taboo for early childhood sex education,so they neglect it. This research aimedto analyze the factors that affectparental behavior inproviding sex education to early childhood. This researchwasa Cross-Sectional Study involving 239 parents who have children under the age of 6 years. The data analysis was performed using Chi-square test. The results of this study indicated that the factorsrelatingto the behavior of providing early sex education by parents areknowledge (p=0.342), attitude (p=0.581), and role (p=0.163). Less knowledgeable parents have a 1.35 times risk of not providing early sex education. Concurrently, parents who are not supportive have a 1.18 times risk of not providing early sex education.When the dominant role is the mother, the risk is 1.83 times not to provide sex education for early childhood. Less knowledgeable parents have an unsupportive attitude, and the dominant role is that mothers tend not to provide sex education to early childhood. Parents can collaborateto improve knowledge about early childhood sex education and deliverit to children from their early ages
The Implementation of Sexual and Reproductive Health Education to Future Bridegrooms: Scoping Review Machfudloh Machfudloh; Andari Wuri Astuti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.644 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.1020

Abstract

Sexual and reproductive health (SRH) is a fundamental health problem that is recognized globally. One of the reproductive and sexual health problems is the lack of sensitivity to reproductive health education for the future bridegroom. It can be the cause of the high Maternal and Child Mortality Rate (MMR and IMR). Sexual and reproductive health education for the future bridegroom is an effort to enhance knowledge with the aim of preventing dissatisfaction and failure in married life. Various challenges in providing sexual and reproductive health education (SRH) such as internal and external factors must be resolved immediately with the support of the relevant policymakers. The purpose of this research was to identify evidence related to sexual and reproductive health education for future bridegrooms. The method in this research was scoping review. The literature search in this study used 3 health journal databases, namely Ebsco, ProQuest, Willey online library, and 1 search engine; Google Scholar. Articles were selected using inclusion criteria, namely original research, in English and Indonesian, published in the last 5 years (2016–2021). The total search results were 2,743 articles, and ten articles were found that met the inclusion criteria in the author's review. The instruments used to assess the quality of articles were the Joana Brigs tool from Joana Brigs Institute (JBI) and the Mixed Methods Appraisal Tool. The results of the review found data related to the need for sexual and reproductive health education for future bridegrooms, barriers, and efforts/evidence-based made both nationally and internationally. From the review of the ten articles that the need for sexual and reproductive health education is not only due to medical problems, but also from the perspective of social problems, the provision of SHR services and government policies is considered a priority.