Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CENRANA KABUPATEN BONE Safri Hidayat; Arni AR
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Mappadising
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.692 KB)

Abstract

Abstrak Proses menua yang dialami oleh lansia menyebabkan mereka mengalami berbagai macam perasaan sedih, cemas, kesepian, dan mudah tersinggung. Perasaan tersebut merupakan masalah kesehatan jiwa yang terjadi pada lansia. psikososial lansia antara lain merasa kesepian (pria 19,8%, wanita 20,8%), tanda-tanda depresi berturut-turut 4,3% dan 42% menunjukan kelakuan atau tabiat buruk (7,3% dan 3,7%) cepat marah, irritable (17,2% dan 7,1%). Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Uji analisis komputer yaitu SPSS 20 untuk menilai data statistic frekuensi dan uji Chi-Square pada person pada variabel bivariat diperoleh nilai Asymp sign. (2-sided, pada variabel pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan yaitu diperoleh (p) = 0,001 berarti α = <0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat kecemasan pada lansia. Kesimpulan penelitian menganjurkan untuk memperhatikan kebutuhan lansia, karena lansia merupakan tanggung jawab anggota keluarga, dengan demikian kebutuhan spiritual terhadap kesehatan lansia sangat penting. Salah satu cara bagi keluarga untuk mendukung lansia adalah dengan memotivasi dan memfasilitasi lansia agar dapat melaksanakan kegiatan agama dengan baik dan rajin. Kata Kunci: Kebutuhan Spiritual, Tingkat Kecemasan, Lansia.
PENGARUH TINGKAT KECEMASAN LANSIA TERHADAP KEPATUHAN PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN MATTIROTAPPARENG KECAMATAN TEMPE KAPUPATEN WAJO Irsani Damayanti; Arni AR; Ruslang
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 3 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.028 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v3i1.172

Abstract

Abstract The world's population is currently facing the threat of the disease / covid-19 virus, whose impact is felt by various levels of society, the increasing number of cases makes everyone feel anxious, afraid, worried and stressed. Especially in the elderly group who have a significant risk of contracting the corona virus disease, this is due to the decline in the physiological condition of the elderly body and the body's immunity which makes it easier to be exposed. During the pandemic, the anxiety felt by the elderly will affect behavior, especially health-related behavior such as the health protocol that is being implemented by the government, namely washing hands with running water, maintaining distance, and wearing masks. The purpose of this study was to determine the effect of the elderly's anxiety level on compliance with the implementation of health protocols during the Covid-19 pandemic in Mattirotappareng Village, Tempe District, Wajo Regency. The type of research is quantitative research using cross sectional study because the research is conducted simultaneously at one time without any follow-up. Data were collected through a questionnaire. The sample in this study were residents of Mattirotappareng Village as many as 36 respondents who were included in the criteria. The dependent variable in this study is the level of anxiety, while the independent variable is the Health Protocol using the Chi square test on the SPSS 22 computer program. The results of the study indicate that there is an influence of anxiety levels on the Health Protocol (p = 0.006 means < 0.05) Based on this analysis, it can be concluded that there is an effect of the level of anxiety on the Health Protocol. Research suggestions are expected to the community, especially those belonging to the elderly/elderly group to stay at home, apply health protocols when outside the home and check themselves if they have health problems to the officers and apply clean and healthy living behavior in daily life for the sake of break the chain of transmission of Covid 19. Abstrak Penduduk dunia saat ini sedang menghadapi ancaman penyakit/virus covid-19, yang dampaknya dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat, angka kasus yang trus bertambah membuat semua orang memiliki perasaan cemas, takut, khawatir dan stress.Terutama pada kelompok lanjut usia yang memiliki resiko signifikan terkena penyakit virus corona ini dikarenakan menurunya kondisi fisiologi tubuh lansia serta imunitas tubuh yang membuat semakin mudah terpapar. Selama masa pandemi kecemasan yang dirasakan lansia akan mempengaruhi perilaku,khususnya perilaku yang berhubungan dengankesehatan seperti protokol kesehatan yang sedang di terapkan pemerintah yaitu mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak, dan memakai masker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Tingkat Kecemasan Lansia Terhadap Kepatuhan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Dimasa Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Mattirotappareng Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study karena penelitian dilakukan serentak satu waktu tanpa adanya follow up. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu warga Kelurahan Mattirotappareng sebanyak 36 Responden yang termasuk dalam kriteria . Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Tingkat Kecemasan, sedangkan variabel independen yaitu Protokol Kesehatan dengan menggunakan uji Chi square test pada program komputer SPSS 22. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh tingkat kecemasan terhadap Kepatuhan Pelaksanaan Protokol Kesehatan (p = 0,006 ) berarti α < (0,05) Berdasarkan analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tingkat kecemasan terhadap Kepatuhan Pelaksanaan Protokol Kesehatan. Saran penelitian yaitu diharapkan kepada masyarakat terutama yang termasuk kelompok usia lanjut/lansia agar tetap stay at home, menerapkan protokol kesehatan apabila berada di luar rumah serta memeriksakan diri jika memiliki masalah kesehatan ke petugas dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari demi memutuskan mata rantai penularan Covid 19.
HUBUNGAN KOMUNIKASI PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PADA PASIEN TYPHOID YANG DIRAWAT DI PUSKESMAS SIBULUE KECAMATAN SIBULUE Irawati; Arni AR; Nirmawati Darwis
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 2 Nomor 1 Maret 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.476 KB)

Abstract

In the implementation of the nursing process, it is never separated from the interaction process that occurs between nurses and patients and patients' families so that nurses must realize that communicating in health services is very influential or helps patients in the healing process and helps the patient's family so that the level of anxiety experienced is not excessive. The purpose of this study was to determine the relationship between nurse communication and family anxiety levels in typhoid patients who were treated at the Sibulue Health Center, Sibulue District, Bone Regency. The design used in this study was cross sectional. The sampling method used was total sampling with a sample size of 30 respondents. The research instrument used was a questionnaire and the data were analyzed using the SPSS 21 program. Bivariate analysis obtained Asymp sing (2-sided) in = 0.001 <α = 0.05. So it can be concluded that there is a relationship between nurse communication and anxiety levels in the patient's family typhoid being treated at the Sibulue Health Center, Sibulue District, Bone Regency in 2019. The suggestion for nurses at the Sibulue Health Center, Sibulue District, Bone Regency, is to improve their communication with the patient's family, especially those with typhoid so that the patient's family does not feel excessive anxiety. Abstrak Dalam pelaksanaan proses keperawatan tak pernah lepas dari proses interaksi yang terjadi antara perawat dengan pasien maupun keluarga pasien sehingga perawat harus menyadari bahwa berkomunikasi dalam pelayanan kesehatan sangat berpengaruh atau membantu pasien dalam proses penyembuhan dan membantu keluarga pasien agar tingkat kecemasan yang dialami tidak berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pada pasien typhoid yang dirawat di Puskesmas Sibulue Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Cara penarikan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis menggunakan program SPSS 21. Analisis bivariat diperoleh Asymp sing (2-sided) dalam =0,001< =0,05.Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara komunikasi perawat dengan tingkat kecemasan pada keluarga pasien typhoidyang dirawat di Puskesmas Sibulue Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone tahun 2019. Adapun saran untuk perawat Puskesmas Sibulue Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone agar meningkatkan komunikasinya pada keluarga pasien khususnya penderita typhoidsehingga keluarga pasien tidak merasakan cemas berlebihan.
HUBUNGAN SENAM LANSIA TERHADAP KEBUGARAN JASMANI DI KELURAHAN MATTIROTAPPARENG KECAMATAN TEMPE KABUPATEN WAJO Asmunandar; Arni AR; Khaeriah B; Eka Hardianti Arafah
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.762 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v3i2.208

Abstract

Abstract Physical fitness in the elderly is one of the things that can be used to determine the health level of the elderly themselves. Elderly gymnastics is one of the sports activities that can be done in old age, doing this sport can really help the elderly body to maintain body fitness because it can help to eliminate free radicals in the body. Gymnastics for the elderly besides having a positive impact on improving the function of body organs can also have an effect on increasing immunity in the human body after regular exercise. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between elderly exercise and physical fitness in the District of Tempe, District of Wajo Tahun. The type of research is quantitative research using cross sectional study with the technique of determining the sample using purposive sampling. Data were collected through a questionnaire. The sample in this study were residents of Mattirotappareng Village as many as 19 respondents who were included in the criteria. The dependent variable in this study is Elderly Gymnastics, while the independent variable is physical fitness using the Fishers exact test on the SPSS 22 computer program. The results of the study indicate that there is a relationship between elderly exercise and physical fitness (p = 0.006 means <0.05). Based on this analysis, it can be concluded that there is an influence of elderly exercise on physical fitness. The research suggestion is that it is expected to provide health education and posbindu services to the elderly in an incentive and continuous manner by using effective information methods and media through direct counseling to the community, especially the elderly. Abstrak Kebugaran jasmani pada lansia merupakan salah satu hal yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesehatan dari lansia itu sendiri. Senam lansia adalah salah satu aktivitas olahraga yang bisa dilakukan pada usia lanjut, melakukan kegiatan olahraga ini sangat dapat membantu tubuh usia lanjut untuk menjaga kebugaran tubuh karena dapat membantu untuk menghilangkan radikal bebas yang berada di dalam tubuh. Senam lansia disamping memiliki dampak positif terhadap peningkatan fungsi organ tubuh juga dapat berpengaruh dalam peningkatan imunitas dalam tubuh manusia setelah latihan teratur, efek minimal senam lansia adalah bahwa lansia merasa senantiasa berbahagia, sebnantiasa bergembira, bisa tidur lebih nyenyak, dan pikiran tetap segar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan senam lansia terhadap kebugaran jasmani lansia di Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Tahun. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu warga Kelurahan Mattirotappareng sebanyak 19 Responden yang termasuk dalam kriteria . Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Senam Lansia, sedangkan variabel independen yaitu Kebugaran jasmani dengan menggunakan uji Fishers exact test pada program komputer SPSS 22. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan senam lansia terhadap kebugaran jasmani (p = 0,006 berarti α < 0,05) Berdasarkan analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengaruh senam lansia terhadap kebugaran jasmani. Saran penelitian yaitu diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan dan pelayanan posbindu kepada para lansia secara insentif dan kontinyu dengan menggunakan metode dan media informasi efektif melalui penyuluhan langsung ke masyarakat terkhususnya lansia.
Pengaruh Rebusan Air Cengkeh terhadap Penurunan Nyeri Asam Urat Pada Lansia di Puskesmas Pattiro Mampu Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone Hasriyanti; Fatmawati; Arni AR; Ruslang; Masrah Hasan
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 4 Nomor 1 Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.971 KB) | DOI: 10.54339/mappadising.v4i1.320

Abstract

Everyone has uric acid in the body, because every normal metabolism produces uric acid. So that clove decoction can be used as a companion to modern medicine. Cloves have components or various chemical content that can reduce gout pain.The purpose of this study was to determine the effect of clove water decoction on reducing gout pain in the elderly at the Pattiro Able Public Health Center, Dua Boccoe District, Bone Regency in 2021. This type of research is a quantitative study using true experimental research with pre and post test control design. Data were collected through a questionnaire given to each respondent. The analysis test used the SPSS 22 computer program to assess the frequency statistical data and the Wilcoxon test on bivariate variables obtained the Asymp value. Sig. (2-tailed) on the clove water decoction variable, the value of = 0.000> = 0.05, so it can be concluded that there is an effect of clove water decoction on reducing gout pain in the elderly at the Pattiro Able Public Health Center, Dua Boccoe District, Bone Regency.The researcher's advice is for the elderly at the Pattiro Health Center to be able to diligently check their uric acid levels at the Pattiro Health Center and be able to avoid consuming foods that can increase uric acid levels so that pain does not occur due to increased uric acid. Abstrak Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Sehingga rebusan cengkeh dapat dijadikan sebagai pendamping pengobatan modern. Cengkeh mempunyai komponen atau berbagai kandungan bahan kimia yang dapat menurunkan nyeri asam urat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rebusan air cengkeh terhadap penurunan nyeri asam urat pada lansia di puskesmas pattiro mampu kecamatan dua boccoe kabupaten bone tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian true eksperiment dengan desain penelitian pre dan post test control design. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada masing-masing responden. Uji analisis menggunakan program komputer SPSS 22 untuk menilai data statisitik frekuensi dan uji Wilcoxon pada variabel bivariat diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) pada variabel rebusan air cengkeh diperoleh nilai ρ=0,000> ∝ =0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh rebusan air cengkeh terhadap penurunan nyeri asam urat pada lansia di puskesmas pattiro mampu kecamatan dua boccoe kabupaten bone.Adapun saran peneliti yaitu bagi lansia di puskesmas pattiro mampu agar rajin memeriksakan kadar asam uratnya di puskesmas pattiro mampu dan menghindari mengkomsumsi makanan yang bisa meningkatkan kadar asam urat sehingga tidak terjadi nyeri yang diakibatkan peningkatan asam urat.
Pengaruh Terapi Desensitisasi Sistematis terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien HDR di Poli Jiwa RSUD Lamaddukeleng Kabupaten Wajo Nurul Mulia Apriani; Arni AR; Ikdafila
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 4 Nomor 2 September 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54339/mappadising.v4i1.457

Abstract

Systematic desensitization therapy is a behavioral change technique based on classical behavior with the aim of teaching anxiety suppression strategies and self-control skills. In patients who experience low self-esteem will always think negative things about themselves so that it causes anxiety. Anxiety is an abnormal and excessive fear that is common. This study aims to determine the effect of systematic desensitization therapy on anxiety levels in patients with low self-esteem (HDR) at the mental polyclinic of Lamaddukelleng Hospital, Wajo District in 2022. This type of research is a quantitative study using a Quasi Experimental Design research design with a one group pre test and a one group pre test design. post test. The results of the pre-test and post-test measurements of anxiety levels will be compared to determine whether the therapy given can affect or reduce anxiety levels. The results showed that the Asymp.Sig.(2-tailed) value of 0.000 <0.05, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is an effect of Systemic Desensitization Therapy on Anxiety Levels in Patients with Low Self-Esteem (HDR) at the Psychiatric Clinic of RSUD Lamaddukelleng Wajo District in 2022. This is evidenced by looking at the results of the pre-test and post-test questionnaires on the level of anxiety distributed to 28 respondents which were then processed using statistical analysis with the Wilcoxon Test. Abstrak Terapi desensitisasi sistematis salah satu teknik perubahan perilaku yang didasari oleh behavioral klasikal dengan tujuan mengajarkan strategi menekan kecemasan dan kemampuan mengontrol diri. Pada pasien yang mengalami harga diri rendah akan selalu memikirkan hal yang negatif terhadap dirinya sendiri sehingga menyebabkan kecemasan. Kecemasan yaitu rasa takut yang tidak normal dan berlebihan yang umum terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi desensitisasi sistematis terhadap tingkat kecemasan pada pasien harga diri rendah (HDR) di poli jiwa RSUD Lamaddukelleng Kebupaten Wajo Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan bentuk desain penelitian Quasi Experimental Design dengan rancangan one group pre test dan post test. Hasil dari pengkuran pre test dan post test tingkat kecemasan akan dibandikan untuk mengetahui apakah terapi yang diberikan dapat mempengaruhi atau mengurangi tingkat kecemasan.Hasil penelitian terdapat nilai Asymp.Sig.(2-tailed) 0.000<0,05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti Ada Pengaruh Terapi desensitisasi Sistemtis terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Harga Diri Rendah (HDR) di Poli Jiwa RSUD Lamaddukelleng Kabupaten Wajo Tahun 2022.Hal ini dibuktikan dengan melihat hasil kuesioner pre test dan post test tingkat kecemasan yang dibagikan kepada 28 responden yang kemudian diolah menggunakan analisis statistik dengan Uji Wilcoxon
Hubungan Pengetahuan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Dalam Merawat Anggota Keluarga Yang Mengalami Gangguan Jiwa Di UPTDPuskesmas Lappariaja Kabupaten Bone Tahun 2022 Arni AR; Ikdafila Ikdafila
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10358

Abstract

Salah satu yang menjadi penyebab tingginya pengetahuan keluarga disebabkan oleh luasnya pengetahuan keluarga terhadapat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa sehingga keluarga memiliki tingkat kecemasan sedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan keluarga yang mengalami gangguan jiwa.jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif dengan rancangan cross sectional.Penelitian ini dilaksanakan diwilayah UPTD Puskesmas Lappariaja Kabupaten Bone Kecamatan Lappariaja.Pengumpulan melalaui kuesioner yang telah dibagikan kepada responden , teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling .Data dianalisis dengan menggunakan statistik dengan uji-Chi square untuk menilai statistik prekuensi menggunakan prongram komputer SPSS 22. Hasil uji Fisher’s Exact Test diperoleh nilai P =0.000 < 0.05 dari analisis tersebut disimpulkan bahwa H0 di tolak Ha diterima atau ada Hubungan Pengetahuan keluarga yang mengalami gangguan jiwa diwilayah UPTD Puskesmas Lappariaja Kabupaten Bone. Kata kunci : pengetahuan keluarga ,Tingkat Kecemasan ,Gangguan jiwa
Hubungan Caring Perawat dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang ICU RSUD Lamaddukelleng Ikdafila; Arni AR; Yammar; Barangkau; Eka Hardianti Arafah
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 5 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54339/mappadising.v5i1.491

Abstract

Anxiety that occurs in families in the ICU due to patient conditions that require special care and attention by nurses. One of the things that can reduce the anxiety of the patient's family is the need for caring behavior for nurses so that families can feel very cared for by nurses. The purpose of this study was to determine the relationship between nurses and the anxiety of the patient's family in the ICU room at Lamaddukelleng Hospital. This type of research is an analytical observational study using a cross sectional study because the research was carried out simultaneously at one time without any follow-up. Data was collected through a questionnaire. The sample in this study were 26 respondents who met the sample criteria. The sampling technique of this research is Accidental Sampling. The independent variable in this study is care care and the dependent is the anxiety of the patient's family using the Chi-Square Test.The results of the study showed that there was a relationship between nurses and the level of anxiety of the patient's family (p = 0.000 means <0.05). Based on this analysis, it can be said that there is a nurse's relationship with the patient's family anxiety. Suggestions for research are to agencies to further increase awareness of the anxiety of the patient's family in the ICU room of the Lamaddukelleng Hospital. Abstrak Kecemasan yang terjadi pada keluarga pasien diruang ICU dikarenakan adanya kekhawatiran dengan kondisi pasien yang memerlukan perawatan dan perhatian khusus oleh perawat. Salah satu hal yang dapat mengurangi kecemasan keluarga pasien yaitu sangat perlu perilaku caring perawat sehingga keluarga dapat merasakan sangat diperhatikan oleh perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien diruang ICU RSUD Lamaddukelleng. Jenis penelitian yaitu penelitian observasional analitik dengan menggunakan cross sectional study karena penelitian dilakukan serentak satu waktu tanpa adanya follow up. Data dikumpulkan melalui kuosioner. Sampel dalam penelitian ini yaitu 26 responden yang memenuhi kriteria sampel. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah accidental sampling. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu caring perawat sedangkan dependen yaitu tingkat kecemasan keluarga pasien dengan menggunakan Chi-Square Test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien (p = 0,000 berarti α< 0,05). Berdasarkan analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien. Saran penelitian yaitu Diharapkan kepada instansi untuk lebih meningkatkan caring perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien diruang ICU RSUD Lamaddukelleng.
Penerapan Skrining Kaki Diabetes Sebagai Upaya Untuk Mencegah Risiko Luka Kaki Dibetik Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Barangkau Barangkau; Eka Hardianti Arafah; Yammar Yammar; Asnuddin Asnuddin; Ruslang Ruslang; Nirmawati Darwis; Ikdafila Ikdafila; Arni AR; Ery Wardanengsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52346

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2(DMT2) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan utama yang sering dijumpai. Angka kejadianya mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, tidak sedikit dari mereka mengalami gangguan sirkulasi darah perifer dan gangguan sensitivitas kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruhnya penerapan skrining kaki diabetes sebagi upa untuk mencegah Risiko Luka Kaki Diabetik Pada Penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain true eksperimental design. Kemudian rancangan penelitian menggunakan pretest and posttes control group design. Penelitian ini terdiri dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kelompok kasus (penerapan skrining kaki secara rutin satu kali seminggu selama dua bulan) sedangkan kelompok kontrol (skrining kaki tidak dilakukan secara rutin). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes mellitus tipe 2 yang terdata di Puskesmas Tempe Kabupaten Wajo yang berjumlah 34 pasien. Tehnik pengambilan sampel dengan simple random samplig. Menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai ABI yang bermakna antara kelompok yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin dengan yang tidak menerapkan secara rutin, dimana nilai ABI yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin sirkulasi darah perifer nya jauh lebih baik (Normal) dibandingkan dengan nilai ABI yang menerapkan skrining kaki diabetik secara tidak rutin. Kemudian terdapat juga perbedaan rata-rata nilai sensitivitas kaki yang bermakna antara kelompok yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin dengan yang tidak menerapkan secara rutin, dimana nilai sensitivitas kaki yang menerapkan skrining kaki diabetik secara rutin sensitivitas kaki jauh lebih baik (Normal) dibandingkan dengan nilai sensitivitas kaki yang menerapkan skrining kaki diabetik secara tidak rutin. Secara keseluruhan, penerapan skrining kaki diabetes terbukti sebagai langkah efektif dan sederhana dalam mencegah luka kaki diabetik pada penderita DM tipe 2. Implementasi rutin skrining di layanan kesehatan dapat menurunkan beban komplikasi kaki diabetik, mengurangi risiko amputasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Studi Fenomenologi Makna Dukungan Keluarga terhadap Kejadian Depresi pada Lansia di Kabupaten Wajo Ikdafila Ikdafila; Arni AR; Barangkau Barangkau; Fitri Apriani
Journal Research of Nursing & Midwifery (JRNM) Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Research of Nursing & Midwifery (JRNM)
Publisher : Journal Research of Nursing & Midwifery (JRNM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0425/41nqd532

Abstract

Elderly individuals are a vulnerable group prone to mental health disorders, especially depression. Family support serves as a protective factor that can influence the psychological well-being of the elderly, yet its impact is often underexplored. This study aims to explore the meaning of family support in relation to depression among elderly individuals, particularly within the context of their daily lives. The study uses a qualitative approach with a phenomenological design. Ten elderly informants experiencing mild to moderate depressive symptoms were selected through purposive sampling and interviewed in-depth. The data were analyzed using Colaizzi's analysis method, which consists of seven stages: reading the transcripts, extracting significant statements, formulating meanings, grouping meanings into themes, creating a comprehensive description, describing the essence structure of the phenomenon, and validating with the participants. From the data analysis, four main themes emerged reflecting the elderly's experiences related to family support: (1) Emotional support as a mental strength for the elderly, (2) Family involvement in daily activities as a form of attention, (3) Barriers in intergenerational communication within the family, and (4) Feelings of loneliness due to lack of family interaction. Family support plays a crucial role in helping the elderly cope with depression. The physical presence of family, empathetic communication, and active involvement in daily activities can provide a sense of security and being valued for the elderly. This study emphasizes the importance of family-based interventions for the prevention and management of depression in the elderly.