Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG MIDWIFE-LED CARE TERHADAP PERAN BIDAN DALAM PENDAMPINGAN PRA KONSEPSI CATIN (CALON PENGANTIN) SEBAGAI UPAYA CEGAH STUNTING Machfudloh, Machfudloh; Susiloningtyas, Is
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 15, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v15i1.993

Abstract

Penyuluhan kesehatan reproduksi pada siswa-siswi SMP Negeri 02 Getasan Uttami, Regitasari Setyaning; Khamareta, Vita Ayu Tegar; Syamsudin, Agil Ahmad; Amelia, Enjelika Dwi; Azzahra, Salwa Alya; Khoeriyah, Niswatun; Mulyani, Putri Agustine; Setiawan, Rizal Arif; Rismawati, Vina; Zauhari, Muhamad Ilham; Machfudloh, Machfudloh
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 4 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i4.91

Abstract

Masa remaja adalah fase penting yang menandai peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Fase ini sangat krusial karena menjadi penentu masa depan bangsa. Kesehatan reproduksi remaja mencakup kondisi sehat yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Edukasi mengenai kesehatan reproduksi sangat penting untuk mencegah terjadinya kekerasan dan penyimpangan seksual. Kurangnya edukasi bisa menyebabkan seks bebas, kekerasan seksual, dan perilaku menyimpang. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengukur pengetahuan siswa-siswi SMP N 02 Getasan tentang kesehatan reproduksi. Populasi dalam penyuluhan ini sejumlah 60 siswa-siswi SMP N 02 Getasan. Dari hasil penyuluhan yang telah dilakukan oleh KKN Kelompok 79 UNISSULA Semarang dengan pemateri berjumlah 2 orang, siswa-siswi aktif berdiskusi dan memahami pubertas serta kesehatan reproduksi. Metode pendekatan yang kami gunakan dan lakukan adalah metode deskriptif kualitatif, yakni metode pelaksanaan yang dilakukan dengan memanfaatkan berbagai data kualitatif dan dijabarkan dengan deskriptif kepada para audiens penyuluhan. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan remaja putra dan putri mengenai kesehatan reproduksi. Peningkatan ini terbukti melalui hasil nilai pre test dan post test dengan hasil sebelum diberikan penyuluhan pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi Sebagian besar pengetahuannya kurang (40%) meningkat menjadi pengetahuan baik sebesar 85 % setelah diberikan penyuluhan. Hal ini menunjukkan mayoritas remaja di SMP N 02 Getasan telah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terkait kesehatan reproduksi. Adolescence is an important phase that marks the transition from childhood to adulthood. This phase is very crucial because it determines the future of the nation. Adolescent reproductive health includes healthy conditions related to the reproductive system, function, and process. Education about reproductive health is very important to prevent violence and sexual deviation. Lack of education can lead to free sex, sexual violence, and deviant behavior. The purpose of this activity is to measure the knowledge of students of SMP N 02 Getasan about reproductive health. The population in this counseling was 60 students of SMP N 02 Getasan. From the results of the counseling that has been carried out by KKN Group 79 UNISSULA Semarang with 2 speakers, students actively discussed and understood puberty and reproductive health. The approach method that we use and do is a qualitative descriptive method, namely an implementation method that is carried out by utilizing various qualitative data and described descriptively to the counseling audience. The results of this counseling show a significant increase in the knowledge of male and female adolescents about reproductive health. This increase is proven through the results of the pre-test and post-test scores with the results before being given counseling on reproductive health knowledge. Most of their knowledge was lacking (40%) increasing to good knowledge by 85% after being given counseling. This shows that the majority of teenagers at SMP N 02 Getasan have good knowledge and attitudes related to reproductive health.
Konseling Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) Pada Orang Tua Pemula) Khikmi, Fitrotul; Machfudloh, Machfudloh; Surani, Endang
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 5 No. 1 (2024): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.5.1.50-67

Abstract

Program pendekatan yang berkontribusi terhadap penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan pencapaian peserta KB (Keluarga Berencana) baru adalah program KB pasca persalinan, karena program kehamilan yang aman dan sehat dapat direncanakan sedini mungkin. Bidan mempunyai peran dalam peningkatan pemahaman ibu untuk memutuskan KB pasca persalinan yang tepat, yaitu melalui konseling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau bukti-bukti mengenai pelaksanaan konseling keluarga berencana (KB) pada pasangan orang tua pemula. Metode yang digunakan adalah metode scoping review. Pencarian literatur menggunakan 3 database yaitu ScienceDirect, PubMed, Perpustakaan Online Willey, dan satu mesin pencari; Google Cendekia. Artikel dipilih menggunakan kriteria inklusi yaitu artikel asli, menggunakan bahasa indonesia dan bahasa inggris, terbit dalam 5 tahun terakhir (2018-2023). Total hasil pencarian yaitu sebanyak 1.027 artikel dan ditemukan 10 artikel yang memenuhi syarat inklusi. Instrumen yang digunakan untuk menilai kualitas artikel adalah alat Joanna Briggs dari Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil review ditemukan data terkait pentingnya konseling KBPP, Hambatan, dan upaya peningkatan kualitas dari nasional dan internasional. Dari ulasan 10 artikel, didapatkan hambatan bukan hanya berasal dari reseptor tetapi juga berasal dari tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan. Upaya peningkatan kualitas pelayanan bukan hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan tetapi juga dalam peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Unmeet Need KB pada PUS: Literature Review Cahyani, Sahda Mutiara; Sutrisminah, Emi; Machfudloh, Machfudloh
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 6 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v6i1.1263

Abstract

One indicator of declining population development in Indonesia is the decline in the number of unmet needs. The proportion of women who do not currently use any kind of contraception and do not wish to have more children or postpone getting pregnant is known as unmet need. In Indonesia, there was an increase of 9.1% in 2016 and the incidence of unmet needs was 8.5 percent in 2017. This The goal of the study is to determine the variables that affect PUS's unmet family planning needs. The method used is a literature review study which includes a systematic search study of computerized databases: Scopus, ProQuest, PubMed, Garuda, Science Direct, and Google Scholar in the form of research articles totaling 11 articles published from 2019-2022, full text, speak Indonesian and English in accordance with the inclusion criteria. Article searches used the keywords "unmet need", "contracepcion", "unmet need factors", "unmet need for contraception", "family planning", "unmet need factors in mothers who are not family planning acceptors". The results of the study show that the factors that influence the unmet need for family planning in PUS are: Knowledge (p value= 0.033), age (p value = 0.077), employment (p value= 0.004), education (p value= 0.004), history of family planning (p value= 0.00), parity (p value= 0.01), place of residence (p value= 0.01), husband's support (p value= 0.03). Factors that influence unmet need for EFA are knowledge, age, employment, education, history of family planning, parity, place of residence, and husband's support. . Health workers are expected to work together with KB cadres and Village PLKB to disseminate in-depth information about the KB program so that it can reduce cases of unmet need. Fertile couples who have not used KB are expected to seek information through existing health workers.
SPESIALISASI DALAM PRAKTIK KEBIDANAN: SCOPING REVIEW Indah Wulandari, Dwi; Hidayah, Nurul; Fatimah, Siti; Machfudloh, Machfudloh; Wuri Astuti, Andari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 14, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v14i1.765

Abstract

LITERATURE REVIEW: TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL Indah Putri Ani; Machfudloh Machfudloh
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i2.301

Abstract

Mual dan muntah merupakan kelainan yang umum dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama kehamilan. Upaya mengurangi gejalanya bisa menggunakan aromaterapi peppermint, aroma terapi citrus lemon, minuman jahe, akupresure pada titik pericardium 6 dan kontrol stimulus dan teknik pencitraan. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui efektivitas aromaterapi peppermint, aroma terapi citrus lemon, minuman jahe, akupresure pada titik pericardium 6 dan kontrol stimulus dan teknik pencitraan dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami mual muntah. literature review menggunakan delapan jurnal yaitu lima jurnal internasional dan tiga jurnal nasional.
LITERATUR REVIEW: PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP ASI Ikliyla Fitri; Machfudloh .
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i2.337

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) didefinisikan sebagai nutrisi yang paling tepat, yang diberikan pada bayi baru lahir sampai umur 6 bulan. Di karenakan pada masa tersebut usus bayi belum mampu untuk mencerna makanan selain ASI. Berdasarkan hasil dari SDKI (2012), cakupan ASI eksklusif di Indonesia sebesar 27,1%. Pengeluaran ASI dapat dipercepat dengan melalui pijat oksitosin. Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui pengaruh dari pijat oksitosin terhadap Air Susu Ibu (ASI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metadata analisis dengan tinjauan literatur (literature review) yang mencoba menggali tentang pengaruh dari pijat oksitosin atau Oxytocin massage terhadap Air Susu Ibu atau Breast Milk. Didapatkan hasil bahwa 6 jurnal dari 8 jurnal menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pijat oksitosin dengan ASI baik dari pengeluaran maupun produksi ASI, dan 2 jurnal sisanya mengatakan bahwa pijat oksitosin tidak efektif atau tidak berpengaruh dalam kelancaran ASI sedangkan kombinasi dari pijat oksitosin dan perawatan payudara terbukti efektif atau berpengaruh dalam menyusui. Dan pijat oksitosin maupun perawatan payudara berpengaruh terhadap produksi dan mempelancar ASI, namun perawatan payudara lebih efektif atau berpengaruh jika dibandingkan dengan pijat oksitosin.
Faktor Yang Memepengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Suntik Is Susiloningtyas; Devita Putri Cahyani; Machfudloh, Machfudloh
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 1 No. 3 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melakukan riview pada literatur mengenai faktor yang dapat mempengaruhi dalam pemilihan penggunaan kontrasepsi suntik. Dengan Literatur Review dengan menggunakan dua database dalam mencari sumber literatur yaitu PubMed dan Google Schoolar. Pencarian literatur menggunakan kata kunci “faktor yang mempengaruhi penggunaan kb suntik”, “hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap penggunaan kb suntik”, “hubungan ekonomi dengan penggunaan kb suntik” “kb suntik” dan “hubungan usia akseptor dengan penggunaan kb suntik”. Setelah dilakukan screening dari dua database ditemukan 6 artikel yang sesuai dengan pembahasan pada literatur rerview dengan menjelaskan berbagai macam faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi suntik. kesimpulkan yang didapat bahwa faktor yang mempengaruhi pemilihan penggunaan kontrasepsi suntik sangat beragam seperti pengetahuan, pendidikan, umur, media informasi, ketersediaan alat kontrasepsi , peran petugas kesehatan, dukungan suami,paritas, peran pengambilan keputusan alasan pemilihan,rekomendasi pengguna lain, rendahnya kejadian lupa, jarak pemberian yang relatif lama, efek samping yang tidak terlalu membahayakan dan mudah digunakan merupakan alasan akseptor memilih kontrasepsi suntik sebagai alat kontrasepsi karena lebih efektif dalam mencegah kehamilan.
Pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi: Scooping review Aulia, Amara Dinda; Machfudloh, Machfudloh
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v9i1.329

Abstract

Latar belakang: Perilaku seksual pranikah pada remaja terus meningkat, menyebabkan konsekuensi serius seperti kehamilan remaja, aborsi yang tidak aman, dan peningkatan infeksi menular seksual, termasuk HIV/AIDS. Pemerintah telah berupaya mengatasi masalah ini melalui penyediaan alat kontrasepsi, namun kebijakan ini masih diperdebatkan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui tingkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap penggunaan kontrasepsi. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan scooping review yang dilakukan sesuai dengan framework dari Arksey dan O’Malley yang terdiri dari 5 langkah. Hasil: Dari tinjauan 10 artikel terdiri dari 3 kualitatif, 4 kuantitatif, dan 3 campuran. Ditemukan bahwa pengetahuan remaja mengenai kontrasepsi bervariasi, dengan banyak yang hanya mengetahui metode. Sikap positif terhadap kontrasepsi sebagian besar ada, namun masih terdapat hambatan yang signifikan, termasuk stigma sosial dan akses informasi yang terbatas. Simpulan: Banyak remaja masih kurang memahami berbagai aspek kontrasepsi. Edukasi yang lebih baik dan pengurangan stigma sosial diperlukan untuk mendorong penggunaan kontrasepsi yang lebih luas dan aman di kalangan remaja.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Unmeet Need KB pada PUS: Literature Review Cahyani, Sahda Mutiara; Sutrisminah, Emi; Machfudloh, Machfudloh
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 6 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v6i1.1263

Abstract

One indicator of declining population development in Indonesia is the decline in the number of unmet needs. The proportion of women who do not currently use any kind of contraception and do not wish to have more children or postpone getting pregnant is known as unmet need. In Indonesia, there was an increase of 9.1% in 2016 and the incidence of unmet needs was 8.5 percent in 2017. This The goal of the study is to determine the variables that affect PUS's unmet family planning needs. The method used is a literature review study which includes a systematic search study of computerized databases: Scopus, ProQuest, PubMed, Garuda, Science Direct, and Google Scholar in the form of research articles totaling 11 articles published from 2019-2022, full text, speak Indonesian and English in accordance with the inclusion criteria. Article searches used the keywords "unmet need", "contracepcion", "unmet need factors", "unmet need for contraception", "family planning", "unmet need factors in mothers who are not family planning acceptors". The results of the study show that the factors that influence the unmet need for family planning in PUS are: Knowledge (p value= 0.033), age (p value = 0.077), employment (p value= 0.004), education (p value= 0.004), history of family planning (p value= 0.00), parity (p value= 0.01), place of residence (p value= 0.01), husband's support (p value= 0.03). Factors that influence unmet need for EFA are knowledge, age, employment, education, history of family planning, parity, place of residence, and husband's support. . Health workers are expected to work together with KB cadres and Village PLKB to disseminate in-depth information about the KB program so that it can reduce cases of unmet need. Fertile couples who have not used KB are expected to seek information through existing health workers.